Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tu Long Menerobos ( Tidak Berdaya )


__ADS_3

Duan Du, Bai Han seketika menyeringai kejam, mereka terlihat tidak sabar untuk menghancurkan klan tersebut.


Terutama Duan Du yang memang memiliki dendam.


“Ayo.” Hanya satu kata yang Bai An ucapkan, mereka langsung keluar dari Ruang Formasi.


Wuss..!!


Saat mereka keluar, aura di tempat tersebut sedikit mencekam. Walau begitu, tidak berdampak bagi semua orang, justru kehangatan lah yang mereka rasakan.


“Eeh, paman Tu akan menerobos,” ucap Duan Du sedikit terkejut, tapi tak lama ia tersenyum tipis.


Pandangan mereka kini mengarah ke Tu Long yang tertidur dalam bentuk setengah wujud Ras Half Giant Dragon.


Tap tap..!!


“Kau lama sekali keluar Gege,” dengus Mu Xia'er sedikit kesal karena telah lama menunggu.


Bai An hanya bisa tersenyum hangat saat mendengar suara kesal istrinya.


“Hmm..!! Itu karena aku menunggu putra dan putrimu selesai berkultivasi lebih dulu,” jawab Bai An dengan santai.


Mu Xia'er hanya mengerucutkan bibirnya, karena Bai An tidak mengerti maksud ucapannya.


Chu Jia yang baru sampai langsung menutup mulutnya menahan tawa. Ia merasa lucu melihat tingkah Bai An yang begitu polosnya menjawab.


Melihat tingkah kedua istrinya, Bai An mengerutkan keningnya, tapi tak lama ia sedikit malu karena paham maksud kedua istrinya saat ini.


“Huuff,, untuk saat ini aku tidak ingin membuatkan Han'er, Ye'er dan Xie'er adik dulu, karena mereka bertiga saja sudah membuatku dan paman-paman mereka cukup kerepotan, apalagi dengan adik-adik mereka nantinya,” gumam Bai An dalam hati.


Blush..!!


Wung wung wung..!!


Mereka semua langsung mundur saat sebuah suara dari tubuh Tu Long terdengar di sertai auranya menghempaskan apa saja yang ada di sana.


Di saat itu juga Bai An langsung membuat penghalang agar penduduk Bumi tidak merasakan dampaknya.


Bom bom bom bom..!!


Bom bom bom bom..!!


Goarrr..!!


Bertepatan dengan selesainya Bai An membuat perisai, ledakan beruntun terdengar yang menyebabkan retakan dari perisai yang Bai An buat, di saat itu juga suara raungan dari dalam perisai terdengar.


Bumi sedikit berguncang akibat raungan tersebut.


Bai An bersama keluarganya langsung bergerak untuk menutup kembali retakan perisai sebelum terlambat.

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


Bai An, Duan Du, Ling Dong, Bai Han, Bai Chu Ye, Mo Liang Liu dan Mo Denshan langsung membentuk putaran yang kini mengelilingi Gunung Rinjani.


Satu jam telah berlalu, barulah Bai An dan yang lainnya menghela nafas lega saat sudah memperkuat Dinding Formasi menjadi jauh lebih kuat.


Kekuatan Dinding Formasi yang Bai An buat bahkan hampir menyamai kekuatan Dinding Formasi Dimensi kecil milik klan Bai.


...


Walau begitu, semua media di seluruh bumi kini sedang sibuk membuat berita.


Banyak gunung meletus, banyak tsunami tercipta akibat raungan dari Tu Long.


Beruntung Bai An dapat menebak hal tersebut, jadi untuk mengecilkan kemungkinan korban jiwa. Bai An menyuruh Rian dan Husen bersama para ahli bela diri penduduk Bumi untuk menghalau tsunami dan gunung yang akan meletus.


Walau tidak semua yang bisa mereka halau, tapi mereka sudah di anggap menjadi pahlawan bagi penduduk Bumi yang bukan seorang ahli bela diri.


...


Sementara Tu Long yang masih berada di dalam perisai sudah tersadar. Tapi ia saat ini pura-pura memejamkan matanya.


Tu Long takut jika ia tersadar, maka ia pasti akan terkena imbas kemarahan dan ejekan dari istri Bai An serta keponakannya.


