
“Apakah kalian sudah selesai berdiskusi. Jika sudah maka aku ahiri saja.” Ucap Lo Ei langsung berubah ke wujud aslinya.
Dret dret..!!
Wujud Lo Ei mirip dengan monster iblis saat ini, namun bedanya Lo Ei masih memiliki kewarasan.
Tubuh Lo Ei yang memiliki panjang 5 meter kini berdiri dengan dua kaki menatap ke arah lima anggota keluarganya dengan tatapan mengejek.
Tangan Lo Ei langsung terangkat, saat tangan kanan Lo Ei terangkat terlihat di tangan Lo Ei menyatu dengan pinggangnya namun kulitnya layaknya karet.
Sret..!!
Lo Ei langsung terbang saat mengepakkan sayapnya.
Goar...!!
Dari mulut Lo Ei keluar gelombang suara yang langsung membuat guncangan di Arena.
Bukan hanya itu saja, bersamaan dengan itu, keluar percikan energi dari mulut Lo Ei, hingga terlihat layaknya petir.
Blush..!!
Bola energi yang mirip petir langsung melesat ke panggung arena tempat kelima anggota keluarga berdiri.
...
Sementara kelima yang menjadi lawan Lo Ei kini berusaha menahan tekanan yang di berikan oleh Lo Ei.
“Sial apa kita akan kalah begitu saja?” Umpat salah satu dari kelimanya.
“Aku tak ingin kalah tanpa perlawanan, setidaknya Tuan muda bisa melihat kita berjuang sekuat tenaga walau kalah,” sambung temannya.
“Jangan banyak bicara, kita buat formasi ledakan.” Teriak Ju kini melihat Bola energi mirip petir hampir mendekati mereka.
Kelimanya pun langsung membuat gerakan tiga sisi, dimana sisi kanan dan sisi kiri ada dua orang berdiri. Sementara sisi tengah terlihat Ju berdiri seorang diri.
“Aktifkan,” teriak Ju langsung membuat gerakan penyatu, kedua tangan Ju langsung menyentuh tangan rekannya.
__ADS_1
Wuss..!!
Seketika sebuah cahaya langsung menyelimuti tubuh kelimanya, tak lama cahaya tersebut langsung membuat ledakan yang membuat keluarga Bai An yang menonton di kursi penonton langsung menutup telinga mereka.
Duar..!!
Bom..!!
Guncangan hebat langsung membuat Arena kedua mengalami keretakan, namun tak lama formasi yang mengalami keretakan mulai pulih sendirinya.
Terlihat juga saat Formasi Ledakan meledak, sebuah sinar melesat dalam bentuk pedang ke arah Lo Ei yang langsung membuat Lo Ei pingsan akibat serangan kejutan tersebut.
Duan Du yang bertugas sebagai juri langsung menghilang.
Wuss..!!
Duan Du muncul di depan Lo Ei yang saat ini bertelanjang dada, lengan kiri Lo Ei juga putus akibat serangan Formasi Ledakan.
“Hemm..!! Kekuatan fisik paman Lo cukup kuat juga,” gumam Duan Du langsung menyelimuti tubuh Lo Ei menggunakan energinya.
“Paman Lo tidak apa-apa, ia hanya kehabisan energi serta tubuhnya sedikit terluka, butuh beberapa menit ia pasti akan sadar.” Ucap Duan Du.
Petugas yang yang mengambil sebagai Ahli Pengobatan tak lain Ling Mei dan para wanita langsung mengangguk.
“Serahkan pada kami,” ucap Mei Yin dengan nada tegas.
Duan Du pun langsung mendatangi kelima anggota keluarganya yang pastinya mengalami luka juga.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Saat Duan Du muncul, ia melihat 4 pingsan dan satu masih sadar. “Kerja bagus, kalian semua tidak memiliki luka serius seperti paman Lo, kalian berlima akan mendapatkan hadiahnya nanti setelah energi dan luka-luka kecil kalian sembuh.” Ucap Duan Du langsung menyelimuti tubuh kelimanya dengan energinya lalu membawanya ke petugas pengobatan.
...
Di panggung penonton, Gu Sheng yang menonton pertarungan Lo Ei dan kelima anggota keluarganya, kini tidak bisa untuk tidak kagum.
