
Elf wanita tersebut kini melihat sebuah masa depan, banyak sekali kota hancur, kedua Ras hampir sepenuhnya musnah, pohon maupun binatang juga terlihat ikut hampir musnah.
Namun di saat bersamaan atau setelah perang berahir, terlihat kesejahtraan semua makhluk hidup yang ada di dimensi ini.
Elf wanita tersebut terdengar menghela nafas panjang. “Walau aku sudah tidak memiliki hubungan dengan Ras ku, tapi tetap saja aku masih bagian dari Ras Elf,” gumam wanita Elf kini mulai bangkit.
Elf wanita ini dulunya Ratu dari para Elf, namun karena keserakahan para Elf yang di panggil leluhur, mereka dengan tidak tahu malunya mengambil semua air kehidupan yang ada di Pohon Suci.
Hal tersebut membuat Ratu Elf marah besar, namun karena sebuah konsfirasi semua Ras Elf yang mendukung para leluhur, akhirnya Ratu Elf pergi dan memutus hubungan dengan rakyatnya sendiri.
Semenjak kepergian Ratu Elf Diane, banyak rakyat Elf yang tidak memiliki kekuatan di perbudak, banyak juga para Elf pengembara yang kuat namun tidak memiliki dukungan di perbudak.
Dan terahir, semua pengikutnya juga ikut di tangkap dan di jadikan budak.
Ratu Elf Diane sebenarnya ingin menolong mereka, tapi karena ia memiliki hati lembut, ia tidak tega jika semakin membuat para pengikutnya menderita.
Jika Ratu Elf Diane bergerak, ia yakin jika para pengikut maupun penduduk Elf yang di perbudak akan di jadikan tumbal oleh mereka.
Ratu Elf Diane juga memiliki ikatan sumpah dengan para leluhur Elf, ia tidak akan mencampuri urusan mereka lagi apapun yang terjadi.
Wuss..!!
Ratu Elf langsung menghilang setelah ia bangkit, tak tahu kemana tujuannya pergi.
***
Tap tap...!!
Di wilayah perbatasan Kekaisaran Darium dan Kekaisaran Gama, saat ini beberapa Leluhur dari Ras Manusia melayang di langit.
Di belakang para leluhur, banyak pasukan yang sudah siap menunggu perintah untuk bertempur.
“Hemm..!! Apa kau yakin jika mereka belum menyadari pergerakan kita ini?” Tanya pria tua berjubah hitam berlambang Naga. “Tidak mungkin jika mereka tidak memiliki mata-mata dan bisa jadi ini jebakan mereka,” sambung pria tua berjubah hitam.
“Hemm..!! Apa kau meragukanku,” terdengar dengusan dari pria sepuh yang berdiri di sampingnya.
Walau pria sepuh itu terlihat berdiri bungkuk, jangan ragukan kekuatannya, ia di juluk dewa bungkuk bertongkat.
Kekuatannya terletak pada tongkatnya yang telah terhubung dengan kekuatan spesialnnya.
“Bukannya aku meragunakanmu pak tua, aku hanya heran saja jika Ras Elf ini terlihat tenang-tenang saja. Apa mereka memandang diri mereka terlalu tinggi atau mereka ingin menjebak kita.” Hanya itu saja asumsiku saat ini sehingga aku bertanya kepadamu.
Ucap pria berjubah hitam kini melirik pria sepuh tersebut.
“Hemm..!! Dari pada kalian berdua berdebat tidak jelas, lebih baik kita langsung serang saja kota terdekat untuk menguasainya dan buat untuk markas kita sebelum bergerak menuju pusat, yaitu Ibukota Darium.” Ucap sosok pemuda bertubuh kekar.
__ADS_1
Para leluhur lainnya pun menyetujui ucapan pria bertubuh kekar.
“Jika semua setuju, ayo kita berangkat,” ucap Pria berjubah hitam, karena saat ini ia adalah pemipin kelompok penyerang gelombang pertama.
Pandangan pria tua berjubah hitam melirik ke arah para pasukan kekaisaran Gama yang di pimpin oleh Panglima Perang Kekaisaran Gama.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Wuss..!!
Sosok pria muda muncul dari bayang-bayang.
“Bagaimana?”
Seketika pemuda berjubah putih langsung menannyai pemuda yang muncul.
“Hemm.. mereka sudah memasuki wilayah kita, seperti rencanamu, kita akan menyergap mereka nanti saat sudah memasuki Kota Linsen,” ucap pemuda berjubah hitam.