“Sialan, kenapa mulut bodoh ini mesti meraung,” gumam Tu Long merutuki kebodohannya.


Tu Long juga sadar jika Bai An selama ini telah memutuskan kontak jiwanya dengan jiwa utamanya. Tapi ia hanya diam saja.


Menurutnya, apa yang Bai An lakukan adalah hal yang benar. Entah kenapa Tu Long selalu membenarkan ucapan maupun tindakan Bai An.


Walau jiwanya dan jiwa utamanya adalah satu, ia tahu jika sifat mereka ada yang berbeda, pada awalnya Tu Long memang tidak memiliki pikiran, pikirannya hanya bisa bertarung saja. Hal tersebut membuat Tu Long setuju jika kontak jiwanya di putus dengan jiwa utama.


...


Bai An yang berada di luar Formasi kini tersenyum tipis saat tahu Tu Long telah lama sadar.


“Wah wah..!! Kau ini apa tidak mau mengakui kesalahan, jadi berpura-pura tidur lebih lama agar tidak di salahkan.” Ucap Bai An sedikit meninggi.


Padahal semua keluarga Bai An tidak ada yang berpikir sampai ingin memarahi Tu Long, mereka sadar jika itu murni akibat Tu Long menerobos.


Tapi akibat pengaruh Bai An.


Duan Du yang mendengar itu sedikit kesal. “Dasar otak dongol, kau sudah mulai bermain licik yah,” dengus Duan Du dengan sedikit amarah. Tapi dalam hati ia tersenyum tipis.


“Hmm..!! Paman Tu, apa kau bukan pria sejati hah, katanya pria sejati. Tapi mengakui kesalahan saja tidak berani. Malah pura-pura tertidur lagi.” Sambung Bai Han.


Bai Han dan Duan Du saling melirik di sertai senyum.

__ADS_1


Tugas mereka kini telah selesai untuk membantu Bai An memanasi para wanita.


Benar saja.


Saat ini Mu Xia'er, Xie'er, Mu Gia, Chu Jia bahkan Jia Li Ling yang selalu diam menatap ke dalam formasi dengan penuh kekesalan.


“Gege, cepat buka perisai ini, aku ingin memberi bajingan ini pelajaran,” ucap Mu Xia'er dengan nada dingin.


Glek..!!


Tu Long langsung berkeringat dingin saat mendengar suara yang paling ingin ia hindari.


Dengan cepat Tu Long bangun lalu berubah ke wujud manusia.


Tu Long saat ini ingin bersiap-siap kabur saat perisai di buka.


Namun angan-angannya sirna saat Bai An hanya membuka perisai dalam bentuk pintu.


Wuss..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Para wanita langsung masuk, yang pertama masuk adalah Mu Xia'er, di susul putrinya Xie'er, lalu Chu Jia, dan terahir Mu Gia bersama Jia Li Ling


Glek..!!


“A..Ampun-”


Bom..!!


“Tidak ada ampun bagi orang yang ingin menghancurkan Bumi, terlebih banyak manusia fana yang tidak bersalah,” dengus Xie'er lebih dulu menendang perut pamannya.


Xie'er hanya berani memukul anggota badan, untuk wajah ia tidak berani. Karena ia akan di anggap kurang sopan.


Bom bom..!!


Tak lama raungan di sertai jeritan dari Tu Long terdengar meminta ampun.


Tu Long kini mengutuk semua keluarganya. Ia lebih memilih musuh yang tidak bisa ia lawan dari segi kultivasi dari pada melawan para wanita di depannya ini.


Sementara Bai An, Duan Du, Bai Han dan yang lainnya hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala.


Mereka tahu jika Tu Long berpura-pura merasa sakit agar berhenti di pukuli. Tapi bukannya berhenti di pukuli, malah para wanita semakin angresif memukul Tu Long.


Satu bulan telah berlalu.


“Hmm..!! Kalian semua masuklah jika ingin ikut, tapi jika ingin hidup damai. Tinggal-lah di sini sampai aku kembali.” Ucap Bai An dengan nada hangat.

__ADS_1


Semua wanita menggelengkan kepala sambil berkata ingin ikut.


Mendengar itu Bai An langsung menyuruh mereka masuk.


__ADS_2