Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kediaman Klan Hu dan Penyerangan


__ADS_3

“Apa kau tidak sadar mengapa anak itu ada di sini jika tidak membalas dendam,” ucap Huang Dan tersenyum penuh makna.


Huang Xan yang mendengar itu langsung melototkan matanya, jujur ia tidak berpikir sampai ke arah sana.


Walau ia tahu jika Jiu Long dan Huang Shen bermusuhan, mereka hanya bentrok saat ada turnamen saja.


Tapi beberapa saat lalu ia kini ingat juga jika Jiu Long di hukum karena sebuah konsfirasi dari ayah Huang Shen dengan penetua dari Sekte Pedang Sejati.


Walau hukuman yang Jiu Long terima hanya pengasingan, tapi ia yakin jika Jiu Long akan menaruh dendam kepada keponakannya.


“Tangkap dan bawa kesini mereka semua,” ucap Huang Xan dengan nada dingin.


Huang Dan dan para tetua lainnya langsung mengangguk, saat mereka akan melangkah pergi, sebuah teriakan langsung terdengar sehingga membuat langkah mereka terhenti.


Bai An yang ada di lantai bawah kini menyunggingkan senyum tipis, dengan santai ia mencengkram tangannya.


Arghh..!!


Huang Shen kini kembali berteriak, teriakannya terdengar jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya.


“Shen'er kau kenapa?” Tanya Huang Xan kini memegangi pundak Huang Shen, wajah Huang Xan terlihat panik.


Sama halnya dengan para tetua, mereka juga terlihat panik dan bingung, sementara Huang Dan hanya mengerutkan keningnya.


“Bagaimana ini, kenapa aku tidak bisa melihat hal yang mencurigakan di tubuh Shen'er,” ucap Huang Xan melihat ke semua tetua.


“Kenapa kalian diam saja, cepat cari tahu apa yang terjadi dengan Shen'er, jika kalian tidak bisa menemukan apa-apa, maka kalian yang akan menerima akibat amukan Ketua Paviliun,” teriak Huang Xan kini mengeluarkan auranya hingga mengguncang seluruh area Restaurant.


Para pengunjung yang sudah ketakutan dengan suara teriak Huang Shen sudah keluar lebih dulu.


Mereka yang tahu sifat Paviliun Phoenix Perak yang suka melibatkan orang sembarangan kini pada berhamburan.


Sementara Bai An dan yang lainnya santai saja.


“Guru,, apa dia tidak mati jika terus seperti ini? Jika dia mati, nanti aku tidak bisa menghajarnya lagi,” ucap Jiu Long dengan nada gugup.


Jiu Long memberanikan diri untuk mengungkapkan hal yang dari tadi ia tahan.


Waa waa..!!


Suara imut Xie'er juga ikut terdengar, melihat putri kecilnya mendukung Jiu Long. Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tahu jika putrinya ini ingin melihat Huang Shen menderita secara perlahan, bukan menderita dengan cepat lalu mati.


“Baiklah jika begitu,” ucap Bai An langsung meregangkan jari tangannya.


Bertepatan dengan itu, suara teriakan Huang Shen langsung menghilang.


***

__ADS_1


“Hmm..!! Apa kau yakin jika kita bisa langsung masuk?” Tanya Duan Du mengerutkan keningnya ke arah kanan.


“Tentu saja, walau ada yang kurang beres di sini, kenapa harus takut, toh ada kau dan saudara Tu Long di sini,” jawab Hu Liu Chen tersenyum tipis.


Hu Liu Chen juga melirik ke arah keponakannya yang kini tertidur di punggung Duan Du.


“Anak ini walau terlihat santai, tapi ia sedang memikirkan ibunya,” gumam Hu Liu Chen.


Setelah di bebaskan dan di beritahu prihal masalah Hu Qia, Hu Liu Chen tentu terkejut dan ingin menemui Hu Qia, namun Bai Han langsung menolak.


“Hoam..!! Apakah sudah sampai?” Tanya Bai Han sambil mengoam, Bai Han juga melihat ke sekelilingnya.


“Hmm..!! Aura di tempat ini mengandung hawa yang berbeda,” sambung Bai Han melihat ke arah sebuah istana yang sangat besar.


“Benar,, dulu sebelum aku meninggalkan tempat ini, aura di sini tidak seperti sekarang,” Hu Liu Chen membenarkan ucapan Bai Han.


