
Tak lama keduanya kembali memejamkan mata sambil menunggu kedatangan Hu Xiao.
***
“Ayah, kita makan dulu Han'er lapar.”
Langkah kaki Bai An dan yang lainnya langsung terhenti, pandangan mata semua orang kini mengarah ke Bai Han.
“Han'er bukan kah kau baru saja makan, bahkan stok makanan paman sudah habis,” ucap Duan Du dengan nada pahit.
“Benar Han'er, itu parut atau pembuangan sampah sih,” sambung Tu Long heran.
Bai Han yang mendengar itu langsung cemberut. “Namanya aja manusia paman, kan Han'er berbeda dengan paman semua,” nada suara Bai Han terdengar santai, namun semua orang sadar jika itu ejekan.
Heng..!!
Suara dengusan langsung terdengar dari Tu Long di sertai senyum kecut.
“Sudah-sudah,, disana ada Restaurant, ayo kita makan,” ajak Hu Xiao menjadi penengah.
Bai An yang dari tadi diam hanya bisa menghela nafas saja. Ia sudah merasa tenang karena Duan Du dan Tu Long kini tidak ribut lagi, tapi ada lagi satu orang yang mengundang kegaduhan dan orang itu tak lain putranya.
“Semoga saja sifat Ye'er dan Xie'er tidak seperti kakaknya,” gumam Bai An dalam hati.
Tap tap..!!
“Selamat datang Tuan di Restaurant cabang Paviliun Semesta,” sapa seorang wanita terlihat berumur 16 tahun.
Wajahnya terbilang cantik dan memiliki perbedaan dengan wanita lainnya, yang berbeda adalah telinganya yang lancip.
“Ras Dark Elf,” gumam Bai An dan Tu Long mengerutkan keningnya.
Sejujurnya ini baru pertama kalinya mereka berdua melihat Ras Dark Elf di Alam Semesta Inti. Hal itulah yang membuat mereka heran.
Sementara Hu Xiao dan Duan Du yang tahu hanya diam saja.
“Kakak,, apakah ada makanan terenak di sini? Jika ada, bawakan aku semuanya, aku ingin mencicipi semua makanan terenak tempat ini.”
Terdengar suara melengking dari Bai Han yang kini sudah berdiri di samping ayahnya.
Pelayan tersebut mengangguk dengan semangat, saat ia membalik badan dan ingin melangkah. Terdengar suara ketus.
__ADS_1
“Hei pelayan baru, jangan sembarangan menyiapkan orang makanan, terlebih lagi ia ingin semua makanan terenak di tempat ini, lihat saja dari tampang mereka sangat lusuh, mereka pasti pengemis yang tidak sanggup membayar,” dengus seorang wanita terlihat berusia 22 tahun.
Wanita ini adalah salah satu pelayan di sini, ia adalah wanita yang selalu membuli dan mencari ketenaran di sini, namanya adalah Yi Sui. Untuk wanita dari Dark Elf itu bernama Seng Yin.
Seng Yin yang mendengar itu langsung gugup, tubuhnya sedikit bergetar karena menahan rasa takut.
Bai Han yang melihat itu mulai menatap Yi Sui, alis Bai Han berkerut dan tak lama ia tersenyum kecil.
“Jangan dengarkan bibi ini kakak cantik, bawakan saja apa yang aku minta, untuk masalah uang kami memang tidak akan membayar, karena ada orang nanti yang akan membayar,” ucap Bai Han dengan nada santai.
Seng Yin terdiam saat mendengar ucapan Bai Han yang polos tanpa ada beban, instingnya merasa harus mengikuti permintaan Bai Han.
“Baik Tuan muda, saya akan menyiapkan semua makanan terbaik di Restaurant ini,” dengan cepat Seng Yin melangkah.
Yi Sui yang mendengar itu langsung berteriak keras.
“Seng Yin, jika kau terus melangkah aku akan memberitahu manager jika kau melakukan kesalahan lagi.”
“Aku yakin manager pasti akan memecatmu kali ini,” sambung Yi Sui tersenyum sinis.
“Sementara untuk kalian, pergi atau aku akan memanggil penjaga untuk mengusir pengemis seperti kalian,” ucap Yi Sui dengan nada arogan.
