
Chen Long dan Bai Hu pun seketika saling melirik, tak lama setelah mengangguk serempak, mereka pun melangkah dengan santai menuju lantai tiga.
Tap tap..!!
Setelah mencapai lantai kedua, mereka berdua berhenti di depan penguasa lantai satu dan dua.
“Berikan kami informasi tentang siapa saja yang memiliki kekuatan cukup tinggi di lantai 3 dan siapa yang harus di waspadai yang bisa membunuh kami?” Tanya Chen Long sambil melemparkan cincin penyimpanan ke arah penguasa lantai satu dan dua.
Tap..!!
Setelah menangkap cincin penyimpanan pemberian Chen Long dan melihat isinya. Penguasa tersebut pun langsung melempar selembaran kertas sambil berkata. “Aku merasa dari lantai 1 hingga lantai 5, tidak ada yang mampu melukai kalian, hanya itu saja yang mampu aku berikan, lalu untuk info lebih lanjut, kau bisa mengetahuinya saat sudah mencapai lantai 5.” Ucap penguasa Lantai 1.
“Hemm.. Informasi ini saja sudah cukup,” ucap Chen Long kini melihat daptar nama para penguasa lantai 2 hingga lantai 5 bersama nama orang-orang yang cukup kuat dan harus di waspadai.
“Ayo,” ajak Chen Long langsung melangkah ke lantai 3.
Tap tap..!!
***
“Woah..!! Aku menang lagi,” kekeh Bai Da Xing sambil melirik Lan Yuheng yang kini memasang wajah jelek.
“Heng,, kali ini aku tidak akan kalah, aku akan memilih pria bertubuh kurus dengan dua pedang di punggungnya,” dengus Lan Yuheng kini menaruh cincin penyimpanannya berisi 5000 koin emas.
“Hooh,, oke, aku akan memilih wanita itu,” ucap Bai Da Xing sambil menaruh cincin penyimpanannya juga di meja samping tempat mereka duduk, terlihat juga Bai Da Xing saat ini menyeringai tipis.
Setelah bertaruh satu sama lain, kini Bai Da Xing berdiri lalu melangkah ke tempat orang-orang berkumpul.
“Kali ini berapa yang kau pertaruhkan kak?” Tanya Bai Da Xing melirik Lan Yuheng.
“Hemm..!! 2000 koin emas saja dulu, karena saat ini perbedaan banding taruhannya cukup besar, jadi jika aku menang, aku hanya mendapat 30% dari hasil yang aku pertaruhan, itupun belum di potong 5%,” ucap Lan Yuheng terlihat merenung sesaat.
“Oke,” ucap Bai Da Xing langsung menyeringai licik.
Tap tap..!!
“Hoho,, ada penjudi elit datang,” ucap pria tua yang mengelola Arena kini melirik ke arah Bai Da Xing yang selalu menang bertaruh tanpa kalah dari awal ia bertarung.
Orang-orang yang menunggu kedatangan Bai Da Xing pun kini terlihat bersemangat.
“Ayo Tuan muda, yang mana kau pilih, cepatlah, aku sudah tidak sabar mempertaruhkan seluruh uangku saat ini,” teriak salah satu pria yang terlihat berumur 30 tahun.
“Nak,, siapapun yang kau pasang, itulah yang aku pasang juga, jadi cepatlah,” sambung seorang pria tua.
Satu persatu kini orang-orang menekan Bai Da Xing untuk cepat memasang taruhan saat ini sebelum pertarungan di mulai.
Bai Da Xing yang mendengar itu langsung mengangkat tangannya.
“Tenang, tenang, aku akan memilih pria kurus dengan dua pedang di punggungnya, aku akan memasang taruhan 10.000 koin emas,” teriak Bai Da Xing di sertai seutas senyum tipis.
__ADS_1
Melihat senyum Bai Da Xing, pria tua yang mengelola arena pun seketika tersenyum tipis. “Hemm..!! Anak ini sangat licik juga, beruntung ia tidak merugikanku, malah memberiku untung banyak hari ini, jika tidak, aku sudah mengusirnya dari awal.” Gumam Dhe Hui dalam hati.
“Aku pasang 20.000 ribu kion emas ke laki-laki itu,” teriak seorang pria gendut.
“Aku pasang 10.000 ribu,”
“Aku pasang seluruh harta yang ku punya,”
“Aku pasang 1 juta kion emas,”
Tak lama setelah mendengar Bai Da Xing memasang taruhan kepada pria kurus dengan dua pedang di punggungnya, teriakan dari semua orang seketika terdengar bersemangat.
