Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertemuan dan Ledakan Dahsyat Susulan


__ADS_3

Sementara di kota Linsen, walau di yakini para Leluhur kedua Ras bertahan hidup. Tapi dapat di pastikan mereka akan terluka parah.


***



Jauh di pinggiran 3 Wilayah Ras.


Bai An yang baru saja bertemu Ariel, Antoni dan Sintia langsung mengibaskan tangannya.


Wungg..!!


Sebuah perisai transparan langsung menutupi lembah tempat biasa mereka berkumpul.


Wuss..!!


Sebuah angin berhawa panas di sertai guncangan langsung mereka semua rasakan. Padahal Bai An telah membuat pelindung, tapi tetap saja hasil dari ledakan membuat dampak yang begitu besar.


“Sialan, siapa yang begitu berani membuat ledakan semengerikan ini,” ucap Sintia langsung berdiri.


Tak lama, matanya sedikit melotot saat melihat lautan di kejauhan. Mata Sintia tentu mampu menangkap sejauh ratusan kilo meter bahkan sampai sejauh ribuan.


“Apa-apaan ini, siapa yang begitu kuat sampai bisa menyebabkan semua ini? Tidak mungkin itu para leluhur tertua dari semua Ras sekalipun,” ucap Sintia terkejut luar biasa.


“Hemm..!! Mungkin salah satu Leluhur terkuat dari kedua Ras menggunakan Artefak yang sangat langka,” sambung Ariel kini berdiri di samping Sintia ikut melihat lautan api yang terus mencoba melahap apa saja.


Sementara Antoni kini memikirkan seseorang dan pandangan Antoni mengarah ke Bai An yang sedikit memasang wajah gelap.


Melihat wajah Bai An, Antoni pun semakin yakin ini ulah mereka. Karena mengingat ledakan yang mirip namun jauh lebih besar, ia menduga jika salah satu dari putra Bai An menggunakan benda asing itu.


Sementara Bai An kini bergumam. “Anak ini, jika ia menggunakan 10 saja, aku yakin Dimensi Alam Sihir ini akan hancur.”


Tentu Bai An kesal dengan semua kekacauan yang di perbuat putranya. Tapi Bai An tidak mungkin memarahinya, karena ia sadar pernah nakal sewaktu ia muda dulu.


Mengacau? Jangan di katakan lagi, ia sering mengacau bersama adiknya, membunuh? Jangan di katakan lagi, ia bahkan tak bisa menghitung berapa banyak nyawa yang ia ambil.


Jadi Bai An hanya bisa melihat masa lalunya dari putra putrinya ini. Bai An juga tidak melarang mereka jika ingin mengambil tujuan mereka masing-masing.


Setelah sedikit tenang akibat perbuatan putranya. Bai An langsung mengerutkan keningnya.


Pandangan Bai An mengarah ke barat, arah dari mana Ariel dan Antoni datang beberapa waktu lalu.


”Aura ini,” gumam Bai An. “Hemm..!! Rupanya dia mengikuti mereka berdua,” gumam Bai An kini tersenyum tipis.


...

__ADS_1


Di barat.


Sosok Elf yang mengenakan penutup wajah kini terlihat sedang menutupi seluhur tubuhnya dengan auranya karena dampak hasil ledakan.


“Hemm..!! Apa dia merasakan kehadiranku?” Gumam Elf yang tak lain Diane kini melirik ke arah lokasi Bai An berada.


Tak lama ia sedikit terkejut saat tatapan matanya langsung bertemu dengan mata Bai An, ia juga melihat Bai An tersenyum tipis.


“Walau aku melihat rangkingnya turun drastis dan terlihat lebih lemah dari yang dulu, tetap saja saat melihatnya aku merasakan bahaya luar biasa. Dan aku merasa ia jauh lebih berbahaya dari yang dulu.” Gumam Ratu Elf Diane sedikit aneh.


...


“Tunggu di sini sebentar, aku akan menyambut tamu yang sedikit spesial kali ini,” ucap Bai An tersenyum kecil.


Ariel, Sintia dan Antoni sedikit bingung, namun saat mereka merasakan aura Mana yang samar-samar mereka pun mengangguk dan kini penasaran siapa orang yang mampu bersembunyi hingga mereka tak mampu menyadarinya.


Wuss..!!


Bai An langsung menghilang.


Dret..!!


Tak lama Bai An muncul di depan Ratu Diane lalu mengayunkan lengannya dengan nada santai.


