Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Ahir Pertarungan dan Pengejaran


__ADS_3

“Jadi satu-satunya cara adalah membuat ia bicara,” ucap Duan Du tersenyum kecil.


“Jika begitu, itu adalah tugas-”


Belum selesai Tu Long bicara, Ho Ming Chun menghilang dari tempatnya.


Tu Long langsung mengedarkan kesadarannya untuk mencari Ho Ming Chun.


“Heng,, jangan pernah mencoba untuk melarikan diri dari ku,” dengus Tu Long setelah menemukan kemana Ho Ming Chun melarikan diri.


“Jangan di kejar, jika kita mengejarnya langsung, aku takut ia akan pergi ke tempat lain, bukan tempat dimana saudara Hu Liu Chen di tahan,” ucap Duan Du sambil melirik ke arah Fang Mu.


Kini Duan Du sudah memikirkan beberapa rencana untuk masalah klan Fang, yaitu menyandera Fang Mu.


Identitas Fang Mu tidak sesederhana yang terlihat, Duan Du tahu saat merasakan garis darah keturunannya, yaitu mirip dengan Fang Mo Zen sehingga ia tidak langsung membunuh Fang Mu.


Tu Long yang mendengar itu mengerutkan keningnya.


“Bukankah jika mengejarnya maka ia akan terus lari ke tempat saudara Hu Liu Chen, agar ia bisa menyanderanya jika sudah sampai lebih dulu?” Tanya Tu Long bingung.


Tu Long merasa yakin jika Ho Ming Chun lari kesana jika di kejar, sehingga saat akan sampai, mereka memanfaatkan hal tersebut untuk bergerak cepat dalam membunuh Ho Ming Chun dan menyelamatkan Hu Li Chen.


Tapi saat ini Duan Du menggelengkan kepalanya.


“Klan Ho tidak akan menjadi pengecut yang menyandera lawan untuk kehidupannya sendiri, jadi. Jika kita mengejarnya ia tidak akan lari kesana, malah membawa kita semakin jauh,” ucap Duan Du.


Tu Long yang kini kecerdasannya kembali lamgsung mengangguk paham maksud ucapan Duan Du.


“Jika begitu, apakah ini adalah makanan pembuka untuk ku?” Tanya Tu Long meneteskan air liurnya saat melihat Fang Mu yang pingsan.


Wuss..!!


Fang Mu langsung menghilang, Duan Du mengirimnya ke dunia jiwa miliknya.


“Heng,, apa-apaan kau ini,” dengus Tu Long tidak terima.


Karena merasa kesal, kini Tu Long menatap ke arah Penguasa Alam Semesta yang terus menerus di gempur oleh Ling Wenli, Bing Lou dan Hu Hong Meng.


Saat Tu Long ingin membantu.


Lagi-lagi Duan Du membuatnya kesal karena di larang ikut campur.


“Apakah kau mau ku hajar hah,” dengus Tu Long kini memasang wajah jelek.


“Hehe,, bukan begitu paman Tu Long, aku melarangmu karena saat ini Leluhur Ling Yenrou yang butuh bantuan, apa kau tidak lihat dengan pasti,” kekeh Duan Du sengaja mengerjai Tu Long agar menghilangkan rasa bosannya.


Tu Long hanya mendengus ringan sambil melihat Ling Yenrou yang kini melawan Ho Ming Tan.


Walau terlihat seimbang, tapi Tu Long tahu jika Leluhur Ling Yenrou mengalami beberapa kerugian, kerugiannya tak lain tingkat kultivasi, Ho Ming Tan lebih tinggi dua tahap dan teknik bertarung.


Leluhur Ling Yenrou yang telah lama tidak bertarung tentu kini pengalamannya yang dulu sudah menumpul dan perlu di asah kembali, berbeda dengan Ho Ming Tan, ia terlihat leluasa dalam menghindar maupun menyerang.

__ADS_1


Blush..!!


Tubuh Bayangan Ho Ming Tan langsung muncul di depan Ling Yenrou.


Ling Yenrou dengan cepat memutar tubuhnya ke samping sambil mengayunkan pedangnya.


Wuss..!!


Tebasan Ling Yenrou langsung melewati tubuh bayangan Ho Ming Tan.


Bom..!!


Dunia Awan bagian utara langsung hancur seketika akibat serangan Ling Yenrou.


Walau begitu, Ho Ming Tan mengalami beberapa luka di bagian pinggangnya.


Wuss..!!


Tubuh asli Ho Ming Tan keluar, ia juga menyunggingkan senyum tipis.


“Apa hanya ini saja kekuatanmu Jendral Kematian?” Tanya Ho Ming Tan menaikkan sebelah alisnya.


