Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kekesalan Bai An dan Raja Iblis Merah Legendaris


__ADS_3

“Terimakasih Tuan Du, aku pasti akan menyampaikannya,” ucap Mo De dengan tulus.


Duan Du mengangguk di sertai senyum tulus. Setelah itu pandangan Duan Du mengarah ke pertarungan Mo Jian melawan Mo Liang Liu.


Tapi Duan Du langsung mengerutkan keningnya. “Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak membantu menyembuhkan Mo Denshan?” Tanya Duan Du heran.


Mo De langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Anu,, itu Tuan Du, apakah ada lagi buku teknik untuk ku,” ucap Mo De sedikit malu-malu.


Perrrttt..!!


Duan Du yang ingin meminum araknya langsung menyemburkannya kembali, dan sialnya Mo De, Duan Du menyemburkannya tepat ke arah wajahnya.


“Ah sial, kau membuatku kaget saja,” dengus Duan Du pura-pura marah, padahal ia sengaja marah agar merasa tidak bersalah.


Bai An yang masih santai menikmati araknya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


“Bocah ini.” Gumam Bai An dalam hati.


Saat Duan Du ingin bicara. Bai An lebih dulu melempar sebuah buku tanpa sampul, buku tersebut sangat mirip dengan buku yang Duan Du berikan beberapa saat tadi.


“Pelajari itu, jika kau bisa mempelajari dan menguasainya, maka teknik bertarungmu akan semakin kuat, karena itu adalah buku teknik tentang energi semesta yang ada di seluruh Dimensi.” Ucap Bai An dengan santai.


Dengan bahagia Mo De menangkap lalu membukanya tanpa malu. Namun mulutnya langsung membuat huruf O saat melihat isinya.


“I..Ini bagaimana caranya bisa mempelajarinya jika tulisannya saja tidak bisa aku baca?” Ucap Mo De secara spontan. Saat sadar akan ucapannya, Mo De langsung menutup mulutnya.


Sementara Bai An hanya mendengus kecil. “Itu adalah tulisan jaman kuno, tulisan terbagus di seluruh dimensi pusat. Jadi kau harus bangga dan bisa mempelajarinya seperti ucapanku. Jika kau bisa mempelajari tulisanku dan makna isinya, maka teknik bertarungmu akan semakin kuat,” dengus Bai An di sertai sedikit dongkol.


Sementara Duan Du hanya bisa menutup mulutnya menggunakan tangan kiri dan tangan kanannya kini memegangi perutnya yang merasa nyeri akibat menahan tawa.


“Eeh,, begitu ya, baiklah Kakek Bai, terimakasih telah memberikan buku teknik yang kuno ini kepadaku,” ucap Mo De dengan polos, setelah itu ia melesat dengan wajah gembira ke arah Jendral Mo Hung.


Saat ini wajah Bai An semakin kesal saat di panggil kakek. “Kakek-kakek, otakmu itu kakek, apa aku setua itu di panggil kakek,” dengus Bai An.


Uhuk uhuk..!!


Duan Du seketika terbatuk saking tidak bisa menahan tawa.


Dengan cepat ia mengalihkan wajahnya ke arah pertarungan yang terjadi saat Bai An meliriknya sekilas.


“Heng, kau sama saja dengannya, sama-sama tua, saking tuanya, anak muda di panggil kakek,” dengus Bai An dengan nada ejekan.


Mulut Duan Du langsung maju, ia kini cemberut saat di samakan dengan iblis.

__ADS_1


Hmm..!!


***


Wuss..!!


Crash..!!


Argh..!!


Teriakan Mo Jian terdengar menggema saat ini, ia memegangi bagian bahu kanannya yang menganga lebar.


Tatapan Mo Jian ke arah Mo Liang Liu kini semakin benci. “Aku akan membunuhmu bocah,” teriak Mo Jian langsung melesat setelah luka di bahu kanannya menutup.


Wuss..!!


Mo Liang Liu hanya mendengus dingin, setelah itu ia memejamkan matanya beberapa detik.


Blush..!!


Tak lama aura Mo Liang Liu merebes keluar dari tubuhnya.


Aura tersebut sedikit memiliki kemiripan dengan aura Raja pendahulu Bangsa Iblis Merah.


