
Bai Chu Ye tidak melanjutkan ucapannya, tangannya bergerak cepat mengayunkan pedang yang kini sudah ia genggam.
Wuss..!!
Duar...!!
Tubuh Bai Chu Ye langsung membentuh tanah hingga membuat kawah yang cukup dalam.
Uhuk..!!
Darah seketika menetes keluar dari mulut Bai Chu Ye.
Dengan cepat ia bangkit lalu melesat ke atas, setelah menyetabilkan diri, Bai Chu Ye langsung membawa Cen Tian dan Lang Zai pergi.
Wuss..!!
Tak lama setelah kepergian Bai Chu Ye, muncul beberapa sosok yang memiliki aura mengerikan.
“Ini benar teknik dari orang itu, tapi siapa yang ia serang?” Ucap pemuda berjubah biru.
“Aku tidak tahu pasti, tapi setahuku ia sangat jarang keluar. Jika ia keluar, berarti ada sosok kuat yang mengancam nyawanya,” sambung pemuda berjubah merah.
Kedua sosok tersebut saling melirik. “Ayo kita beritahu leluhur tertua, aku yakin tak lama akan ada perang yang memperebutkan siapa penguasa sesungguh di Dimensi ini,” ucap pemuda berjubah biru.
Keduanya pun langsung menghilang dan mereka berdua adalah Leluhur yang menjadi penjaga perbatasan Kekaisaran Darium dengan Kekaisaran Gama.
Mereka jarang keluar, apapun yang terjadi walau banyak Ras Elf yang mati pun mereka tidak akan pernah keluar. Kecuali hal yang benar-benar membahayakan seluruh Ras Elf dan para Leluhur Elf, seperti halnya barusan. Mereka tahu siapa yang mengirim serangan sehingga mau tak mau harus keluar.
***
Wuss..!!
Bai Chu Ye langsung muncul dengan wajah sedikit berantakan.
Brak..!!
Seketika semua keluarga Bai Chu Ye langsung bangkit saat melihat Bai Chu Ye, Lang Zai dan Cen Tian.
“Apa yang terjadi? Siapa yang menyerang saudara Lang dan Tian'er?” Teriak Long Yuan langsung mencengkram erat tangannya.
“Sialan beritahu aku siapa orang yang telah melakukan ini Ye'er, biar aku kesana untuk membuat ia menyesal karena telah menganggu orang yang salah,” ucap Pixiu dengan aura membunuh yang mengerikan.
__ADS_1
Satu persatu dari mereka langsung menggempur Bai Chu Ye dengan pertanyaan.
“Dari pada kalian bertanya, lebih baik bantu aku mengurus paman Tian dan paman Lang,” ucap Bai Chu Ye terdengar datar.
Mereka pun seketika tersadar. Lalu Long Yuan dan Pixiu orang tertua langsung membawa Lang Zai dan Pixiu menuju ruangan yang sama.
Bai Chu Ye juga terlihat pergi menuju ruangannya untuk memulihkan diri.
***
Dua minggu telah berlalu semenjak kekacauan yang terjadi di kedua Kekaisaran.
Saat ini Bai Chu Ye sedang menatap kakaknya Bai Han.
“Bagaimana keadaan mereka?” Tanya Bai Han dengan rasa khawatir.
“Mereka berdua telah pulih, namun sampai saat ini mereka belum tersadar.” Jawab Bai Chu Ye dengan helaan nafas.
“Sial, jika kakak tahu mereka di kejar, mungkin kakak tak akan menyuruh keduanya pergi,” ucap Bai Han langsung menyalahkan dirinya.
Bai Chu Ye langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak kak, ini bukan salahmu, kau hanya belum tahu siapa sosok yang menyerang paman, jika kau tahu, aku dapat meyakinkan kau pasti akan mati dalam hitungan menit saat berhadapan langsung dengannya.” Ucap Bai Chu Ye langsung mengingat bagaimana ia menahan bilah pedang dengan seluruh kekuatannya.
“Apa dia sekuat ayah?” Tanya Bai Han penasaran.
Bai Chu Ye langsung menggelengkan kepalanya. “Orang itu setidaknya sekuat Paman Duan atau paman Tu Long,” ucap Bai Chu Ye. “Saat aku menahan serangan jarak jauhnya, aku tahu jika orang itu setidaknya mengeluarkan 50% kekuatannya dan aku menahannya menggunakan seluruh kekuatanku.” Sambung Bai Chu Ye.
