
“Lalu saudara Ha, apakah kau yakin tempat yang kita tuju ini tidak ada seorang pun anggota Menara atau para Bonekanya?” Tanya Bai Han dengan wajah serius ke arah Bai Ha.
“Benar, di sana ada salah satu Penguasa yang dapat menyaingi Organisasi Menara, namanya mungkin jarang di kenal banyak orang, karena beliau jarang keluar dari Alam Celestial ini, bahkan ia pun tidak pernah keluar dari Benua Langit tempat ia menjadi Penguasa.” Jawab Bai Ha.
“Tentunya paman Chen pasti mengenal julukan beliau, karena di masa lalu aku pernah mendengar ia pernah berkunjung ke Klan Naga Langit. Julukan Beliau adalah Iblis Perang.” Sambung Bai Ha sambil melirik ke arah Chen Long.
Tentu saja Chen Long kini melebarkan matanya.
Ingatannya pun kembali ke masa lalu di saat ia masih berusia 7 tahun.
Pada saat Chen Long berusia 7 tahun, ia bertemu dengan Iblis Perang. Julukan tersebut bukan hanya di berikan julukan dari orang-orang semata, tapi karena ia memang pantas di juluki Iblis Perang.
Dengan tubuh Iblis Perang yang setinggi hampir 3 meter dan pedangnya yang besar. Setiap ia bertarung, melawan musuh, tidak pernah ada yang mampu bertahan hidup dari setiap ayunan pedangnya.
Aura dari Iblis Perang pun tentu Chen Long ingat jelas pada waktu itu, yaitu aura seorang Tiran dan juga berwibawa.
“A..Apakah ia tinggal di Benua Langit?” Tanya Chen Long dengan nada sedikit terbata-bata.
“Hemm..!! Ia di sana menjadi Penguasa di Benua Langit dan juga dengan ia menjadi Penguasa di sana, Benua Langit cukup tentram untuk di tinggali. Yah, walau ada beberapa kekacuan, tapi itu tidak lah beras, seperti yang selalu di buat oleh organisasi Menara,” jawab Bai Ha.
“Dan di pintu masuk ke Benua Langit bebas, jadi kita bisa keluar masuk sesuka hati kita.” Sambung Bai Ha.
“Eeeh,, jika bebas keluar masuk, pastinya akan banyak anggota organisasi menyamar memasuki tempat tersebut. Jadi bukan kah ini sedikit aneh, seperti yang tadi kau katakan jika Organisasi Menara tidak ada satu pun di sana, jadi tidak mungkin jika mereka tidak menyelinap masuk tanpa di ketahui Penguasa.” Tanya Bai Da Xing yang tiba-tiba muncul.
Bai Han, Chen Long dan Bo Wuhan pun ikut mengangguk setuju akan pertanyaan Bai Da Xing.
“Hemm,, itu karena setiap orang yang masuk pastinya akan melewati sebuah perisai transparant, dan dengan itu, Penguasa Iblis Perang akan langsung mengetahui siapapun yang akan keluar masuk. Jika mencurigakan, ia pastinya akan menyuruh seseorang untuk mengawasi orang yang mencurigakan tersebut.” Jawab Bai Ha dengan santai.
Bai Han dan yang lainnya pun langsung mengangguk paham.
“Jika begitu, aku akan kembali dulu, sepertinya ada seseorang yang memanggil ku,” ucap Bai Han langsung menghilang.
Tak lama, Bai Han pun membuka matanya, pandangannya pun mengarah ke Yu Fan yang kini berdiri di depannya.
“Kita sudah sampai di depan Benua yang cukup besar. Jadi, apakah kita akan turun untuk membeli bekal makanan?” Ucap Yu Fan.
“Hemm..!! Suruh saja kakek Ling bersama Paman Long Yuan dan Lang Zai turun membeli bekal, kita tidak lama di sini, jadi kita perlu turun semua,” ucap Bai Han sambil mengangguk ringan.
“Hemm..!! Apakah saya bisa ikut turun? Saya ingin mencari beberapa informasi agar bisa memudahkan kita kedepannya,” tanya Yu Fan.
__ADS_1
“Baiklah, tapi ingat untuk selalu berhati-hati dan jangan sampai berpisah.” Ucap Bai Han.
Tap tap..!!
Setelah mendapat persetujuan, Yu Fan pun dengan cepat memberitahu Ling Shen, Long Yuan dan Lang Zai.
Mereka berempat pun langsung melesat turun ke Benua yang ada di bawah mereka, tentunya tujuan mereka yang terlihat memiliki banyak kota.
Wuss..!!
