
“Ayah,, kau ada dimana?” Teriak Bai Han berusaha mencari dimana Bai An.
Awalnya Bai Han biasa saja saat memanggil ayahnya, namun setelah satu minggu memanggil-manggil ayahnya, Bai Han kini menangis dan berteriak kesana kemari mencari Bai An.
Walau pemikiran Bai Han dewasa, ia masihlah anak-anak, sehingga butuh kasih sayang orang tua.
Terlebih Bai Han baru sebentar bertemu ayahnya jika di hitung dalam dunia nyata.
Kini Bai Han duduk menunduk sambil menangis tersendu-sendu.
“Ayah kau ada dimana? Jangan bermain-main lagi, jangan tinggalkan Han'er sendiri lagi,” gumam Bai Han terus menerus menangis.
Tap tap..!!
Saat sedang menunduk, Bai Han mendengar suara langkah kaki, padahal selama ia berada di istana ini, tidak ada siapa-siapa.
Saat Bai Han mendongak, ia melihat pria yang mirip ayahnya, tapi ia tahu jika orang tersebut bukan ayahnya.
“Siapa kau? Dimana ayahku?” Tanya Bai Han dengan nada dingin.
Mendengar itu, pria tersebut tersenyum lembut.
“Ayahmu kini sedang mengawasimu, ia ingin melihat putra kesayangannya ini lebih kuat jadi ia tidak ikut campur,” kata pria tersebut.
Lalu pria tersebut berubah menjadi cahaya lalu masuk kedalam tubuh Bai Han.
Tiba-tiba tubuh Bai Han merasakan kehangatan, tapi tak lama ia tiba-tiba berteriak kesakitan karena panas dan dingin bercampur aduk.
“Akhh,, ayah tolong Han'er,” teriak Bai Han tak bisa menahan panas dan dingin secata bersamaan.
***
Bai An yang kini bersama Ling Yenrou duduk santai.
Tiba-tiba hawa di tubuh Bai Han keluar panas dan dingin, bersamaan dengan teriakan Bai Han.
Bai An langsung berdiri lalu melesat.
Bam..!!
Tubuh Bai An terpental dan kembali ke tempatnya duduk tadi.
“Apa yang terjadi pada Han'er?” Tanya Bai An dengan nada panik.
Ling Yenrou terlihat tenang lalu menjawab. “Tenanglah, ini proses, ia di berikan berkah dan kekuatan oleh Penguasa Klan Ling pertama.”
Mendengar itu, Bai An sedikit tenang.
Tapi saat mendengar teriakan putranya terus menerus kesakitan. Bai An kesana kemari dan rasa khawatir, takut, sedih bercampur Bai An rasakan saat melihat putranya mengalami penderitaan.
“Bertahanlah Han'er,” gumam Bai An mencengkram tangannya dengan erat.
***
__ADS_1
Kembali ke Bai Han.
Saat ini Bai Han merasakan siksaan yang melebihi siksaan neraka.
Tapi saat ia mengingat ucapan pria tadi jika ia sedang di awasi oleh ayahnya, dan mengingat senyum ibunya, tiba-tiba Bai Han mengepalkan tangannya erat-erat.
“Jika aku berteriak kesakitan, aku yakin ayah akan khawatir, dan jika benar apa yang di ucapkan oleh pria tadi, maka aku harus kuat, aku telah berjanji akan membawa ibu bersama ayah, aku berjanji dalam hatiku jika akan menjaga ayah,” gumam Bai Han berusaha menahan rasa sakit.
Tak lama setelah bergumam, berbagai ingatan masuk kedalam pikiran Bai Han.
Tubuhnya seketika bercahaya.
Bam..
Bam..
Bam..
Bam..
Tiba-tiba ledakan di dalam tubuh Bai Han terdengar terus menerus.
Cukup lama setelah ledakan berahir, Bai Han membuka matanya.
Sinar mata merah bercambur biru terlihat dimata Bai Han.
Mata sebelah kanan bewarna Biru dan mata sebelah kiri bewarna merah.
Tapi tak lama mata Bai Han berubah kembali menjadi biru sepenuhnya.
Bruk..!!
Bai An langsung memeluk putranya.
“Apa kau tidak apa-apa nak?” Tanya Bai An mencoba tenang.
Tapi Bai Han tahu jika ayahnya sangat khawatir, ia juga merasakan kehangatan saat ayahnya memeluk dirinya.
“Aku tidak apa-apa ayah, kau tidak perlu khawatir,” jawab Bai Han tersenyum seperti biasa.
