Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Sampai Ke Benua Inti dan Hari Berkabung


__ADS_3

“I..Ini ini adalah Energi Awal mula atau bisa di katakan energi yang pertama kali tercipta di masa kekosongan, dapat di katakan energi ini telah punah bahkan orang-orang menganggapnya hanya mitos,” teriak Chen Long dengan mata melebar tak percaya.


Pandangan Chen Long pun langsung mengarah ke Bai Han, saat ia melihat wajah Bai Han yang masih santai, ia pun sadar jika Bai Han memang sudah tahu dari awal.


Sementara Bai Ha, Bai Hu, Bai Da Xing dan Lan Yuheng hanya plonga plongo saja melirik ke arah sana sini layaknya anak kecil yang penasaran dengan sesuatu yang baru.


“Apa kau tahu siapa yang mempunyai energi ini Han'er?” Tanya Chen Long.


Bai Han pun langsung menggelengkan kepalanya, karena ia masih mengingat pesan ayahnya dulu jika jangan memberitahu siapapun tentang Spirit Pedang dan Energi Awal milik ayahnya. Karena itu adalah sesuatu yang menjadi incaran banyak orang jika terungkap.


Dan selama ayahnya menggunakan energi awalnya di masa lalu, tentu saja Bai Han lupa apakah ayahnya pernah menggunakannya, karena ingatan tentang ayahnya pernah menggunakannya telah di hapus oleh Roh Asura Blood sebelum ia mengirim jiwa Bai An dan anggota keluarga Bai An yang lainnya. Dan Bai Han hanya mengingat ayahnya pernah melakukan sebuah Fusi sehingga ia bisa memiliki Energi Awal.


“Eeh,, apakah benar kau tidak tahu? Mungkin saja kau lupa atau mencoba mengingat-ingat apakah ada petunjuk saat kau masih di bawa kesini,” tanya Chen Long.


Tapi Bai Han tetap menggelengkan kepalanya. “Aku sudah pernah mencoba mengingat semua masa lalu ku paman, tapi aku benar-benar tidak dapat mengingat siapa orang yang telah membuat penghalang ini menggunakan energi awal yang paman maksud,” jawab Bai Han.


“Bahkan aku juga baru tahu jika energi ini adalah energi awal,” sambung Bai Han.


“Lalu kenapa aku tidak terkejut, karena aku hanya merasa energi ini adalah energi pada umumnya di masa lalu,” ucap Bai Han menjelaskan.


Tap tap..!!


Bai Han pun langsung melangkah masuk. Saat ia melangkah masuk, pandangan pertama yang ia lihat adalah tempat ia tidur dulu.


Bai Han pun langsung mendekati ranjang tersebut lalu berlutut dan menundukkan badannya untuk meraih sesuatu yang ada di kolom ranjang.


Sret..!!


“Ternyata masih tersimpan,” gumam Bai Han kini memegang Dagger milik pamannya Hu Liu Chen.


Bai Ha yang melihat Dagger yang di genggam oleh Bai Han seketika melototkan matanya, lantaran merasakan Dagger tersebut jauh lebih kuat dari Dagger miliknya.


“I..Itu,” gumam Bai Ha hanya bisa terkesima.


Mendengar gumaman Bai Ha. Bai Han pun membalik badannya. “Aku tidak menggunakan Dagger, jadi gunakan peninggalan paman ku dengan baik dan jagalah kedua Dagger ini seolah kau menjaga keluargamu,” ucap Bai Han langsung melempas kedua Dagger yang ia pegang ke arah Bai Ha.


Dengan cepat Bai Han menangkap kedua Dagger tersebut dengan tangan bergetar.

__ADS_1


“Te..Terimakasih telah mempercayakan senjata berharga ini kepadaku suadara Han,” ucap Bai Ha sedikit bergetar lantaran saking bahagianya.


Bai Han pun hanya mengangguk ringan, lalu ia pun melangkah ke pojok ruang tempat dimana ayahnya menyimpan senjata buatannya di masa lalu.


Tap tap..!!


Setelah mencapai pojok ruang, Bai Han langsung berjongkok dan meraih papan yang terlihat memiliki lubang.


Kreeek..!!


Setelah menarik papan tersebut, kini terlihat jelas banyak sekali senjata tanpa batas, atau bisa di katakan seperti Pedang Kayu yang ia gunakan, pedang kayu yang terus tumbuh kuat seiring pemiliknya bertambah kuat.


