Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Terbawa Provokasi Kelompok Bai An


__ADS_3

Setelah bicara Tu Long dan Duan Du langsung melesat ke arah Jendral Yunfan.


Wuss..!!


Saat ini Duan Du tidak menggunakan Hukum Bayangannya lagi, ia ingin mencoba kekuatan bertarungnya tanpa di bantu oleh Hukum yang ia kuasai lagi.


Sementara Tu Long langsung mengeluarkan pedangnya, ia juga menutupi aura Ras Half Giant Dragon yang ada di tubuhnya.


Melihat keduanya yang begitu bodoh menerjang ke arahnya, kini Jendral Yunfan menyeringai kejam.


Dengan cepat Jendral Yunfan menghilang dari tempatnya.


Wuss..!!


Bom..!!


Bentrokan antara Tu Long, Duan Du melawan Jendral Yunfan tak terhindarkan. Tidak ada dari kedua belah pihak yang menghentikan mereka.


...


Sementara Ras Half Giant Dragon yang melihat Tuan kedua mereka bertarung kini tubuh mereka bergetar hebat, bukan karena takut, melainkan saking semangatnya.


Mereka semua tidak ada yang berniat membantu Tuan kedua mereka, karena jika ada tantangan duel, mereka sangat adil. Tapi jika ada yang berbuat curang dengan kelompok musuh membantu, mereka semua akan maju, tanpa ragu akan membantai semuanya.


Jendral Gou Ja dan Jendral Gou Ma juga tak kalah bersemangat saat Tuan kedua mereka kini bertarung melawan Jendral Yunfan.


“Woah,, Tuan kedua meningkat pesat, ia tidak butuh 10.000 tahun untuk mencapai ke tingkat ini,” ucap Jendral Gou Ja dengan nada semangat.


Walau begitu, mereka tetap waspada terhadap Bai An. Tidak ada yang berani meremehkan pemuda yang terlihat seperti manusia fana tersebut.


Insting mereka berdua mengatakan untuk menjauhi pemuda tersebut.


***


Tak mau kalah dengan pertarungan Jendral Mo Yunfan, saat ini Jendral Mo Jian dan Jendral Mo Juan melesat ke arah Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


Bom..!!


Tubuh Mo Liang Liu dan Mo Denshan seketika terbang saat di serang tiba-tiba.


Mo Liang Liu dan Mo Denshan kini menatap ke arah Jendral Mo Jian dan Jendral Mo Juan sambil mengusap darah yang menetes di bibir mereka.


“Lemah,, apa hanya ini saja kekuatan seorang Jendral Tertinggi,” ejek Mo Liang Liu.


Blush..!!


Mo Juan langsung terprovokasi. “Heng, pengkhianat sepertimu tidak butuh menggunakan kekuatan penuhku, aku hanya butuh secuil energiku untuk membunuh kalian berdua,” dengus Mo Juan langsung melesat ke Mo Liang Liu dan Mo Denshan.


“Hehe,, buktikanlah jika kau mampu,” ejek Mo Denshan, ia juga langsung melesat bersama saudaranya.

__ADS_1


Bom..!!


Pedang Mo Juan dan pedang Mo Liang Liu langsung bertemu, terlihat jika Mo Liang Liu di tekan mundur.


Wuss..!!


“Mati,” teriak Mo Denshan muncul di belakang Mo Juan.


Trank..!!


Mo Jian juga ikut muncul menahan serangan Mo Denshan.


“Haha,, sangat lemah dan bodoh,” ejek Mo Denshan menyeringai mengejek.


“Sialan kau bocah,” teriak Mo Jian menekan tangannya dan langsung mendorongnya.


Bom..!!


Tubuh Mo Denshan terlempar beberapa meter, tidak sampai disana saja. Mo Jian muncul tepat di atas Mo Denshan.


“Mati.” Mo Jian langsung mengayunkan pedangnya yang telah di selimuti energi kemerahan.


Mo Denshan yang melihat itu terlihat masih tersenyum mengejek. Hal itu membuat Mo Jian semakin tersulut emosi.


Tekanan mengerikan muncul dari tubuh Mo Jian.


Wuss..!!


Namun saat akan sampai leher Mo Denshan, darah tersebut seketika membelok lalu berputar ke arahnya.


Hal tersebut membuat Mo Jian membelalakkan matanya.


“Hukum Darah?” Ucap Mo Jian terkejut.


Tentu saja ia terkejut karena hanya Rajanya saja yang bisa menguasai Hukum Darah hingga setingkat tadi.


