
“Benar, dia orangnya, dua orang dari mereka ayah merasakan keakraban yang pernah di bicarakan oleh Nona Ling Hua,” ucap Bai An serius.
“Dua leluhur dari klan Bai,” gumam Bai An dalam hati.
Bai An tidak tahu apakah mereka berasal dari generasi keberapa klan Bai. Tapi ia tahu jika keduanya bukan pendiri klan Bai atau orang yang telah membuat perjanjian.
Bai Han yang sudah mengetahui semuanya kini membeku. Sudah lama ia ingin mengembangkan kekuatannya, tapi tertahan oleh sesuatu yang bahkan ayahnya sendiri tidak mengetahuinya.
“I..Ini ini, apakah mereka bisa melakukannya ayah?” Tanya Bai Han dengan nada bergetar.
“Ayah juga tidak tahu, mungkin saja mereka juga tidak mau membantu kita, karena mereka sama sekali tidak mengenal kita,” jawab Bai An sambil menggelengkan kepalanya.
Duan Du dan Master Xi Juan yang sedari tadi diam kini sedikit mengetahui apa yang di bicarakan oleh ayah dan anak.
Terlebih Master Xi Juan tentu sedikit akrab juga, walau tidak seakrab Bai Han, karena Master Xi Juan hanya memilki garis darah campuran Klan Bai, sama halnya Bai An, ia memiliki garis darah campuran Klan Ling dan Klan Bai cabang. Sementara Master Xi Juan memiliki garis darah ibunya dan ayahnya.
Untuk Bai Han, ia memiliki garis darah sempurna klan Bai, bahkan Bai An tidak mengetahui hal tersebut.
Untuk Bai Chu Ye, ia memiliki darah yang berasal dari mutasi aneh di saat menyerap inti darah ayahnya dahulu, sehingga garis darahnya berbeda dari semua keluarganya.
Untuk putrinya Bai Xia Xie, garis darahnya berubah karena pertemuannya dengan para peri.
Semua keluarga Bai An cukup unik dan memiliki kelebihan masing-masing.
...
Tidak jauh dari Bai An dan kelompoknya. Kelima orang tua yang kini akan melangkah masuk terhenti saat merasakan keakraban dari tiga orang, khususnya satu orang yang memiliki aura serta garis darah murni klan mereka.
Tatapan dua sosok pria sepuh dan wanita sepuh kini teralih ke arah Bai Han. “I..Ini-” Bibir wanita sepuh terhenti di sertai air mata menetes.
“Akhirnya setelah sekian lama, kita bertemu keturunan murni dari Patriark,” gumam Pria sepuh dengan bibir bergetar.
Sementara ketiga sahabatnya yang mendengar itu kini ikut mengalihkan pandangan. Tatapannya mengarah ke Bai Han lalu Bai An. “Me..Mereka juga Ke..Keturunan klan Ling,” sambung dua sesepuh.
“Apa yang aku katakan terbukti jika kita pasti akan bertemu mereka di sini,” ucap pria berusia 40 tahun kini meneteskan air matanya.
“Benar, tapi ini belum saatnya kita menemui mereka, saat ini ada yang mengawasi kita,” ucap pria sepuh dari klan Bai.
“Huuf,, saking bahagianya, aku melupakan musuh kita, aku yakin jika mereka menyadarinya.” Sambung wanita sepuh klan Bai.
__ADS_1
Mereka berlima pun langsung membalik badan lalu melangkah masuk.
Bai Han dan Master Xi Juan yang melihat mereka pergi ingin menghentikannya. Tapi Bai An dan Duan Du pun langsung menghalangi keduanya.
“Tunggu Juan'er, jangan gegabah, sepertinya mereka melakukan ini untuk mengalihkan perhatian orang-orang Menara.” Ucap Duan Du melalui telepati.
“Hentikan Han'er, mereka sadar jika ada musuh di sini, jika mereka menyadari dirimu, maka akan jauh berbahaya bagi kita, mereka sepertinya sadar akan hal tersebut sehingga berpura-pura tidak mengetahui kita,” ucap Bai An kini memegang pundak kanan putranya.
Bai Han pun langsung murung.
“Bersabarlah, jika ada waktu luang nanti saat di dalam, kita akan langsung mendatanginya,” ucap Bai An mencoba menghibur putranya.
