
“Aah ya, itu dia, dia masih hidup dan berhasil melarikan diri.” Ucap Tu Long merubah ekspresinya wajahnya dengan wajah dingin.
Deg..!!
Jantung semua orang yang ada di sana seketika bertedak sedikit lebih cepat.
“Apaaa..!!”
Seketika ruangan tersebut menjadi ribut, mereka tak menyangka jika Leluhur Hendric masih hidup.
“Jika ia memang benar masih hidup, maka ini akan sedikit lebih sulit dari dugaan,” ucap Bai Han.
“Aku bahkan tak menyangka ia masih hidup dan sampai detik ini aku sedikit tak percaya, jelas-jelas aku mendengar banyak orang membicarakan kematian dan bagaimana cara leluhur Hendric di bunuh,” ucap Long Yuan.
“Dengan pertarungan Tu Long dan Leluhur Hendric saja bisa merubah rencana kita yang dari awal kita tetapkan. Dan setelah Ras Manusia menyerang kita dengan susah payah memikirkan langkah selanjutnya.” Sambung Lang Zai.
“Hem..!! Dan sekarang jika Leluhur Hendric masih hidup, aku yakin ini bagian dari rencananya menyuruh para Leluhur Manusia dan Kekaisaran Gama untuk menyerang. Kali ini rencana kembali akan di ubah.” Sambung Bai Han merenung.
Keheningan terjadi akibat berita yang mereka dengar, sementara Tu Long dan Cen Tian hanya diam sambil menikmati arak dan menghitung harta mereka.
“Hemm..!! Rencana tidak akan berubah, biarkan ini mengalir seperti yang telah aku katakan tadi.” Ucap Bai Chu Ye langsung mengangkat kepalanya dengan santai.
Sontak semua orang melihat ke arah Bai Chu Ye.
“Apa kau yakin Ye'er?” Tanya Bai Han sedikit memiringkan kepalanya.
“Benar, yang kita takutkan saat ini adalah Leluhur Hendric itu, ia sangat cerdas dan licin, jika kita kalah sedikit gerakan maka kita yang akan jatuh lebih dulu.” Sambung Long Yuan menatap ke arah Bai Chu Ye dengan tatapan serius.
“Tidak, rencanaku tidak akan berubah, lakukan saja tugas yang telah aku katakan tadi,” ucap Bai Chu Ye berdiri dengan penuh keyakinan.
Mereka semua hanya menghela nafas.
“Hahaha..!! Aku kaya.”
Di saat semua orang berdiskusi, Cen Tian yang asik menghitung hartanya langsung berteriak bahagia.
Tatapan mengerikan langsung semuanya arahkan kepada Cen Tian.
Cen Tian seketika bingung sambil menggaruk kepalanya. “Apa apaan kalian ini,” dengus Cen Tian dengan nada kesal.
__ADS_1
Seketika semua orang membalas dengusan Cen Tian.
Tu Long yang telah sedikit mabuk langsung menaruh kepalanya di meja.
“Hoam,, aku akan tidur sebentar saja, baru kali ini aku merasakan rasanya mengantuk dalam ratusan tahun,” gumam Tu Long.
Mendengar itu, semua orang mengabaikan ucapan Tu Long. Hanya Bai Chu Ye dan Bai Han yang melirik ke arah Tu Long.
“Baiklah kalian boleh pergi semakin cepat maka semakin baik.” Ucap Bai Han langsung melemparkan cincin penyimpanan kepada Long Yuan.
Long Yuan langsung menangkapnya, setelah melihat isinya, Long Yuan langsung mengangguk di sertai menyeringai tipis.
“Ayo Jiu'er, kita akan ke penampungan para budak dan penduduk,” ajak Long Yuan.
Jiu Long langsung mengangguk dengan wajah semangat, mereka pun langsung melangkah pergi.
“Ini untuk kalian, ingat lakukan dengan hati-hati,” ucap Bai Han dengan nada serius.
Bai Han melempar 3 cincin kepada Lang Zai, Pixiu dan Ares.
Ketiganya menangkapnya dengan santai.
Sementara Lang Zai langsung membawa Bai Yu Long pergi bersamanya.
Untuk Pixiu, ia membawa Bai Ji Pixiu dan Bai Gi Pixiu.
...
Melihat semuanya telah pergi, Cen Tian, Bai Han dan Bai Chu Ye kini saling melirik.
“Baiklah, kau bisa bangun paman,” ucap Bai Han.
