Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Chapter 146. Iblis Darah


__ADS_3

Kini keempat ketua perampok bergidik ngeri, mungkin jika tidak ada orang, mereka akan berpelukan karena saking takutnya.


Dengan cepat mereka berdiri lalu membawa We Weng keluar dari rumah makan yang kini telah kosong.


Bai Han kini melihat ke arah kedua pamannya. “Bagaimana? Han'er baik bukan?” Tanya Bai Han tersenyum polos.


Setelah itu Bai Han melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Seketika tempat yang awalnya kosong kini kembali di penuhi oleh para kultivator yang sedang menikmati makan siang.


Mereka terlihat menikmati hidangan yang di sediakan oleh koki yang bekerja di rumah makan.


Duan Du dan Tu Long kini saling memandang sambil menggelengkan kepala mereka.


“Polos apanya, kau sama saja dengan ayahmu, bahkan lebih mengerikan seperti sifat ibumu Mu Xia'er,” gumam Tu Long dan Duan Du dalam hati.


Mungkin tidak ada yang menyadari apa yang Bai Han lakukan tadi, itu di karenakan ia telah membuat ilusi dan memanipulasi tempat ini terlebih dahulu sebelum membunuh dua tetua dari klan We dan menyiksa We Weng.


Cara kerja Bai Han cukup bersih, tidak seperti kedua pamannya ini yang tidak mau repot-repot melakukan seperti apa yang Bai Han lakukan.


Bai Han sengaja melakukan ini agar tidak menimbulkan keributan terlebih dahulu. Tapi tetap saja pada akhirnya, perbuatannya ini menimbulkan kekacauan, walau bukan ia sendiri yang melakukannya.


Setelah puas makan tanpa ada gangguan lagi, kini Bai Han berjalan layaknya pemimpin.


Duan Du dan Tu Long kini seperti jendral kiri dan kanan yang mengikuti dari belakang.


Entah mengapa mereka mau mengikuti intruksi Bai Han, mungkin karena wajah polosnya Bai Han dan rasa sayang Duan Du dan Tu Long lah membuat keduanya mau mengikuti keinginan keponakan mereka ini.


Wuss wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Han'er lalu kita akan kemana?” Tanya Tu Long kini meregangkan ototnya isyarat ia ingin bertarung.


“Hmm..!! Seperti yang ayah bilang, kita akan mencari informasi dimana Paman Chen di tahan, dan aku mendapat info jika kita harus menghancurkan klan We terlebih dahulu,” ucap Bai Han dengan nada polos.


Tu Long mengangguk-angguk membenarkan, sementara Duan Du hanya tersenyum kecut saat melihat keponakannya ini ingin main-main dulu.


Usia Bai Han tergolong bermain-main lari-larian bersama kawannya, tapi ini Bai Han bermain bukan seperti itu, melainkan bermain darah dan seolah mereka hanyalah mainan baginya.

__ADS_1


Tak lama setelah mereka sampai di klan We, terlihat setengah Klan We sudah hancur.


Terlihat banyak sekali para kultivator liar maupun beberapa anggota klan menonton dari jarak yang relatif terjangkau.


Mereka semua tidak ada yang berniat membantu, karena dunia ini hanya uang dan kekuatan yang bermain, tidak ada yang namanya teman.


Saat ini keempat bawahan Bai Han sedang menggencar patriark dan leluhur klan We, sementara para bawahannya yang entah datang dari mana kini menghancurkan semua anggota klan We yang mereka lihat tanpa pandang bulu.


Bai Han tentu saja mengintruksikan ini kepada keempat ketua perampok ini.


Bai Han juga melakukan ini bukan tanpa sebab, Klan We terlihat baik dari luar, tapi kelakuan mereka layaknya iblis, yang mengejar kekuatan dengan pengorbanan darah.


Sudah banyak korban yang mereka bunuh secara diam-diam sehingga membuat Bai Han cukup kesal kelakuan mereka.


Bom bom..!!


Arrgghh..!!


“Dong Han kurang ajar, berani sekali kau menyerang klan ku, akan ku bunuh kau,” teriak leluhur klan We menatap tajam Dong Han.


Dong Han adalah ketua perampok yang terkuat dari mereka berempat, kekuatannya saat ini berada di tingkat Dewa Master Semesta ⭐ 2 Awal.


