Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Langsung Serang Saja


__ADS_3

“Ikuti aku Tuan, kebetulan aku sangat mengenal keluarga Glen,” ajak Husen dengan patuh.


Bai Han langsung mengangguk saat di lirik oleh Husen, mereka pun langsung berangkat ke kediaman milik keluarga Glen.


***


Saat ini Daniel tersenyum penuh kemenangan, tangannya memegangi ponsel sambil membaca pesan dari polisi suruhannya.


“Hehe sebentar lagi kita akan bertemu, saat itu aku akan menyiksa kalian sampai mati,” kekeh Daniel.


Tapi ia tidak sadar jika telah mengundang kehancuran bagi keluarganya, terlebih lagi ia belum mendapat berita lebih lanjut dari polisi tersebut.


Pesan terahir yang ia terima hanya bertulis baru menemukan mereka di kota Donseng.


Dengan angkuh Daniel bangun dari tempat duduknya, di belakang Daniel kini telah berkumpul para ahli bela diri yang telah ia sewa.


Daniel sengaja menyewa mereka untuk berjaga-jaga, ia tentu ingat kejadian waktu ia di pukul dan di permalukan.


Mengingat itu semakin membuat Daniel menaruh kebencian yang dalam.


“Aku akan menyiksa kalian sampai aku puas, bahkan aku akan mencari seluruh orang-orang yang kalian kenal,” ucap Daniel menggenggam erat tangannya.


“Apakah benar begitu.”


Mendengar sebuah suara, pandang Daniel mengarah ke asal suara. Saat melihat orang yang ia kenal, tubuhnya bergetar tak terkendali.


“Kau,” seketika Daniel menunjuk ke arah Bai Han.


Saat ini Daniel tidak sadar jika semua ahli bela diri yang ia sewa telah di buat pingsan.


“Kalian semua, cepat tangkap dan siksa dia,” teriak Daniel langsung mengarah ke bawahan yang ia sewa.


“Eeh,, kenapa kalian malah tidur, cepat bangun,” teriak Daniel, ia mengira bawahannya ini sedang tidur.


“Hehe,, percuma saja kau membanngunkan mereka, mereka tidak akan pernah bisa bangun dalam waktu tertentu,” kekeh Bai Han.


Bai Han kini mendekati Daniel.


Tentu saja Daniel langsung mundur. “A..Apa yang ingin kau lakukan hah?” Teriak Daniel.


“Tentu saja membuatmu bersenang-senang,” jawab Bai Han menyeringai kejam.


“Sialan menjauh sana, jangan macam-macam dengan ku, jika kau menyentuhku, maka kau akan menyesal seumur hidupmu, bahkan Penguasa Kota sekalipun tidak akan bisa membantumu,” teriak Daniel memberikan ancaman sia-sia bagi Bai Han.


Bai Han yang kini kesal karena Daniel selalu berteriak tidak jelas langsung mengayunkan tangannya.


Crash..!!


“Diam,” ucap Bai Han dengan nada dingin.

__ADS_1


Bukannya diam, Daniel malah semakin berteriak saat tangan kanannya kini terpotong oleh sebuah angin.


Arrgghh..!!


“Kurang ajar, ayahku pasti akan membalas perbuatanmu ini lebih menyakitkan,” ancam Daniel.


Crash..!!


Kepala Daniel langsung melayang, darah yang ada di leher Daniel muncrat ke wajah Bai Han.


“Kau ini di suruh diam malah semakin jadi,” dengus Bai Han.


“Dan perlu kau tahu, semua seisi keluargamu juga telah binasa,” sambung Bai Han mendengus kecil.


Bai Han langsung membalikkan badan setelah urusannya di sini selesai.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Ooh,, kau cukup kejam juga Han'er,” kekeh Duan Du.


“Heng,, dia tidak bisa diam makanya aku langsung membunuhnya,” dengus Bai Han.


“Sudah-sudah kita semua di sini tidak ada yang suci, terlebih seperti cerita Husen, keluarga mereka juga suka menindas warga lemah, jadi ini pembalasan bagi mereka yang paling setimpal,” ucap Bai An langsung melerai perdebatan yang akan terjadi antara Bai Han dan Duan Du.


“Lalu setelah di sini selesai, kita akan kemana? Apakah terus mencari Inti Dimensi,” tanya Duan Du kini mulai bicara dengan nada serius.


