
“Kau tenang saja, ia bukan lagi orang yang dulu, yang dulu telah mati dan saat ini ia terlahir kembali.”
“Jadi kalian tidak perlu menakutinya lagi. Jika itu orang yang sama, maka langsung bunuh di tempat, mumpung dia belum memiliki kekuatannya seperti yang dulu.”
Mendengar itu, kini kedua pria yang mengenakan pakaian tertutup, hanya menyisakan kedua mata saja kini mulai mundur secara perlahan.
Tak lama, dua orang tersebut langsung lenyap.
“Hmm..!! Semoga orang itu bukan Reinkarnasi Penguasa Bayangan, karena jika itu dia-” Pria tersebut sedikit berkeringat saat membayangkan bagaimana sosok yang bersama Penguasa Bayangan.
Sampai saat ini ia masih mengingat bagaimana orang yang bersama Penguasa Bayangan membantai ratusan orang yang setingkat dirinya di masa lalu.
Jika saja ia tidak berhasil menghindar, mungkin ia juga akan langsung tewas saat itu juga.
Orang yang pria itu maksud tidak lain Dewa Asura atau tak lain Bai An.
Sedangkan pria yang kini sendiri adalah Patriak klan Jin yang ada di daerah Wilayah Tengah. Dia sekarang mungkin jauh lebih kuat dari yang dulu, tapi ia tak akan pernah melupakan betapa kuat dan kejamnya Dewa Asura bersama Penguasa Bayangan itu.
Mungkin dengan kekuatannya saat ini ia mengakui akan dengan mudah di bunuh oleh kekuatan Dewa Asura dan Penguasa Bayangan di masa lalu. Tapi yang lalu tetaplah masa lalu dan saat ini jauh berbeda dengan masa lalu.
Srek srek..!!
Saat mendengar suara sebuah batu telekomunikasinya bergetar, Patriak Jin langsung mengangkat lalu memecahkannya.
“Hmm..!! Orang-orang yang ada di Wilayah Inti sama sekali tidak percaya dengan apa yang aku laporkan,” gumam Patriak Jin mengerutkan keningnya dengan wajah kesal.
Tapi tak lama ia menghilang entah kemana.
***
Wuuss..!!
Jlep..!!
Bom..!!
Seketika tubuh Monster yang datangnya dari mana seketika meledak menjadi kabut darah.
Jlep jlep..!!
Bom bom bom bom bom bom..!!
Tak lama ratusan anak panah menyusul lalu ledakan kembali dalam jumlah yang banyak terdengar.
Wuss..!!
Crash...!!
Tubuh salah satu Monster Roh terbelah saat sebuah pedang menyentuh tubuhnya.
Duan Du menatap para Monster Roh ini dengan tatapan dingin.
“Aku merasa mereka datang bukan karena kebetulan, melainkan ada yang memancingnya kesini,” ucap Duan Du melirik ke arah kakaknya.
__ADS_1
“Bunuh saja mereka dulu, tapi jangan semuanya, karena aku ingin Ye'er menyerap darah mereka semua untuk membuat pondasinya semakin kokoh nanti saat menerobos,” ucap Bai An datar.
Duan Du mengangguk ringan lalu melihat ratusan juta Monster Roh kini berdatangan dari arah Dimensi Pusat menuju Dimensi Demon Monster.
Beruntung Bai An dan Duan Du dengan cepat pergi dari inti dimensi Demon Monster saat merasakan firasat buruk.
Dan firasat mereka ternyata benar, saat mereka keluar dari Dimensi Demon Monster.
Ratusan juta Monster Roh telah melesat menggunakan kecepatan sedang.
“Hukum Bayangan Nyata.”
“Bayangan Pemusnah Tanpa Emosi.” Gumam Duan Du.
Tak lama jutaan Bayangan yang mirip Duan Du muncul sambil memegangi pedang energi.
Dengan tanpa emosi semua bayangan milik Duan Du satu persatu membunuh Monster Roh.
Tak mau kalah, Bai An dengan santai menarik busur panahnya.
Wuss..!!
Tak lama muncul jutaan anak panah energi melesat ke masing-masing target.
Jlep jlep jlep..!!
Bom bom bom..!!
Sreet sreet..!!
Merasakan dunia jiwanya berguncang, Bai An langsung mengeluarkaan Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye terlihat masih memejamkan matanya, di sekeliling tubuhnya saat ini di selimuti oleh darah yang kini membentuk pola aneh.