Dong Han saat ini bersama Han Fu, kedua terkuat yaitu Dewa Master Semesta ⭐ 1 Menengah, mereka berdua melawan Leluhur klan We yang berada pada tingkat Dewa Master ⭐ 2 Ahir.


Dengan cepat keduanya muncul di samping kiri dan kanan Leluhur klan We.


“Mati saja kau We Qun,” teriak Dong Han mengayunkan pedang besarnya.


Wuuss..!!


Tekanan mengerikan keluar dari ayunan Dong Han.


Leluhur klan We atau We Qun langsung mendengus dingin.


Ia dengan cepat mengayunkan tombaknya, tombak We Qun memiliki bilah layaknya pedang.


Bom..!!


Bertepatan dengan We Qun mundur satu langkah, sebuah serangan dari Han Fu muncul.


Karena terlalu fokus ke Dong Han dan di liputi kebencian, ia tidak sadar akan serangan Han Fu.

__ADS_1


Crash..!!


Tubuh We Qun terbelah cukup dalam pada bagian punggung, namun ia masih belum mati.


We Qun beruncung merasakan ancaman dari belakangnya pada detik-detik pedang Han Fu akan menebas punggungnya sehingga ia melapisi tubuhnya dengan hampir semua energinya di sertai Hukum Besi yang ia kuasai.


Tidak ada teriakan dari We Qun saat tertebas, kini ia masih melayang mempertahankan posisinya.


Tatapan We Qun masih fokus ke Dong Han.


“Hehe,, kau akan mati mengenaskan Dong Han, seperti kematian semua anggota klan dan anak istrimu,” kekeh We Qun.


Dong Han sama sekali tidak merespon ejekan We Qun, ia hanya bergerak cepat sambil mengayunkan tombaknya.


Crash..!!


Kepala We Qun langsung terbang berpisah dari badannya.


“Heng,, aku bukan Dong Han yang dulu mudah terbawa amarah,” dengus Dong Han kini menatap ke arah Han Fu yang kini telah kehabihan energi karena serangan yang ia lakukan tadi ke We Qun adalah serangan terkuatnya.


Dengan cepat Dong Han membantu Han Fu.


Mereka berdua secara perlahan melayang turun sambil melihat ke arah Re Mha dan Ji San.


Saat ini pertarungan Re Mha dan Ji San juga hampir selesai, karena kerja sama mereka berdua lebih kompak dari mereka berdua.


Di kejauhan.


Bai Han yang melihat itu mengangguk santai, Bai Han membuat mereka jadi bawahan, karena saat menyerap ingatan keempatnya, keempatnya mempunyai masa lalu kelam.


Sehingga Bai Han menjanjikan mereka bisa membalaskan dendam yang sampai saat ini belum terbalas. Yaitu menghancurkan orang-orang yang telah menjebak mereka dulu.


Keempat ketua perampok ini mengalami hal yang sama, mereka dulu awalnya klan kecil dan klan menengah. Kebaikan mereka telah membuat beberapa klan iri sehingga banyak klan menengah hingga klan besar bergabung untuk menghancurkan keempat klan tersebut secara bersamaan dengan alasan mereka pemuja iblis yang selalu menumbalkan darah.


Nyatanya adalah orang-orang yang bergabung menyerang mereka lah yang pemuja iblis dengan menumbalkan banyak manusia sebagai persembahan.


Dan salah satunya adalah klan We, bahkan semua wanita di klan We hampir musnah juga karena di tumbalkan, jika ada masih tersisa wanita di sana, mereka juga tidak ada lebihnya dari iblis yang selalu menyerap energi Yang laki-laki hingga habis dan bahkan memakan tubuhnya juga hanya untuk kekuatan.


“Hmm..!! Aku mencium bau Iblis di bawah sana,” ucap Duan Du, Tu Long langsung menatap tajam ke arah bawah tanah tempat kediaman Klan We yang kini hancur.


Duan Du dan Tu Long kini saling menatap. “Rupanya ada lagi iblis yang bisa masuk ke Alam Semesta ini, terlebih aku merasa ia adalah Iblis Darah.” Ucap Duan Du dengan nada dingin.

__ADS_1


“Bagaimana Han'er, apakah kami perlu turun tangan?” Tanya Tu Long tersenyum lebar.


__ADS_2