Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Mengatur Strategi Melawan Boneka Organisasi Menara


__ADS_3

Tha Gu Jin pun langsung mengangguk ringan sambil melangkahkan kakinya mengikuti Bai Han.


Tap tap..!!


“Ayah,” teriak Tha Mu langsung melesat ke arah Tha Gu Jin.


Bruk..!!


Mendengar suara teriakan Tha Mu, seketika semua anggota klan Tha yang di bawa Bai Ha, Bai Hu, Chen Long, Bai Da Xing, Lan Yuheng dan Bo Wuhan pun langsung melirik ke arah Bai Han yang berdiri di samping Tha Gu Jin.


Dengan cepat anggota klan Tha melesat ke arah Tha Gu Jin dan anggota keluarga Bai Han melesat ke arah Bai Han.


Tentunya tujuan mereka berbeda, anggota klan Tha bertujuan untuk reuni, karena mereka sudah tidak pernah bertemu dalam waktu yang lama.


Sementara anggota keluarga Bai Han mendekati Bai Han dengan wajah penuh harap.


“Hemm..!! Jika kakek dan nenek setuju menjaga mereka, maka kita akan langsung pergi,” ucap Bai Han yang sadar akan tatapan mata mereka.


“Walau saat ini darahku mendidih karena ingin melawan mereka semua, tapi prioritaskan anggota keluarga kita terlebih dahulu,” sambung Bai Han.


Bai Ha dan Bai Hu pun langsung tersadar, akibat terlalu bersemangat serta tidak sabar untuk membunuh semua musuh mereka, mereka jadi lupa akan anggota keluarganya yang baru saja mereka selamatkan.


Bukan hanya Bai Ha dan Bai Hu saja, melainkan Bai Da Xing dan Lan Yuheng juga tersadar akan ucapan Bai Han.


Sementara Chen Long dan Bo Wuhan terlihat biasa saja, karena mereka berdua hanya menunggu keputusan Bai Han, jika Bai Han memberi perintah berangkat, maka mereka akan langsung ikut. Tapi jika tidak, tentu saja mereka tetap diam.


“Ayo bawa anggota keluarga baru kita ke tempat yang Mu Go maksud,” ajak Bai Han.


Bai Ha dan Bai Hu pun mengangguk setuju. Lalu membawa anggota klan Tha menuju sebuah rumah yang di dalamnya ada ruang dimensi yang terbuat dari beberapa material.


...


Dua hari berlalu.


Tap tap..!!


Terlihat saat ini Mu Go baru sampai di kota atas Danau. Tanpa basa basi ia pun langsung pergi ke tempat Bai Han menunggu dirinya.


Dret..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Tuan,” ucap Mu Go langsung memberikan salam.


“Hemm..!! Bagaimana Tuan Mu Go? Apakah yang ku minta telah kau dapatkan?” Tanya Bai Han setelah membalas salam hormat Mu Go.

__ADS_1


“Tentu, ini dia dan untuk bayarannya gratis. Karena Patriak Besar kami akan menanggung biayanya,” ucap Mu Go terlihat tambah hormat kepada Bai Han, karena ia benar-benar mengenal Mu Feng Lu.


Sementara Bai Han yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya karena merasa ada yang tidak beres.


Tapi mengingat dirinya telah banyak memanfaatkan Token pemberian Mu Feng Lu dan telah banyak menerima manfaat dari token tersebut termasuk dapat menemukan anggota keluarga Bai Ha dan Bai Hu.


Bai Han pun langsung menghilangkan pikiran tidak nyamannya.


“Ucapkan terimakasihku kepada Patriak Mu, jika ada kesempatan, aku akan mengunjunginya,” ucap Bai Han dengan nada tulus sambil menundukkan sedikit kepalanya.


“Ti..Tidak perlu terlalu sopan Tuan muda, aku merasa tidak nyaman, terlebih anda adalah tamu terhormat Patriak kami.” Ucap Mu Go terdengar sedikit takut.


Tapi ia langsung merasa tenang setelah mendengar ucapan Bai Han.


“Aku akan sungkan kepada orang yang sopan terhadapku, aku akan menunduk jika orang tersebut sangat baik dan telah memberikan kami banyak bantuan tanpa meminta imbalan melebihi yang seharusnya.”


“Terlebih anda tidak pernah mengeluh kepada setiap permintaan ku, walau aku tahu karena Token ini anda melakukan ini. Tapi aku dapat melihat jika anda tulus melakukan pekerjaan anda tanpa terpaksa sedikitpun.”


“Sekali lagi, terimalah hormat tulusku Tuan Mu Go,” ucap Bai Han terlihat sangat tulus.