Tak lama sebuah energi berbentuk jubah perang langsung menyelimuti tubuh Mo Liang Liu, warna aura tersebut terlihat mirip dengan jubah perang pada umumnya, yaitu hitam dan merah. Sementara di atas kepala Mo Liang Liu ada sebuah mahkota kecil layaknya seorang Raja.


Tak lama Mo Liang Liu mengeluarkan pedang leluhurnya.


Mo Jian yang melihat pedang itu langsung meraung marah, ia saat ini mengenal klan Mo Liang Liu.


Dulu ia menghancurkan klan Mo Liang Liu karena menginginkan pusaka tersebut. Mo Jian merasa pusaka tersebut sangat cocok untuknya.


“Sialan mati kau bocah, mati saja kau,” teriak Mo Jian mengerahkan kekuatan penuhnya.


“Pedang Mata Merah.”


“Tebasan Darah.” Teriak Mo Jian.


“Heng,, kau menggunakan teknik milik leluhurku, tapi untungnya itu hanya setengahnya. Dan saat ini aku akan memperlihatkan teknik Pedang Mata Merah yang sesungguhnya.” Dengus Mo Liang Liu.


Mo Liang Liu langsung mengambil sikap kuda-kuda.


“Pedang Mata Merah dan Hitam.”

__ADS_1


Tak lama energi di sekeliling Mo Liang Liu berubah menjadi merah dan hitam.


“Bersatu,” teriak Mo Liang Liu.


Seketika energi bewarna merah dan hitam langsung bersatu lalu menciptakan energi bewarna coklat.


“Tebasan Jiwa Iblis Sejati.” Teriak Mo Liang Liu.


Tak lama udara di sekliling Mo Liang Liu berubah, bahkan udara tersebut langsung menyebar hingga menutupi seluruh dimensi klan Bai.


Bai An yang melihat itu langsung tahu, ia ingat ini dari ingatan masa lalunya.


“Setelah mencoba mengingat Energi berbentuk jubah perang, aku merasa familiar dengannya. Tapi saat melihat teknik ini aku jadi ingat denganmu Mo Liang Yun,” gumam Bai An dalam hati.


Mo Liang Yun adalah salah satu Jendral setianya dahulu dan ia menjadi Raja Iblis Merah di seluruh Bangsa Iblis Merah.


Namun semenjak kematian Mo Liang Yun karena melindungi dirinya saat di serang oleh berbagai pihak. Ia sudah tidak tahu nasib Bangsa Iblis Merah.


Sementara Mo Hung kini membelalakkan matanya. “Di..Dia ternyata penerus Raja Iblis Legendaris Mo Liang Yun,” gumam Mo Hung menahan tubuhnya agar tidak bergetar hebat.


Berbeda dengan Jendral Gou Ma dan Gou Ja, saat ini tubuh mereka merasakan untuk menjauhi Mo Liang Liu.


“Sialan, kenapa semua bawahan Tuan Bai ini sangat mengerikan,” gumam Jendral Gou Ja tak bisa untuk tidak merinding saat membayangkannya.


***


Kembali ke pertarungan.


Setelah udara menjadi kecoklatan menutupi dimensi klan Bai.


Saat ini muncul sosok Jiwa yang menyerupai Raja Iblis Mo Liang Yun Legendaris.


Sosok Jiwa tersebut keluar dari dalam tubuh Mo Liang Liu.


“Hoho,, setelah sekian lama akhirnya ada juga penerusku yang berbakat,” ucap sosok jiwa tersebut melirik ke arah Mo Liang Liu.


Saat ini sosok jiwa tersebut mengenakan jubah perang bewarna merah dan hitam, di pinggangnya ada sebuah pedang dan kapak.


Kedua senjata ini adalah senjata andalan Raja Iblis Mo Liang Yun semasa hidupnya.


Jiwa tersebut mengerutkan keningnya saat merasakan aura membunuh yang kuat mengarah ke penerusnya.


Saat melihat jika Bangsa Iblis Merah yang ingin membunuh penerusnya, ia seketika tersenyum tipis.

__ADS_1


“Hoho,, aku tak menduga jika di sini ada Bangsa Iblis Merah yang menjadi Pengikut Mo Hen Lang pengkhianat Bangsa Iblis Merah,” kekeh Jiwa Mo Liang Yun.


“Baiklah aku akan memberikan satu tebasan saja agar kau mengerti perbedaan kita walau aku hanyalah jiwa,” ucap Jiwa Raja Mo Liang Yun.


__ADS_2