
“Namun saat itu aku merasa hanya berdiri di tempat saja tanpa melakukan apapun,” gumam Chen Long langsung melesat ke mulut gua, dimana semua keluarga Bai Han telah berkumpul.
Wuss..!!
***
“Bagaimana apa kau sudah mengingat kejadian pertarungan kita?” Tanya Chen Long sambil melirik Bai Han yang terlihat berpikir juga.
“Tidak, terahir kali aku mengingat saat mengerangmu dari atas dan menggunakan manusia energi secara bersamaan dari samping kau berdiri, setelah itu aku tidak ingat apapun,” jawab Bai Han melirik ke arah Chen Long.
“Hemm..!! Apakah ada seseorang yang sangat kuat membuat ilusi sehingga kalian tidak menyadarinya ya,” ucap Ling Shen yang duduk tidak jauh dari tempat Bai Han duduk.
“Aku rasa begitu,” sambung Bai Zhan.
“Mungkin saja itu orang-orang Menara, kan kata kakak pemimpin Menara sangat kuat, ia juga punya Spirit seperti diriku. Siapa tahu Spiritnya yang membuat kabut seperti yang kakak ceritakan tadi.” Celetuk Bai Da Xing kini duduk sambil memakan daging bakar.
“Siapapun itu kita serang saja, karena saat ini tanganku sangat gatal ingin memukul musuh-musuhku,” ucap Lan Yuheng sambil mengayunkan tinjunya ke udara.
Kini terdengar satu persatu semua anggota keluarga Bai Han ikut mengeluarkan pendapat mereka.
Tapi semua yang mereka katakan tidak ada satupun yang mendekati menurut Chen Long dan Bai Han.
Bai Han juga ikut penasaran kenapa ia tiba-tiba pingsan, padahal dirinya sedang menyerang Chen Long, sementara dari penjelasan Chen Long, ia sama sekali tidak pernah memukul dirinya hingga pingsan.
”Hemm..!! Apa itu karena Jiwa Leluhur Pendiri klan Bai yang mirip ayahku ya, saat aku muncul di tempat itu, pandanganku juga di tutupi oleh semacam kabut, namun warnanya bukan putih,” gumam Bai Han kini mencoba menyamakan ucapan Chen Long dengan dirinya saat membangkitkan kekuatannya.
...
Beberapa hari kemudian.
Kini Bai Han melirik ke arah semua anggota keluarga satu persatu.
“Apa yang paman ucapkan mungkin benar, saat ini aku masih cukup lemah dan tidak mungkin bisa menghadapi orang-orang Menara yang sangat banyak. Walau aku bisa menghadapi Topeng Putih, namun aku merasa tidak yakin mampu menghadapi Topeng Ungu atau para petingginya.”
“Jadi aku akan pergi bersama Yuheng dan Bai Da Xing ke tempat yang paman maksud, karena seperti ucapan paman, di sana aku bisa meningkatkan kekuatan kami bertiga,” ucap Bai Han dengan penuh tekad.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Hati-hatilah nak, jangan terlalu memaksakan dirimu,” ucap Bai Yu.
“Benar, kekuatan memang cukup penting agar kita bisa saling melindungi, tapi keselamatan juga tak kalah penting,” sambung Ling Yin.
“Kalau kakekmu ini tidak bisa mengatakan apa-apa, karena kedua nenek mu telah mengatakannya. Tapi satu hal yang pasti, kami juga akan terus meningkatkan kekuatan kami dan pada saat kau kalian kembali, kekuatan kami juga tak kalah jauh dari kalian.” Ucap Bai Zhan.
“Hemm..!! Kami semua di sini akan menunggu kalian tahun depan, namun jika batas yang telah di tentukan kalian tidak datang, maka kami akan pergi lebih dulu melawan orang-orang Menara, jadi jangan salahkan kami jika kau hanya mendapatkan sisa-sisa saja,” sambung Ling Shen di sertai senyum kecil.
Ling Hua, Gu Sheng, Lou Sha, Hu Song, Rubah Kematian dan yang lainnya juga mengatakan hal yang sama dengan kakek dan nenek Bai Han saat mengucapkan salam perpisahan.
Sementara Li Qian, ia kini tengah memeluk Lan Yuheng dengan wajah bengkak lantaran tak ingin berpisah.