“Hooh,, pelayan sepertimu bisa apa, jika para penjaga mendengar ucapanmu, berarti mata mereka buta dan aku heran mengapa orang seperti dirimu bisa bekerja di sini,” Bai Han secara terang-terangan mengejek Yi Sui.
Bai An, Duan Du, Tu Long dan Hu Xiao hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Mereka langsung mengikuti ke arah mana Bai Han melangkah. Saat mereka akan duduk.
Yi Sui yang sudah marah dan pergi kini membawa para penjaga bersama Manager Restaurant Cabang Paviliun Semesta.
“Itu dia Tuan, dialah yang mau mengacau di sini dan juga jika tidak mau di buatkan makanan, maka mereka bilang akan menghancurkan tempat ini,” ucap Yi Sui menunjuk ke arah kelompok Bai An.
Yi Sui juga memegang lengan Manager tersebut dan dadanya yang boing-boing kini menempel di lengan Manager tersebut.
Manager tersebut langsung menatap ganas ke arah kelompok Bai An.
“Cepat usir mereka dari sini, menganggu saja,” dengus Manager dengan sombong.
Para penjaga langsung berlari, jumlah mereka kurang lebih ada 10 kini berpencar untuk mengepung kelompok Bai An.
Seng Yin yang datang membawa banyak makanan menggunakan gerobak makanan langsung melihat ke arah kelompok Bai An, setelah itu tatapannya mengarah ke Yi Sui yang kini melangkah ke arahnya bersama Manager.
__ADS_1
“Kau sudah mulai berani melawan Seng Yin, rupanya aku harus memberikan pelajaran untukmu lalu ku buat menjadi wanita penghibur,” ucap Manager kini tersenyum jahat.
Tubuh Seng Yin langsung lemas, ia terjatuh ke lantai.
“Ja..Jangan Tuan, aku sudah melakukan tugasku dengan baik, aku juga merasa mereka bukan orang sembarangan,” jawab Seng Yin dengan nada bergetar ketakutan.
“Heng,, ****** kecil sepertimu tahu apa, lihat mereka itu semua pengemis, dari pakaian mereka saja sudah terlihat jelas,” dengus Yi Sui mulai menghasut Manager saat ia terlihat ragu.
Bomm..!!
Suara ledakan kecil langsung terdengar, seketika Seng Yin, Yi Sui dan Manager melihat ke arah suara ledakan.
Mata mereka langsung melotot saat melihat para penjaga kini terbaring.
“Kurang ajar, berani sekali kau melukai para penjaga, aku akan melaporkan ini kepada Paviliun pusat agar kalian di buru,” teriak Yi Sui menunjuk Bai An dan yang lainnya.
Mendengar ancaman tersebut, Bai Han menolah dengan malas.
“Hei ******, jangan buat kesabaranku habis, jika aku mau tempat ini sudah rata dari tadi,” ucap Bai Han dengan nada dingin.
Tangan Bai Han terayun santai, secara perlahan Seng Yin dan gerobak berisi makanan mendekat dengan sendirinya.
“Ini yang aku tunggu-tunggu,” ucap Bai An menggosok-gosok tangannya.
“Kakak,, kau akan mendapat hadiah nanti setelah aku makan,” ucap Bai Han langsung menyambar paha ayam dan paha daging rusa yang paling besar.
Wajah Duan Du dan Tu Long langsung gelap.
“Han'er dimana sopan santunmu hah, dahului dulu kakek ayah dan pamanmu baru kau,” dengus Duan Du.
“Hehe,, aku sangat lapar paman, jadi maklumi saja, toh ayah dan kakek diam saja dari tadi, mereka tidak mempermasalahkannya,” jawab Bai Han tersenyum kecil.
Melihat dirinya di abaikan, Manager tersebut mengeluarkan auranya dengan ganas.
Manager tersebut juga semakin tersulut saat di provokasi oleh hasutan Yi Sui.
Blush..!!
“Berani sekali kalian ingin makan tanpa membayar, aku akan menangkap kalian lalu aku jual di pasar budak untuk mengganti rugi.”
Yi Sui tersenyum kecil saat melihat sang Manager mulai marah.
__ADS_1
“Dasar bodoh, secara perlahan aku pasti menggantikanmu menjadi manager dan saat itu terjadi, aku akan menyulap sebagian tempat ini menjadi mimpi indah bagi laki-laki.”