Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Membantai Anggota Klan Ling ( Klan Ling Pengkhianat )


__ADS_3

“Saatnya mengurangi musuh sekaligus membasmi para pengkhianat,” gumam Bai An mengayunkan pedang Asura.


Crash..!!


Melihat kepala salah satu keponakannya langsung terlepas tanpa bisa hidup kembali, Bai An langsung mengangguk.


“Pedang ini memang unik, jika dahulu aku mengetahui ia bisa membunuh bahkan tanpa energi, mungkin aku akan langsung menggunakannya,” gumam Bai An dalam benaknya. Tapi yang lalu biarlah berlalu.


Wuss..!!


Bai An kembali muncul di salah satu kamar orang yang ia kenal di masa lalu.


Crash..!!


Tanpa ekspresi Bai An membunuh mereka semua tanpa dapat di rasakan keberadaannya.


“Hemm,, Anggota keluarganya sudah mati, kini tinggal dalang yang ikut menyerang ku di masa lalu,” gumam Bai An melirik ke arah barat, tepatnya aula.


Saat ini Bai An sedang berada di kediaman klan Ling yang baru. Atau lebih tepatnya para pengkhianat.


Wuss..!!


***


Di aula, saat ini semua orang yang Bai An kenal sedang berkumpul, mereka mendiskusikan rencana untuk menyerang perbatasan sekaligus membalaskan dendam Li Xing dan putranya Li Meng.


“Hem..!! Apa kau yakin kita bisa memusnahkan mereka dalam sekali gerakan? Kau tahu jika disana ada Ling Sui, Ling Feng dan yang paling menyusahkan Mei Yin,” ucap salah satu putra Bai An.


Ling Ye, ia adalah putra dari istri ke tujuh Bai An Ra Yuan.


“Hem apa yang di katakan Ling Ye benar, terlebih aku mendengar isu jika Xiong Zai mati, walau hanya isu, bisa saja itu kenyataan.” Sambung Ling Ma, salah satu anggota keluarga Bai An.


“Kenapa kalian harus takut, kita hanya menunggu Ling Qin dan Dong Jin datang, karena ia yang telah bentrok dengan mereka terutama Ling Bai An,” ucap salah satu wanita dengan nada angkuh. Ia adalah Ra Yuan, wanita yang paling tidak tahu malu.


Wuss..!!


Merasakan adanya serangan dari luar, seketika semua orang yang ada di dalam aula pertemuan langsung bangkit lalu melapisi tubuh mereka menggunakan energi mereka.


Bom..!!


Duar..!!


Sebuah anak panah langsung meluncur lalu menghancurkan aula hingga hangus tak tersisa.


Walau begitu, semua dari orang yang ada di dalam aula tidak ada yang mati atau terluka.


Wuss..!!


“Siapa yang begitu berani menyerang klan Ling,” teriak Ling Ma kini muncul di atas aula yang telah hancur.


Semua anggota klan Ling juga ikut muncul di samping Ling Ma. Kini pandangan mereka mencari sosok yang menyerang mereka.


Bai An yang melihat targetnya telah keluar semua menyunggingkan senyum tipis. “Waktunya pembantaian.”


“Asura Blood bantu aku, kau menghisap darahnya aku akan menghisap energi mereka,” ucap Bai An datar.


Pedang Asura seketika sedikit bergetar tanda setuju.


Wuss..!!


“Teknik Asura.”


“Penghakiman,” gumam Bai An langsung mengayunkan pedang Asura.


Wuss..!!


Sebuah bilah berbentuk timbangan langsung melesat lalu menghilang.


Ling Ma dan anggota klan Ling yang tidak mendapati adanya seseorang yang menyerang mereka awalnya ingin kembali.


Tapi mereka langsung mengerahkan serangan saat sebuah serangan energi berbentuk Timbangan muncul.

__ADS_1


“Sial.” Teriak Ling Ye dan Ling Ma.


Ling Ye mengayunkan sebuah pedang tipis, tak lama sebuah bilah muncul membentuk sebuah Singa.


Goar..!!


Sementara Ling Ma mengayunkan tombaknya lalu sebuah Mutan muncul.


Bom..!!


Ledakan besar langsung mengguncang area klan Ling.


Tidak berhenti sampai di sana, Timbangan tersebut terus melesat di sertai semakin membesar.


Bom..!!


Timbangan energi langsung membentur tanah lalu menyebar.


Tak lama anggota klan Ling yang hanya memiliki tingkat kultivasi Dewa Penguasa Master kebawah seketika berteriak saat tubuh mereka di lilit oleh sesuatu.


