Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Penjemputan Bai An dan Peningkatan Duan Du


__ADS_3

Sosok pemuda tersebut langsung menyentuh kepalanya. Sebuah topeng langsung terangkat.


“Sudah Guru, kebetulan saat menabrak Leluhur Guru Besar, aku melihat ada 3 tiga dari mereka yang mengawasinya.” Ucap Heng Yu atau yang memiliki nama asli Lan Yuheng.


“Hooh,, mereka cukup berani juga mengawasi Kakek ku saat aku berada di sini,” ucap Xi Juan tersenyum menyeringai.


Tap tap..!!


“Kau jangan kemana-mana, ingatlah janji kita dengan Naga Berlian Langit, kita tidak boleh terlalu mencampuri urusan Kakek, karena itu bisa membuat perkembangannya terhambat lantaran mengetahui kita cucunya membantunya.” Ucap Xi Luan langsung menghentikan langkah Xi Juan yang akan pergi.


Xi Juan seketika terdiam.


“Hais,, saking semangatnya ingin menemui kakek, aku sampai lupa dengan janji kita,” ucap Xi Juan kini cengengesan sambil menggosok-gosok hidungnya.


“Tapi jika kita tidak boleh terlalu membantu kakek, maka yang lainnya tentu saja boleh bukan,” sambung Xi Juan yang terlihat tidak kehabisan akal.


Wajah Xi Luan hanya memasang wajah datar sambil menatap adiknya. “Hanya kau yang paling mengetahuinya, lakukan saja sesukamu, tapi ingat, jangan berlebihan dalam membantu kakek, dan aku hanya memperingati saja, jika kita terlalu bergerak, mereka yang berasal dari Tower akan ikut bergerak juga. Jadi bantu kakek saat di kondisi kritis saja.” Tanpa menunggu balasan dari Xi Juan. Xi Luan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


Hemm..!!


Terlihat wajah Xi Juan cemberut. Ia kini mengingat janjinya dengan Naga Berlian Langit.


Flashback.


“Akhirnya kalian datang juga ke Dimensi Alam Dewa ini, perlu kalian ketahui, aku sudah lama menunggu kalian.” Ucap sosok pria muda yang terlihat berusia 19 tahun.


Xi bersaudara yang muncul bersama Yang Tan, Lan Yuheng dan sosok anak kecil setengah iblis setengah manusia langsung melirik ke sosok pemuda yang menyapa mereka saat tiba di antah berantah ini.


“Eeh,, kenapa wajahmu berubah lagi?” Tanya Xi Juan yang menyadari jika pemuda di depannya adalah Naga Berlian Langit.


Wuss..!!


“Aku tak bisa lama di sini,” ucap Naga Berlian Langit langsung membawa Xi Juan dan Xi Luan ke dunia jiwa Xi Juan.


“Baiklah aku akan langsung saja memberitahu kalian, pertama, jangan terlalu mencolok, kedua, jauhilah sosok-sosok orang bertopeng putih, ketiga, jika sudah tidak mungkin menghindari konflik dengan orang-orang bertopeng putih, maka lawan sewajarnya.”


“Keempat, jika kakekmu sudah tiba, jangan membantunya, karena itu bisa membuat perkembangannya tidak bisa meningkat. Dan aku mohon kalian berjanjilah dengan pesanku tadi. Ini juga demi kebaikan kalian.”


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Naga Berlian Langit langsung membawa Xi bersaudara kembali ke tempatnya pertama kali muncul.


“Aku akan pergi dan mungkin tidak akan pernah menemui kalian sampai waktu yang tidak aku ketahui, sampai jumpa,” ucap Naga Berlian Langit langsung menghilang.


Tapi sebelum benar-benar menghilang, sebuah suara menggema di pikiran Xi bersaudara. “Oh ya aku lupa jika sosok bertopeng putih adalah anggota terkuat, sisanya kalian cari tahu saja sendiri siapa mereka sebenarnya.”

__ADS_1


Mendengar itu, Xi bersaudara saling melirik satu sama lain.


“Heeh,, siapa juga yang mau mendengar saranmu,” dengus Xi Juan langsung mengalihkan pandangan dengan wajah berseri-seri saat melihat sejauh mata memandang, hanya hamparan rumput saja yang ia lihat, ia juga merasakan tekanan di sini jauh ratusan bahkan ribuan kali lipat lebih kuat dari tempatnya berasal.


“Hehehe waktunya meningkatkan kekuatan,” gumam Xi Juan tersenyum bahagia.


Flashback End...!!


