
“Ayo anak-anak, kita hancurkan semua musuh kita tanpa menyisakan satupun dari mereka,” teriak Du Ling langsung melesat ke arah para petinggi Menara Gelap.
Dret..!!
Wuss..!! Wuss..!!
Dengan cepat Du Ling dan semua pasukan Benua Langit melesat dengan wajah tersenyum lebar.
Wung..!!
Du Ling yang pertama sampai langsung mengayunkan kedua kapaknya ke arah kapal perang yang tersisa lebih dulu.
Crash..!!
“Sialan, menghindar,” teriak beberapa anggota Menara Gelap yang masih selamat.
Wuss..!!
Wuss..!!
Duar..!!
Argh..!!
Beberapa dari mereka yang terlambat menghindar langsung berteriak kesakitan saat tubuh mereka di cabik-cabik oleh bilah kapak dari Du Ling.
Wuss..!!
Wuss..!!
Crash crash..!!
Tidak mau ketinggalan, pasukan Benua Langit muncul tepat di depan musuh mereka yang kini terluka dan langsung membunuh mereka tanpa ragu.
Setelah membunuh musuh mereka yang terluka, mereka pun mulai berpencar ke segala arah untuk mencari yang masih selamat dari hasil ledakan Rudal.
Wuss..!!
Wuss..!!
Du Ling yang kini sudah berada di dekat Ling Feng pun kembali mengayunkan kapaknya, namun kini ia sama sekali tidak mengalirkan energinya, dan murni menggunakan fisik.
Wung..!!
Trank..!!
Bom..!!
Salah satu Topeng Putih yang di serang dan menahan serangan Du Ling, seketika terlempar hingga menabrak beberapa serpihan kapal perang.
Para pasukan Benua Langit yang mengikuti Du Ling pun langsung melesat ke arah topeng putih yang terluka untuk menyelesaikan sisanya.
Ini adalah bentuk formasi kerja sama yang di ajarkan oleh Bai Han, dan melihatnya memang benar-benar terbukti, mereka pun terus menggunakannya.
Dret..!!
Wung..!!
“Mati,” teriak dua topeng ungu kini muncul di atas dan samping Du Ling.
Du Ling yang melihat itu pun langsung tersenyum menyeringai.
Duar..!!
Du Ling yang menerima serangan musuh tanpa melakukan perlawanan kini melirik ke arah kedua musuhnya.
“Hoho,, apa hanya itu serangan terkuat kalian?” Tanya Du Ling. “Sungguh mengecewakan,” ejek Du Ling sambil menggerakkan tangan kanannya.
Wung..!!
Crash..!!
Dalam sekali ayunan, kedua topeng ungu langsung mati tanpa perlawanan. Saking cepatnya Du Ling mengayunkan kapaknya, bahkan kedua musuhnya sampai tidak menyadari akan kematian mereka.
__ADS_1
...
Ling Feng yang kini melawan 3 topeng putih terlihat melototkan matanya.
“Sial, dia sangat kuat, bahkan ia terlihat bermain-main saat membunuh topeng ungu yang tidak mungkin bisa aku lawan,” gumam Ling Feng kini mencengkram erat kepalan tangannya.
“Aku harus menjadi lebih kuat lagi agar tidak menjadi beban nantinya, terlebih aku akan malu saat bertemu Tuan besar nantinya jika dengan kekuatanku saat ini,” gumam Ling Feng.
“Mati,”
Tepat saat Ling Feng merenung, tanpa sadar dirinya kini di serang dari tiga arah oleh topeng putih.
Wung..!!
Blush..!!
Bom bom..!!
Ling Feng pun dengan cepat mengeluarkan seluruh auranya hingga terdengar suara ledakan yang cukup memekak telinga.
Huh huh huh..!!
“Sial, aku lengah,” gumam Ling Feng kini terlihat di penuhi banyak luka dan pandangannya pun melirik ke arah ketiga musuh yang menyerangnya.
Melihat kondisi mereka yang mati mengenaskan, pancaran mata Ling Feng terlihat biasa saja.
Setelah itu dengan segera Ling Feng melesat ke arah musuh yang terlihat ada di depannya.
Wuss..!!
Wuss..!!
...
Kembali ke Du Ling.
“Haha,, ayo serang aku sekuat tenaga kalian,” teriak Du Ling menantang semua topeng ungu yang kini mengepungnya.
Para topeng ungu yang tersisa terlihat tidak ada yang mau bergerak lebih dulu, karena takut terkena jebakan Du Ling lagi.
Dret..!!
Wuss..!!
