
“Tunggu aku ayah, Ye'er, Xie'er, Ibu, paman Du, paman Tu, aku yakin akan bertemu dengan kalian lagi di satu tempat,” Sambung Bai Han dengan pancaran mata terlihat polos namun memiliki ketegasan.
“Walau saat itu kalian memiliki wajah yang berbeda atau bentuk yang berbeda, dan tidak memiliki ingatan di masa lalu, aku tetap akan menyadari itu kalian dan memberitahu kalian jika aku adalah Bai Han, keluargamu.”
Tap tap..!!
“Eeh,, kenapa tidak terjadi sesuatu apapun? Misalnya ledakan energi atau apalah,” tanya Bai Zhan saat ia mendekati Bai Han.
“Hem..!! Tidak ada perubahan apapun pada tubuhmu, apakah itu gagal?” Sambung Ling Shen melirik Bai Han.
Bai Han seketika tersadar dari lamunannya, ia pun kini melirik ke arah kedua kakeknya dengan seutas senyum tipis.
“Tidak, sama sekali tidak gagal,” ucap Bai Han langsung menunjukkan sedikit keazaiban dari gabungan setitik jiwa Leluhur Bai.
Dret..!!
Tak lama, waktu seolah terhenti dan terlihat jelas butiran energi layaknya hujan kini mengalir di sekeliling mereka.
Perlahan tapi pasti, butiran energi tersebut berubah menjadi sosok manusia transparan, atau bisa di sebut manusia energi.
Bukan hanya satu, melainkan ada puluhan, dan di setiap manusia energi tersebut memiliki jumlah energi yang sangat banyak. Saking banyaknya, itu melebihi jumlah energi yang tertampung di dantian Bai Han maupun Ling Shen dan Bai Zhan.
“I..Ini, apakah ini nyata?” Ucap Bai Zhan dengan mata melotot dan tatapan tak percaya.
“Lu..Luar biasa, aku yakin jika satu dari mereka meledakkan diri, maka Binatang Aneh yang kita hadapi sebelumnya pasti bisa mati,” ucap Ling Shen dengan wajah bersirah cerah.
Dret..!!
Tak lama, manusia energi seketika menghilang setelah Bai Han menjentikkan jarinya. “Itu adalah salah satu keajaiban yang aku dapat dari Tubuh Tanpa Batas, dan masih banyak lagi yang belum aku perlihatkan. Namun saat ini aku belum mampu menggunakannya, karena dampaknya belum bisa aku tanggung dengan tingkat kultivasiku saat ini,” ucap Bai Han langsung bangkit dari posisi bersilanya.
“Baiklah, jangan berlama-lama di sini, tujuan kita terlihat masih jauh. Terlebih aku merasakan ada beberapa sosok aneh yang menunggu kita di dalam sana.” Ucap Bai Han sambil menepuk pundak kedua kakeknya yang masih setengah sadar.
“Ah kau benar, tapi sebelum berangkat, alangkah baiknya jika kita menyusun rencana terlebih dahulu untuk melawan Binatang atau sosok aneh yang akan menunggu kita di dalam sana. Terlebih kita juga tidak tahu apa kemampuan mereka,” ucap Bai Zhan dengan nada suara tenang.
“Benar Han'er, jadi mari kita menyusun rencana terlebih dahulu.” Ajak Ling Shen.
Bai Han pun tentu mengangguk setuju. Mereka pun langsung berdiskusi selama 1 hari penuh.
__ADS_1
...
“Baiklah ayo kita berangkat, dengan rencana yang sudah matang ini, aku yakin kita bisa sampai tujuan lebih cepat.” Ajak Bai Han langsung melesat.
Wuss..!!
Wuss..!!
Bai Zhan dan Ling Shen pun mengangguk setuju, mereka pun ikut menyusul dengan kecepatan penuh mereka.
***
Sementara di mulut gua, kini terdengar beberapa teriakan.
“A..Ampun nenek Bai, ampun,” teriak Lan Yuheng menutupi kepalanya saat akan di pukul oleh ranting pohon.
“Dasar anak anak, aku suruh membaca dengan rajin, kau malah keasikan tertidur saat aku pergi,” teriak Bai Yu kini mengayunkan kembali ranting pohon yang ia genggam ke arah pantat Lan Yuheng.
Plak..!!
“Ya ya,, Yuheng janji akan membaca dengan patuh nenek Bai. Yuheng mohon ampuni Yuheng,” ucap Lan Yuheng kini merengek.
