Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Kegilaan Bo Wuhan dan Bai Da Xing vs Lao Gueho


__ADS_3

Darah langsung terciprat ke wajah Bo Wuhan, namun bukannya iba, malah Bo Wuhan semakin memasang wajah dingin lalu kembali mengayunkan tinjunya.


Bom..!!


Bom..!!


Tidak puas memukul seluruh tubuh dan wajah musuhnya, Bo Wuhan kini menginjak-injak kepala musuhnya.


“Haha mati kau, mati,” teriak Bo Wuhan kini terlihat layaknya orang gila yang kesurupan.


Bom bom bom..!!


Wuss..!!


Tap..!!


“He..Hentikan paman, dia sudah mati,” ucap Lan Yuheng terlihat sedikit merinding saat melihat senyum gila Bo Wuhan.


Bo Wuhan langsung berhenti lalu melirik Lan Yuheng dengan tatapan mengerikan.


Tapi tak lama ia langsung tersenyum hangat. “Ah maafkan aku Tuan muda Yuheng, apakah kau tidak apa-apa?” Tanya Bo Wuhan dengan senyum hangat.


Eeh..!!


Wajah Lan Yuheng sedikit aneh saat melihat Bo Wuhan dengan cepat berubah layaknya memiliki dua kepribadian.


“Te..Tentu saja aku baik-baik saja, aku hanya kehabisan energi saja,” jawab Lan Yuheng entah mengapa ia bisa takut terhadap sikap Bo Wuhan saat ini.


“Jangan takut, aku tidak akan membiarkanmu terluka, Tuan muda Yuheng, terlebih Tuan muda Han telah memberikanku pencerahan agar bisa menggunakan kekuatan penuhku tanpa masalah.” Ucap Bo Wuhan dengan nada percaya diri.


Lan Yuheng pun mengangguk patuh, lalu pandangan mereka pun mengarah ke Qang De, saat ini Qang De di kejauhan sedang berusaha mundur sambil menyeret kakinya yang sudah tidak bisa ia gerakkan lantaran saking takutnya.


Tentu saja ia saat ini sangat takut, terlebih ia dengan jelas melihat ekpresi mengerikan Bo Wuhan saat menyiksa rekannya.


Bo Wuhan yang melihat Qang De menyeret kakinya seketika tersenyum mengerikan.


Glek..!!


Secara bersamaan Lan Yuheng dan Qang De menelan ludah mereka saat melihat senyum lebar Bo Wuhan.


“Urgghh,, apa yang Saudara Han ajarkan kepadanya? Kenapa ia kini terlihat seperti seorang psikopat yang haus akan darah,” gumam Lan Yuheng langsung merinding.


Dret..!!


“Hehehe,, kau yang membuat Tuan muda Yuheng terluka bukan,” kekeh Bo Wuhan.


“Akan ku buat kau membayarnya,” sambung Bo Wuhan langsung mengeluarkan kapaknya.


“Tu..Tuan ampuni-”


Slash..!!


Crash..!!


Argh..!!


Terlihat darah langsung terciprat saat Bo Wuhan memotong lengan Qang De.


“Hahaha,, ayo teriaklah lebih keras,” teriak Bo Wuhan kembali mengayunkan kapaknya.


Crash..!!


“Arghh..!! Ampuni aku Tuan, jika kau mengampuniku, akan ku berikan apapun yang kau inginkan,” teriak Qang De berteriak kesakitan.

__ADS_1


Bukannya merasa iba, Bo Wuhan malah semakin tersenyum. “Ooh benarkan?” Tanya Bo Wuhan sambil memiringkan kepalanya. “Jika begitu, aku ingin kau berteriak, karena teriakanmu sangat nikmat, layaknya sebuah melodi,” kekeh Bo Wuhan sambil mengayunkan kapaknya.


Wuss..!!


Crash..!!


Argh..!!


30 menit berlalu.


Tap tap..!!


“Hei Tuan muda, kenapa kau diam saja?” Tanya Bo Wuhan kini melambaikan tangannya di depan wajah Lan Yuheng yang diam membeku di tempatnya tanpa pergerakan sama sekali.


“Eeh..!! Apa dia pingsan karena kelelahan ya?” Gumam Bo Wuhan mendorong kepala Lan Yuheng menggunakan jari telunjuknya.


Bruk..!!


Dan benar saja apa yang Bo Wuhan pikirkan, jika saat ini Lan Yuheng telah pingsan. Tapi bukan karena kelelahan, melainkan terkena mental akibat cara Bo Wuhan membunuh.


“Hais,, semoga saja Tuan muda Han tidak marah jika aku membawanya pulang dengan kondisi seperti ini,” gumam Bo Wuhan langsung melesat pergi.


***


Wung..!!


Bom bom bom..!!


Di saat bersamaan, Bai Da Xing yang sedang menghadapi Lao Gueho kini terlihat angin segar berpihak kepada Bai Da Xing.


