Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Amarah Bai Han


__ADS_3

“Mari kita mulai pertunjukkan yang sesungguhnya,” ucap Bai Han yang terlihat di kelilingi oleh banyak senjata.


Semua senjata yang mengelilingi Bai Han berbeda-beda, dan di setiap senjata telah di ikat oleh sebuah benang yang mengarah ke satu titik, yaitu jari telunjuk Bai Han.


Leluhur Kaisar Panah, Leluhur Pedang Api bersama kedua Ras seketika bergidik melihat semua senjata aneh.


“Jangan diam saja, serang dia,” teriak Leluhur Kaisar Panah dan Pedang Api bersamaan.


Wuss wuss..!!


Seketika para Leluhur, Panglima dan Jendral yang masih tersisa kini melesat ke arah Bai Han.


Bai Han seketika mengalirkan sedikit Energinya kali ini. “Hehe sudah lama aku tidak menggunakan energiku di Dimensi Alam Sihir ini,” gumam Bai Han.


Wung..!!


Bom bom bom bom..!!


Para Jendral dan Panglima yang melesat lebih dulu langsung di lempar mundur.


“Sial, walau aku telah menyerang dan menggunakan pelindung, tetap saja aku terluka dan di pukul mundur,” gumam salah satu Panglima.


Wung..!!


Bai Han yang baru saja menyerang para Jendral dan Panglima kini mulai mengalirkan sedikit lebih banyak energinya saat para Leluhur sudah mulai mendekat.


Wuss wuss wuss..!!


Seketika puluhan berbagai macam peluru, bazzoka, roket langsung melucur.


“Serang dan Hindari sebisa mungkin,” teriak salah satu leluhur. Dengan cepat ia mengayunkan tombaknya.


Crash..!!


Bom..!!


Bom bom bom..!!


Tubuh Leluhur yang tadi berteriak memberi arahan langsung terlempar mundur dengan wajah gosong dan tubuh terluka.


Uhuk..!!


“Apa apaan ini, kenapa serangan ini jauh lebih kuat dari serangan pertama,” gumam Leluhur tersebut mencoba untuk bangkit.


Saat ia akan bangkit, seketika sebuah peluru melesat ke arah kepalanya.


Jlep..!!


Bom..!!


Kepala Leluhur tersebut langsung meledak.


Sementara para leluhur yang lain juga terlihat sama, ada yang langsung mati dan ada yang terluka parah.


Bai Han yang mengerahkan hampir setengah energi yang telah lama ia kumpulkan kini terlihat terengah-rengah. “Hahaha ini cukup mudah juga,” ucap Bai Han mengarah ke para Leluhur yang masih selamat.


Dengan cepat ia mengerahkan cukup banyak energinya lalu menembakkan semua senjata yang mengelilinginya.

__ADS_1


Dor dor dor..!!


“Sialan, lari,” teriak salah satu Leluhur yang terlihat mencoba untuk merobek ruang.


Bom..!!


Namun sebelum salah satu peluru sampai ke tubuh leluhur tersebut, peluru tersebut langsung meledak oleh anak panah.


Bai Han tersenyum tipis. “Akhirnya kalian bergerak juga,” gumam Bai Han melirik ke arah Leluhur Kaisar Panah, Leluhur Pedang Api dan Leluhur Tertua dari kedua Ras.


“Heng,, jika di biarkan maka kau pasti akan membantai semua anggota kami,” dengus salah satu Leluhur Tertua dari Ras Manusia.


Wuss..!!


“Mati,” teriak salah satu Leluhur Tertua Ras Elf yang muncul di belakang Bai Han.


Bam..!!


Tubuh Leluhur Tertua Ras Elf tersebut langsung terlempar oleh salah satu peluru yang Bai Han tembakkan menggunakan cukup banyak energinya.


Dret..!!


Sebuah pedang yang terbuat dari Mana muncul di atas kepala Bai Han.


Duar..!!


Sebuah peluru langsung menghancurkan Pedang Mana tersebut.


Bai Han langsung waspada, karena saat ini lawannya semua sangat kuat.


Baru saja Bai Han menghancurkan pedang yang terbuat dari Mana, kini muncul berbagai serangan dari berbagai arah.


Wung..!!


Duar duar duar..!!


Bai Han langsung sedikit mundur.


Urgh..!!


“Sial, Energiku saat ini tersisa 1% persen saja,” gumam Bai Han kini menatap para leluhur Tertua bersama Leluhur Kaisar Panah dan Pedang Api yang menyeringai kejam.


“Haha kau akan mati bocah, terima saja nasib mu,” ejek Leluhur Kaisar Panah kini menarik busur panahnya.


