
Terlihat Lan Yuheng dan Topeng putih saling menyerang antar klon, dan itu terus berlanjut selama dua hari dua malam penuh.
“Hahaha ayo lagi, kenapa berhenti,” teriak Lan Yuheng kini tertawa terbahak-bahak sambil menatap ke arah topeng putih yang tiba-tiba berhenti.
“Ada yang tidak beres, kenapa bocah ini seperti tidak memiliki batas energi?” Gumam topeng putih kini mundur sambil menjaga jarak.
Karena terlalu banyak berpikir, topeng putih tidak tahu jika yang ia lawan adalah orang gila yang gila bertarung. Bahkan ia tidak sadar jika Lan Yuheng sangat menikmati pertarungan ini.
“Heh heh,, di tanya malah diam, apa perlu aku yang kesana,” ucap Lan Yuheng memiringkan kepalanya.
Dret..!!
Lan Yuheng langsung muncul saat percikan petir terlihat di sekeliling topeng putih.
Wuss..!!
Jder..!!
Dengan santai topeng putih memiringkan kepalanya untuk menghindari tinju Lan Yuheng, walau begitu, terlihat jelas bekas serangan Lan Yuheng membekas di topeng musuhnya hingga sedikit mengalami keretakan di sertai darah ikut menetes.
Topeng putih pun langsung mengusap darah yang menetes. “Hemm..!! Kau mencari kemati-”
“Gelombang Petir,” teriak Lan Yuheng menyeringai lebar.
Druummmm..!!
Jder..!!
Jder..!!
Awan seketika menjadi gelap tepat di atas topeng putih, tak lama petir langsung muncul dan menyerang topeng putih terus menerus.
Tepat setelah petir berhenti menyerang, topeng putih terlihat masih berdiri di tempatnya.
“Dasar bocah sialan, akan ku bunuh kau,” raung Topeng Putih dengan aura membunuh yang pekat keluar dari tubuhnya.
Blush..!!
Saat topeng putih mencari jejak Lan Yuheng, ia sudah tidak menemukan dimanapun Lan Yuheng berada. Ia hanya menemukan sebuah tulisan yang besar kini berada di tanah.
Emosi topeng putih semakin memuncak saat membaca apa yang tertulis. Tapi tak lama, ia kembali tenang lalu menghilang dari tempatnya.
Sementara tulisan yang topeng putih baca bertulis. “Hehe,, aku tak menyangka akan ada orang yang lebih bodoh dariku, sampai ketemu di lain waktu bodoh.” Itulah yang Lan Yuheng tulis.
***
Tap tap..!!
“Ah paman, kenapa kau menarik ku paksa? Padahal aku sangat ingin melawannya,” tanya Lan Yuheng dengan wajah cemberut ke arah Chen Long.
“Kau belum mampu melawannya, beruntung lawanmu terlalu banyak berpikir, jika tidak, kau sudah langsung mati sejak di awal pertarunganmu,” ucap Chen Long menatap Lan Yuheng.
“Kembalilah berlatih, kau akan sadar maksudku suatu saat nanti jika kau melawannya lagi,” sambung Chen Long lalu menghilang meninggalkan Lan Yuheng yang sudah ada di dalam Dimensi Binatang Buas.
Mendengar itu, Lan Yuheng merenung sesaat sambil menggaruk kepalanya.
__ADS_1
“Aah,, palingan ia tidak mau aku membunuhnya atau ia tidak mau aku bersenang-senang,” dengus Lan Yuheng dengan nada kesal sambil melangkah ke gua tempat semuanya berkumpul.
Tap tap..!!
...
“Huuf,, anak ini, ia tidak sadar jika musuh yang di lawan tadi sangatlah kuat, beruntung si Topeng Putih itu terlalu banyak berpikir sebelum sadar jika yang ia lawan ternyata bodoh,” gumam Chen Long menghela nafas.
Sebenarnya Chen Long ingin membiarkan Lan Yuheng terus bertarung agar ia sadar jika lawannya tadi sangatlah mengerikan, bahkan lawannya baru saja mengeluarkan 30% kekuatannya.
Tapi Chen Long takut jika Lan Yuheng terluka parah atau mati, jika itu terjadi, Bai Han pasti akan marah terhadapnya.
Tentu ia sadar jika Bai Han pasti akan menyelidiki kematian saudaranya terlebih dahulu sebelum bertindak.
***
Tap tap..!!
Langkah Bai Han terhenti saat menyadari kedatangan Lan Yuheng. “Ooh, ia datang lebih cepat,” gumam Bai Han dalam hati.