“Lalu ibu tinggal dimana?” Tanya Bai Han melirik ke arah Pamannya Hu Liu Chen.


Tap tap..!!


Bai Han kini melangkah maju.


“Paman, kalian semua jangan ikut campur untuk masalah ibu, tapi untuk masalah yang lain itu terserah,” ucap Bai Han kini merasa aura dan energi ini milik seseorang yang menghasut ibunya.


Wuss wuss..!!


“Heng,, apa-apaan ini? Kenapa kau mulai berani Hu Min,” dengus Hu Liu Chen.


Walau Hu Min lebih kuat, tapi Hu Liu Chen sama sekali tidak takut.


Sementara Hu Min langsung terkejut saat mendengar suara yang begitu familiar, saat ia melihat ke arah tertentu.


Hu Min kini terkejut. “Tuan muda,” sapa Hu Min langsung membungkuk.


Setelah itu ia langsung berdiri tegap. “Maaf Tuan muda, bukannya aku menghalangimu, tapi saat ini Penguasa sedang melakukan pertemuan dengan Patriark Klan Fang.”


“Aku di tugaskan menjaga gerbang dan melarang semua orang masuk, siapapun itu termasuk anda Tuan muda,” ucap Hu Min dengan nada tegas.


“Hoo..!! Jika kami memaksa masuk?” Tanya Tu Long kini meregangkan ototnya.


“Tentu saja aku akan sekuat tenaga menjaga gerbang hingga titik kemampuanku,” ucap Hu Min dengan tegas.


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long tersenyum tipis.


“Kau cukup sopan juga, aku suka itu,” ucap Duan Du menggerakkan jarinya.


Wuss..!!

__ADS_1


Jlep..!!


Hu Min terjatuh tanpa bisa melihat apa yang di lakukan oleh Duan Du.


Hu Liu Chen maju sambil memegangi dada Hu Min, seketika ia menghela nafas lega.


“Kau tenang saja saudara Liu Chen, aku cukup tahu siapa yang pantas aku bunuh dan siapa yang aku bunuh,” ucap Duan Du langsung maju mengikuti langkah Bai Han.


Bai Han sedang santai melangkah maju tanpa peduli orang-orang klan Hu yang mengelilinginya, karena ia yakin Duan Du, Tu Long dan Hu Liu Chen akan mengurusnya.


Bom bom..!!


Duar..!!


Suara ledakan ada dimana-mana, terdengar juga suara tawa, tentu saja tawa tersebut milik Tu Long yang selalu ribut saat bertarung.


“Mati para sampah,” teriak Tu Long.


Tinju Tu Long yang telah di lapisi Hukum Angin tingkat setengah Dewa kini mengumpul seperti gumpalan yang mengelilingi tangan Tu Long.


Bom..!!


Seketika semua anggota klan Hu yang ada di depannya langsung mati dengan tubuh hancur.


“Haha,, ayo maju lebih banyak lagi, keluarkan niat membunuh kalian para sampah,” teriak Tu Long kini terlihat seperti orang kesurupan.


Sementara di tempat Duan Du.


Duan Du saat ini sibuk menyerap semua energi mayat-mayat yang telah di bunuh oleh Tu Long.


Duan Du melakukan ini dengan cepat, ia juga merasa ada musuh kuat di depan sana, jadi ia harus meningkatkan kekuatannya lagi satu tingkat agar bisa melawan orang yang menurutnya sangat kuat.


Untuk Hu Liu Chen, ia selalu berada di sisi Bai Han.


Dengan ganas Hu Liu Chen membunuh anggotanya sendiri saat ada yang ingin menghentikan langkah Bai Han.


30 menit telah berlalu.


Perjalan Bai Han kini terhenti tepat di sebuah pintu masuk istana.


Bai Han, Duan Du, Tu Long dan Hu Liu Chen kini berdiri sejajar, mereka berempat dapat merasakan banyak sekali orang di dalam sana.


“Hoho,, orang-orang di dalam sana cukup kuat, ini lebih baik dari para sampah yang di luar,” kekeh Tu Long menyunggingkan senyum sadis.


“Hmm hmm,, aku juga sudah tidak peduli dengan mereka semua, jangan berikan mereka semua kesempatan hidup,” sambung Hu Liu Chen dengan nada dingin.


“Lalu kenapa kita diam saja, langsung bantai saja.”

__ADS_1


__ADS_2