Tapi Bai An memikirkan klan Bai dan Bangsa Iblis, jika di biarkan maka mereka pasti akan semakin jadi.


Walau Bai An tidak terlalu memikirkan Dimensi ini yang akan hancur, ia masih menaruh rasa iba terhadap penghuninya.


Banyak dari mereka yang tidak bersalah ikut mati.


“Huuff,, untuk saat ini kita akan membasmi beberapa Iblis Merah lebih dulu, terlebih aku dapat merasakan ada 5 Iblis Merah dengan kekuatan cukup hebat datang dari Alam Semesta Inti.”


Mendengar ucapan Bai An, seketika Bai Han, Duan Du, Tu Long, Ye'er langsung menyeringai.


“Hehe,, kebetulan juga aku ingin mencoba kekuatan baru ku, dengan adanya mereka maka aku pasti tahu sampai dimana batasku,” kekeh Bai Han tersenyum kecil.


“Hmm,, benar, aku juga butuh meregangkan otot-ototku yang kaku akibat menerobos,” sambung Tu Long memperlihatkan ototnya.


“Aku juga ingin mencoba Hukum yang aku kuasai, tapi kita harus bekerjasama, karena kekuatan mereka tidak seperti manusia pada umumnya,” Duan Du ikut tersenyum dengan nada semangat, tapi di satu sisi wajahnya berubah serius.


Iblis Merah berbeda dengan Klan Bai atau Iblis-iblis yang ia temui, jadi Duan Du sama sekali tidak ingin bercanda saat ini.


“Jika begitu mari kita bersenang-senang,” ucap Xie'er kini bangun saat mendengar adanya iblis yang akan mendatangi mereka.


Bai An langsung melirik putri kecilnya. “Untuk saat ini Xie'er dan Ye'er tidak ikut, jadi Xie'er dan Ye'er masuk ke Dunia Jiwa, ayah tidak ingin kalian terluka,” tanpa melihat reaksi atau ingin mendengar protes putra putrinya, Bai An memaksa mereka masuk Dunia Jiwa.

__ADS_1


Ketiga yang melihat itu hanya termangu di tempat. “Sama sekali tidak punya negosiasi jika sudah bicara,” gumam ketiganya sedikit merinding.


“Ayo kita sambut kedatangan mereka di luar angkasa,” ajak Bai An.


Wuss..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Seketika keempatnya langsung menghilang.


Tap tap..!!


Tak lama mereka muncul cukup jauh dari Bumi.


“Hmm,, mereka masih cukup jauh, apa kita langsung temui saja, terlebih mereka tidak sadar jika kita ada di sini.” Ucap Tu Long yang mencium bau mereka.


“Iya, langsung saja jangan kasih mereka ampun,” sambung Bai Han dan Duan Du dengan nada semangat.


Seketika mereka bertiga melesat ke arah tiga komandan iblis merah.


Sementara Bai An tetap diam, ia dapat merasakan ada dua Iblis kuat bersembunyi dengan baik. Walau begitu, Bai An dapat merasakan dimana mereka berdua bersembunyi.


“Niat mereka berdua tidak sama dengan niat mereka bertiga, sepertinya ada yang menarik disini,” gumam Bai An tersenyum licik.


Wuss..!!


***


Ketiga komandan iblis yang merasakan adanya pergerakan ke arah mereka langsung berhenti, mereka memusatkan kesadaran mereka ke dimana pergerakan tersebut.


“Hmm,, dari aura mereka, mereka mungkin teman orang yang kita cari,” ucap salah satu dari komandan iblis merah.


“Mau dia atau tidak, tinggal bunuh lalu sisakan satu untuk kita introgasi,” sambung temannya kini menyeringai kejam. Ia terlihat langsung menjilat bibirnya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Duan Du, Tu Long dan Bai Han muncul bersamaan dengan munculnya ketiga komandan.


Saat salah satu komandan ingin bicara, Tu Long langsung menghilang, ia muncul tepat di depan komandan iblis tersebut.


“Haha,, aku sudah tahu apa yang ingin kau ucapkan, jadi mati saja kau iblis sialan,” teriak Tu Long.


Tangan Tu Long seketika berubah menjadi cakar berbentuk pedang.


Cakar tersebut memanjang dan langsung terayun ke arah Komandan Iblis Merah.

__ADS_1


Wuss..!!


Selamat menunggu cerita selanjutnya.


__ADS_2