Bai Han langsung melihat adiknya, setelah tahu batas kekuatan adiknya ia langsung mengangguk. “Aku tak menyangka jika kau sekuat ini Ye'er, bahkan sedikit di bawah kakak,” ucap Bai Han merasa iri.
Bai Chu Ye langsung tersenyum tipis dalam hatinya dan hanya memasang wajah datar untuk di perlihatkan.
Bai Han langsung bangkit setelah memuji adiknya. “Ayo bawa kakak menemui mereka,” ajak Bai Han.
Kedua kakak beradik itupun langsung pergi menuju ruangan Lang Zai dan Cen Tian.
Sementara di ruang tamu, saat ini semua keluarga Bai An tengah mengelilingi sosok wanita cantik yang tak lain adalah Gisel.
“Hei adik ipar, apa kau akan menikahi Keponakanku?” Tanya Pixiu tersenyum kecil. “Biar paman beritahu ya, jika Han'er sangatlah nakal, jadi kau harus berhati-hati, terlebih dengan wajah tampannya itu, aku yakin suatu hari nanti kau pasti memiliki banyak saingan.” Sambung Pixiu langsung memprovokasi Gisel.
“Benar, saudara Bai Han juga sangat licik, jika nanti kau menikahinya, kau harus terus mengawasinya dan jangan gampang percaya dengan ucapan dari saudara Bai Han,” ucap Jiu Long mengangguk-angguk serius. Namun dalam hatinya ia kini tertawa terbahak-bahak.
“Satu hal yang kau harus awasi nona kecil. Jangan biarkan keponakanku mendekati wanita lain, jika itu terjadi. Kau pasti paham maksudku bukan,” ucap Long Yuan memasang wajah serius.
__ADS_1
Gisel yang terus di provokasi langsung mengangguk. “Yakinlah paman, aku pasti akan menghajarnya jika ia mendekati wanita.”
“Heh,, jangan menghajar, itu terlalu ringan. Turuti Nyonya dan para saudarinya, mereka selalu mengibiri ayah dari Li'er jika berbuat nakal. Jadi kau harus ganas seperti itu,” ucap Puxiu yang kini sedang mengikat Duan Li.
Terlihat Duan Li hanya memasang wajah cembrut saat di ikat dan tidak ada yang memperhatikan dirinya sama sekali.
Tap tap..!!
Saat mendengar suara langkah kaki, semua keluarga Bai An langsung berpencar ke posisi mereka sewaktu Bai Han datang.
“Eeh,, perasaanku tidak enak, apa kalian sedang membicarakan diriku,” ucap Bai Han langsung berhenti sambil menatap keluarga dengan tatapan penuh curiga.
Mereka semua pun langsung menggeleng secara bersamaan.
Bai Chu Ye yang melihat itu langsung sadar jika mereka pasti membuat masalah untuk kakaknya di kemudian hari.
Bai Han yang tidak sadar hanya mengangguk percaya saja. Walau begitu perasaannya yang tidak enak masih tetap sama.
Tap tap..!!
Gisel langsung bangkit lalu seperti biasa, ia langsung menggandeng lengan Bai Han.
Bai Han seketika memasang wajah gelap. Tatapan Bai Han kembali menatap keluarga.
Namun mereka semua langsung mengalihkan pandangan tanpa berani bertatapan mata dengan Bai Han.
“Sialan, mereka pasti membicarakan yang tidak-tidak,” gumam Bai Han langsung mengutuk mereka semua.
Dret..!!
Merasakan kehadiran seseorang yang samar-samar, semua keluarga Bai An langsung mengambil sikap waspada kecuali Bai Han dan Gisel.
“Tenanglah, dia adalah kenalanku,” ucap Bai Han.
Bertepatan dengan Bai Han selesai memberitahu mereka. Ares muncul dengan wajah bahagia.
“Wah ramai sekali di sini. Apa akan ada yang mengadakan pesta atau kita akan pergi bersenang-senang," ucap Ares langsung bertepuk tangan.
Wajah semua orang yang tidak mengenal Ares seketika berkerut, pandangan mereka pun mengarah ke Bai Han dengan penuh tanya.
Bai Han pun langsung menjelaskan tentang Ares, ia juga menjelaskan walau sifat Ares seperti anak kecil, kekuatannya sungguh mengerikan.
__ADS_1
Mereka semua pun langsung duduk sambil membicarakan rencana selanjutnya.