Wuss..!!


Anak panah langsung muncul di depan Bai Han. Bai Han tahu tidak sempat menyerang menggunakan senjatanya, ia pun dengan cepat melempar tubuhnya ke samping.


Bom..!!


Saat Bai Han melempar tubuhnya untuk menghindar, sebuah hawa panah Bai Han rasakan, pandangan Bai Han mengarah ke depan. Kini ia melihat Leluhur Pedang Api di depannya sedang mengayunkan pedangnya.


“Mati kau bocah,” teriak Leluhur Pedang Api dengan senyum lebar.


Wuss..!!


Crash..!!

__ADS_1


Bom..!!


Leluhur Pedang Api langsung memasang wajah jelek. Pandangannya mengarah ke segala arah.


Tak lama pandangannya berhenti di kejauhan, ia melihat Bai Han muncul dengan wajah terseny mengejek.


“Sialan, benda apa lagi yang di gunakan bocah itu untuk kabur,” ucap salah Leluhur tertua Ras Manusia kini ikut melihat ke arah Bai Han.


“Haha, apa hanya ini saja yang kalian bisa?” Ejek Bai Han.


Dret..!!


Sebuah panah muncul dari samping Bai Han, Bai Han langsung menghilang lagi.


Tak lama Bai Han muncul cukup jauh dari para musuhnya.


“Sialan, kepung bocah ini, kelilingi seluruh area ini, aku yakin jika kita menyerangnya maka ia pasti muncul di salah satu dari tempat kita mengepungnya,” teriak Leluhur Pedang Api memberi perintah.


Seketika semua leluhur langsung melesat ke berbagai arah.


Sementara Leluhur Kaisar Panah dan Pedang Api langsung melesat ke arah Bai Han.


Bai Han kini semakin tersenyum lebar. “Hehe, inilah yang aku tunggu-tunggu, jika kalian semua bersatu, maka aku yakin tidak akan selamat, tapi dengan bodohnya kalian kini berpencar.” Gumam Bai Han langsung menekan token teleportasi.


Wuss..!!


Bai Han langsung menghilang. Tak lama ia muncul di depan salah satu Leluhur yang terluka.


Crash..!!


Kepala leluhur tersebut langsung terpotong rapi, hal itu membuat kedua Leluhur yang menjadi pemimpin merasa semakin di permainkan.


“Kurang ajar, aku sudah tak mau tahu, akan ku pastikan kau mati bersama seluruh keluargamu bocah,” teriak Leluhur Kaisar Panah dengan penuh amarah.


Wajah Bai Han yang tadinya tersenyum seketika berubah dingin.


“Cabut kembali kata-katamu, atau kau akan merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan dari kematian itu sendiri,” ucap Bai Han dengan nada dingin.


“Haha,, aku mencabut ucapanku, sampai mati pun tak akan pernah,” teriak Leluhur Pedang Api tertawa terbahak-bahak.


Bai Han yang mendengar itu pun langsung memejamkan matanya.


Blush..!!


Tak lama aura Bai Han menyatu dengan alam semesta yang ada di sekelilingnya.


Tekanan hebat seketika muncul dan mengguncang area tempat mereka berada.


Leluhur Pedang Api, Leluhur Kaisar Panah bersama Leluhur lainnya seketika berkeringat dingin saat merasakan tekanan tersebut.


“Da..Dari mana bocah ini mendapatkan kekuatan seperti ini?” Gumam Leluhur Pedang Api sedikit ketakutan. Tapi karena egonya, ia langsung memberi perintah untuk menyerang Bai Han saat melihat Bai Han memejamkan matanya.


Seketika mereka semua langsung melesat ke arah Bai Han.


Sementara Leluhur Hendric yang melihat semua kejadian ini dari awal kini sedikit terkejut.


“Tubuh yang di cintai Alam, sepengetahuanku jika tubuh yang di cintai alam maka semua jenis energi bisa ia serap. Tubuh ini salah satu dari 30 jenis tubuh terkuat di Dimensi Alam Dewa” Gumam Leluhur Hendric terkejut luar biasa.

__ADS_1


Tatapan Leluhur Hendric kini mengarah ke Majikannya. “A..Apa ini sebabnya Tuan menyuruh saya untuk tidak ikut campur dari tadi?” Tanya Leluhur Hendric dengan nada sedikit bergetar.


“Benar, tapi ini bukan kekuatan asli putraku, ia masih belum menggunakan kekuatan sejatinya.” Bai An mengangguk santai tanpa menjelaskan lebih lanjut.


__ADS_2