Hoam..!!
Tu Long langsung menguap, ia kini melirik ketiganya.
“Hemm..!! Aku tahu mengapa kau sangat tenang saat mendengar Leluhur itu masih hidup,” ucap Tu Long melirik ke arah Bai Chu Ye.
“Hemm..!! Saat itu aku langsung tersadar, tidak mungkin kau datang tanpa tujuan bukan? Terlebih saat semua orang sedikit tegang, kau yang paling santai paman,” ucap Bai Chu Ye dengan wajah datar.
__ADS_1
Bai Han sedikit bingung dengan apa yang di ucapkan adiknya, sementara Cen Tian yang telah di beritahu hanya diam saja.
“Hehe,, kau cukup pintar juga Ye'er, memang benar apa yang kau ucapkan. Jika ia masih hidup maka aku langsung memburunya saat itu juga. Tapi aku tidak ingin memburunya lebih dulu karena aku yakin akan ada yang memburunya. Ia adalah pemburu yang mengerikan dan aku rasa kau telah menebaknya bukan.” Kekeh Tu Long melirik ke arah Bai Chu Ye dan Bai Han.
Bai Chu Ye langsung mengangguk santai, sementara Bai Han langsung membelalakkan matanya, tapi tak lama ia langsung memasang wajah jelek.
“Jika ayah sudah lama ada di sini, kenapa ia tidak menemui kita,” ucap Bai Han sedikit cemberut.
“Mungkin demi perkembangan kita, ia tidak ingin kita terlalu bergantung kepada ayah. Dan aku juga baru sadar saat ini mengapa kedua Guild Besar mau bersukutu dengan kita, ini mungkin ada campur tangan ayah.” Sambung Bai Chu Ye melirik ke arah kakaknya.
Bai Han seketika mengangguk setuju. “Aku juga merasa heran dulu, terlebih kekuatan Master Sintia tidak sesederhana yang terlihat. Setidaknya ia setara dengan Leluhur Tertua atau bisa lebih kuat, tapi untuk tingkatannya dengan Leluhur Terkuat, aku rasa ia masih kalah.” Ucap Bai Han langsung mengutarakan pendapatnya.
Cen Tian yang diam dari tadi kini mengangkat kepalanya. “Jadi tujuanmu kesini untuk mencari An'er bukan?” Tanya Cen Tian.
Tu Long mengangguk santai.
“Aku sangat mengetahui sifatmu saudara Tu. Kau tidak mungkin datang kesini hanya untuk mencari An'er, ada dua kemungkinan kau kesini. Pertama pasti ada masalah yang tidak bisa kau hadapi bersama bocah nakal itu sehingga terpaksa kau kesini meminta An'er kembali.” Ucap Cen Tian terdiam sesaat.
“Dan kedua akan datang bahaya besar sehingga kau datang kesini untuk membawa semua orang kembali.” Sambung Cen Tian menatap Tu Long serius.
Tu Long tentu sedikit tidak percaya akan prediksi Cen Tian. Cen Tian memang cerdas, tapi ia lebih meluangkan waktunya kepada harta dari kekuatan atau ikut berdebat.
Bai Han dan Bai Chu Ye pun sedikit tidak percaya akan prediksi Cen Tian yang sangat mengesankan.
“Apa yang kau prediksi memang benar, dan yang kedua itulah 100% benar ucapanmu,” ucap Tu Long kini mulai bangkit.
Pandangan Tu Long mengarah ke atas. “Kenapa kau masih bersembunyi Tuan muda, apa kau tidak ingin di lihat oleh putra dan kakak mu,” ucap Tu Long menyunggingkan senyum tipis.
Wung..!!
Suara dengungan terdengar. Tak lama Bai An muncul dengan jubah putih polos.
“Hemm..!! Kau juga merasakannya ya, aku telah merasakannya juga, tapi saat ini aku ingin mencari beberapa anggota yang akan ikut bersama kita, maka dari itu aku sedikit lebih lama di sini.” Ucap Bai An dengan nada santai.
Pandangan Bai An lalu mengarah ke Bai Han dan Cen Tian yang kini memasang wajah jelek.
Mereka tak menduga jika Bai An selalu mengawasi mereka.
“Kenapa ayah tidak langsung menemui Han'er Hah.” Sifat dewasa Bai Han seketika berubah menjadi anak kecil saat pertama ia bertemu ayahnya dulu.
__ADS_1