Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menjadikan Iblis Tanduk 6 Sebagai Wadah


__ADS_3

“Kalian berdua cukup mengalirkan energi kalian semampu kalian nantinya, sementara Han'er,” kata Bai An terhenti saat melirik ke arah putranya.


Saat Bai An ingin bicara, Bai Han lebih dulu mengangguk.


“Aku sudah tahu tugasku ayah, tapi apakah Leluruh Ling Yenrou setuju atau tidak karena aku kini paham rencana ayah,” ucap Bai Han dengan nada seperti biasa, yaitu melengking.


Bai An langsung sadar jika ia lupa menjelaskan rencananya tadi karena saking fokusnya mengingat tentang masa lalu klan Chu yang hancur.


Saat Bai An melirik ke arah Ling Yenrou, terlihat Ling Yenrou menghela nafas berat.


“Walau aku benci mengakui hal ini, tapi aku rasa tubuhnya sangat cocok menjadi wadahku, terlebih aku yakin ada rencana lain dari tindakanmu ini Penguasa ke 4,” ucap Ling Yenrou dengan nada sedikit berat, tapi apa boleh buat, melihat ada wadah yang cocok tentu saja ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


Bai An langsung tersenyum, sementara Duan Du dan Tu Long membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Ling Yenrou.


“A.. Apakah tetua Ling Yenrou ingin menggunakan tubuh iblis ini sebagai wadahnya?” Tanya Duan Du sedikit tergagap.


Bai An hanya mengangguk santai. “Kau akan tahu nanti, jadi cukup ikuti intruksiku saja saat ini Du'er.”


Duan Du mengangguk patuh bersamaan dengan Tu Long.


Setelah itu Ling Yenrou langsung memasuki tubuh Bai Han menjadi wadah sementaranya sebelum memasuki tubuh iblis bertanduk 6.


Ling Yenrou melakukan ini karena ia tidak bisa memasuki tubuh yang menjadi wadahnya secara langsung, karena jika ia langsung memasuki tubuh yang menjadi wadahnya secara langsung, maka wadah tersebut akan mati bersamaan dengan dirinya ikut mati akibat kekurangan pasokan energi.


Jumlah energi yang di butuhkan sangatlah besar, itu tergantung berapa jumlah energi Ling Yenrou semasa hidupnya maka itulah yang di butuhkan jika langsung memasuki wadah secara langsung.


Namun jika memasuki wadah sementara yaitu seperti Bai Han, dan Bai Han memiliki kondisi khusus sehingga Ling Yenrou bisa memasuki tubuh Bai Han dalam waktu kurang 5 menit, jika lebih 5 menit maka mereka berdua akan mati.


Tubuh khusus Bai Han adalah ia karena mempunyai darah murni dua penguasa yaitu Darah Klan Ling dan Klan Hu.


Darah murni di tubuh Bai Han lah yang bisa menetralkan Roh Ling Yenrou sementara waktu karena kedua darah tersebut saling membahu walau terlihat bermusuhan.


Energi yang di butuhkan juga tidak sebanyak energi Ling Yenrou semasa hidupnya karena bantuan Darah kedua penguasa, sehingga tubuh Bai Han sangat penting sebagai wadah sementara.


Sementara Bai An langsung mengeluarkan kekuatan aslinya dan menekan Iblis bertanduk 6.


Terlihat iblis bertanduk 6 berusaha bangkit akibat tekanan aura Bai An.


Wuss..!!

__ADS_1


Bai An muncul lalu memasang segel budak terlebih dahulu lalu menarik jiwa Iblis bertanduk 6.


“Sekarang,” teriak Bai An.


Wuss..!!


Ling Yenrou langsung berpindah ke dalam tubuh Iblis bertanduk 6.


Bai An langsung memasukkan jiwa iblis bertanduk 6 kedalam dunia jiwa dengan beberapa tubuh di kunci agar Tu We bisa membawanya.


Setelah itu ia melirik ke arah Ling Yenrou yang kini baru ke tahap penyatuan.


Argghh..!!


Terdengar teriakan Ling Yenrou yang kesakitan.


Bai An yang mendengar itu langsung berteriak. “Lakukan sekarang.”


Duan Du dan Tu Long langsung mengalirkan seluruh energinya kedalam tubuh Bai An yang kini mengalirkan energinya kedalam tubuh Ling Yenrou.