“Hais, mengingat kejadian itu, betapa lucunya diriku saat itu,” gumam Xi Juan tersenyum-senyum kecil.


Tap tap..!!


“Guru, Leluhur Guru Besar telah tiba,” ucap Lan Yuheng muncul dengan nada bicara tergesa-gesa.


Pandangan Xi Juan mengarah ke Lan Yuheng. “Arahkan kakek ke tempat Guru berada.” Ucap Xi Juan memberi perintah Lan Yuheng.


Lan Yuheng langsung menghilang dari tempatnya.


Wuss..!!


***


Tap tap..!!


“Hemm..!! Mengapa aku merasa kedai ini mirip dengan rumah Ling Hua,” gumam Bai An dalam hati.


Tap tap..!!


“Maaf Tuan, apakah anda Tuan muda Bai An?” Tanya sosok pria tua dengan handuk di pundaknya.


“Ah ya, maaf, apakah anda pemilik kedai?” Jawab Bai An sambil bertanya setelah di sadarkan oleh pria tua yang tiba-tiba sudah ada di depannya.


“Benar Tuan muda, silahkan ikuti saya, Tuan muda Duan dan Tuan muda Wuhan ada di dalam dan sedang melakukan kultivasi tertutup. Tapi saya bisa membawa Tuan muda Bai ke tempat mereka,” jawab pria tua dengan seutas senyum lembut.


Segera pria tua tersebut membawa Bai An setelah mendapat persetujuan.


Tap tap..!!


Hemm..!!


Terlihat Bai An melihat sekelilingnya dan ia semakin tertarik dengan struktur kedai ini yang terlihat sebuah markas.


Sekitar satu menit Bai An di ajak menelusuri kedai hingga terhenti di sebuah kamar paling ujung.

__ADS_1


”Hemm..!! Apakah di sini?” Tanya Bai An mengerutkan keningnya lantaran kesadarannya tidak bisa melihat maupun merasakan apa-apa.


Cklek..!!


Wuss..!!


Pria tua tersebut tidak menjawab, ia langsung membuka pintu.


“Hemm..!! Ini,” ucap Bai An sedikit terkejut saat melihat perisai waktu. Tentu ia tahu dari bentuk maupun polanya.


“Silahkan masuk jika Tuan muda Bai ingin meningkatkan kekuatan anda, saya mohon izin untuk pamit,” ucap pria tua melangkah pergi tanpa menunggu respon dari Bai An.


Bai An yang masih terkejut sekaligus terpana dengan perisai waktu di depannya seketika tersadar saat melihat Duan Du membuka matanya.


...


Blush..!!


“Akhirnya, butuh 3000 tahun lebih untuk mencapai Dewa Surgawi ⭐ 6 Awal,” gumam Duan Du tersenyum lebar.


“Eeh,, kakak,” ucap Duan Du seketika bangkit.


Tap tap..!!


Seolah tidak memiliki batasan, Duan Du melewati dinding perisai.


“Kak kapan kau tiba?” Tanya Duan Du dengan nada bersemangat.


“Baru ini, bahkan aku belum masuk, tapi kau sudah sadar lebih dulu,” jawab Bai An tersenyum hangat saat merasakan aura dari adiknya yang telah meningkat.


”Hehe,, melihat senyum kakak, kakak pasti sudah sadar ya,” kekeh Duan Du. “Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darimu kak.” Sambung Duan Du menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Dalam hatinya Duan Du juga bertekad ingin melindungi kakaknya mulai detik ini, karena ia sadar jika dirinya yang terkuat dalam anggota keluarganya.


“Selamat Du'er karena telah mencapai jajaran para Jenius Monster Sejati di usia muda,” ucap Bai An memberi pujian penuh ketulusan.


“Hehe,, tentu saja adikmu ini memang Jenius,” ucap Duan Du dengan nada semakin bangga setelah di puji oleh kakaknya. Ia sangat bahagia lantaran baru kali ini dirinya di puji oleh kakaknya setelah sekian lama bersama.


“Hemm..!! Jangan angkuh bocah nakal, kakak ingin bertanya, siapa yang membuat perisai waktu ini dan siapa sebenarnya pemilik kedai ini?” Tanya Bai An dengan wajah serius.


“Ingat, jangan membohongi atau menutupi apapun dari kakakmu, karena kakakmu ini merasa kau mengetahui siapa pemilik Kedai ini.” Ucap Bai An menatap mata Duan Du.


Glek..!!

__ADS_1


“Sial,, apa yang harus aku katakan ke kakak, jika aku salah bicara, kakak pasti sadar jika aku berbohong,” gumam Duan Du langsung panik.


__ADS_2