Bukannya kasihan, wajah Bai Yu semakin mengganas. “Kau kira aku akan tertipu lagi oleh wajah memelasmu itu hah. Cepat baca sana, bagaimana kau tidak selalu di bodohi oleh adikmu, membaca dan menulis saja kau tidak bisa,” teriak Bai Yu.
Dengan cepat Lan Yuheng mengambil selembaran yang di tulis oleh Bai Yu.
Bukannya Lan Yuheng tidak bisa membaca, tapi setiap huruf yang Bai Yu tulis semua adalah tulisan kuno yang berasal dari zamannya, hal tersebutlah yang membuat Lan Yuheng tidak bisa membacanya.
...
Cukup jauh dari posisi Lan Yuheng dan Bai Yu, kini Bai Da Xing terlihat tak kalah menyedihkan.
“Huhu Nenek, Da Xing janji tidak akan nakal lagi, Da Xing akan menuruti permintaan nenek, asal jangan menyurul Da Xing belajar tentang ini,” ucap Bai Da Xing merengek.
Saat ini Bai Da Xing di suruh mempelajari tentang pengobatan herbal, cara membuat pil dan yang paling sulit membuat formasi.
Otak Bai Da Xing seakan pecah saat ia membaca semua hal membingungkan tersebut. Dan saat Ling Yin pergi, ia pun diam-diam bertemu dengan Lan Yuheng.
__ADS_1
Pada saat mereka ketahuan, mereka di hukum belajar dua kali lipat. Itu terus berlalu hingga kini keduanya terlihat benar-benar sangat penurut, namun nyatanya tidak.
“Hem...!! Pelajari itu, siapa suruh kau ingin kabur lagi,” dengus Ling Yin dengan acuh.
Wajah Bai Da Xing seketika cemberut dan dengan enggan ia mempelajarinya, karena ia sadar sudah tidak mampu menipu Ling Yin lagi.
Tap tap..!!
Ling Yin dan Bai Yu pun terlihat tersenyum kecil saat mereka bertemu.
“Aku tak menyangka akan mendidik anak yang sangat nakal ini begitu mudah,” ucap Ling Yin.
“Hihi,, terlebih mereka ingin mengakali kita, mungkin mereka butuh jutaan tahun lagi baru bisa mengakali pawangnya,” sambung Bai Yu tersenyum-senyum kecil.
“Oh,, aku lupa dulu kan kau sering mengakali orang tuamu hingga seluruh anggota klanmu saat kau masih remaja, jadi itu sudah menjadi makanan sehari-seharimu,” balas Ling Yin tersenyum tipis.
“Tentu saja, apalagi saudari Yin saat berumur 10 tahun dulu sangat terkenal akan kelicikannya yang selalu membohongi keluarga dan anggota klannya agar bisa kabur dari wilayah klan. Yah walau pada ahirnya tertangkap kembali,” tak mau kalah, Bai Yu membalas dengan nada tenang, tapi kedua wanita tua ini sadar jika saling mengejek.
“Lihatlah trik asuhanmu, dia mulai lagi,” tunjuk Bai Yu melirik ke arah Bai Da Xing.
Bai Yu dan Ling Yin sengaja pergi dari tempat mereka lalu mengawasi Lan Yuheng maupun Bai Da Xing dari tempat yang tidak bisa keduanya rasakan, itu seakan-akan Ling Yin dan Bai Yu menjauhi gua, namun nyatanya tidak.
“Bukan hanya asuhanku, lihatlah asuhanmu juga,” balas Ling Yin melirik Lan Yuheng terlihat melihat kiri kanan sambil mengedarkan kesadarannya. Tak lama setelah di rasa aman, Lan Yuheng diam-diam keluar dari gua bersama Bai Da Xing.
Tap tap..!!
Saat mereka akan keluar dari mulut gua, tubuh keduanya membeku saat pundak mereka di sentuh.
“Mau kemana kalian bocah nakal,” ucap Bai Yu terdengar mengerikan.
“Oh cucu nenek ternyata tidak mau menurut dan berani berbohong rupanya,” ucap Ling Yin berbisik di telinga Bai Xing.
Glek..!!
Saat keduanya akan mengatakan sesuatu, Bai Yu dan Ling Yin lebih dulu menyumpal mulut keduanya lalu di bawa kembali ke tempat mereka belajar sebelumnya.
Tak lama, suara teriakan ampunan kembali terdengar dan dalam sehari, suara teriakan ini biasa terjadi 10 sampai 15 kali.
__ADS_1