Beberapa detik setelah teriakan kesakitan Ling Yenrou, kini ia berhenti berteriak akibat pasokan energi yang masuk.


Walau Bai An tahu jika energi yang di butuhkan Ling Yenrou sudah berkurang setengah akibat bantuan tubuh sementara Bai Han tadi, tapi ia tidak menduga akan sebanyak ini yang di butuhkan.


2 Hari kemudian, saat ini Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung tentunduk.


Wajah mereka bertiga sangatlah pucat, walau begitu, pandangan mereka kini mengarah ke Ling Yenrou yang kini perlahan-lahan mulai menyatu.


Dari mana mereka tahu? Mereka tahu dari bentuk iblis bertantuk 6 kini mulai menyusut ke dalam bentuk manusia.


Perlahan tapi tapi wujud iblis bertanduk 6 menyusut hingga setinggi 3 meter.


Melihat itu Bai An langsung mengeluarkan pil pemulih energi di sertai Batu Kristal Dewa Berlian yang memiliki kandungan energi yang besar.


Dengan cepat mereka bertiga menyerap pil pemulih dan Batu Kristal Dewa Berlian.


***


Tidak jauh dari mereka bertiga, Bai Han yang pingsan saat pertama kali tubuhnya dimasuki Ling Yenrou kini tersadar.

__ADS_1


Saat melihat ayah dan pamannya memulihkan diri, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ling Yenrou.


Melihat Ling Yenrou perlahan menyusut dan berhenti saat tingginya 2 meter, Bai Han menghela napas lalu ikut memulihkan dirinya juga.


***


Di tempat Mu Xia'er dan Ling Wenli, ia juga melihat semua kejadian apa yang di lakukan Bai An dan yang lainnya.


Awalnya Mu Xia'er ingin kesana menghentikan apa yang mereka lakukan, tapi ia mengurungkan niatnya saat tahu jika rencana Bai An pasti akan selalu berhasil.


Saat melihat putranya pingsan, Mu Xia'er terlihat gelisah sepanjang waktu, apalagi saat melihat Bai An ikut melemah, ia ingin sekali kesana untuk ikut membantu.


Tapi ia kembali mengingat pesan Bai An, yaitu tugasnya hanya membuat ilusi bersama Ling Wenli.


Saat semuanya selesai.


Wuss..!!


Mu Xia'er muncul di depan Bai Han sambil memeluknya erat di sertai tangisan.


Bai Han yang sedang memulihkan diri awalnya kesal karena ia di ganggu, namun saat tahu jika itu ibunya, ia terdiam.


Terlebih saat melihat air mata ibunya kini jatuh ke pipinya, hal itu membuat Bai Han ikut meneteskan air mata.


Dari dulu Bai Han sangat ingin merasakan kasih sayang seorang ibu, walau ia tahu Mu Xia'er tulus menyanginya, ia tetap saja ikut menangis saat melihat ibunya menangis.


“Ibu, berhentilah menangis, Han'er baik-baik saja,” ucap Bai Han ikut menangis tersendu-sendu.


Walau Bai Han mempunyai pemikiran layaknya orang dewasa, pada kenyataannya ia tetaplah anak kecil.


“Bagaimana ibu tidak sedih, seorang ibu melihat putranya melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan,” kata Mu Xia'er terus menerus menangis.


“Lain kali berhentilah melakukan hal yang orang dewasa lakukan, kau itu masih kecil Han'er, masamu ini adalah masa main-main, jadi berhentilah melakukan latihan, ibu tak ingin putra ibu terluka,” ucap Mu Xia'er menangis.


Mu Xia'er terlihat tidak berhenti bicara, ia menasehati putranya itu sepanjang hari.


Bai An, Duan Du, Tu Long dan Ling Yenrou yang telah sadar kini terlihat pura-pura melakukan aktipitas mereka.


Jika mereka bangun, maka mereka yakin akan mendapat ceramah di sertai amarah dari Mu Xia'er, terlebih Bai An, Duan Du dan Tu Long.

__ADS_1


Terlihat tubuh Duan Du dan Tu Long berkeringat dingin, mereka takut akan menjadi pelampaisan amarah Mu Xia'er.


__ADS_2