Kini pandangan Mo Jian melihat Mo Denshan semakin ganas, ia merasa harus membunuh Mo Denshan apapun caranya. Jika ia di biarkan hidup maka itu akan berbahaya bagi Bangsa Iblis.


Tapi ia tidak sadar jika area kurang lebih 1000 meter sudah di kelilingi oleh Hukum Darah milik Bai Chu Ye.


Ini sudah di rencanakan sebelum penghalang buatan Bai An hancur. Bai An telah membagi tugas mereka masing-masing, Bai An juga menyuruh kedua Jendral Muda tersebut untuk terus memprovokasi mereka sambil membawanya ke area yang sudah di rencanakan.


Sama halnya dengan Mo Juan, ia juga ikut terkejut saat serangannya menghilang tiba-tiba.


Karena terbawa emosi, kedua Jendral Tertinggi tidak berpikir curiga jika ini adalah jebakan. Mereka hanya berpikir untuk membunuh Mo Liang Liu dan Mo Denshan dengan segala cara.


Kedua Jendral Tertinggi kini mulai mengerahkan kekuatan penuh mereka beserta hukum darah penuh mereka.


Blush..!!

__ADS_1


Blush..!!


Mereka berdua langsung melesat mengikuti permainan Mo Liang Liu dan Mo Denshan yang terus terlempar oleh serangan kedua Jendral Tertinggi.


Walau Mo Liang Liu dan Mo Denshan kini di penuhi luka, mereka berdua tak pernah menghilangkan senyum mengejek di wajah mereka berdua.


Ajaran ini tak lain dari Duan Du, dan mereka kini kagum dalam hati dengan ajaran Bai An maupun Duan Du.


“Sialan, kenapa mereka sulit sekali mati,” teriak Mo Jian kini semakin menggebu-gebu.


“Tidak hanya sulit mati, setiap mereka terluka, luka mereka cepat sekali menutup,” sambung Mo Juan.


Tatapan kedua Jendral Tertinggi kini sangat ganas.


“Hehe,, katanya kau bisa membunuh kami dengan secuil energimu. Buktinya mana?” Kekeh Mo Liang Liu.


“Benar, bahkan mereka menggunakan hampir seluruh energi mereka pun tidak bisa membuat kita terluka parah, sungguh lemah,” ejek Mo Denshan di sertai senyum mengejek.


“Apa hanya segini saja kekuatan Jendral Tertinggi? Jika hanya segini sungguh sia-sia Raja Iblis Merah mengangkat iblis lemah seperti mereka menjadi Jendral Tertinggi.” Sambung Mo Denshan dan Mo Liang Liu yang kini terus menerus mengejek Mo Jian dan Mo Juan.


Kini telinga Mo Jian dan Mo Juan mengeluarkan asap, bahkan kepala mereka mengepul karena terus menerus di ejek.


...


Di kejauhan, Jendral Chenfu yang masih melayang mendengar itu ikut marah. Tapi ia masih mewaspadai Bai An yang dengan santainya kini duduk sambil menikmati araknya.


Bai An menikmati tontonan seperti ini terlihat sudah biasa. Hal itu membuat Jendral Chenfu tidak berani bergerak sembarangan.


Terlebih Mo Hung dan Mo De hanya diam tanpa mengeluarkan suara di belakang Bai An.


“Sialan, kenapa Jendral Ras Half Giant Dragon itu hanya diam saja, apa mereka akan mengingkari perjanjian,” teriak Jendral Chenfu dalam hati.


Jendral Chenfu juga sadar jika saat ini Jendral Gou Ja dan Gou Ma mungkin telah bekerjasama dengan Jendral Mo Hung untuk memanfaatkan mereka.


“Jika seperti ini terus aku yakin mereka semua akan kalah, terlebih Mo Jian dan Mo Juan begitu bodoh dengan mudahnua mereka terprovokasi.” Gumam Jendral Mo Chenfu.


Dengan sigap Jendral Mo Chenfu mengeluarkan token telepati jarak jauh.


Saat ini ia ingin memberitahu Rajanya jika mereka telah di khianati dan perjanjian dengan Ras Half Giant Dragon hanyalah palsu.


Namun saat ia ingin mengalirkan energinya. Sebuah suara menggema di telinga Jendral Chenfu.


“Jangan harap itu akan terjadi.”


Bai An muncul di samping Jendral Chenfu dengan wajah datar. Setelah itu ia kembali menghilang.


Jendral Mo Chenfu seketika terpana saat melihat kecepatan Bai An. Ia juga kini melirik ke arah tangannya yang telah kosong.


Tubuhnya seketika bergetar hebat dan satu yang terbesit di pikirannya saat ini. Yaitu Lari.

__ADS_1


__ADS_2