Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
12 Leluhur Ras Manusia Mengepung Ares


__ADS_3

Bai Han tersenyum puas saat suara ledakan terdengar di dalam tubuhnya.


“Akhirnya aku mencapai rangking SSS,” gumam Bai Han menyeringai kecil.


Dret..!!


Dengan cepat Bai Han melayang. Pandangan Bai Han langsung mengarah ke bawah.


“Mari kita coba kekuatan baruku,” ucap Bai Han langsung menggerakkan kedua tangannya, tak lama dua bola cahaya muncul.


Kedua bola cahaya tersebut semakin semakin membesar karena menyerap Mana di sekelilingnya.


Bai Han pun langsung melempar kedua bola cahaya kecil tersebut ke arah yang berbeda, satu ke aura yang ia rasakan paling banyak ahli kuat selamat, satu mengarah ke aula istana.


Wuss..!!


Wuss..!!


Saat melesat, bola cahaya yang Bai Han lempar semakin membesar terus menerus, seolah kedua bola cahaya tersebut mempunyai nyawa, ia bergerak meliuk-liuk.


...


Kaisar Gloss yang dari awal memasang wajah jelek kini semakin memasang wajah kusut saat merasakan pergerakan Mana yang sangat besar menuju aula dan para Komandan maupun Jendralnya.


“Sialan, siapa sebenarnya kalian,” teriak Kaisar Gloss meraung.


Bom bom bom..!!


Aura Kaisar Gloss langsung meledak, kini ia memaksakan diri menggunakan seluruh kemampuannya, bahkan kekuatan spesialnnya yaitu Kekuatan Api beserta Petir kini menyelimuti seluruh tubuhnya.


Pandangan Kaisar Gloss kini mengarah ke Ares yang bertepuk tangan layaknya anak kecil.


“Aku tak menduga jika kau tidak merasakan dampak apapun saat aku mengerahkan seluruh kekuatanku, yang artinya kau pasti memiliki artefak yang tersembunyi di tubuhmu,” ucap Kaisar Gloss.


Ia tentu tak percaya orang yang di depannya memiliki kekuatan lebih tinggi darinya, bahkan para leluhur Ras Manusia akan waspada saat ia mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Kaisar Gloss langsung bergerak menuju Aula Istana, saat ia melangkahkan kakinya.


Dret..!!


Bom..!!


Duar..!!


Tubuh Kaisar Gloss langsung terlempar ke salah satu bangunan Istana.


Uhuk..!!


Mata Kaisar Gloss melotot tak percaya, tubuhnya tanpa terasa bergidik. “Ka..Kau.”


Duar..!!


Duar..!!


Dua ledakan besar yang langsung mengguncang Istana Gama langsung menghentikan ucapan Kaisar Gloss.


***


Di tempat Bai Han, ia tersenyum kecil, dengan cepat Bai Han membuat jutaan benang Mana. “Waktunya pembantaian,” gumam Bai Han.


Dret..!!


Wung..!!


Bai Han muncul sambil mengayunkan pedangnya ke arah ahli rangking S+ yang terikat oleh salah satu benang Mana-nya.


Crash..!!

__ADS_1


Tidak berhenti sampai di sana, Bai Han kembali bergerak cepat.


Crash crash..!!


Dalam waktu satu menit hampir seratus ahli dari ahli rangking S hingga rangking SS Bai Han bunuh.


Gisel yang dari jauh melihat apa yang Bai Han lakukan hanya bergidik ngeri.


“Di..Dia tersenyum saat membunuh musuhnya, dia juga terlihat menikmatinya,” gumam Gisel sedikit tergagap.


Dret..!!


“Kenapa kau melamun nona Gisel, ayo selesaikan dengan cepat, saat ini aku takut jika Ares membunuh Kaisar itu, jika itu terjadi rencanaki pasti akan gagal,” ucap Bai Han langsung menyadarkan Gisel.


Gisel seketika tersadar, tak lama ia mengangguk dan kembali bergerak.


Bai Han pun juga kembali bergerak.


Dret..!!


Percikan petir langsung muncul di depan Bai Han saat ia baru selesai membunuh ahli Rangking SS.


Dengan cepat Bai Han mundur saat merasakan bahaya.


Jder..!!


Ledakan seketika menghancurkan tempat Bai Han berdiri tadi.


Kini tatapan Bai Han mengarah ke sosok pria tua berjubah putih dengan pedang besar di punggungnya.


“Aku bukan lawan orang ini,” gumam Bai Han langsung mengirim pesan telepati kepada Ares dan Gisel.


Dengan cepat Bai Han mengalirkan token teleportasi yang sudah ia genggam. Sebelum Bai Han menghilang. Ia terkekeh kecil ke arah pria tua berjubah putih.