__ADS_1
“Luar biasa, aku tak menduga jika Formasi Ledakan tersebut hanya nama samaran semata, mungkin lebih tepatnya formasi itu di namakan Formasi Pedang Penghancur,” ucap Gu Sheng dengan nada senang dan kagum.
“Enak saja, formasi ini aku yang membuatnya, aku sengaja menamakannya Formasi Ledakan karena saat di gunakan oleh lima orang saat menggabungkan kekuatan, maka itu akan meledak, saat meledak maka akan membuat pusat energi serangan yang langsung mengarah ke musuh. Itu sangat luar biasa karena hanya aku yang bisa membuatnya.” Sanggah Tu Long dan langsung membanggakan dirinya sambil mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
Melihat kelakuan Tu Long, Gu Sheng hanya menggelengkan kepalanya.
“Iya ya, kau memang luar biasa Tuan muda Tu, tapi yang paling membuatku kagum adalah aku merasa kekuatan Lo Ei hampir mendekati Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah jika ia berada di Dimensi Alam Dewa, dan Lo Ei mampu di kalahkan oleh kelima orang yang hanya berada di tingkat Dewa Penguasa Immortal Suci, itu sungguh-sungguh tak dapat percaya. Jika ini menyebar di Dimensi Alam Dewa, mungkin mereka semua akan di perebutkan oleh klan-klan kecil maupun sekte yang baru membuat sektenya.” Ucap Gu Sheng melirik ke arah Bai An.
“Walaupun aku tak tahu kekuatan pasti orang-orang yang berada di Dimensi Alam Dewa, tapi menurutku kekuatan Lo Ei sudah mampu mengimbangi mereka yang memiliki kekuatan Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah. Dan untuk kakak Tian, Han'er, Ye'er, dan yang lainnya mungkin setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 1 Ahir walau saat ini kekuatan mereka baru Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal.” Ucap Bai An mencoba untuk menebak.
“Bagiaman menurutmu Du'er?” Tanya Bai An mengarah ke Duan Du yang baru muncul.
Tap tap..!!
“Aku tidak bisa memastikannya kak, seperti yang kau katakan tadi. Dan mungkin juga ada orang yang berasal dari Dimensi Alam Dewa yang memiliki kekuatan rendah seperti kita mampu melawan dua tingkat di atasnya. Dan jika mereka di temukan itu pasti akan sulit.” Ucap Duan Du menganalisa.
Gu Sheng pun langsung mengangguk membenarkan. Walau kekuatan keluarga Bai An bisa menandingi satu atau dua tingkat di atasnya. Jika bertemu orang yang bisa melawan satu atau dua tingkat seperti mereka, maka tentu itu akan sulit.
“Lalu bagaimana cara kita membuat mereka lebih kuat lagi, sementara waktu kita saat ini sangat mepet?” Tanya Tu Long dengan bingung.
Bai An, Gu Sheng dan Duan Du langsung menatap Tu Long dengan pandangan berbeda.
“Eeh..!! Apa aku salah kata lagi ya?” Ucap Tu Long menggaruk kepalanya canggung.
“Heng, kenapa bodohmu semakin jadi paman, tentu saja dengan cara itu,” tunjuk Duan Du mengarah ke arena. “Dengan mereka berlatih tanding, maka kita bisa melihat kekurangan mereka, lalu membantu menutupi kekurangan mereka. Makanya aku meminta mereka berlatih tanding dengan iming-iming hadiah.” Dengus Duan Du.
Wajah Tu Long langsung cemberut. “Heng..!! Aku tahu aku bodoh, tapi jangan menyebutku bodoh di depan banyak orang bocah nakal,” teriak Tu Long.
Bagaimana tidak Tu Long tidak marah, pasalnya ia merasa Duan Du sengaja bicara menggunakan sedikit energinya agar suara Duan Du dapat di dengar oleh semua anggota keluarganya.
“Mulai lagi sudah,” gumam Bai An, dan semua anggota keluarga Bai An.
Bahkan Mo Denshan dan kelima yang kini masih bertarung langsung mundur sambil menggelengkan kepala saat tahu jika Duan Du dan Tu Long mulai ribut.
Mereka semua sudah cukup umum dengan sifat keduanya dan merasa mereka adalah rival abadi sejati.
Saat Tu Long ingin memukul kepala Duan Du dan Duan Du ingin memukul balik, sebuah suara terdengar lantang.
__ADS_1