
Bai Han yang melihat wajah wanita tersebut, langsung mengerutkan keningnya. “Di..Dia,” gumam Bai Han sedikit terkejut dalam hati.
Bai Han melihat wajah Bo Wuhan sangat mirip dengan wanita tersebut, seolah mereka kembar identik.
Bukan hanya Bai Han saja yang berpikiran sama, Xiu Hou dan Meng Yusan pun berpikir hal yang sama saat melihat wajah wanita tersebut, walau terlihat berantakan dan kotor, tentu pandangan mereka tidak bisa terhalangi oleh hal tersebut.
“Bagaimana kau bisa sampai ke tempat sejauh ini kakak?”
Deg deg..!!
Jantung wanita tersebut seketika berdetak lebih cepat saat ia mendengar suara sosok yang sangat ia kenal.
Tanpa sadar wanita tersebut mengangkat kepalanya, saat melihat wajah pemuda yang di penuhi oleh darah, tubuhnya pun langsung bergetar hebat.
“Wu..Wuhan, apakah ini kau?” Tanya wanita tersebut langsung meneteskan air matanya.
Saat wanita tersebut akan menyentuh wajah Bo Wuhan yang tak lain adik kembarnya, terlihat wanita tersebut ragu-ragu, karena ia mengingat masa lalunya dimana ia dan keluarganya saat ini memperlakukan Bo Wuhan layaknya anjing atau hewan gembala.
“Yang lalu biarlah berlalu, aku sudah melupakan apa yang dulu kalian lakukan terhadapku,” ucap Bo Wuhan langsung menarik kakaknya lalu memeluknya.
Hiks hiks..!!
Seketika kakak Bo Wuhan langsung pecah tangisnya, yang membuat Bo Wuhan tanpa sadar ikut meneteskan air matanya.
Bukan hanya Bo Wuhan, Bai Han yang tahu asal usul Bo Wuhan di masa lalu, tanpa sadar ikut meneteskan air matanya melihat keduanya yang di pertemukan saat ini.
Xiu Hou dan Meng Yusan pun kini terlihat memasang wajah berkaca-kaca.
“Ayo keluar, melihat mereka membuatku tidak tahan untuk bertemu keluargaku juga,” ajak Xiu Hou.
Meng Yusan pun langsung mengikuti Xiu Hou yang keluar.
Tap tap..!!
Saat keduanya keluar, Chen Long terlihat hendak masuk. “Eeh,, kenapa anda keluar Tuan?” Tanya Chen Long.
“Jangan masuk, nanti saja,” ucap Meng Yusan langsung menarik Chen Long ikut keluar.
...
“Dimana yang lain?” Tanya Bo Wuhan kini terlihat mencoba tersenyum untuk menghilangkan sedihnya.
Kakak perempuan Bo Wuhan yang bernama Bo Xin Gi pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Saat kami mendengarmu dulu datang dengan kekuatan dahsyat, semua anggota klan serta sekte tempatmu di jadikan peliharaan, langsung pergi untuk menghindari balas dendam mu. Aku pun ikut di bawa.”
“Pada saat itu, kami sudah mencapai ruang hampa dan hendak menuju Dimensi Alam Kegelapan untuk bersembunyi, tapi secara tiba-tiba ada sebuah pusaran aneh muncul yang langsung melenyapkan kami semua.”
“Setelah aku tersadar, aku sudah ada di sini bersama semuanya, namun semuanya mati di sampingku pada saat itu, hanya aku dan paman yang tersisa, namun paman telah di bawa oleh salah satu anggota bandit,” ucap Bo Xin Gi dengan nada sedih.
Pandangan Bo Wuhan pun mengarah ke sekelilingnya untuk mencari tulang-tulang anggota keluarganya. Setelah menemukan tumpukan tulang yang mungkin jumlahnya ribuan, ia pun langsung menembakkan api ke arah tulang tersebut dan berniat membakarnya.
Blush..!!
“Ayo ikut aku menemui Tuan muda,” ajak Bo Wuhan langsung menggendong kakaknya.
Tap tap..!!
Saat sudah di depan Bai Han, Bai Han langsung melambaikan tangannya. “Sembuhkan dulu kakakmu dari traumanya,” ucap Bai Han.
__ADS_1
Bo Wuhan pun langsung mengangguk patuh.
Tap tap..!!
Dret..!!
Bo Wuhan pun langsung melangkah masuk ke dalam lubang hitam yang tak lain menuju dunia jiwa Bai Han.
Melihat Bo Wuhan dan saudarinya masuk, Bai Han pun kini melirik para budak.
“Siapa yang mempunya kapal dagang bewarna hijau yang ada di luar?” Tanya Bai Han.
Para tahanan pun terdiam, tentu mereka takut akan di bunuh oleh Bai Han.
Namun salah satu anak perempuan berusia 6 tahun langsung mengangkat tangannya.
