
Raja Mo Hen San kini tidak akan menahan diri lagi, Pasukan Darah bentukan kakeknya kini terpaksa ia gunakan untuk melawan Ras Half Giant Dragon.
Terlebih saat ini, menurutnya tingkat kekuatannya sudah setara dengan Raja Ras Half Giant Dragon.
“Hmm..!! Aku hanya menunggu Mo Hung terlebih dulu untuk memulai perang, karena cahayanya masih terlihat walau redup.” Gumam Mo Hen San sama sekali tidak curiga terhadap pengkhianatan Mo Hung.
Tentu saja ia tidak akan pernah curiga, Mo Hen San saat ini melihat cahaya jiwa Jendral Mo Hung yang meredup bahkan akan hilang, artinya ia memiliki pemikiran jika Jendral Mo Hung berhasil melarikan diri dari sergapan musuh.
Setelah memastikan Cahaya yang ada di tangannya tidak hilang sepenuhnya. Raja Mo Hen San kini dapat memastikan jika Jendralnya ini masih hidup. Ia pun langsung menghilang dari tempatnya.
Wuss..!!
***
Satu bulan telah berlalu semenjak pembantaian yang di lakukan oleh keluarga Bai An terhadap Bangsa Iblis Merah dan Klan Bai.
Saat ini Bai An berada di dunia Jiwa, terlihat jika semua keluarga Bai An sudah berkumpul.
Dan seperti biasa, Tu Long saat ini menjadi bahan olokan, karena hanya dia saja orang terdekat Bai An yang belum menikah.
Wajah Tu Long tak pernah menampilkan senyum saat ia tiba di dunia jiwa. Orang pertama yang paling membuatnya kesal adalah Duan Du.
Saat ini Duan Du sedang bemesraan bersama istrinya Jia Li Ling.
“Heng,, terus saja ejek sampai kau puas bocah kurang ajar,” dengus Tu Long memasang wajah jelek.
Bruk bruk..!!
“Sabar, kita sama, aku juga sama sekali belum pernah menikah,” ucap Ling Dong langsung menepuk pundak Tu Long sambil menghiburnya.
Wajah Tu Long seketika menampilkan senyum cerah. “Haha,, saat ini ada paman Dong juga yang belum menikah, ayo apakah kau ingin mengejek paman Dong juga,” tawa Tu Long langsung menggema saat mendapat cara untuk membalas ejekan Duan Du.
Duan Du tentu saja sedikit cemberut, ia sama sekali tidak berani mengejek orang yang telah memberinya beberapa teknik. Ling Dong telah ia anggap gurunya juga, sama seperti Bai An, Lang Zai, Long Yuan, Pixiu dan saudara Bai An yang lainnya. Karena itu ia sama sekali tidak berani melawan ucapan mereka semua kecuali Tu Long.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Woah,, apa yang paman dan kakek bicarakan?” Bai Han langsung muncul, dengan semangat ia bertanya. Tak lupa juga ia menyapa bibinya Jia Li Ling.
Jia Li Ling adalah wanita yang pendiam semenjak ia menikahi Duan Du. Bukan karena tak ingin bicara, tapi saking bahagianya ia tidak mampu untuk memulia percakapan. Hanya kepada sesama wanita saja ia berani memulai percakapan.
Tap tap..!!
“Heng,, palingan pamanmu ini sedang mengejek pamannya,” dengus sebuah suara ketus.
Duan Du seketika tersenyum kecut saat mendengar suara yang tak lain kakak iparnya.
Pandangan Mu Xia'er mengarah ke Jia Li Ling. “Ling'er sesekali kau sikat suamimu agar ia tidak terlalu berbuat semaunya,” ucap Mu Xia'er dengan nada lembut di sertai senyuman tulus.
Jia Li Ling hanya mengangguk saja sambil membalas senyuman kakak iparnya dengan senyuman hangat.
Tap tap..!!
“Woah..!! Apakah di sini ada acara? Jika ada ayo biar Xie'er bantu memeriahkannya,” teriak Xie'er yang kini duduk di atas punggung Mo De.