Duar..!!
Topeng ungu yang langsung mengayunkan pedangnya ke arah kepala Du Ling setelah sampai pun kini hanya bisa melebarkan matanya.
Bukan kepala Du Ling yang pecah, melainkan pedangnya yang kini hancur.
“Sialan,” umpat topeng ungu tersebut seketika mencoba muncul.
Tapi ia seketika merasakan tubuhnya kini layaknya di koyak-koyak.
Urgh..!!
Bom..!!
Tubuh topeng ungu tersebut langsung terlempar jauh ke arah para pasukan Benua Langit.
Du Ling yang baru saja mengayunkan tinjunya pun tersenyum tipis.
“Hehe,, ayo siapa lagi?” Tanya Du Ling sambil melirik kembali semua topeng ungu.
Glek..!!
Tanpa sadar para topeng ungu mundur dengan sendirinya. Tubuh mereka mencoba untuk melarikan diri saat ini.
Tapi hati mereka sangat ingin menghancurkan Du Ling.
Saat dalam keadaan ragu, Du Ling pun bergerak cepat.
Wuss..!!
__ADS_1
“Jika tidak ada yang mau, maka biarkan aku saja yang menyerang kalian,” ucap Du Ling sambil mengayunkan kedua kapaknya.
Wuss..!!
Crash crash..!!
Bom bom bom..!!
Melihat tiga rekan mereka mati tanpa bisa melakukan perlawanan, salah satu dari Topeng Ungu pun berteriak lantang.
“Lari, dia adalah Monster, melawannya sama saja dengan melawan kematian.”
Wuss..!!
Wuss..!!
Bom bom..!!
Beberapa dari topeng ungu yang mencoba melarikan diri setelah mendengar teriakan rekan mereka, kini tanpa sadar tubuh mereka meledak sebelum mereka bergerak.
Bom bom..!!
Du Ling yang bergerak melebihi kecepatan cahaya pun langsung membantai semua topeng ungu tanpa memberikan mereka kesempatan untuk melawan.
Terlihat juga wajah Du Ling kini sangat datar, tanda ia sudah mulai bosan.
“Sial, jika saja mereka anggota Menara yang asli, pastinya itu akan jauh lebih menarik. Tapi sayang sekali, mereka hanyalah boneka sekali pakai bagi Organisasi Menara,” gumam Du Ling di sertai helaan nafas kecewa.
***
Tap tap...!!
Bai Han yang kini mendarat tepat di atas kapal perang tempat Pemimpin Menara Gelap berada pun melirik ke arah bawah.
“Jadi itu kau orang yang di cari oleh Tuan,” ucap Pemimpin Menara Gelap memancarkan niat membunuh yang sangat pekat.
Bai Han yang mendengar serta merasakan niat membunuh dari pemimpin menara gelap pun langsung mengeluarkan pedangnya.
“Mari kita coba apakah kau sekuat yang di rumorkan atau tidak,” ucap Bai Han terdengar sombong.
Wung..!!
Bai Han langsung mengambil langkah kuda-muda, bersamaan dengan itu, pedang yang Bai Han genggam kini di selimuti oleh banyak energi yang ada di sekitarnya.
“Gerakan kedua, Tebasan Energi Tanpa Batas,” teriak Bai Han langsung mengayunkan pedangnya dan di arahkan ke musuh.
Blush..!!
Wuss..!!
Duar...!!
Suara ledakan besar pun terdengar nyaring hingga membuat Du Ling dan semua semuanya kini melirik ke arah Bai Han yang sudah memulai pertarungan.
Tak lama setelah kepulan asap menghilang akibat dari serangan Bai Han.
Kini terlihat jelas jika Pemimpin Menara Gelap baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun.
“Hemm..!! Lumayan juga,” ucap pemimpin Menara Gelap sambil membersihkan debu yang menempel di jubahnya.
Buk buk..!!
“Jika begitu, gantianku yang menyerang bukan?” Tanya pemimpin menara gelap kini melirik ke arah Bai Han sambil mengeluarkan seutas senyum jahat.
Namun apa yang pemimpin menara gelap lihat saat ini adalah hanya udara kosong.
Tepat dengan itu, Bai Han yang di cari kini dalam bentuk bayangan muncul di samping musuhnya.
“Heh,, dasar bodoh, siapa juga yang akan memberikanmu kesempatan untuk menyerangku,” ejek Bai Han sambil mengayunkan pedangnya dan di arahkan ke leher pemimpin menara.
Wung..!!
Crash..!!
__ADS_1
Wuss wuss..!!