Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Bergerak Menuju Penjara Binatang Buas Tingkat Tinggi


__ADS_3

Bai Han yang melihat tingkah mereka seketika tersenyum hangat. “Saling mempercayai ya, terimakasih sudah memberikan pencerahan terhadapku,” gumam Bai Han merasa tenang.


***


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hei monyet nakal, apa kau yakin jika ini jalannya? Aku curiga jika kau memang sengaja membawa kami melewati jalan yang memiliki banyak Binatang Buas, agar kau bisa bersenang-senang dengan mereka dan membuat kami ikut kewalahan,” tanya Lan Yuheng sambil mendengar.


“Hahaha,, tumben kepalamu pintar kakak,” ejek Gorila yang di berikan nama Bai Da Xing oleh Bai Han, karena Gorila tidak memiliki nama.


“Kau,” wajah Lan Yuheng terlihat kesal setiap saatnya karena selalu di ejek. “Dasar monyet sialan apakah kau ingin-”


Pletak..!!


“Gunakan kepalamu, lihatlah dengan teliti jika memang benar inilah jalan terbaik dan tercepat, dan berhentilah ribut saudara Yuheng,” ucap Bai Han langsung menjitak kepala Lan Yuheng.


Wajah Lan Yuheng seketika ciut saat di jitak.


Selama perjalan mereka menuju wilayah utara, atau tempat penjara Binatang Buas tingkat tinggi. Lan Yuheng yang selalu membuat keributan dengan Bai Da Xing telah di hajar oleh Bai Han beberapa kali.


Dan sudah 2 bulan sejak mereka berangkat, jika tidak salah hitung, Lan Yuheng menghitung ia sudah di hajar lebih dari 20 kali yang membuatnya kapok memulai keributan.


Weeeew..!!


Bai Da Xing langsung mengejek Lan Yuheng saat melihat Lan Yuheng kembali di jitak.


“Kau, awas saja kau monyet sialan, akan ada saatnya aku berada di atas dan menginjak-injak kepalamu yang licik itu,” dengus Lan Yuheng.


“Orang idiot mana bisa melakukan itu, weeek,” ejek Bai Da Xing melalui telepati agar kakaknya Bai Han tidak ikut memarahinya.


Dalam perjalan dua bulan ini, entah mengapa Bai Da Xing semakin mengakui dan menghormati Bai Han sehingga ia takut jika kakaknya juga ikut memarahinya, jadi jika ia bosan, ia akan memprovokasi kakaknya Yuheng melalui telepati, agar Bai Han tidak memiliki bukti untuk menyalahkannya.


Tentu Bai Han tahu, tapi karena bukti memang tidak ada, ia pun tidak bisa memarahi adiknya Bai Da Xing, namun ia tentu memperingatinya agar tidak keterlaluan mengejek Lan Yuheng.


Dret..!!

__ADS_1


Tap tap..!!


“I..Ini, siapa yang bisa membuat lubang sebesar ini? Padahal penghalang ini terlihat sangat kuat,” ucap Lan Yuheng sedikit tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Dasar idiot, gunakan otakmu, tentunya saja para Binatang Buas yang melakukannya, memang siapa lagi. Kau,” ejek Bai Da Xing.


“Urgh..!! Ingin rasanya aku merobek mulut busukmu itu, sial kenapa juga aku bisa kalah bertarung melawan monyet sialan ini satu bulan yang lalu ya,” ucap Lan Yuheng dengan nada kesal.


“Bisa-bisanya juga aku termakan rayuan bodohnya itu,” gerutu Lan Yuheng.


Ssttt..!!


“Ada Binatang Buas yang kuat datang dari balik lubang itu, bersiaplah, jika dia Serigala Biru, Harimau Perak, Singa Emas atau Beruang Es, langsung serang saja.” Ucap Bai Han langsung memberikan peringatan di sertai perintah.


Wajah Lan Yuheng seketika menjadi cerah, ia kini melirik ke arah Bai Da Xing yang juga tidak mau kalah ingin melawan musuh. “Heng,, kali ini aku harus menang darinya,” gumam Lan Yuheng penuh tekad.


Dret..!!


Baru saja bayangan dari sosok Binatang Buas terlihat, Lan Yuheng langsung melesat dengan kecepatan penuhnya.


Wung..!!


“Tinju Guntur.”


“Mati,” teriak Lan Yuheng langsung mengayunkan tinjunya.


Wuss..!!


Crash..!!


