Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tiga Julukan dan Wakil Master Guild Matahari


__ADS_3

Keduanya pun mengangguk lalu masuk ke aula Guild Matahari.


Para petualang yang melihat itu langsung melanjutkan aktipitas mereka seperti biasa.


Kematian di sini adalah hal yang biasa, bahkan jika Kaisar Cleo mati pun tidak ada yang mempermasalahkannya, karena jika mati, hanya tinggal mengganti Kaisar baru, itulah yang ada di pikiran mereka semua.


Jika Kaisar Cleo mati, maka ia akan di anggap lemah. Karena di Dimensi ini hanya kekuatan yang berkuasa. Baik kekuatan fisik, Rangking maupun harta, semua yang memiliki itulah yang akan di hormati.


...


Tap tap..!!


Dengan sengaja Bai Han menyebarkan indra kesadarannya.


Wuss..!!


Merasakan indra kesadaran yang memiliki Rangking S+ bahkan hampir mencapai SS, semua orang sedikit menjauh.


Kini mereka yang melihat pertunjukkan Cen Tian tadi kagum, karena memiliki teman kuat.


Blush..!!


Lang Zai langsung menyebarkan auranya, semua orang semakin kagum di sertai merinding saat merasakan aura Lang Zai Rangking S+ juga, walau Bai Han jauh lebih kuat.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Salam Tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya sosok wanita cantik.


“Wah bukankah itu Nona Gisel, Peringkat 10 terkuat di Kekaisaran Gama,” ucap para petualang langsung berseru.


Kekuatan Gisel berada di Rangking SS+ Ia adalah Wakil Master Guild Matahari dan wanita ini juga yang menangkap Duan Li.


Merasakan adanya sedikit aura keponakannya di tubuh wanita di depannya. Bai Han sedikit memasang wajah serius.


“Sial, ini jauh lebih rumit dari yang ku bayangkan,” gumam Bai Han dalam hati.


Sementara Lang Zai dan Cen Tian langsung waspada saat mengetahui Rangking wanita di depannya.


“Hemm..!! Mari kita berbisnis Nona?”


“Panggil Gisel, tidak perlu embel-embel Nona,” ucap Gisel sedikit tersenyum tipis.


Tapi dalam hatinya, jantungnya sedikit berdetak lebih cepat saat mengetahui pemuda di depannya ini sangat tampan. Walau Bai Han menutupi identitasnya menggunakan tudung.

__ADS_1


“Hem,, baiklah Gisel, aku tak perlu basa basi-”


“Tunggu, lebih baik kita bicarakan ini di ruanganku,” lagi-lagi Gisel memotong ucapan Bai Han.


Bai Han terlihat menahan rasa kesal dengan mengeluarkan senyum palsu.


Tap tap...!!


Mereka pun langsung naik menuju lantai 20, Guild Matahari mempunyai 50 lantai dan lantai 20 adalah tempat tinggal Gisel.


Beberapa saat kemudian.


Setelah menyiapkan hidangan yang cukup mewah, kini Gisel bersama Bai Han, Lang Zai dan Cen Tian saling pandang dalam diam.


“Ehem..!! Apa yang membuat anda kesini Tuan Strategist,” ucap Gisel yang mengetahui julukan Bai Han Strategist karena setiap strategi yang ia buat sangat tepat dan tidak pernah meleset, jika ia telah membuat tujuan untuk menghancurkan salah satu kota, maka kota tersebut akan benar-benar hancur dan dengan strategi Bai Han, semua berjalan mulus.


Pandangan Gisel mengarah ke Cen Tian yang memiliki julukan Pencuri Serakah, lalu terahir Lang Zai yang memiliki julukan Sang Penghancur.


Dalam setahun ini tidak ada yang tidak mengenal ketiga pemuda ini. Ketiga pemuda ini adalah teror bagi Ras Manusia dan Kekaisaran Gama.


Banyak orang menduga jika ketiganya berasal dari Ras Elf, atau Ras Ancient Blood Demon. Tapi tidak ada yang mengetahui pasti, karena setuap musuh yang di temui oleh ketiganya akan langsung mati.


“Langsung saja Gisel, karena aku tak ingin menimbulkan masalah dengan Guild kalian, berapa yang kau inginkan untuk menebus bocah yang kau tangkap itu.”


“Aku sadar kau memiliki harga diri dan aku tahu apa yang membuatmu menangkapnya. Tapi yakinlah, setelah ini aku akan mengajarkan dengan lebih tegas lagi agar sifat nakalnya itu tidak terulang lagi,” ucap Bai Han memasang wajah serius.