“Dasar licik sialan, akan ku hancurkan seluruh keluargamu jika aku berhasil selamat dari sini,” teriak Lao Gueho mengancam Bai Da Xing yang kini tersenyum lebar.


Tapi tak lama, wajah Bai Da Xing seketika berubah mengerikan saat mendengar nama keluarga.


Bom bom bom..!!


Dengan ganas Bai Da Xing memukul-mukul dadanya lantaran saking marahnya dirinya saat ini.


Melihat rencananya berhasil. Lao Gueho pun tersenyum lebar, walau saat ini tangan kanan Lao Gueho telah di hancurkan oleh Bai Da Xing. Namun ia tetap cukup kuat bertarung dengan tangan kiri.


“Hahaha,, benar, akan ku hancurkan seluruh keluargamu,” teriak Lao Gueho tertawa terbahak-bahak.


Bai Da Xing yang tidak tahan mendengar itu langsung menjadi agresip, dengan cepat ia melesat bersama tongkat emas di sampingnya.


Wuss..!!


Setelah mendekati Lao Gueho, Bai Da Xing pun langsung mencengkram erat tongkat emasnya lalu di ayunkan ke kepala Lao Gueho.


Wung..!!


Tongkat emas yang awalnya kecil, kini berubah menjadi besar, dan terus membesar hingga menyamai besarnya kepada Lao Gueho yang kini sudah berubah menjadi Binatang Iblis.


Goar..!!


Lao Gueho pun langsung berteriak sambil menembakkan energi bewarna merah kehitaman dari mulutnya.


Bom..!!


Duar..!!


Bam..!!


Terlihat Bai Da Xing terhempas hingga menabrak salah satu gunung hingga hancur.

__ADS_1


Lao Gueho yang melihat rencananya berhasil langsung tersenyum lebar.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tak lama muncul sosok topeng ungu sambil melirik Lao Gueho. “Hemm..!! Ingat janjimu, jika kau incar, akan ku hancurkan kau,” ucap petinggi tersebut.


“Khekeke,, tentu saja aku akan menepati janjiku,” kekeh Lao Gueho kini melirik ke arah Bai Da Xing yang kembali bangkit.


Matanya terlihat ganas mengarah ke Lao Gueho dan petinggi menara yang baru muncul.


Ia sadar jika tadi telah masuk perangkap Lao Gueho, dan ia kini sadar gravitasi yang tadi membuatnya tidak mampu bergerak dalam seperkian detik adalah kekuatan petinggi menara yang baru muncul tersebut.


“Hemm..!! Aku tak menyangka kau hanya sedikit terluka, dan yang lebih mengejutkan adalah senjata yang kau gunakan itu ternyata senjata milik Petinggi Jin Yuanhu,” ucap petinggi menara dengan mata bersinar.


“Senjata itu akan menjadi milik,” sambung petinggi tersebut kini tak bisa menghilangkan haus akan keserakahannya.


Dret..!!


Terlihat kini petinggi tersebut membuka sarung pedangnya.


Wung..!!


Tak lama, gravitasi yang ada di sekitar seketika terhenti dan menjadi berat.


Dengan cepat petinggi tersebut mengayunkan pedangnya ke arah Bai Da Xing.


Wuss..!!


“Heng,, kau terlalu meninggikan dirimu,” dengus Bai Da Xing langsung memasang kuda-kuda.


Tangan kanan Bai Da Xing yang memegang tombak kini mengarah ke belakang.


Wung..!!


Tak lama tombak emas langsung bersinar di saat Bai Da Xing mengalirkan seluruh energinya.


“Ledakan Tombak Kera Surgawi,” teriak Bai Da Xing langsung mengayunkan tombaknya.


Wuss..!!


Dret..!!


Saat kedua bilah energi bertemu, terlihat jika bilang pedang gravitasi seolah menghilang.


Wuss..!!


Tak lama bilah pedang milik petinggi tersebut muncul di depan Bai Da Xing.


Bai Da Xing yang melihat itu langsung menyilang tongkatnya sambil membelalakkan matanya karena serangan musuhnya tidak hanya sebatas gravitasi saja.


Urgh..!!


Tubuh Bai Da Xing seketika berubah menjadi berat.


“Sial, apakah ini hanya batasku saja?” Gumam Bai Da Xing. “Jika tidak ada pilihan, maka aku harus menggunakan kekuatanmu yang sebenarnya Spirit Kera Surgawi, walau aku harus menanggung resikonya,” ucap Bai Da Xing langsung bicara dengan Spiritnya.


Wung..!!


Duar..!!


Tapi sebelum Bai Da Xing menggunakan yang sebenarnya milik Spirit Kera Surgawi, bilah pedang milik petinggi Menara langsung meledak sebelum mengenai Bai Da Xing.

__ADS_1


“I..Ini, kakak,” ucap Bai Da Xing langsung meneteskan air matanya.


__ADS_2