“Ini juga demi untuk melindungimu Qian'er, dan saat semua masalah ini selesai, aku janji akan menikahimu, jadi bersabarlah,” ucap Lan Yuheng dengan nada serius sambil mengusap rambut Li Qian.
Para keluarga Bai Han yang melihat itu langsung iri karena keakrapan pasangan tersebut.
...
“Sudah-sudah, nanti cinta-cintaannya, ayo berangkat,” ajak Bai Da Xing sedikit mendengus.
Wajah Lan Yuheng seketika berubah karena momen pentingnya di ganggu oleh adiknya.
Saat melihat Lan Yuheng mengejar adiknya, semua orang hanya menggelengkan kepalanya.
Pandangan mereka pun mengarah ke Bai Han yang masih saling memandang dengan Chen Long.
“Apa sebenarnya yang ada di gua utama paman? Apakah kau tidak bisa memberikan sedikit bocoran makhluk apa yang ada di dalam sebenarnya?” Tanya Bai Han melalui telepati.
“Kau akan mengatahuinya saat sudah sampai, jadi berangkatlah, karena kedua saudaramu sudah meninggalkanmu,” ucap Chen Long tersenyum tipis.
“Hais,, baiklah, tapi ingat janjimu paman. Setelah masalah ini selesai, kau langsung pergi dengan dua orang yang kau inginkan dan jangan pernah datang ke tempat kami lagi selamanya.” Ucap Bai Han.
Wuss...!!
Tanpa menunggu jawaban dari Chen Long, Bai Han langsung melesat mengejar kedua saudaranya yang sudah cukup jauh meninggalkannya.
...
__ADS_1
“Baiklah, karena mereka bertiga telah pergi untuk meningkatkan kekuatan mereka, kita juga tak boleh kalah. Akan ku latih kalian selama setahun terahir dengan serius.” Ucap Chen Long melirik semua orang.
Bai Zhan, Ling Shen, Bai Yu, Ling Yin, Ling Hua, dan semuanya langsung mengangguk sambil memasang wajah serius.
Tak lama, Chen Long pun membawa mereka semua keluar dari mulut gua.
Tap tap..!!
***
Duar..!!
Duar..!!
“Sialan, sudah hampir dua tahun kita menyerang pintu masuk ini, tapi pintu masuknya hanya sedikit tergores saja,” teriak Fu Long penuh amarah.
Sang Ahli Strategi yang ada di samping Fu Long hanya diam saja. “Teruslah mencoba, karena hanya dengan menyerangnya saja pintu Dimensi ini akan terbuka, kita tidak ada cara lain. Aku sudah melihat sekelilingnya dan hanya pintu ini saja yang paling mudah di hancurkan.” Ucap Sang Ahli Strategi dengan tenang.
“Rentan,, rentan, apanya yang rentan, lihatlah kita sudah menyerangnya selama dua tahun dan itu hanya tergores saja.” Teriak Fu Long menunjuk pintu Dimensi Binatang Buas.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Apa yang di ucapkan olehnya benar, selama aku mengawasi Dimensi ini dan mengawasi kalian, hanya pintu ini yang paling rentan di serang. Jika bersungguh-sungguh, aku yakin dalam satu tahun pintu ini pasti akan hancur.” Ucap Pemimpin Menara muncul.
“Tapi jika kau menyerang dengan emosi, bukannya cepat hancur, malah itu akan membuatnya bertambah lama. Jadi hilangkan emosimu itu, jika tidak, aku tak akan menugaskanmu di sini lagi,” sambung Pemimpin Menara menatap tajam Fu Long.
Fu Long seketika berkeringat dingin.
“Ba..Baiklah Pemimpin, maafkan aku terbawa emosi lantaran terlalu bersemangat,” ucap Fu Long membungkukkan badannya.
Pemimpin Menara hanya diam saja, ia sedikit melirik Sang Ahli Strateginya dan memberikan beberapa isyarat tanpa di sadari oleh Fu Long.
Setelah itu ia pun membalik badan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“Huuf,, kenapa kau tidak bilang jika Pemimpin ada di sini,” ucap Fu Long setelah melihat Pemimpin Menara benar-benar pergi.
__ADS_1
Sang Ahli Strategipun hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia juga tidak menyadari kedatangannya.