
“Apakah kau mengira bisa melindungi anak ini Ras Half Dragon Giant,” ucap Energi Hu Qia dengan nada mengejek.
“Tentu saja bisa, karena aku sudah menyadari ada yang tidak beres di tempat ini, jadi aku mengantisipasinya,” jawab orang di belakang Tu Long.
Melihat siapa orang yang ada di belakang Tu Long. Wajah Energi Hu Qia langsung jelek.
Tapi ia kembali tersenyum saat melihat Hu Liu Chen yang mati.
“Ugghh,, balaskan dendamku saudara Tu, dan cepat bawa Han'er pergi dari sini Saudara Du,” ucap Hu Liu Chen kini mulai menutup matanya, tak lama Hu Liu Chen terjatuh ke bawah.
Wajah Tu Long langsung memerah.
“Kalian semua akan mati,” raung Tu Long merasa tidak bisa melindungi keluarganya, Tu Long kini menjadi gila.
Sementara wajah Bai Han membatu saat melihat pamannya yang mati.
“Jangan bilang kalian telah merencanakan ini agar aku tidak mati?” Tanya Bai Han kini menatap ke arah Duan Du.
Duan Du yang memasang wajah datar hanya diam saja, tangannya kini terkepal erat.
“Jangan sia-siakan pengorbanan pamanmu dan dia bukan ibumu lagi Han'er,” ucap Duan Du menunjuk ke arah Hu Qia yang terlihat membatu juga.
“Kenapa? Kenapa kau membunuh adik ku Hu Lan?” Tanya Hu Qia kini melihat ke arah Energi Surgawinya, padahal ia telah mempercayai Hu Lan, tapi ia tidak menduga akan jadi seperti ini.
Terlebih lagi ia sampai berani membentak dan mengusir orang yang paling ia cintai Bai An, Hu Qia mengira jika Hu Lan tulus membantunya agar suaminya Bai An tidak lagi di incar dan putra maupun semua keluarga yang ia cintai hidup damai.
Hu Qia rela melakukan apa saja demi keselamatan mereka dan Hu Lan berjanji akan membantu mereka, tapi ia tidak menduga jika Hu Lan lah musuh sebenarnya.
“Kau hanyalah Pion, jadi kau cukup nikmati apa yang terjadi, dan kalian semua,” ucap Hu Lan melihat semua orang.
“Apa yang kalian tunggu, cepat habisi mereka semua, walau satu dari mereka tidak ada di sini, aku yakin ia akan datang saat merasakan saudaranya dalam bahaya,” ucap Hu Lan merubah wajahnya menjadi iblis.
Yaps..!!
Sosok iblis inilah yang membantu Klan Fang dan Klan Ho membunuh Klan Chu dulu, walau Hu Lan tidak terlihat kuat, tapi Tu Long tahu jika Energi milik Iblis Sesat ini sangat licik dan akan melakukan segala cara demi memuaskan hasratnya.
Seketika semua orang langsung maju, Hu Lan saat ini menjadi pemimpin yang di tugaskan oleh Leluhur Klan Bai.
Semua Leluhur Klan Bai sedang melakukan pertemuan jadi, ia tidak sempat turun kesini dan Hu Lan tentu memanfaatkan kesempatan hal tersebut untuk membunuh Bai Han karena ia tahu tentang ramalan sosok Penguasa terkuat akan lahir.
Untuk para leluhur klan Bai, mereka semua tidak mengetahuinya, jika mereka tahu, mungkin mereka akan memanfaatkan Bai Han agar mereka bisa membalas dendam.
Patriark Klan Ho yang diam langsung bergerak cepat ke arah Tu Long, di ikuti oleh Tetua pertama klan Fang dan beberapa ahli kuat.
Saat mereka sampai, mereka langsung melancarkan serangan terkuat mereka ke arah Tu Long.
Mereka terlihat tidak peduli akan kediaman milik Hu Xiao.
__ADS_1
“Mati.”
Teriak Patriark Klan Ho terdengar menggema.
Bom..!!
Bom..!!
Bom..!!
Ledakan beruntun terdengar, setelah hasil ledakan menghilang, mata semua orang terbelalak kaget saat melihat Tu Long masih berdiri tegap tanpa lecet sedikitpun.
Tidak jauh dari Tu Long.
Duan Du saat ini sedang membawa mayat Hu Liu Chen dan Bai Han pergi dari tempat ini.
