Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kelicikan Chen Long dan Pertemuan Chen Long Dengan Bai Chu Ye


__ADS_3

Walau begitu, Bai Chu Ye tetap tenang tanpa merasa kecewa, karena kekuatan Bai Xue Ren berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 8 Puncak. Kekuatan yang sangat luar biasa menurut Bai Chu Ye.


Ia pun tak menyangka hasil ciptaannya akan sekuat ini saat tidak sempurna, membayangkan Bai Xue Ren telah sempurna membuat Bai Chu Ye menyunggingkan seutas senyum datar.


Tapi, walau begitu, Bai Chu Ye sadar jika membuat Bai Xue Ren tidak semudah yang terlihat, Bai Chu Ye menggunakan setengah Inti Darah Abadinya, yang artinya ia menggunakan setengah keabadiannya.


Dan hal itu membuat Bai Chu Ye rentan mati, ibarat kayu yang sudah lapuk, jika di pukul maka akan langsung hancur.


Namun Bai Chu Ye tentu tidak akan berpikir negatif akan kelemahannya ini, ia malah semakin termotivasi, dengan berpikir jika ia semakin kuat, maka kelemahannya akan tertutupi.


“Huuf,, semoga ayah tidak menyadari hal ini,” gumam Bai Chu Ye dalam hati.


“Ayo kita kembali Xue Ren,” ajak Bai Chu Ye.


Wuss..!!


Keduanya langsung berubah menjadi butiran darah.


***


Dret..!!


Tatapan mata sosok bertopeng kuning seketika bersinar di sertai hawa mencekam menyelimuti area tempatnya berada.


“Siapa?”


“Siapa yang telah membunuh bawahanku?” Ucap sosok bertopeng kuning dengan nada dingin.


Wung..!!


Tak lama muncul ratusan sosok bertopeng merah, 10 sosok bertopeng biru dan 3 sosok bertopeng hitam.


“Cari, siapa orangnya, jangan sampai adanya jejak, karena aku tak mau rencanaku ketahuan,” ucap sosok bertopeng kuning.


Saat semuanya akan bergerak, suara sosok bertopeng kuning kembali terdengar. “Topeng hitam 1 dan 2, kalian diam.”


Pelayan Sia Yun dan rekannya mengangguk sambil tetap berlutut dan kepala mengarah ke bawah.


“Hemm..!! Kalian mungkin tahu kedatanganku kesini karena Para Jendral sudah meragukan kinerja kalian, dan jika kalian gagal, maka kalian semua akan di bunuh, sedangkan aku tidak.” Ucap sosok bertopeng kuning.


“Jadi kalian jangan kecewakan Jendral dan jangan melakukan hal di luar batas,” ucap sosok bertopeng kuning menatap ke arah Pelayan Sia Yun yang dulunya pernah menjadi Tuannya.


Tentua Pelayan Sia Yun sadar jika kini ia di tuduh, walau ucapannya secara halus, Pelayan Sia Yun tahu kematiannya tidak akan lama lagi.


“Demi Yang Mulia, kami tidak akan pernah berkhianat maupun mengecewakan pemberian yang telah beliau berikan,” ucap Pelayan Sia Yun dan rekannya serempak.

__ADS_1


“Baiklah, kalian boleh pergi,” ucap sosok bertopeng kuning.


Saat Pelayan Sia Yun dan rekannya akan pergi, tubuh Pelayan Sia Yun sedikit bergetar saat mendengar suara Tuannya.


“Oh ya, aku lupa jika Tuan kami, Tuan pertama bertopeng kuning telah di tangkap karena ketahuan berkhianat,” ucap sosok bertopeng kuning di sertai seutas senyum tipis.


Dret..!!


Pelayan Sia Yun dan rekannya langsung menghilang dan sosok bertopeng kuning seketika bergumam. “Aku sudah menduga jika ia salah satu dari mereka yang tersisa di masa lalu.”


***


Waktu terus berlalu, tanpa terasa pagi telah tiba, Kota yang tadinya sangat padat kini semakin membeludak.


Banyak ahli-ahli tersembunyi bermunculan, dari klan kuno yang tidak pernah memperlihatkan diri, hingga para ahli yang telah mundur dari dunia kultivator.


Sementara di Rumah Lelang Gedung Merah, semua pegawainya kini terlihat sibuk merenovasi ulang ruangan aula lelang menjadi jauh lebih besar lagi.


...


Jauh di luar kota, kini para Tuan muda Sekte besar, Tuan muda klan maupun para Jenius dari berbagai sekte kini mulai berdesakan masuk.