Blush..!!


Bai Han langsung menghilang bertepatan dengan sebuah bilah pedang muncul di tempat Bai Han berdiri tadi.


Duar..!!


“Apa Ras Elf sudah mulai bergerak terang-terangan, sungguh berani mereka melakukan ini saat kami para Leluhur Ras Manusia sedang pergi,” ucap pria tua berjubah putih.


Wuss..!!


“Mereka rupanya memang menginginkan perang,” tak lama pria tua berjubah hijau muncul di samping pria tua berjubah putih.


“Hemm..!! Kumpulkan semua pasukan, kita akan langsung menyerang para bajingan sok suci itu,” ucap Pria tua berjubah putih, walau suaranya kecil, namun suara menggema ke seluruh area istana.


***


Di tempat Gisel, ia kini menatap sosok wanita muda yang tak lain salah satu Leluhur Ras Manusia.


Tatapan Gisel sangat menyimpang dendam. Tapi ia sadar walau menggunakan seluruh kekuatannya, ia tidak akan bisa bertahan dalam hitungan menit jika bertarung dengan wanita muda di depannya.


Dengan cepat Gisel mengalirkan Mana_nya.


Blush..!!


Tak lupa juga Gisel mengeluarkan sebuah botol kecil lalu membukanya, sebelum Gisel menghilang aura dari Ras Elf langsung meninggalkan jejak tempat Gisel.


“Hemm..!! Siapa orang ini? Aku merasakan ia sangat membenciku?” Gumam Wanita muda dengan pakaian sedikit terbuka.


“Dan aura ini dari Ras Elf, hemm..!! Pantas ia membenciku, karena aku telah membunuh banyak Ras Elf di masa lalu,” sambung wanita muda tersebut langsung menjilat bibirnya.


***


Di tempat Ares.

__ADS_1


Saat ini ia sedang memukul Kaisar Gloss layaknya anak kecil.


Bam bam bam..!!


“Kau ini sangat nakal, jadilah anak baik,” ucap Ares memukul kepala Kaisar Gloss hingga babak belur.


Jika semua Jendral dan seluruh Ras melihat ini maka mereka pasti akan menertawakan Kaisar Gloss yang di permalukan sedemikian rupa.


Dret..!!


Trank..!!


Ares langsung menahan sebuah tombak menggunakan tangannya.


Pandangan Ares langsung mengarah ke sosok pria tua yang mengenakan jubah hitam berlambang Naga.


“Apa kau tidak lihat jika aku sedang mengajari anak ini sopan santun, tunggulah giliranmu nanti,” ucap Ares dengan nada kesal.


Tangan kiri Ares langsung muncul di depan wajah pria tua tersebut.


Mata pria tua tersebut sedikit melotot saat melihat tinju Ares tiba-tiba muncul. Padahal ia tadi melihat tangan kiri Ares sama sekali tidak melakukan pergerakan.


Bam..!!


Dengan cepat pria tua tersebut menahan tinju Ares menggunakan tangan kirinya juga.


Lagi-lagi ia terkejut saat di buat mundur sejauh 10 meter.


Saat Ares ingin memukul Kaisar Gloss lagi, sebuah belati melesat ke arahnya.


Dengan cepat Ares mengubah alur tangannya ke arah belati tersebut.


Trank..!!


Bom..!!


Belati tersebut langsung meledak.


Tidak sampai di sana, sebuah pedang dan anak panah langsung muncul dari arah yang berbeda.


Sosok pria tua berjubah putih kini mengayunkan pedang besarnya ke arah tubuh Ares yang masih menginjak dada Kaisar Gloss.


Dan sosok pria muda terlihat baru selesai menarik busurnya.


“Sialan, dasar penganggu,” ucap Ares memasang wajah kesal karena kesenangannya di ganggu.


Dengan cepat Ares mengayunkan tanganya ke arah pedang besar yang sudah berjarak satu meter.


Duar..!!


Tubuh pria tua berjubah putih langsung mundur dengan mata melotot.


Jlep..!!


Ares juga langsung menangkap anak panah yang di selimuti oleh kekuatan spesial Es.


Crak crak..!!


Duar..!!


Anak panah tersebut langsung hancur.


Tap tap..!!


Tak lama banyak sekali ahli Rangking SSS+ mengelilingi Ares dengan wajah jelek.


Mereka tak menyangka akan di permalukan seperti ini.

__ADS_1


“Satu, dua, tiga. Hemm..!! Kalian ada 12, mana 8 lagi,” ucap Ares bingung.


“Ares, aku tak menduga jika kau bekerja sama dengan Ras Elf.” Ucap pria berjubah hitam muncul paling depan.


__ADS_2