Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Menuju Benua Terbesar dan di Ikuti oleh Klan Mu Kuno


__ADS_3

“Baiklah jika begitu, sampai jumpa lain kali, kami masih memiliki banyak tugas,” ucap Iblis Penjaga langsung melesat pergi bersama para penjaga dari Dek Kapal Bai Han.


Wuss..!!


Wuss..!!


Yu Fan yang melihat Iblis tersebut bersama para bawahannya pergi, ia pun kini melirik ke arah Bai Han yang berdiri di samping Bai Zhan.


“Tu..Tuan-”


Ssstt..!!


Bai Han langsung memberikan isyarat untuk diam.


Yu Fan pun terdiam.


...


Kini secara perlahan kapal dimensi milik Bai Han memasuki Alam Celestial Huansa.


Wuss..!!


Kapal Dimensi milik Bai Han terus melesat ke arah salah satu Benua yang paling besar.


Tap tap..!!


“Apakah sudah aman?” Tanya Long Yuan dan Pixiu serempak.


Tapi Bai Han yang di tanyai langsung menggeleng sambil menunjuk ke arah tangan Bai Zhan.


Tepat di telapak tangan Bai Zhan terlihat sebuah titik hitam yang di yakini sesuatu yang bisa mendengar pembicraan mereka sehingga Bai Han menyuruh mereka untuk tetap diam sementara waktu.


Long Yuan, Pixiu, seketika membelalakkan mata mereka, bahkan Yu Fan, Lang Zai, kakek dan nenek Bai Han ikut terkejut. Tapi tak lama mereka kembali tenang.


“Paman Yu, paman Yuan, coba kalian periksa apakah ada tanda seperti ini di antara para budak atau mungkin di suatu tempat di seluruh ruangan ini. Iblis tadi sangatlah licik, ia berpura-pura baik dan semberono dalam melakukan tugasnya, tapi sebenarnya tidak, ia sangat lah cerdas.” Ucap Bai Han memberitahu Yu Fan dan Long Yuan melalui telepati.


Long Yuan dan Yu Fan pun mengangguk, tapi sebelum mereka pergi, mereka lebih dulu mengecek anggota tubuh mereka. Karena mereka semua sempat di sentuh oleh Iblis tersebut.


Setelah merasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Yu Fan dan Long Yuan pun langsung bergerak mengelilingi Kapal Dimensi.


***


Tap tap..!!


“Selanjutnya,” teriak Ras Manusia Raksasa.


Dret..!!

__ADS_1


Tepat di belakang Kapal Dimensi milik Bai Han, terlihat kapal Dimensi yang sangat indah dan jauh 4 kali lipat besar. Di Kapal Dimensi tersebut terpampang jelas sebuah bendera bertulis Klan Mu Kuno.


Tap tap..!!


Terlihat Iblis yang tadi mengecek kapal dimensi milik Bai Han muncul di dek Kapal milik Kapal Dimensi milik klan Mu.


“Tu..Tuan. Bi...Bisakan saya mengetahui tujuan anda datang kemari?” Tanya Iblis tersebut terlihat membungkukkan badannya.


Wuss..!!


Bam..!!


Sebuah gulungan langsung seorang pria dengan tubuh tinggi lempar ke arah Iblis tersebut.


Dan Iblis tersebut dengan cepat menangkap gulungan tersebut.


Terlihat jelas tubuhnya bergetar hebat saat melihat bentuk gulungan yang memiliki gambar lambang Naga Langit dan di setiap ukirannya bewarna Emas.


“Si..Silahkan Tuan, anda bisa masuk,” ucap Iblis tersebut memberanikan diri melirik pria yang berdiri di depannya.


“Jangan banyak tingkah kau, cepat ambil mata Iblis yang kau tanam di bawah kaki mu, jika tidak, akan ku hancurkan seluruh tubuh dan Klan tempatmu tinggal,” ucap pria bertubuh tinggi dengan nada dingin.


Glek..!!


Dengan cepat Iblis tersebut menarik kembali mata Iblis yang ia tanam lalu melesat pergi bersama bawahannya.


Tap tap..!!


“Kau cukup galak juga kakak,” ucap Mu Feng Li dengan nada ringan sambil mendekati kakaknya Mu Feng Luen.


Di belakang Mu Fenf Li, terlihat Mu Feng Lu mengikuti putranya yang menuju putranya.


“Hemm..!! Luen'er, kita ikuti kapal Dimensi yang bewarna biru keputihan itu, ayah dan adik ku sedikit penasaran dengan pemuda yang ada di dalam Kapal Dimensi tersebut.” Ucap Mu Feng Lu melirik putranya.


Mu Feng Luen pun mengangguk santai tanpa banyak bertanya. “Mohon bantuan,” ucap Mu Feng Luen.