Terlihat Mo De sangat bahagia saat Xie'er menduduki punggungnya. Orang yang kakaknya banggakan kini telah bersamanya, ia menganggap Xie'er seorang ibu juga. Walau Mo De tak pernah merasakan kasih sayang secara langsung seperti Mo Hung, tapi ia dapat merasakannya walau hanya dari cerita kakaknya itu.
Inti kristal ini sama dengan sebuah bom, jika di alirkan sedikit energi, lalu di lempar maka inti kristal iblis ini akan meledak.
Saat semua orang melihat itu. “Sialan kau Mo De, jika kau tidak bersama Xie'er aku akan mencincangmu hidup-hidup,” teriak Tu Long di penuhi amarah dan sedikit candaan.
Pasalnya kini Xie'er melempar inti kristal iblis tersebut tepat mengarah ke Tu Long, Duan Du yang kini telah berpisah dengan istrinya, dan terahir Bai Han.
Wuss..!!
Bom..!!
“Woah,, sangat indah,” teriak Xie'er langsung bertepuk tangan.
Bai An yang melihat kelakuan putrinya ini langsung memanggilnya.
“Xie'er kemarilah, panggil jiwa nenek dan kakekmu.”
__ADS_1
Xei'er langsung mendekat sambil menikmatu bahu kanan ayahnya.
“Hmm..!! Mungkin saat ini Jiwa kakek dan Nenek sudah pulih, dan setelah pulih sepenuhnya, Xia'er bisa membuatkan mereka tubuh,” ucap Xie'er dengan nada bahagia.
Bai An dan semua keluarganya pun ikut bahagia saat mendengarnya.
“Baiklah, saatnya kita keluar menjemput semua keluarga kita yang selama ini telah terpisah,” ucap Bai An langsung bangkit.
Mendengar itu, Xie'er langsung turun dari punggung ayahnya, ia sama sekali tidak ngotot ikut, karena tugasnya saat ini masih belum selesai.
Sementara Mo De saat ini sedang di hajar oleh Tu Long, Duan Du dan Bai Han semenjak terpisah dari Xie'er.
***
Waktu terus berlalu, tak terasa sudah dua tahun Bai An bersama Tu Long, Duan Du, Bai Han dan Bai Chu Ye mencari semua keluarganya yang meningkatkan kekuatan mereka.
Selama dua tahun ini mereka tentu saja masuk dunia jiwa untuk melihat keadaan keluarganya yang ada di dunia jiwa.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Hmm..!! Hanya Pixiu saja yang sampai saat ini belum ketemu,” ucap Bai An dengan nada sedikit sedih.
“Hmm..!! Padahal kita sudah menelusuri semua yang ada di Dimensi kecil ini, tapi kenapa sampai saat ini Paman Pixiu itu belum ketemu,” sambung Bai Han ikut sedih. Walau ia belum pernah bertemu secara nyata, Bai Han tentu mendapat banyak cerita tentangnya dan di berikan ingatan tentang siapa Pixiu.
“Mungkin paman Pixiu terlempar ke dimensi yang berbeda, karena ia tidak ada di sini, artinya ia berada di tempat lain,” sambung Duan Du kini memegangi dagunya.
“Apa yang di katakan bocah ini benar, akua yakin jika saudara Pixiu masih hidup dan aku juga yakin jika saat ini kekuatannya pasti mengerikan seperti kita,” ucap Tu Long terlihat yakin.
Walau begitu, wajah Tu Long tidak bisa menutupi kesedihannya saat ini.
“Hmm..!! Untuk hidup, ia memang masih hidup, karena ikatanku dengannya sampai saat ini masih terasa, tapi aku hanya berpikir dimana ia saat ini.” Ucap Bai An melirik semua keluarganya. “Jika kita tahu ia dimana, kita hanya kesana saja menemuinya, tapi keberadaannya sampai saat ini masih misteri,” sambung Bai An.
Cukup lama mereka berbicara tentang Pixiu, setelah itu mereka melakukan perjalanan lagi, saat ini tujuan utama mereka adalah Dimensi pusat wilayah inti.
__ADS_1
Terlihat wajah mereka semua mengeluarkan senyum di sertai tekad saat melesat ke arah tertentu.