Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Memperbudak Leluhur Hendric


__ADS_3

“Apa kau mengenal mereka berdua?” Tanya Bai An mengencangkan erat tangannya.


Argh..!!


Leluhur Hendric berteriak kesakitan serta matanya melotot saat melihat dua sosok dalam bentuk energi.


Tentu ia mengenal keduanya, karena ia tahu keduanya memiliki potensi untuk membunuhnya di masa depan jika di biarkan hidup, maka dari itu ia mencoba untuk membunuhnya. Tapi ia tak menyangka jika keduanya mampu melarikan diri darinya.


Terlebih ia kini menatap ke arah Bai An dengan tatapan ketakutan. Ia tak menyangka jika anggota keluarga Bai An semuanya sangat mengerikan.


Ini baru dua orang yang ia temui, belum yang lain, jika ia menemui yang lain maka ia akan mati berdiri saking terkejutnya.


Dan terahir, ia juga sadar jika orang yang ia lawan tadi adalah salah satu keluarga Bai An, dapat di lihat jika ia marah saat dirinya mengeluarkan pedang yang ia pakai untuk menebas Lang Zai dan Cen Tian.


Hahahaha..!!


Tak lama Leluhur Hendric seketika tertawa keras mengingat semua yang terjadi.


Bai An yang melihat Leluhur Hendric sudah frustasi, ia pun langsung menyerap semua Mana, esensi dan inti jiwa milik Leluhur Hendric.


Hahahaha..!!


Bukannya merasakan sakit, Leluhur Hendric kini semakin tertawa. Dan pada saat ia akan mati mengering, Leluhur Hendric menatap Bai An.


“Apa kau juga sedang melarikan diri dari orang-orang yang ada di sana?”


Dret..!!


Bai An menghentikan penyerapannya. “Hemm..!! Apa maksudmu Dimensi Alam Dewa?”


Bai An menatap ke arah Leluhur Hendric yang langsung tersenyum tipis. Bai An langsung melihat mata Leluhur Hendric penuh kebencian saat dirinya menyebut Dimensi Alam Dewa.


Bai An juga melihat sebuah penderitaan yang sangat menyakitkan di senyum Leluhur Hendric.


“Hemm..!! Menarik, aku tak menduga jika di Dimensi ini ada manusia yang berasal dari Dimensi Alam Dewa,” ucap Bai An. “Jika begitu, pasti di sini ada jalan menuju kesana.” Sambung Bai An yang membuat Leluhur Hendric sedikit terkejut.


“Ka..Kau bukan berasal dari sana. Tapi mengapa kau tahu tempat itu?” Tanya Leluhur Hendric memaksakan dirinya untuk bertanya.


Uhuk..!!


Darah menyemprot keluar dari mulut Leluhur Hendric.


“Hemm..!! Aku memang bukan berasal dari sana, dan saat ini aku mencari petunjuk jalan menuju kesana, walau aku tahu jalan lainnya, tapi aku ingin mencari jalan yang cukup mudah untuk di lalui.” Ucap Bai An dengan nada santai.


“Dan jika kau memberitahuku jalannya, maka aku akan membirkanmu hidup sedikit lebih lama, tapi dengan syarat menjadi budak ku,” ucap Bai An menyeringai tipis.

__ADS_1


Walau Bai An berkata dingin dan tersenyum menyeramkan, ia memiliki maksud tertentu dengan Leluhur Hendric ini.


Jika Bai An mau, ia bisa saja menyerap ingatannya lalu membunuhnya.


Sementara Leluhur Hendric kini terdiam. Pandangan Leluhur Hendric langsung mengarah ke Bai An, seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi ia langsung mengurungkan niatnya sambil mengangguk lemah.


Leluhur Hendric sadar jika di Dimensi Kultivator seorang yang telah kalah atau budak di larang bicara, apalagi memiliki permintaan, itu sama saja ia meminta mati.


Bai An yang sadar hanya diam saja, ia dengan santai melepaskan tangannya. Lalu tangan Bai An membuat gerakan santai.


Bam..!!


Tangan Bai An langsung memukul dada Leluhur Hendric.


Tak lama sebuah segel budak muncul di dada Leluhur Hendric. Tepatnya segel tersebut tertanam di Dantiannya.


Urgh..!!


Leluhur Hendric sedikit merintih, tapi tak lama ia sedikit membelalakkan matanya saat semua lukanya menutup dengan sendirinya, Energi yang sudah lama hilang di dantiannya kini telah terisi 10%.