Tepat setelah Mu Feng Luen selesai bicara, anggota klan Mu langsung dengan cepat menggerakkan kapal mereka mengikuti kapal Dimensi milik Bai Han.


Tap tap..!!


“Aku baru kali ini melihat ayah sepenasaran ini sampai-sampai menyuruh Luen'er mengikuti kapal kecil tersebut. Biasanya orang-orang lah yang selalu mendatangi kita. Jadi jika boleh tahu, apa yang membuat ayah tertarik?” Tanya Mu Fang Luen sambil mendekati ayahnya.


Mu Feng Lun langsung tersenyum tipis. “Sesuatu yang menguntungkan kita tentunya, dan juga, jika adik mu mau membuka hatinya, siapa tahu pemuda yang kita ikuti ini akan menjadi adik iparmu,” ucap Mu Feng Lun di sertai tawa kecil.


“Ayah,” teriak Mu Feng Li seketika memasang wajah cemberut, dan itu terlihat sangat imut.


Dengan cepat Mu Feng Li ingin mencubit pinggang ayahnya, tapi Mu Feng Lu langsung berlari menghindari kejaran putrinya.

__ADS_1


Terlihat jelas jika keluarga tersebut sangat hidup dan humoris.


Sementara Mu Feng Luen yang mendengar ucapan ayahnya, hanya bisa menghela nafas panjang.


“Huuf,, kita mengejar seseorang yang belum di ketahui idenditasnya dan belum tentu juga apa yang ayah katakan benar. Terlebih lagi tujuan utama kita kesini jadi terhambat gara-gara mengejar yang belum pasti,” gumam Mu Feng Luen kini melangkah kembali ke kamarnya.


Tap tap..!!


Satu bulan telah berlalu.


Kapal Dimensi Bai Han.


“Hemm..!! Apakah kita harus berhenti Tuan muda? Mereka selalu mengikuti kita kemana pun kita pergi?” Tanya Yu Fan sambil melirik Bai Han.


“Lanjutkan saja, seperti yang kau katakan dua minggu lalu, saat melihat masa depan, mereka mungkin bertujuan untuk berbisnis dengan kita, dan juga mempunyai tujuan lain yang kita tidak tahu, karena mereka memblokir Penglihatanmu.” Jawab Bai Han terdengar santai.


“Terlebih lagi paman Chen sangat membenci Klan Mu. Jadi, aku sama sekali tidak memiliki minat bertemu mereka,” sambung Bai Han.


Yu Fan pun mengangguk ringan.


Melihat Yu Fan telah pergi, Bai Han pun kembali memejamkan matanya.


Blush..!!


Tak lama, jiwa Bai Han masuk ke dalam Dunia Jiwanya.


Tap tap..!!


“Bagaimana situasi di luar sana? Apakah sudah terkendali?” Tanya Bai Ha tanpa basa basi saat melihat Bai Han datang.


“Hem..!! Apakah mereka tidak mengikuti kita?” Sambung Chen Long melirik Bai Han.


Bruk..!!


Bai Han yang duduk kini melirik ke arah Lan Yuheng dan Bai Da Xing yang kini terlihat seperti orang tua yang mendidik anaknya.


Terlihat Bai Da Xing dan Lan Yuheng sangat bahagia melatih semua pemuda yang ada di depan mereka.


Tapi sebaliknya, para pemuda tersebut tidak pernah memasang wajah bahagia karena pelatihan yang Bai Da Xing dan Lan Yuheng berikan, jutaan kali lipat lebih mengerikan dari pelatihan yang di berikan Long Yuan dan yang lainnya.


“Huuff,, kedua anak nakal itu, apa mereka tidak pernah memberikan istirahat anak-anak yang ia latih?” Tanya Bai Han melirik Bo Wuhan.


“Sudah Tuan muda, aku memperingati mereka berdua untuk tidak terlalu berlebihan juga dan menyuruh mereka memberikan anak-anak tersebut istirahat yang cukup. Tapi yang menjadi masalah kini adalah stok makanan kita hanya tersisa 10% saja, karena menu makanan yang di berikan ke anak-anak jauh lebih besar dari biasanya.” Jawab Bo Wuhan sambil melirik ke arah Lan Yuheng dan Bai Da Xing.


“Hemm..!! Jika begitu kita akan mampir ke Benua terdekat lebih dulu untuk mendapatkan stok makanan, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan ke tempat yang saudara Bai Ha maksud.” Ucap Bai Han mengangguk santai.


“Lalu saudara Ha, apakah kau yakin tempat yang kita tuju ini tidak ada seorang pun anggota Menara atau para Bonekanya?” Tanya Bai Han dengan wajah serius ke arah Bai Ha.

__ADS_1


__ADS_2