Tidak ada yang bisa membaca atau memahami maksud dari pola yang terbentuk. Bahkan oleh Bai An dan Duan Du sekalipun.
Sreeet..!!
Tak lama pola tersebut menghilang masuk ke dalam tubuh Bai Chu Ye. Bersamaan dengan itu, Bai Chu Ye membuka matanya secara perlahan.
Tatapan mata Bai Chu Ye kini berubah menjadi merah darah. Tatapannya itu di arahkan ke ratusan juta Monster Roh.
“Makanan untuk pondasiku telah siap ternyata,” ucap Bai Chu Ye dengan nada suara menyeramkan.
Dengan santai Bai Chu Ye mengangkat tangannya ke atas, tak lama sebuah pola tercipta, pola tersebut memiliki kesamaaan dengan pola yang tadi, tapi pola ini ada beberapa bagian yang kurang dan pola ini membentuk sebuah lingkaran seperti lingkaran penghubung atau persembahan.
Sreekk..!!
Tak lama muncul sebuah sobekan dari dalam pola yang tercipta, pandangan mata Bai An dan Duan Du yang fokus melihat apa itu kini tersenyum tipis.
“Ras darah telah tercipta,” gumam Bai An dan Duan Du dalam hati.
Ras Darah adalah semua gabungan Ras mau manusia, monster, iblis jika dalam wujud darah murni, maka akan di namakan Ras Darah Murni.
__ADS_1
Sementara jika di namakan Ras Iblis Darah atau sebagainya, mereka masih belum murni, karena wujud mereka masih belum berwujud darah murni yang tidak mempunyai tulang maupun daging.
Srek srek..!!
Satu persatu Ras Darah Murni muncul dalam berbagai bentuk yang jarang di temukan oleh Bai An dan Duan Du selama ia hidup di Reinkarnasinya saat ini.
Melihat Ras Darah Murni yang keluar kini berbaris di depan Bai Chu Ye dengan rapi dan patuh.
“Hmm..!! Makan semua darah mereka untuk menguatkan pondasiku yang masih rapuh,” perintah Bai Chu Ye.
Seketika semua Ras Darah Murni berubah menjadi genangan air dan tujuan mereka ke arah Monster Roh.
Wuss..!!
Layaknya seperti gelombang tsunami, Ras Darah melesat dengan kecepatan tinggi.
Tak lama gelombang darah yang membentuk tsunami tiba-tiba membentuk sebuah mulut.
Sreettt..!!
Saat mulut gelombang darah melewati Monster Roh,, sebuah tulang belulang saja yang muncul di belakang gelombang darah.
Tak berhenti sampai di sana, gelombang darah mulai kembali lagi lalu memakan Monster Roh hingga tersisa beberapa ratus saja.
***
Jauh di sebuah celah, Monster Iblis yang pernah melaporkan tentang adanya Duan Du, kini mulai resah saat melihat Monster Roh pemberian salah satu Patriak di Wilayah Tengah telah hampir sepenuhnya musnah.
“Sialan, jika seperti ini aku terpaksa harus mengeluarkan mereka, mereka adalah kartu terahir yang di berikan oleh patriak Hen,” gumam Monster Iblis yang pernah menjadi Jendral Dimensi.
Tapi saat tangannya ingin mengeluarkan sesuatu, ia tiba-tiba merasakan gelap. Pandangannya tiba-tiba pudar perlahan.
“Si..”
Srek..!!
Tubuh Monster Iblis tersebut seketika mengering saat sebuah tangan menusuk jantungnya.
“Hmm..!! Kau tak pantas tahu siapa yang membunuhmu,” ucap Bai Chu Ye dingin.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Ayah,, aku masih lemah ternyata, butuh waktu lagi bagiku untuk pulih jika telah menggunakan mereka terlalu lama,” ucap Bai Chu Ye tersenyum hangat sebelum jatuh pingsan.
Bai An dengan sigap menangkap putranya.
“Hmm..!! Ini adalah kemajuan yang besar, di masa lalu bahkan kau belum mampu mengeluarkan mereka dalam waktu satu menit, tapi saat ini kau mampu mengeluarkan mereka lebih dari satu menit,” balas Bai An dengan nada bangga.
Bai An langsung memasukkan putranya ke Duni Jiwanya agar saat sadar nanti bisa langsung memulihkan diri.
“Hehe, Kak, rupanya banyak sambutan menunggu kedatangan kita.”
__ADS_1