Mana_nya pun kembali penuh.


Bruk..!!


“Terimakasih Tuan.” Ucap Leluhur Hendric langsung berlutut, ia langsung ingin bersujud. Tapi Bai An menahannya.


Tapi di dalam hatinya ia terkejut saat sengaja memasukkan energinya. “Jika aku tidak salah tingkat kultivasinya berada pada Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah, kekuatan yang cukup mengerikan bagi Dimensi inti atau Dimensi Alam Sihir,” gumam Bai An.


Bai An tadi mencoba 50% energinya untuk di salurkan, ia ingin melihat tingkat kultivasi Leluhur Hendric dan ia tidak menyangka tingkat kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah sekuat ini.


Sementara Asura Blood kini baru selesai menyerap Roh yang ada di dalam pedang milik Leluhur Hendric. Dengan senyum lebar ia kembali kedalam pedang Asura.


...


“Hemm..!! Sebenarnya aku ingin bertanya banyak hal tentang Dimensi Alam Dewa, tapi lain kali saja karena aku memiliki tugas pertama untukmu.” Ucap Bai An tersenyum tipis.


“Budak ini siap melaksanakan perintah Tuan,” ucap Leluhur Hendric membungkukkan badannya dengan tulus.


“Perintahkan semua seluruh Ras mu untuk berperang melawan Ras Elf, dan juga hilangkan energimu itu, aku memberikanmu energi untuk sesuatu yang di luar kendalimu, pada saat itu kau bisa menggunakannya.” Ucap Bai An langsung memberikan tugas.


Leluhur Hendric yang terkesan tidak peduli dengan Ras manusia hanya mengangguk santai, karena ia memang bukan berasal dari sini dan tidak memiliki hubungan sama sekali dengan mereka kecuali politik yang menguntungkannya saja.


“Baik Tuan, budak ini pamit pergi,” ucap Leluhur Hendric mundur dengan hati-hati.


“Oh ya, sebisa mungkin kau hindari putra-putraku bersama keluargaku yang lain, biarkan mereka melakukan apapun yang mereka mau.” Ucap Bai An saat Leluhur Hendric akan keluar dari mulut gua.

__ADS_1


Leluhur Hendric membalik badan lalu membungkuk tanda mengerti, setelah itu ia langsung melesat keluar.


...


Wung..!!


Asura Blood keluar.


“Apa tidak apa-apa kau membiarkannya hidup? Walau kau telah memasang segel budak, aku yakin saat ia telah berada di Dimensi Alam Dewa, ia pasti akan menghancurkan segel lalu menikam mu dari belakang.” Ucap Asura Blood terlihat tidak terlalu peduli.


“Aku tidak senaif itu, aku tahu jalan yang akan aku ambil, aku juga memiliki rencana kedepannya untuk memperbudaknya.” Jawab Bai An menyeringai tipis.


***


“Hahaha..!! Dengan adanya dirimu aku yakin tidak sampai setengah hari lagi semuanya akan selesai,” ucap Cen Tian tertawa terbahak-bahak.


Tu Long sedikit jijik saat melihat senyum Cen Tian.


Cen Tian yang sadar hanya acuh saja, ia pun langsung menuju wilayah titik merah yang ia lihat kini ada di peta. “Tinggal satu saja. Ayo,” ajak Cen Tian.


Tu Long langsung menyelimuti tubuh Cen Tian lalu melesat ke arah yang di tunjuk Cen Tian.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Dengan cepat Cen Tian melesat ke arah kota seorang diri, sementara Tu Long hanya diam sambil menyaksikan apa yang Cen Tian lakukan.


Dret dret..!!


Dengan cepat Cen Tian mencuri semua isi yang ada di dalam setiap rumah yang ia lewati, tanpa menyisakan satupun barang. Bahkan saking rakusnya, ia juga mencuri pakaian dan alat masak.


Tap tap..!!


Setelah selesai, pandangan Cen Tian mengarah ke Kediaman yang paling besar, milik salah satu Bangsawan atau anggota inti Kekaisaran Darium.


“Waktunya menaruh semua barang-barang yang tidak terlalu berharga,” kekeh Cen Tian.


Ia tentu tidak mau menaruh barang yang terlalu beharga, maka ia akan rugi.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Mata Cen Tian sedikit bersinar saat ia melihat ruangan harta milik Kediaman Bangsawan yang ia masuki.

__ADS_1


“Hehe, aku akan kaya kali ini.” Kekeh Cen Tian dalam hati.


__ADS_2