Blush..!!


Ratu Diane langsung mengayunkan tangannya dengan elegan. Tak lama sebuah tameng indah muncul.


Duar..!!


Ledakan yang cukup mengerikan terdengar, dari ledakan tersebut, tempat Bai An dan Ratu Diane tadi bentrok langsung hancur.


Hasil dari ledakan tersebut juga tak kalah dari hasil suara ledakan yang Bai Han ledakan.


Kini Dimensi Alam Sinir dua kali mendapat guncangan hebat.


...


Saat ini Bai An dan Ratu Diane saling menatap satu sama lain layaknya musuh abadi.


“Aku tak menyangka walau kekuatanmu turun, daya seranganmu masih sama seperti di masa lalu manusia,” ucap Ratu Diane dengan nada dingin namun terdengar lembut.


“Hemm..!! Kau masih sama seperti dulu tetap liar walau sipatmu terlihat lembut,” ucap Bai Han tersenyum tipis.


“Ka..Kau,” tunjuk Ratu Diane langsung bersiap menyerang Bai An.

__ADS_1


Namun ia langsung mengurungkan niatnya saat tiga sosok yang cukup kuat datang ke sisi kiri kanan Bai An.


Pandangan Ratu Diane langsung mengarah ke Sintia, ia merasakan hal bahaya dari wanita.


“Siapa wanita ini? Kenapa aku baru mengetahui jika ada Ras Manusia yang sekuat ini di sini?” Gumam Ratu Elf.


“Apa dia juga bukan berasal dari sini sama seperti manusia ini?” Sambung Ratu Diane kini berpikir keras.


Wuss..!!


“Hemm..!! Aku baru tahu ada Elf sekuat dirimu di sini, bahkan walau kekuatan kita setara, aku merasa kau setingkat lebih kuat dariku,” ucap Sintia kini mengayunkan sebuah pedang indah.


Wung..!!


Pedang Sintia langsung berdengung, dari serangan Sintia, muncul aura yang membuat Ratu Diane membelalakkan matanya.


Bomm..!!


Dengan cepat Ratu Diane menahan serang Sintia hingga membuat Sintia mundur 10 langkah, sementara Ratu Diane mundur 3 langkah.


“Sangat kuat,” gumam kedua wanita tersebut kini saling memandang satu sama lain.


“Eeh,, aku baru menyadari jika kau kini semakin kuat saudari Sintia,” ucap Ariel muncul di samping Sintia. Lalu pandangan Ariel mengarah ke sosok Elf bertopeng.


“Hemm..!! Siapa kau, jika kau berasal dari Ras Elf, maka aku pasti akan mengetahui dirimu?” Tanya Ariel dengan nada dingin.


Ariel juga terlihat bersiap untuk menyerang, tak mau kalah Antoni juga ikut mengeluarkan senjatanya, sementara Sintia yang sudah siap kini tersenyum kecil.


“Empat lawan satu, apakah kau yakin bisa menang,” ejek Sintia.


Wajah Ratu Diane kini sedikit jelek, ia lalu memandang Bai An yang diam saja sambil tersenyum kecil.


“Sialan, aku tak menyangka akan bisa di permalukan untuk kedua kalinya selama hidupku,” ucap Ratu Diane langsung membuka topengnya.


Blush..!!


Saat Ratu Diane membuka topeng, wajah kedua wanita tersebut langsung iri dan cemburu karena sosok yang mereka lihat jauh lebih cantik dan menawan darinya.


Pandangan Ariel dan Sintia langsung mengarah ke Bai An dengan tatapan curiga.


“Jangan berpikir aneh-aneh, aku sudah punya putra dan putri saat ini. Hilangkan pikiran kotor kalian ini,” ucap Bai An dengan nada kesal.


Sintia dan Ariel langsung tersenyum kecil. “Siapa tahu, kau kan dari dulu sudah terkenal sangat mata keranjang, hanya kepada yang kau anggap saudara kau memiliki pandangan berbeda seperti kasih sayang seorang ibu. Tapi jika itu orang lain maka-”


“Cukup, apa pantat kalian ingin aku pukul seperti di masa lalu,” ucap Bai An langsung memotong ucapan Sintia yang saat ini merasa menang karena bisa memancing emosi Bai An yang telah ia anggap kakak.

__ADS_1


Sementara Antoni yang melihat ini kini layaknya orang asing, ia hanya melihat kiri kanan berulang kali layaknya nyamuk yang linglung.


__ADS_2