Sementara Lan Yuheng yang mendengar itu seketika memasang wajah jelek.
Ia tentu mengenal adiknya itu yang suka bermain trik kecil untuk menipu dirinya di masa lalu.
“Sialan, aku yakin wanita itu akan menang, jika begitu,” sebelum Lan Yuheng bangkit, suara teriakan terdengar keras.
“Taruhan di tutup,” teriak Dhe Hui.
“Monyet sialan, aku yakin ini pasti trikmu lagi agar aku tidak ikut memasang taruhan,” raung Lan Yuheng dalam hati.
Tap tap..!!
Bai Da Xing yang baru kembali memasang taruhan kini memiringkan kepalanya di sertai senyum kecil.
“Kenapa dengan ekspresimu itu kak?” Tanya Bai Da Xing berpura-pura bingung.
Di Arena.
Seorang pria berbadan kekar yang menjadi wasit kini muncul di tengah-tengah.
“Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, aku langsung saja undang seorang penantang dari dari sisi timur, dia adalah wanita muda satu-satunya yang muncul di arena dalam kurun waktu ribuan tahun.”
“Sebelumnya tidak pernah ada seorang wanita yang melakukan pertarungan di arena ini. Karena sebuah konflik dengan Cung Wei, satu-satunya cara untuk menyelesaikannya yaitu di tempat ini.”
Tap tap..!!
Sosok wanita muda mengenakan cadar pun melangkah keluar.
Woah..!!
Bersamaan dengan itu, terdengar jelas suara penonton menggema saat melihat sosok wanita muda keluar.
Sang wasit yang melihat sang penantang keluar, kini melirik ke arah yang bersebelahan.
“Jika begitu, kita panggil sang pembuat masalah, Cung Wei,” teriak sang wasit.
Tap tap..!!
__ADS_1
Woah..!!
Cung Wei..!!
Cung Wei..!!
Cung Wei..!!
Seketika suara teriakan dari para penonton terdengar jauh lebih besar.
Mendengar namanya di sebut, Cung Wei pun langsung mengangkat kepalanya dengan wajah bangga.
Tap tap..!!
Pandangan wanita muda tersebut kini sangat tajam setelah berdiri di depan Cung Wei dalam jarak 3 meter.
“Baiklah, perjanjiannya adalah pertarungan hingga salah satu dari kalian menyerah atau keluar dari panggung arena, kalian tidak boleh sampai membunuh, dan tidak ada batas waktu, apakah kalian sepakat?” Tanya Sang Wasit kini melirik Cung Wei dan Wanita muda.
“Hehehe,, tentu saja aku setuju, akan ku buka semua pakaian mu di sini sayang,” kekeh Cung Wei langsung memprovokasi wanita di depannya.
Mendengar Cung Wei setuju sambil memprovokasi musuhnya, kini pandangan sang Wasit mengarah ke Wanita muda di sebelahnya, dan saat ia melihat wanita muda hanya diam tanda setuju, ia pun langsung mengangkat tangannya.
“Baiklah, senjata apapun di perbolehkan, bahkan jika kalian menggunakan racun sekalipun, yang penting tidak boleh sampai membunuh, jika begitu mulai,” teriak Sang wasit langsung melesat terbang.
Wuss..!!
Bersamaan dengan itu, wanita bercadar pun dengan segara melesat ke arah Cung Wei.
Dret..!!
“Mati kau laki-laki bejat,” teriak wanita bercadar mengayunkan pedang tipisnya.
Cung Wei yang melihat itu awalnya terlihat santai, itu karena perbedaan kekuatan mereka yang cukup besar.
Tapi tak lama, wajahnya seketika berubah menjadi jelek saat ia merasakan tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
“Sialan,” teriak Cung Wei dalam hati, bahkan ia tidak mampu mengeluarkan suaranya saatnya.
Crash..!!
Argh..!!
Tepat saat tangan kiri Cung Wei terpotong dengan begitu mudah, barulah suara teriakan Cung Wei terdengar jelas.
“Siapa? Siapa yanf berani melakukan hal cu-”
“Jangan banyak omong kosong kau pengecut bejat,” ucap wanita bercadar kini muncul di belakang Cung Wei.
Memanfaatkan Cung Wei yang lengah, tentunya wanita bercadar tidak akan menyia-nyiakannya.
__ADS_1
Wuss..!!
Trank..!!