“I..Ini,” mata Bai Hu, Bai Da Xing, Lan Yuheng, Chen Long dan Bo Wuhan seketika melebar saat melihat senjata yang di anggap tanpa batas dan terus ikut tumbuh kuat.


“Baiklah, kalian boleh memilih senjata kalian satu orang satu senjata. Ingat jangan serakah,” ucap Bai Han kini melirik ke arah saudara dan pamannya.


Semuanya pun mengangguk dengan di hiasi wajah bahagia.


Bai Hu yang pertama datang langsung meraih sarung tangan bewarna hitam, dan sarung tangan tersebut terbuat dari Kayu Hitam yang telah di hancurkan lalu daur ulang menjadi benang.


“Aku pilih ini,” ucap Bai Da Xing langsung meraih jubah yang terbuat dari benang hitam dan beberapa material.


“Aku juga pilih ini,” ucap Lan Yuheng ikut meraih jubah hitam yang sama dengan Bai Da Xing.


“Aku pilih ini,” ucap Chen Long ikut-ikutan meraih sebuah pedang bewarna biru yang terbuat dari kayu hitam dan di campur oleh material berjenis logam.


Srek..!!


Sementara Bo Wuhan kini meraih dua kapak kembar. Setelah mencoba mengayunkan kedua kapak tersebut, ia pun mengangguk puas.


“Apakah kalian sudah yakin dengan pilihan kalian?” Tanya Bai Han.


Melihat semuanya mengangguk yakin, Bai Han pun langsung meraih sebuah panah yang dulu ayahnya pernah gunakan, setelah itu ia pun menutupnya kembali.


“Eehh,, apakah kau tidak menyimpan semua senjata itu Han'er?” Tanya Chen Long sedikit terkejut.


“Tidak paman, ini adalah kenang-kenangan, mungkin saja ada keluargaku yang datang ke tempat ini dan membutuhkan senjata, jadi ia bisa mengambil satu.” Jawab Bai Han terdiam sesaat.

__ADS_1


“Dan juga, tempat ini tidak bisa di masuki oleh orang luar yang bukan anggota keluargaku, jika mereka memaksa masuk, maka energi formasi yang terpasang akan aktip dan menyerang orang tersebut,” sambung Bai Han.


Semuanya pun hanya mengangguk sambil membuka sedikit mulut mereka.


“Jika sudah, ayo kita lanjutkan perjalanan kita,” ajak Bai Han langsung melangkah keluar dan di ikuti oleh yang lain.


Tap tap..!!


***


Beberapa hari telah berlalu dengan cepat.


Kini Bai Han dan kelompoknya muncul di atas kota yang ia yakini tempat Pamannya memimpin.


“Ooh aku tak menduga jika Benua Inti tempat paman mu menjadi penguasa terlihat sangatlah indah saudara Han, bahkan kepadapatan energi di tempat ini hampir menyamai kepadatan energi yang berasal dari Dimensi Alam Dewa,” ucap Bai Ha dengan nada kagum.


Sama halnya dengan Bai Da Xing dan Bo Wuhan, ia juga terlihat kagum dengan Benua Inti dan kota yang ada di bawah mereka.


Walau Bo Wuhan pernah datang ke sini di masa lalu saat invasi, ia hanya datang sampai ke Ruang hampa saja, tidak sampai daratan.


Sementara Bai Han dan Chen Long, mereka hanya mengerutkan keningnya setelah muncul.


Chen Long mengerutkan kening lantaran putaran ruang waktu yang dulu ia buat di seluruh Dimensi Tanpa Nama ini, kini sudah tidak aktip lagi. Tentu saja Chen Long jadi penasaran, siapa yang mampu menghapus putaran ruang waktu yang telah ia buat?


Ini menjadi pertanyaan besar baginya.


Untuk Bai Han, ia mengerutkan keningnya lantaran kini tidak dapat merasakan aura dari pamannya atau anggota keluarganya yang lain.


Dengan segera Bai Han melesat ke kota arah pusat kota, tepatnya mengarah ke sebuah bangunan yang terlihat mirip dengan Menara.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Saat Bai Han mendarat, ia melihat banyak sekali orang berkumpul yang berasal dari berbagai tempat, mereka semua terlihat memberi penghormatan sambil mengarah ke sebuah patung yang tak lain patung pamannya Cen Tian.

__ADS_1


__ADS_2