“Pastinya yang paling kecil sengaja tinggal agar dapat bersenang-senang,” sambung Bai Han langsung tahu tujuan Bai Da Xing tetap tinggal di Sekte Pedang Cahaya.
“Ada apa Han'er, apakah terjadi sesuatu yang salah?” Tanya Bai Zhan ikut berhenti sambil melirik ke arah cucunya.
“Tidak ada kek, Han'er berhenti karena saudara Yuheng telah datang, jadi ia pasti baik-baik saja karena datang lebih cepat dari dugaanku.” Jawab Bai Han sambil kembali melesat.
“Ayo lanjutkan perjalanan.” Ajak Bai Han melesat.
Dret..!!
“Hemm..!! Kalian cukup lama datang kesini,” ucap Binatang Iblis memamerkan giginya.
“Jika ku tebak, kau pasti merasakan pertarungan kami tadi bukan,” ucap Bai Han memiringkan kepalanya.
“Kau cukup pintar juga,” ucap Binatang Iblis langsung membuka matanya.
Dret..!!
Wuss..!!
Bom..!!
Sebelum Binatang Iblis benar-benar membuka mulutnya, manusia energi lebih dulu muncul lalu meledakkan diri.
Dret..!!
Tak lama setelah ledakan terjadi, Bai Zhan muncul dengan pedang yang di selimuti oleh Hukum Api.
“Teknik Api Ilahi.”
“Tebasan Penghakiman,” teriak Bai Zhan.
Blush..!!
Bilah api langsung melesat ke arah Binatang Iblis.
__ADS_1
Wung..!!
Tepat serangan Bai Zhan menuju Binatang Iblis. Serangan Bai Zhan tiba-tiba lenyap.
“Ini.” Gumam Bai Zhan saat Binatang Iblis menelan apinya yang memiliki serangan sekuat Kaisar Dewa ⭐ 6 Menengah.
“Mundur saudara Zhan,” teriak Ling Shen langsung mengayunkan tombak.
Wuss..!!
Dengan cepat Bai Zhan menundukkan kepalanya saat merasakan Ling Shen tengah mengayunkan tombaknya tepat di belakangnya.
Dret..!!
Wuss..!!
Jlep..!!
Lagi-lagi serangan Ling Shen ikut lenyap saat Binatang Buas membuka mulutnya lalu menelan serangan tersebut.
“Hehe,, ini sungguh nikmat,” kekeh Binatang Buas.
“Ayo serang lagi sekuat tenaga kalian,” sambung Binatang Buas langsung memamerkan giginya.
Jlep..!!
Mata Binatang Buas melotot saat merasa tubuhnya seketika membeku di sertai mengeluarkan darah.
Uhuk..!!
Tak lama ia memuntahkan seteguk darah.
“Ba..Bagaimana bi-” ucapan Binatang Iblis terhenti saat tubuhnya ambruk di sertai mengering dengan cepat.
“Tentu saja kau tidak menyadari Hukum Bayanganku, terlebih kau terlalu fokus terhadap serangan kedua kakek ku,” ucap Bai Han dengan datar.
Tap tap..!!
“Hehe,, apa yang kau tebak ternyata benar Han'er, makanan mereka ternyata berbagai jenis Hukum Energi, karena terlalu menikmati serangan kita yang di makan, ia tidak sadar jika kau diam-diam menyelinap.” Kekeh Bai Zhan dengan wajah cerah.
“Hem.hem..!! Terlebih lagi ia jauh lebih cepat mati saat menyerap energi di tubuh mereka, benar-benar luar biasa kau dapat mengetahui kelemahan mereka Han'er,” sambung Ling Shen dengan wajah kagum.
Bai Han hanya mengangguk di sertai senyum hangat. “Ayo kakek, Han'er merasa Binatang yang akan kita temui kali ini adalah yang terahir dalam bentuk yang sama. Setelah itu tujuan kita akan sampai,” ajak Bai Han tanpa ingin berlama-lama.
Entah mengapa Bai Han merasa kini ia semakin dekat dengan apa yang di maksud Chen Long, dan ia merasa akan bertemu dengan Binatang Iblis terahir setelah mengalahkannya, mereka sudah tidak akan bertarung lagi sampai menemukan apa yang di maksud Chen Long.
Wuss..!!
Tap tap..!!
***
“Nenek itu tidak adil, kenapa aku harus menambah lagi buku yang harus aku baca, padahal yang tiga ini saja belum selesai,” teriak Lan Yuheng dengan wajah jelek saat Bai Yu menyuruhnya membaca Buku Kuno yang jauh lebih sulit.
“Mengeluh sekali lagi, ayo mengeluh,” ucap Bai Yu berdecak pinggang sambil menatap tajam Lan Yuheng.
__ADS_1