Bai Han sadar jika ayahnya ingin menghiburnya. Tapi ia mengambil hal yang positif dari ucapan ayahnya. “Hemm..!! Han'er mengerti ayah, dan terimakasih,” ucap Bai Han langsung memeluk ayahnya dengan erat.
Bruk..!!
Duan Du pun ikut memeluk Bai Han dan Bai An. “Apa yang kakak katakan itu benar, sabarlah Han'er. Kau itu tidak membebani kami, paman sadar jika perasaanmu terasa seolah menjadi beban selama ini. Tapi nyatanya justru karena kehadiranmu membuat kami selalu ingin menjadi kuat agar ada sosok yang kami jaga,” ucap Duan Du.
Hem hem..!!
Bai Han pun mengangguk-angguk dengan perasaan hangat.
Tap tap..!!
Bruk..!!
“I..Ini,” ucap Bai An langsung mencengkram erat pundak Master Xi Juan.
“Siapa kau sebenarnya? Aku merasakan garis darah dari Xing'er di dalam dirimu?” Tanya Bai An dengan mata tajam.
Master Xi Juan yang melakukan kesalahan dengan melakukan kontak tubuh kini membeku.
Duan Du pun ikut membeku dengan wajah menegang.
“Huuff,, aku merasa kau terlalu banyak menyembunyikan ini dari kakak Du'er,” ucap Bai An melihat adiknya dengan dingin.
“I..Itu, sebenarnnya Du'er tidak tahu mau menjelaskan dari mana dan ini juga permintaan Juan'er sendiri, katanya demi kebaikan kakak.” Ucap Duan Du seketika merasa bersalah.
Bai An yang awalnya sedikit emosi karena merasa di bohongi kini mulai tenang.
__ADS_1
“Huuf,, entah ini baik atau tidak, tapi entah mengapa kebanyakan mereka yang mengetahui tentang masalah leluhurku Sang Asura selalu mengatakan belum saatnya mengetahuinya. Tapi baiklah, kakak kini akan mendengar ucapanmu Du'er. Sementara untuk Master Sekte, beritahu aku semuanya jika waktunya telah tiba.” Ucap Bai An dengan nada tenang.
“Aku kini tidak akan memaksa kalian mengatakan apapun. Tapi setidaknya jika itu musuh, jangan pernah menyembunyikannya, karena itu demi kebaikan kita semua.” Sambung Bai An.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Bai An langsung melangkah ke pintu masuk lelang yang memiliki bentuk kuno.
Pintu tersebut memiliki panjang 20 meter dan lebar 40 meter. Di setiap dinding pintu di hiasi oleh kayu yang mengeluarkan aura unik.
Duan Du dan Master Xi Juan saling melirik sambil menghela nafas. Tak lama mereka berdua langsung mengejar Bai An dan terahir Bai Han yang melamun ikut menyusul.
Tap tap..!!
“Perlihatkan token lelang anda Tuan, setelah tahu token anda, nanti pelayan akan mengarahkan anda kamar anda,” ucap penjaga lelang menghentikan langkah Bai An dan kelompoknya.
Tap tap..!!
Duan Du maju lalu menunjukkan token VVIP no 08.
Melihat token VVIP no 08, kedua penjaga saling melirik.
“Tun..Tunggu sebenar Tuan muda, saya akan memanggil Pelayan Sia Yun terlebih dahulu,” ucap salah satu penjaga yang telah mendapat pesan dari Tuannya.
Tap tap..!!
Tidak sampai satu menit, terlihat sosok wanita anggun.
“Selamat datang Tuan muda Duan dan Tuan muda-”
“Ini kakak ku Panggil saja An dan ini keponakanku, panggil saja Han, lalu ini panggil apa saja sesuka nona Yun,” ucap Duan Du memberitahu dengan senyum.
“Ah silahkan masuk Tuan muda An, Tuan muda Han, dan Tuan muda misterius.” Ajak Pelayan Sia Yun langsung menuntun Bai An dan kelompoknya masuk.
Tap tap...!!
Setelah mencapai lantai 6 yang mempunyai dimensi. Pelayan Sia Yun langsung masuk bersama Bai An dan kelompoknya.
Setelah melewati pintu dimensi lantai 6, pandangan Bai An dan kelompoknya sedikit kagum akan luas dan indahnya dimensi buatan Rumah Lelang Gedung Merah.
“Aku merasa tidak sedikit biaya yang di habiskan untuk membuat dimensi buatan ini menggunakan material.” Ucap Duan Du.
__ADS_1