“Hei kalian cepatlah, jangan buat kami menunggu terlalu lama,” teriak salah satu pemuda dengan aura selalu keluar dari tubuhnya. Jika Bai An dan sekeluarga melihatnya, maka mereka pasti akan mengenalnya, karena dia adalah Chen Long.


Tingkat kultivasi Chen Long kini berada di Dewa Surgawi ⭐ 5 Awal.


“Apa yang kalian lihat hah,” teriak Chen Long langsung menunjuk beberapa pemuda.


Beruntung yang Chen Long tunjuk mengenal Chen Long beserta sektenya, dan mereka juga takut akan amarah Sekte terkuat pertama jika berani memprovokasi Chen Long.


Dengan angkuh Chen Long melangkah. “Minggir,” ucap Chen Long dengan nada dingin.


Dengan cepat para Jenius Sekte dan Jenius Sejati memberikan jalan.


Tap tap..!!


Tapi langkah Chen Long terhenti saat ada lima sosok pria sepuh dan pria yang terlihat berumur 40 tahunan tidak menyingkir.


“Sialan, apa kalian-”


Blush..!!


“Jangan sombong anak muda, kau hanya katak dalam sumur,” ucap sosok pria sepuh.


“Bahkan jika Master mu di sini pun ia akan langsung bersujud di depanku,” sambung pria berusia 40 tahunan.

__ADS_1


Wajah Chen Long memerah saat mendengar dirinya di permalukan. Walau ia tahu jika saat ini di tekan, kebanggaan akan dirinya membuat Chen Long semakin angkuh.


“Apa kau bilang, berani sekali-” Dret..!!


Duar..!!


Tubuh Chen Long langsung terlempar oleh sosok wanita sepuh. “Anak jaman sekarang sungguh tidak mengetahui batasan mereka,” ucap suara rapuh.


“Kau benar, kita juga tidak tahu dengan anak-anak yang lainnya, apakah mereka semua sama dengan pemuda itu, itu karena kita sudah lama mengasingkan diri.” Sambung pria sepuh yang mirip dengan wanita sepuh tersebut.


Tap tap..!!


Tak lama kelimanya masuk setelah mendapat antrian masuk kota.


...


Sementara Chen Long yang di pukul kini di bantu bangkit oleh para bawahannya termasuk salah satu Penetua Inti Sekte yang baru saja tiba.


“Apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa terluka?” Tanya Penetua Inti yang memang benar-benar tidak mengetahui apapun.


“Uhuk,, Guru, ada lima orang tadi menghadang Chen'er saat akan mengambil antrian masuk, mereka dengan sengaja mengeroyok Chen'er lalu mengambil antrian. Tapi karena Chen'er tidak terima dengan mencoba menghentikan mereka, mereka pun semakin beringas hingga melukai Chen'er seperti ini.” Ucap Chen Long dengan wajah sedih.


Pandangan Penetua Inti yang tak lain Guru dari Chen Long pun melirik ke arah para murid sektenya. Mereka semua pun ikut mengangguk.


“Sialan, dimana mereka? Ayo kita buat perhitungan nanti,” ucap Guru Chen Long di sertai aura membunuh keluar dari tubuhnya.


Chen Long dan para bawahannya seketika menyunggingkan senyum tipis.


Tap tap..!!


Saat mereka kini akan kembali menuju gerbang kota, terdengar suara langkah kaki menuju ke arah mereka.


Melihat 4 orang dengan dua sosok mengenakan jubah yang Chen Long kenal. Aura Chen Long langsung keluar.


“Guru, mereka, mereka adalah anggota dari kelima orang yang telah melukai Chen'er, jubah mereka sama persis,” teriak Chen Long menunjuk ke arah Bai Chu Ye dan Bai Xue Ren.


Wajah Guru Chen Long langsung berubah, namun saat ia membalik badan, tubuhnya sedikit merinding.


“Master Sekte Pedang Cahaya dan Rubah Kematian, lalu-” ucapan Guru Chen Long terhenti karena tidak mengenal dua sosok berjubah hitam mengenakan tudung tersebut.


Tap tap..!!


“Hei kalian, aku yakin kalian adalah anggota orang yang tadi memukulku tanpa sebab, berikan aku kompensasi yang setimpal dengan kedua lengan kalian semua, jika tidak-” Seutas senyum mengerikan Chen Long perlihatkan.


Master Wuan De dan Rubah Kematian yang mendengar itu seketika saling melirik. “Aku pilih pahanya,” ucap Rubah Kematian menjilat bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2