“Hilangkan pikiranmu itu, dia adalah keponakan kami semua, jika orang tuanya yang datang, maka kau akan di permainkan olehnya. Beruntung yang datang kami,” ucap Cen Tian saat melihat raut wajah Gisel.


Gisel sedikit mengangguk. Tapi tak lama ia tersenyum tipis.


“Kami tidak butuh harta, jadi kembalilah.” Ucap Gisel.


“Ka..Kau, apa kau ingin Guild mu ini aku hancurkan hah,” tunjuk Lang Zai langsung menunjuk Gisel.


Wuss..!!


Wuss..!!


Beberapa ahli Rangking S+ seketika muncul mengelilingi Bai Han, Cen Tian dan Lang Zai saat Lang Zai mengancam Gisel.


“Jangan kira kau kuat dan bisa menghancurkan kota lalu bisa seenaknya mengancam Guild kami,” ucap salah satu laki-laki paruh baya menatap Lang Zai dengan tatapan intens.


“Heng..!! Lebih baik kau diam pak tua, jika tidak kepalamu akan terlepas saat ini juga,” ucap Lang Zai.


Ketegangan seketika terjadi di ruangan milik Gisel.

__ADS_1


Bai Han tetap tenang sambil menatap Gisel dengan seksama. “Wanita ini tidak sesederhana yang terlihat,” gumam Bai Han.


“Paman hentikan, ini bukan saatnya,” ucap Bai Han menghentikan Cen Tian yang ingin mencuri harta milik Ahli-ahli yang berkumpul di depannya.


Pandangan Bai Han mengarah ke Lang Zai. “Tenangkan dirimu, jangan membuat keributan,” ucap Bai Han menatap Lang Zai dengan wajah serius.


Gisel yang melihat ketenangan Bai Han mengangkat tangannya. “Kalian semua kembalilah.”


“Tapi-” Potong salah satu wanita yang paling dekat dengan Gisel.


“Kembalilah, mereka tidak akan berani melakukan apa-apa, terlebih Master saat ini sudah ada di sini.” Ucap Gisel yang membuat para ahli Guild Matarahi langsung cerah, mereka pun langsung menghilang.


Tatapan Gisel kini mengarah ke Bai Han. “Tidak baik bukan jika kalian terus menerus menutup wajah kalian.” Ucap Gisel mengedipkan matanya ke arah Bai Han.


Bai Han langsung mendengus saat tahu dirinya saat ini ingin di permainkan.


“Katakan apa maumu? Jangan basa-basi.” Tanya Bai Han berubah dingin.


“Woow,, jangan begitu terhadap wanita lemah sepertiku,” ucap Gisel pura-pura ketakutan.


“Wanita ini sangat berbisa,” gumam ketiga tersebut dalam hati.


Gisel tanpa basa basi bertepuk tangan.


Prok prok..!!


Beberapa saat kemudian dua wanita cantik terlihat membawa Duan Li yang saat ini tersenyum bahagia.


Saat Duan Li melihat ketiga pamannya, seketika tubuhnya merinding, ia langsung bersembunyi di balik gaun wanita yang membawanya.


“Bocah, kesini kau, jika tidak paman akan *******-***** tulangmu,” ucap Lang Zai menatap tajam Duan Li.


Duan Li langsung menggelengkan kepalanya. “Weekk, siapa yang mau bersama paman, Li'er sudah betah di sini. Jadi Li'er di sini saja,” ejek Duan Li tersenyum mengejek.


“Kalian lihat, itulah yang membuat aku menyuruh kalian kembali,” ucap Gisel tersenyum kecil.


Bai Han langsung membuka jubahnya.


Terlihat pemuda tampan dengan rambut biru terurai dan mata hitam pekat kini berjalan ke arah Gisel.


“A..Apa yang kau inginkan?” Tanya Gisel kini sedikit memerah saat melihat secara nyata wajah Bai Han.


Walau begitu, Gisel terlihat tidak melawan atau mundur saat Bai Han melangkah.


Brak..!!

__ADS_1


Tangan Bai Han kini memegang kursi di belakang pundak Gisel dan Bai Han kini mendekatkan wajahnya ke wajah Gisel yang semakin gugup.


Seutas senyum Bai Han perlihatkan. “Apa kau ingin aku bermain kasar agar kau mau melepaskan sihir ilusimu kepada keponakan ku?”


__ADS_2