Walau ia sangat ingin bertarung, ia lebih mementingkan keselamatan keponakannya, jika ia telah membawa keponakannya ke tempat aman, maka ia bisa kembali membantu Tu Long.
Awalnya Duan Du ingin menaruh mereka di dalam Dunia Jiwa, tapi karena peringatan Tu Long jika Hu Lan ini bisa merobek Dunia Jiwa milik Duan Du, berbeda dengan Dunia Jiwa Bai An yang sulit di robek orang.
Jadi mau tak mau Duan Du pergi menjauh.
Wuss..!!
Bom bom..!!
Tap tap..!!
Langkah Duan Du terhenti saat melihat Hu Xiao kini bersama orang yang Duan Du kenal.
Duan Du cukup terkejut saat melihat Bai Chen ada di samping Hu Xiao.
Tapi tak lama ia kembali merubah ekspresinya.
“Hmm..!! Jebakan yang kalian buat cukup bagus juga,” ucap Duan Du terlihat santai.
Mata Duan Du melihat ke segala arah, melihat jika Hu Lan dan yang lainnya kini hampir sampai.
“Apa kalian budak iblis itu?” Tunjuk Duan Du ke arah Hu Lan.
“Ckck,, Bai Chen, apa kau akan terus seperti ini yang akan menjadi pion bagi Klan Bai, dan untukmu Hu Xiao, aku tak menduga jika kau yang selalu tegas tidak mau mengikuti perintah mereka kini mulai menjadi pengecut,” dengus Duan Du.
Mata Bai Chen dan Hu Xiao melotot.
“Suadara Fang Duan?” Ucap keduanya sedikit bergetar.
“Ooh,, aku tak menyangka jika kalian masih mengingat diriku,” ucap Duan Du langsung memasukkan Bai Han ke dunia jiwanya yang telah ia buat pingsan.
__ADS_1
“Baiklah, mari kita bernostalgia,” ucap Duan Du.
Blush..!!
Seketika aura Duan Du meledak dan menyebar ke segala arah.
Hu Lan dan para tetua klan era kuno berhenti karena merasa terganggu dan tertekan oleh aura milik Duan Du.
Tapi Hu Lan langsung tersenyum karena menemukan sebuah kesempatan.
“De..Dewa Suci Semesta ⭐ 5 Puncak,” ucap Hu Xiao sedikit bergetar.
“Bukan kau saja yang memiliki kemajuan Fang Duan,” ucap Bai Chen dengan nada dingin.
Blush..!!
Seketika dua aura langsung bentrok menyebabkan dunia kecil tempat Klan Hu berada langsung hancur.
Bahkan akibat kedua benturan aura tersebut menghentikan pertarungan Tu Long, mata semua orang terbelalak kaget saat melihat kekuatan milik Bai Chen.
Bom..!!
Bom..!!
Ledakan terus terdengar akibat benturan aura.
Hu Xiao yang memiliki kekuatan Dewa Suci Semesta ⭐ 2 Awal bahkan di buat mundur hanya dengan benturan auranya.
“Hmm..!! Aku tak menduga pion milik klan Bai sudah sampai ke tahap ini,” ejek Duan Du.
“Aku juga tak mengira jika kau sudah di Reinkarnasi dan saat memulai dari awal, kau dengan cepat sampai ke tahap ini,” puji Bai Chen dengan tulus.
“Eeh,, aku tak butuh pujianmu, jadi mari kita lakukan,” ucap Duan Du langsung menghilang.
Bayangan Duan Du muncul di depan Bai Chen.
Sebuah pedang energi terayun santai dari tangan Duan Du.
Brak..!!
Dengan santai Bai Chen memblokirnya menggunakan pedangnya, terlihat jika mata Bai Chen berubah warna, dari biru kini bewarna emas.
Mata tersebut memiliki keunikan, ia bisa melihat semua musuh bersembunyi dimana saja, sehingga Bai Chen dengan mudah menahan serangan Duan Du yang muncul dari bayangannya.
Melihat dampak pertarungan mereka, Bai Chen dan Duan Du menghilang entah kemana.
Tu Long yang melihat Duan Du pergi, kini mulai serius, ia memejamkan matanya beberapa saat sebelum membukanya.
__ADS_1
“Saatnya memakan makanan penutup, walau tidak ada makanan pembuka,” gumam Tu Long menyeringai tipis.