Wuss..!!
...
Wung..!!
Tepat setelah kepergian Yu Fan dan yang lainnya. Kini terdengar sebuah suara dengungan.
Bersamaan dengan itu, muncul Kapal Dimensi yang sangat besar di samping Kapal Dimensi milik Bai Han.
“Apakah kami boleh bertamu?” Tanya sosok pria tampan terlihat berusia 30 tahun di sertai seutas senyum. Pandangan sosok yang tak lain adalah Mu Feng Lu, atau Patriak Klan Mu kini mengarah ke Bai Han.
“Silahkan Tuan,” ucap Bai Han tersenyum hangat sambil mendongakkan kepala menatap Mu Feng Lu.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Mu Feng Lu dan kedua putra putrinya pun muncul di depan Bai Han.
“Ehem,, silahkan duduk Tuan, Tuan muda dan Nona,” ucap Bai Han langsung mengarahkan ketiga ke arah meja yang biasa tempat mereka duduk di Dek kapal.
“Hoho,, sangat sopan, aku suka itu,” ucap Mu Feng Lu terlihat tanpa malu langsung melangkah layaknya seorang Tuan rumah.
Tap tap..!!
Mu Feng Luen yang mengikuti hanya bisa tersenyum kecut, sementara Mu Feng Li terlihat sesekali melirik Bai Han dengan tatapan tajam.
...
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.
“Jadi apa tujuan Tuan datang kemari?” Tanya Bai Han kini melirik Mu Feng Lu dengan wajah serius.
“Jujur saja, aku tertarik terhadapmu nak, jika boleh tahu siapa namamu, dan juga aku lupa memperkenalkan diri.” Ucap Mu Feng Lu tersenyum kecil.
“Nama ku adalah Mu Feng Lu, dan ini putra tertuaku Mu Feng Luen dan dia putri yang paling Bungsu Mu Feng Li,” sambung Mu Feng Lu.
“Maafkan juga saya lupa memperkenalkan diri, nama ku adalah Bai Han dan ini paman ku Pixiu, sementara yang ada di dalam sana kakek dan nenek ku, mereka tidak bisa bergabung karena butuh istirahat,” ucap Bai Han.
“Bai Han ya, nama yang bagus dan Marga Bai, dimana aku pernah mendengar marga Bai ya?” Ucap Mu Feng Lu mencoba mengingat-ngingat.
“Ayah,” ucap Mu Feng Li langsung menegur ayahnya, karena kebiasaannya yang terlalu santai, itu terlihat kurang sopan di mata orang lain menurut Mu Feng Li.
“Aah,, santai saja, akan sangat canggung jika berbicara terlalu serius atau terlalu menanggapi pembicaraan ringan ini serius.” Ucap Bai Han.
Tap tap..!!
Saat Bai Han bicara, terlihat Bai Yu keluar membawa makanan ringan bersama teh yang bewarna hitam layaknya racun. Namun bau dari teh hitam tersebut sangatlah wangi.
“Hemm..!! Ini, apakah ini Teh Hitam yang cukup langka itu?” Tanya Mu Feng Lu sambil menghirup aroma wangi Teh Hitam.
“Benar nak, ini Teh Hitam, karena kebetulan kami seorang pedagang, jadi kami tentunya mempunyai barang-barang langka herbal seperti ini untuk di jual nantinya.” Ucap Bai Yu dengan senyum hangat sambil meletakkan nampan berisi Teh Hitam dan makanan ringan.
“Wah,, terimakasih Senior, kau sangat baik menyediakan kami Teh Hitam ini,” ucap Mu Feng Lu tersenyum lebar.
Wajah Mu Feng Luen dan Mu Feng Li seketika berubah menjadi jelek, karena baru kali ini ayah mereka se kurang ajar ini saat bertamu.
“Hoho,, tentu saja nak, jika kau ingin aku akan memberikanmu beberapa bingkisan nantinya, jadi cepatlah selesaikan pembicraan kalian,” ucap Bai Yu tersenyum hangat, setelah itu ia pun melangkah pergi.
Tap tap..!!
“Tunggu nenek, bisakah aku ikut?” Tanya Mu Feng Li bangkit mengikuti Bai Yu.
Mu Feng Li merasa sangat bosan karena hanya dirinya saja yang seorang wanita selama di atas kapal, jadi ia terlihat ingin mengobrol kepada sesama wanita.
“Tentu, ayo nak,” ajak Bai Yu langsung menarik tangan Mu Feng Li masuk di sertai tersenyum layaknya bertemu cucu perempuannya.
Tap tap..!!
__ADS_1