Pandangan pemuda berjubah hitam langsung mengarah ke sosok Elf bertubuh kekar dengan tombak besar di belakangnya. Lalu ia melihat yang lain.
“Hemm..!! Apa hanya kita berlima saja?” Tanya pemuda berjubah hitam.
“Kemana Leluhur Tombak Cahaya, kenapa ia tidak ikut?” Tanya pria bejubah hitam penasaran, pria berjubah hitam ini tidak mengetahui apa yang terjadi antara Panah Suci dan Tombak Cahaya. Jadi wajar ia bertanya.
“Dia sedang marah, dan jangan sebut pak tua itu lagi, karena ia sedang berkonflik dengan para leluhur lainnya di istana suci,” ucap pria bertubuh kekar dengan nada kesal.
Pandangan pria berjubah hitam mengarah ke pria bertubuh kekar. “Melihat luka di atas alismu, aku yakin kau masih membenci dirinya karena kalah dengannya yang sama-sama pengguna tombak.
Blush..!!
Udara di sana seketika berubah menjadi mengerikan.
Para leluhur di sana terlihat acuh, mereka sudah sering melihat hal seperti ini, bahkan mereka semua masing-masing memiliki permusuhan dengan beberapa leluhur lainnya.
“Aku tahu kau adalah murid dari pak tua itu sehingga kau mendukungnya, tapi yakinlah jika kau menghinaku lagi, maka tombak ku ini akan bersarang di kepalamu,” ucap pria bertubuh kekar langsung menarik tombaknya.
“Heh lantas apa? Apa kau yakin bisa menyentuhku, biar ku beritahu kau, walau aku baru-baru ini menjadi Leluhur Elf, aku tidak selemah yang kau bayangkan,” sebuah tombak langsung muncul di tangan pria berjubah hitam.
Dret..!!
Percikan kegelapan langsung menyelimuti tombak milik pria berjubah hitam.
__ADS_1
Sementara pria berbadan kekar kini tombaknya di selimuti oleh cahaya dan petir.
Saat keduanya akan saling serang, sebuah aura di sertai teriakan langsung terdengar.
“Cukup, kita di sini sedang bertarung dengan musuh bebuyutan kita Ras Manusia, kalian malah ingin saling serang,” ucap Panah Suci.
Panah Suci adalah pemimpin kelompok ini.
Seketika kedua leluhur pengguna tombak langsung menghilangkan aura mereka serta menarik senjata mereka masing-masing.
“Kau akan menyesal karena telah mengejekku bocah,” ucap pria bertubuh kekar menatap pria berjubah hitam dengan pandangan niat membunuh.
“Heh, aku akan selalu melayani otak pendek seperti dirimu,” dengus pria berjubah hitam.
Setelah tempat tersebut menjadi tenang, Panah Suci langsung membagi tugas masing-masing untuk memimpin prajurit elit Ras Elf dan beberapa Jendral.
Beberapa saat kemudian.
“Seperti yang aku katakan barusan, jangan sampai gagal, jika gagal maka kita akan langsung kalah, kalian pasti sadar jumlah kita saat ini berbanding dua kali lipat, jadi satu-satunya cara adalah seperti yang aku katakan barusan.” Ucap Panah Suci langsung bangkit.
Keempat leluhur suci juga langsung bangkit, rencana dari Panah Suci mungkin terlihat sederhana, tapi di samping itu rencana tersebut sangat berbahaya layaknya rencana bunuh diri.
Dret..!!
Kelima leluhur langsung menghilang dari tempat mereka berkumpul.
***
Tap tap..!!
Antoni, Ariel dan Sintia langsung muncul di tempat para leluhur Ras Elf berkumpul.
“Bagaimana, apa kita akan mengacaukan rencana mereka atau membiarkan ini mengalir?” Tanya Sintia melirik Ariel.
“Hemm..!! Kita tanya Ling Bai lebih dulu, walau ia telah menyerahkan tugas ini sepenuhnya kepadaku, tapi aku tetap ingin meminta pendapat Ling Bai,” ucap Ariel.
Antoni mengangguk setuju, Ling Bai adalah sosok yang Antoni kagumi, di samping kuat, ia juga pintar.
“Ayo ke markas,” ajak Sintia langsung menghilang.
Ariel dan Antoni pun langsung menyusul.
Wus..!!
Tepat beberapa detik setelah kepergian para saudara Bai An.
__ADS_1
Sosok Elf yang luar biasa cantik muncul. “Hem..!! Jika aku mengikuti mereka maka aku pasti bertemu dengan orang itu.” Gumam Ratu Elf Diane.