Argh..!!


Arghh..!!


“Bantu aku kakak,” teriak salah satu anggota klan Ling kepada kakaknya yang mempunyai tingkat kultivasi Dewa Penguasa Berlian ⭐ 2 Menengah.


Saat tangan orang yang di panggil kakak ingin memegang tangan adiknya.


Hap..!!


Tak lama sebuah energi menjalar, ia langsung merasakan darahnya seolah di sedot dengan kecepatan mengerikan.


Argh..!!


Melihat itu, banyak anggota klan Ling yang awalnya ingin menolong keluarga mereka kini tidak jadi.


Bai An yang melihat serangannya hanya berdampak pada Dewa Penguasa Master ke bawah sedikit tersenyum kecut.


Bai An tentu paham, karena tadi ia sama sekali tidak menggunakan energinya sendiri saat menyerang dan murni menggunakan kekuatan fisik.


“Cepat bereskan mereka, aku merasakan banyak Ras yang hampir menjadi Humans Demin Vampire menuju kesini,” ucap Asura Blood memperingati.


Wuss..!!


Bai An langsung muncul di depan salah satu anggota klan Ling.


Crash..!!


Srett..!!


Tubuh orang tersebut langsung mengering saat Bai An membunuhnya.


Wuss..!!


“Teknik Asura.”


“Kematian.” Ucap Bai An muncul di depan Ra Yuan.


Ra Yuan yang melihat seseorang muncul di depannya langsung mengayunkan pedangnya juga.


Trank..!!


Crak crak..!!


Crash..!!


Tubuh Ra Yuan langsung terpotong rapi, Ra Yuan mati dengan tatapan tidak percaya, yang ia tidak percayai adalah sosok yang membunuhnya dengan begitu mudah.


Bom bom bom..!!


Kecepatan Bai An dalam membunuh tidak dapat di ikuti oleh mata Ling Ma dan Ling Ye.

__ADS_1


Kini keduanya sedikit ketakutan, mereka terlihat saling membelakangi sambil mengarahkan senjata mereka ke arah depan.


“Keluar kau bangs**t,” teriak Ling Ye kini dengan tubuh bergetar, bercampur amarah, sedih saat melihat ibunya mati.


“Sialan jika begini anggota klan Ling habis dalam waktu kurang 1 menit, ayo hentikan dia,” teriak Ling Ma saat melihat satu persatu anggota klan Ling berjatuhan dengan tubuh mengering.


Wuss..!!


“Hemm..!! Kalian sangat tidak sabar menunggu giliran kalian rupanya,” ucap Bai An datar.


Mendengar suara dan melihat siapa yang muncul.


“A..Asur-”


Wuss..!!


Crash..!!


Kepala Ling Ye langsung melayang dengan mata masih terbuka lebar.


Melihat Bai An hanya mengayunkan pedangnya dengan santai dan bisa membunuh Ling Ye yang memiliki tingkat kultivasi Dewa Penguasa Half Immortal Suci ⭐ 2 Ahir. Tubuh Ling Ma langsung ambruk.


“A..Ampuni aku Yang Mu-”


“Tenang saja, aku akan mengampunimu,”


Mata Ling Ma langsung cerah, saat ia mengangkat kepala.


Ling Ma langsung memegangi lehernya yang kini mengerucutkan darah.


“Ke..Kenapa..??”


Hanya itu yang keluar dari mulut Ling Ma sebelum tubuhnya mengering.


“Hehe,, aku mengampunimu saat suasana hatiku sedang baik, tapi melihat kalian semua aku rasa suasana hatiku tidak akan pernah baik,” kekeh Bai An.


Bai An kemudian melayang ke atas.


“Teknik Asura.”


“Pemusnah.”


Wuss..!!


Sebuah bilah pedang langsung melesat ke bawah saat Bai An mengyunkan pedangnya.


Bom..!!


Wuss..!!


Bom bom bom bom..!!


Tak lama semua wilayah klan Ling langsung hancur tanpa sisa.


Hem..!!


“Ini barulah awal dari pembalasku seorang diri,” gumam Bai An.


Entah mengapa saat selesainya proses penggabungan Pedang Asura, Bai An merasa tidak ingin melibatkan keluarganya.


Sreek..!!


Tangan Bai An merobek ruang lalu masuk.


Wuss..!!


...


Saat Bai An menghilang, muncul dua orang yang Bai An kenal bersama banyak pasukan.


“Sialan, ini pasti ulah mereka,” teriak Ling Qin langsung berteriak penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2