Mu Go yang melihat Bai Han sangat sopan dan tidak sombong maupun terlalu membanggakan statusnya pun merasa tersentuh.


“Hemm..!! Itu adalah pekerjaanku, jadi anda tidak perlu sungkan, jika anda butuh apapun, jangan ragu untuk mencariku,” ucap Mu Go membalas dengan nada tulus.


Bai Han pun langsung tersenyum tipis.


“Terimakasih Tuan, jika aku boleh meminta bantuan anda, tapi ini adalah rahasia kita berdua saja, apakah bisa anda merahasiakan ini?” Tanya Bai Han.


Bai Han pun langsung mendekati dirinya lalu berbisik ke arah Mu Go, setelah itu Bai Han memberikan cincin penyimpanannya.


Mu Go yang mendengar itu pun terdiam sesaat, tapi tak lama ia pun segera tersadar.


“Hem...!! Jika begitu saya akan kembali Tuan muda,” ucap Mu Go lalu dengan cepat melesat pergi.


Wuss..!!


...


Tap tap..!!


“Bagaimana? Apa dia bisa di percaya untuk mencari anggota keluargamu?” Tanya Chen Long kini muncul di samping kanan Bai Han.


“Tentu, kita dapat mempercayainya,” ucap Bai Han sambil mengangguk ringan.


“Lalu kapan kita berangkat?” Tanya Bo Wuhan yang sudah ada di samping kiri Bai Han.


“Setelah kita melihat informasi jumlah musuh serta dimana saja mereka membuat markas,” jawab Bai Han sambil menunjukkan sebuah Batu bewarna hitam.

__ADS_1


Dret..!!


Tak lama setelah itu Bai Han, Chen Long dan Bo Wuhan pun langsung melesat ke tempat mereka berkumpul.


***


Tap tap..!!


“Bagaimana kak?” Tanya Bai Da Xing terlihat sudah dari tadi menunggu kedatangan Bai Han.


“Aku sudah mendapatkannya,” jawab Bai Han menunjuk batu hitam.


“Ooh,, Batu informasi, aku tak mengira Batu langka itu di miliki juga oleh Tuan Mu Go,” ucap Bai Ha saat melihat apa yang Bai Han tunjukkan.


“Jika begitu kau saja yang membukanya jika kau tahu benda ini, karena sejujurnya aku tidak tahu cara menggunakannya,” ucap Bai Han langsung melempar batu tersebut ke arah Bai Ha.


Hap..!!


Bai Ha pun dengan santai mengkapnya.


Dret..!!


Tanpa basa basi ia pun mengalirkan energi jiwanya ke dalam batu hitam tersebut.


Blush..!!


Tak lama sebuah layar muncul di depan Bai Han dan yang lainnya dalam bentuk energi trasparant.


“I..Ini,” terlihat Bai Hu, Lan Yuheng, Bai Ha dan Chen Long sedikit terkejut saat melihat banyaknya musuh yang ada di luar Benua Langit dan kini membuat markas di setiap kapal yang mereka gunakan.


Sementara Bai Han dan Bai Da Xing terlihat saling melirik satu sama lain karena merasa ini malah dapat menguntungkan mereka.


Dan apa yang Bai Han dan Bai Da Xing pikirkan kini sama, yaitu menggunakan benda yang berasal dari Bumi.


“Kak, kita gunakan saja benda aneh yang dulu pernah kau berikan kepada kami untuk melenyapkan boneka organisai menara di Dimensi Alam Kegelapan.” Ucap Bai Da Xing dengan nada santai.


Wajah Lan Yuheng seketika berkeringat dingin saat mendengar itu, tentu saja ia mengingat betapa dahsyatnya serangan benda aneh tersebut. Terlebih yang menggunakannya dulu adalah nenek mereka.


Glek..!!


“Semoga saja bukan mereka lagi yang saudara Bai Han suruh menggunakannya, jika tidak, bisa hancur sebagian tempat yang di gunakan untuk menyerang nantinya.” Gumam Lan Yuheng terdengar berdoa.


Tapi tak lama wajah Lan Yuheng seketika berubah cerah saat mendengar ucapan Bai Han.


Bai Han yang mendengar itu, tentu saja langsung mengangguk. “Tentu, nanti kau, saudara Yuheng, dan saudara Ha akan ku berikan untuk menggunakannya.”


“Tapi sebelum itu, kita atur lokasi mana saja yang akan di jadikan titik serangan yang akan kita tuju nantinya.” Ucap Bai Han dan langsung mengatur strategi bersama.

__ADS_1


...


Satu hari kembali berlalu.


__ADS_2