Bai An tidak percaya begitu saja, ia langsung memeriksa kondisi tubuh putranya, saat memeriksa tubuh putranya, Bai An terkejut.
“Ba.. Bagaimana bisa,” gumam Bai An terkejut luar biasa.
Dantian putranya kini ada dua, dantian yang di penuhi oleh api dan dantian seperti dirinya yang bisa menguasai elemen apapun jika di pelajari.
Terlebih pondasi putranya sangat kuat dan yang paling mengerikan adalah tingkat kultivasi putranya kini meroket.
“Kaisar Immortal ⭐ 5 Puncak, di usia belum genap 9 tahun,” gumam Bai An.
Anaknya adalah monster sesungguhnya dalam hal kultivasi.
“Nak, tekan tingkat kultivasimu seperti biasa, jangan ada orang lain tahu, untuk pamanmu jangan di beritahu lebih dulu, mereka pasti akan tahu suatu saat nanti dan akan mengerti saat kau mengeluarkan kekuatan aslimu,” kata Bai An sambil mengusap rambut putranya.
__ADS_1
Bai Han tersenyum bahagia, ia mengangguk patuh, lalu menekan tingkat kultivasinya, setelah itu ia melirik ke arah Roh Tetua Leluhur Ling Yenrou.
“Salam Tetua Ling Yenrou,” kata Bai Han menyapa.
Ling Yenrou langsung berlutut. “Salam nak,” Ling Yenrou tersenyum saat menyapa Bai Han.
Dengan santai Bai Han melambaikan tangannya untuk membangunkan Ling Yenrou.
“Kata ayah,, setiap keluarga tidak boleh berlutut kepada siapapun, kecuali orang tua yang telah melahirkan kita, terlebih aku adalah seorang junior, sungguh lancang bagiku jika orang tua berlutut di depanku,” kata Bai Han layaknya orang dewasa.
Bai An dan Ling Yenrou tersenyum.
“Setelah tahu apa pesan terahir pria itu, apakah Tetua Leluhur Ling ingin membentuk tubuh baru?” Tanya Bai Han.
Ling Yenrou mengangguk.
Sementara Bai An cukup bingung, karena ia tak tahu apa-apa, sehingga ia hanya diam saja.
“Lebih baik anda mengikuti ayah, ayah juga punya Dunia Jiwa, saat nanti ada tubuh yang pas, ayah pasti akan memberitahu kepada Tetua Leluhur, sehingga menggunakan tubuh tersebut, untuk masalah proses penyatuannya, nanti aku akan memberitahu ayah caranya agar Roh anda dengan tubuh yang ingin anda masuki bisa menyatu dengan lancar,” kata Bai Han.
Ling Yenrou mengangguk tanpa mengucapkan apa-apa, ia kini melirik ke arah Bai An yang sedang bingung.
“Yang Mulia ke 4, mohon berikan aku izin untuk memberikan sedikit ingatan,” kata Ling Yenrou.
Bai An mengangguk.
Ling Yenrou langsung menjentikkan jarinya, ia kini hanya memiliki sedikit simpanan energi yang selama ini ia pertahankan.
Bai An yang mendapat ingatan kini paham, ia langsung membuka dunia jiwa lalu menyuruh Ling Yenrou masuk.
Setelah itu ia kini melirik ke arah putranya Bai Han.
“Ayo kita temui pamanmu,” ajak Bai An.
Bai Han langsung melompat ke punggung ayahnya, lalu tertidur seperti biasa.
Bai Han entah kenapa merasa sangat nyaman tidur di baru kanan ayahnya, ia lebih nyaman tidur di bahu ayahnya dari pada di ranjang yang empuk.
Tap tap..!!
Saat Bai An ingin keluar, pria sepuh tersebut muncul.
“Yang Mulia ke 4, apa anda akan langsung pergi dari dunia ini?” Tanya pria sepuh tersebut.
Bai An mengangguk. “Aku sudah tidak mempunyai urusan lagi, jadi aku akan langsung pergi.”
“Hmm, izinkan Ling Wenli mengikuti Yang Mulia, Ling Wenli adalah salah satu prajurit elit tingkat satu,” kata Ling Wenli sedikit membungkuk.
Bai An terdiam, jika Ling Wenli ikut, maka ia kini bertambah ramai.
“Hmm,, baiklah, tapi anda akan diam di Dunia Jiwa, apakah anda tidak keberatan?” Tanya Bai An.
Ling Wenli menggeleng.
__ADS_1
“Saya sama sekali tidak keberatan, dan jika ada masalah yang tidak bisa Yang Mulia hadapi, beritahu saya atau langsung keluarkan.”