Jder..!!


Saat kepala Harimau Perak muncul.


Sebelum serangan yang Lan Yuheng kerahkan mengenai target, kepalanya lebih dulu melayang.


“Hehe dasar lambat,” ejek Bai Da Xing yang kini muncul dengan tangan berlumuran darah.

__ADS_1


“Kau curang, katanya dua hari yang lalu kau berjanji tidak menggunakan kecepatanmu lagi, aku tidak terima, itu tidak masuk hitungan,” teriak Lan Yuheng melototi Bai Da Xing.


“Heh heh,, apakah ada yang jujur dalam membunuh musuh, seperti yang kakak Han bilang kemarin, segala cara akan di halalkan jika dalam membunuh, tidak ada yang namanya kejujuran, week siapa suruh kakak Yuheng percaya,” ucap Bai Da Xing langsung membela dirinya.


“Hei hei,, ini kompetisi siapa yang terbanyak dan terbaik dalam membunuh musuh, bukan-” Lan Yuheng seketika menghentikan ucapannya.


“Benar juga ya, kompetisi ini kan membunuh musuh, jadi segala cara pasti akan di lakukan agar bisa mendapat banyak poin, kenapa aku bisa tertipu oleh monyet sialan ini,” ucap Lan Yuheng menggaruk kepalanya di sertai cemberut.


Bai Han yang melihat keduanya kini mulai berdebat lagi hanya bisa menghela nafas di sertai senyum dalam hati, itu karena ia melihat sosok tertentu di bayangan keduanya yang dulunya sering melakukan hal ini juga.


“Hais,, sudah-sudah, jangan berdebat adu mulut di sini, jika kalian ingin berdebat, lebih baik kalian berdebat lebih banyak membunuh musuh, maksudku, berlomba siapa yang paling banyak membunuh musuh sebelum mencapai tujuan kita, yaitu Gua yang dulunya telah di beritahu oleh Paman Naga Berlian Langit.” Ucap Bai Han menengahi.


“Tapi ingat, kalian juga harus saling melindungi, jangan sampai melupakan itu lantaran terlalu asik membunuh musuh, dan satu hal lagi, jangan memaksakan diri kalian dan mundurlah saat energi kalian mencapai setengah. Jika kalian melanggar itu, aku akan menghukum kalian,” ucap Bai Han menatap tajam keduanya.


“Baik saudara Han.”


”Baik kakak Han.”


Keduanya serempak menjawab sambil mengangguk patuh.


“Hei kakak Yuheng, Xing'er duluan ya, dan jangan lupa jika tidak bisa melawan musuh, mintalah bantuan kepala adikmu yang tampan rupawan ini, dadah,” teriak Bai Da Xing langsung melesat.


“Monyet sialan tunggu aku, akulah yang harusnya mengatakan itu, jika kau tidak mampu melawan musuh, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada kakakmu yang tampan dan kuat ini,” teriak Lan Yuheng langsung mengejar Bai Da Xing.


Bai Han hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak lama kepalanya menghadap ke atas.


“Paman sialan, apa yang sebenarnya ada di dalam gua itu? Kenapa kau menyembunyikannya dariku?” Teriak Bai Han.


Melihat tak ada jawaban selama beberapa detik, wajah Bai Han sedikit cemberut. ”Aku tahu selama ini kau mengawasi kami, dan aku juga sadar kaulah yang mengirim Bai Da Xing, aku tak tahu apa tujuanmu. Aku juga tak mau tahu, karena kita ada di perahu yang sama. Namun satu hal yang aku peringatkan, jangan harap kau bisa memanfaatkanku dan mereka. Camkan itu,” teriak Bai Han dengan nada serius.


Selama ini, Bai Han telah menyelidiki apa tujuan Chen Long membantunya, dan dengan sedikit informasi dari Bai Da Xing, ia pun sadar jika Chen Long memanfaatkan dirinya dan yang lainnya walau berada di perahu yang sama, atau memiliki musuh yang sama, yaitu orang-orang Menara.


...


Sementara Chen Long yang mendengar itu hanya tersenyum kecil di balik awan.


“Sudah ku duga, semenjak mendapat pencerahan dari ucapan Bai Da Xing dan sekligus membuka 50% Tubuh Tanpa Batasnya karena mendapat pencerahan, ia semakin cerdas, kini tujuan keduaku dalam melawan ahli strategi Petinggi Menara akan tercapai,” gumam Chen Long tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2