“Jika hanya ini, aku akan kecewa, karena aku akan menyelesaikannya dengan cepat,” nada suara Ho Ming Tan terdengar sangat merendahkan.


“Hoo,, apakah begitu, kau melawannya saja dengan cara pengecut, bagaimana kau bisa menyelesaikannya dengan cepat.”


Tu Long muncul dan membalas ucapan Ho Ming Tan.


Wuss..!!


Serangan Tu Long menghilang tepat di depan mata Tu Long.


Hal tersebut membuat Ho Ming Tan mendengus. “Hanya serangan anak-anak saja, tidak perlu bagi ku untuk menghindar,” ucap Ho Ming Tan merendahkan.


Dengan cepat Ho Ming Tan melapisi tubuhnya menggunakan Hukum Bayangan dan Hukum Petir, kini tubuh Ho Ming Tan terlihat 10 orang dan setiap orang di lapisi oleh petir.


Sebuah bilah pedang berbentuk cakar langsung muncul di depan Ho Ming Tan.


Crash..!!


Bomm..!!


Semua bayangan Ho Ming Tan langsung hancur di robek-robek oleh Hukum Angin Tu Long.


Tersisa kini tubuh asli Ho Ming Tan.


“Kena kau,” gumam Duan Du dalam hati.


Bertepatan dengan ucapan Duan Du, Ling Yenrou yang telah di jelaskan rencana Duan Du langsung bergerak sambil mengeksekusi teknik terkuatnya.


“Teknik Bayangan Kematian.”

__ADS_1


“Tebasan Penghancur.”


Teriakan Ling Yenrou langsung menggema.


Wuss..!!


Sementara Ho Ming Tan yang baru sadar jika ini jebakan langsung mengumpat dalam hati.


Ia merasa di rendahkan, tapi apa boleh buat.


“Kali ini kalian boleh merasa menang, tapi berbeda saat kita bertemu lagi nanti,” ucap Ho Ming Tan langsung mengeluarkan token teleportasi tingkat tinggi.


Blush..!!


Seketika Ho Ming Tan menghilang dari tempatnya.


Sementara Ling Yenrou mengumpat dalam hati saat melihat serangannya kini mengarah ke Dunia Awan.


Ling Yenrou yakin jika masih banyak kehidupan yang belum di evakuasi di sana.


“Huuff,, setiap perang pasti akan ada korban, jadi jangan merasa bersalah Leluhur,” ucap Duan Du mencoba minghibur.


Ling Yenrou mengangguk, tak lama terlihat Kapal Langit mendekat ke arah mereka.


“Woe-woe,, kenapa kalian malah menghancurkan Dunia Awan itu, aku belum selesai menjarah semua harta yang ada di sana tahu.”


Terdengar suara teriakan tidak puas dari Cen Tian yang kini memasang wajah jengkel.


Cen Tian juga menekuk tangannya di pinggangnya yang membuat ia layaknya Tuan Muda sombong.


Duan Du, Tu Long, Ling Yenrou langsung menggelengkan kepalanya.


“Apa di otaknya hanya harta saja?” Seketika semua orang yang mendengar teriakan Cen Tian bergumam dalam hati, kecuali Tu Long, Duan Du dan Bai Han. Karena mereka sudah hafal sifat keserakahan Cen Tian jika terkait harta.


***


Satu bulan telah berlalu.!!


Saat ini kembali semua orang berpisah lagi, akibat pesan dari Bai An.


“Hmm..!! Baiklah jika begitu kita akan mengejar Ho Ming Chun itu lebih dulu, karena saat ini ia masih bergerak dan tujuannya terlihat ke arah sini,” ucap Duan Du menujuk titik tertentu.


Tu Long hanya mengangguk-angguk tak mengerti, sementara Bai Han yang telah menandai Ho Ming Chun menggunakan setitik benang energi di jubahnya kini mengangguk.


“Hmm..!! Tapi tujuannya ini terlihat tidak masuk Alam Semesta Inti, ini terlihat sebuah meteor yang melayang tak tentu arah,” sambung Bai Han sambil menunjuk titik lumayan besar yang terus bergerak secara perlahan.


Apa yang di tunjuk Duan Du dan Bai Han adalah sebuah Peta Energi, ini di buat melalui energi Bai Han untuk menunjukkan dimana Ho Ming Chun berada.


“Baiklah, jangan banyak basa basi, cepat kejar saja, karena aku sudah lapar.” Suara dengusan dari Tu Long terdengar kesal.


Duan Du dan Bai Han saling melirik, Bai Han seketika naik punggung Duan Du dan Duan Du langsung melesat meninggalkan Tu Long.

__ADS_1


__ADS_2