“Paman, jika aku jujur, apakah paman akan mengampuni ibuku dan ayahku?” Tanya anak perempuan tersebut.
Mendengar itu, kedua orang tua anak tersebut seketika ketakutan.
Tapi dengan cepat Bai Han menenangkan mereka. “Tentu saja, bahkan aku akan membawamu ke Alam Celestial terdekat dalam keadaan selamat, jika kau berkata jujur adik kecil,” ucap Bai Han.
Tap tap..!!
“Sebagai bukti aku bukan bagian dari para bandit atau ketua bandit, aku akan membuktikannya, tapi aku mohon tutup mata anak-anak, karena mereka masih kecil dan itu bisa membuat mereka trauma,” sambung Bai Han.
Semua orang tua pun langsung menutup mata anak-anak mereka. Namun hanya satu yang tidak ada menutupi matanya.
“Kemana orang tuamu nak?” Tanya Bai Han ke anak laki-laki berusia 10 tahun.
“Mati,” ucap anak tersebut dengan nada teguh.
“Huuf,, kesinilah,” ajak Bai Han.
Tap..!!
Blush..!!
Bai Han yang memeluk anak tersebut pun langsung mengalirkan energinya untuk membuatnya tenang.
Anak tersebut pun merasakan kenyamanan hingga tanpa sadar ia tertidur di dalam pelukan Bai Han.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan itu, Chen Long pun muncul bersama Du Ling yang kini menyeret pemimpin Bandit terkuat.
Bruk..!!
Urgh..!!
“A..Ampuni aku Tuan,” ucap pemimpin terkuat bandit langsung menyeret kakinya ke arah Bai Han.
Terlihat jelas saat ini pemimpin bandit terkuat sangat ketakutan terhadap Du Ling, entah apa yang Du Ling lakukan saat membawanya pergi, yang pasti itu pastinya penyiksaan yang mengerikan menurut Bai Han.
“Aku yakin kalian mengenalnya bukan,” ucap Bai Han menunjuk pemimpin bandit terkuat.
Para tahanan yang berasal dari berbagai tempat, tentu saja langsung mengangguk dengan di penuhi amarah.
“Lakukanlah sesuka kalian,” ucap Bai Han tanpa perasaan terhadap pemimpin bandit.
__ADS_1
Dret..!!
Wung..!!
Brak..!!
Setelah menyegel dantian dan kekuatannya, Bai Han pun langsung melempar pemimpin bandit tersebut ke arah para tahanan.
Tap tap..!!
Seorang tahanan yang dulunya adalah pedagang pun langsung melangkah maju.
Wung..!!
Brak..!!
Argh..!!
“Kau tanpa perasaan dan dengan kejamnya me***perk***sa istriku, bahkan putriku yang masih berusia 15 tahun pun kau perk**s**, mati,” teriak pria paruh baya tersebut.
Bam..!!
Argh..!!
“A..Ampuni aku,” teriak pemimpin bandit tanpa rasa malu.
Wuss..!!
Bam..!!
“Mengampunimu, bahkan jiwa keluarga dan temanku yang kau bunuh pun tidak akan pernah mau memaafkanmu, apalagi aku,” teriak seorang pria terlihat berusia 40 tahun menerjang pemimpin bandit.
Bukan hanya dia, satu persatu para tahanan maju lalu memukul pemimpin bandit.
Argh..!!
Argh..!!
...
Bai Han yang ada di luar atau dek kapal kini terlihat menunggu para tahanan selesai melampiaskan kemarahan mereka.
“Apa kau yakin kita akan aman dari orang Menara jika membawa mereka ke alam Celestial Yuun?” Tanya Xiu Hou kini melirik Bai Han.
“Tentu paman, akan lebih bagus jika kita bergabung dengan mereka, dari pada kesana hanya ber'enam, itu bisa membuat kecurigaan bagi bonekanya organisasi menara nantinya,” jawab Bai Han dengan santai.
Bai Han pun langsung menjelaskan tujuannya membawa para korban tahanan.
Mendengar rencana Bai Han, Xiu Hou dan Meng Yusan pun saling melirik sesaat, dan tak lama mereka berdua pun langsung mengangguk setuju.
“Aku rasa rencanamu patut di coba,” ucap Xiu Hou.
Bai Han pun tersenyum tipis.
Cklek..!!
Tap tap..!!
“Tu..Tuan muda penyelamat, kami sudah selesai melampiaskan amarah kami, terimakasih telah menyelamatkan kami,” ucap salah satu orang tua langsung membungkukkan badannya.
__ADS_1
Tapi Bai Han dengan cepat muncul lalu mengangkat orang tua tersebut.
“Tidak perlu berterimakasih, anggap saja kita di takdirkan bertemu hingga bisa membantu sebisa kami, itu pun kami juga tadinya di serang,” ucap Bai Han sembari tersenyum hangat.