Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Merasakan Kehadiran Musuh Mulai Mendekat


__ADS_3

Apa yang ia impikan kini terjadi. Kebahagiaan akan mempunyai keluarga yang sesungguhnya tanpa saling memanfaatkan satu sama lain.


***


Satu minggu kemudian.


Saat ini Bai An duduk bersama keluarga kecilnya.


“Ayah, Xie'er merasakan jika paman Gu Sheng sedang tertekan dan berusaha menyembunyikannya dengan senyum di depan semua orang termasuk ayah.” Bai Xia Xie yang memeluk lengan Bai An kini mulai membuka suara.


“Benar An'er, walau ibu terbilang paling lemah di antara kalian semua saat ini, tapi jiwa ibu jangan di anggap enteng, ibu dapat merasakan jika tekanan yang ia rasakan dari mental serta jiwanya. Mungkin dia telah menjalani banyak masalah di masa lalu, sehingga jika di biarkan. Maka dendam yang selalu ia tahan akan semakin berbahaya kepada dirinya sendiri.” “Kenapa kau tidak membantunya An'er?” Tanya Ling Mei kini menatap putranya dengan lembut.


Tap tap..!!


“Mungkin Gege punya maksud tertentu, Xia'er tahu betul sifat Gege, ia tidak akan membiarkan orang yang ia sayangi terluka atau menjalani masalahnya seorang diri. Jadi kita lihat saja apa yang akan Gege lakukan nanti.” Mu Xia'er datang dari arah samping bersama Chu Jia, Jia Li Ling dan Ni Xian.


“Makanan sudah tiba, semuanya berkumpul.” Teriak Ni Xian mengarah ke semua laki-laki yang berlatih di bawah asuhan Gu Sheng.


...


Gu Sheng yang mengajar keluarga barunya langsung melirik ke arah aula terbuka.


“Kalian dengar apa yang di ucapkan oleh Nyonya Xian, ayo kita istirahat lebih dulu. Nanti akan di lanjutkan lagi. Ingat, jangan buat mereka marah karena menanti, karema yang mendapat nasib buruk bukanlah aku, melainkan kalian.” Ucap Gu Sheng tersenyum kecil.


Dengan cepat semua keluarga Bai An yang laki-laki melesat ke aula terbuka.


Wuss wuss wuss..!!


Terlihat semua laki-laki di keluarga Bai An saat ini sedang bahagia, mereka bukan takut akan ucapan Gu Sheng. Melainkan tidak sabar untuk kembali berlatih lagi demi ingin ikut bertarung melawan musuh baru yang mereka tahu jauh lebih kuat dari yang mereka lawan sebelumnya.


Jika Gu Sheng tahu jalan pikiran mereka, mungkin ia akan malu karena mengira mereka takut akan keberadaan istri, saudari, ibu dan para wanita yang menjadi keluarga Bai An.


Namun nyatanya pikirannya sangat jauh melenceng.


Gu Sheng mungkin mengira mereka takut kepada wanita-wanita ini karena adanya Bai An, atau karena mereka hanya ingin melampiaskan amarah kepada para laki-laki di karenakan suka mengacau.

__ADS_1


Nyatanya para wanita marah bukan karena hal tersebut. Mereka sering marah atau menghukum semua laki-laki agar lebih akrab, dan para laki-laki tahu itu sehingga mereka pun dengan senang hati di hukum. Walau beberapa dari mereka sering melawan dan kabur, seperti Duan Du dan Tu Long.


Mereka semua melakukan hal seperti ini, agar semua dalam keluarga mereka tidak ada kecanggungan, agar mereka semua saling mengenal satu sama lain, dan tidak ada yang namanya di kucilkan atau sebagainya. Para wanita ingin mereka semua akrab satu sama lain sehingga Xie'er yang menemukan ide ini langsung menjalankan rencananya ini.


***


Dret..!!


Dret..!!


Tu Long dan Duan Du yang tengah memulihkan diri setelah menghancurkan beberapa Dimensi tak berpenghuni langsung membuka matanya.


“Apa kau merasakannya paman?” Ucap Duan Du melirik ke arah Tu Long.


“Tentu saja, mereka semakin dekat dan aku merasakan mereka semua sangat kuat,” balas Tu Long langsung menyeringai lebar.


“Tubuhku ini sudah tidak sabar berhadapan dengan mereka semua, lihatlah bahkan tubuhku sampai bergetar saking semangatnya.” Sambung Tu Long kini berdiri sambil melihat ke alam semesta yang di kelilingi ruang hampa.


“Hemm..!! Bukan itu yang aku tanyakan dasar,” dengus Duan Du langsung ikut berdiri. “Yang aku tanyakan ini masih 9 tahun, dan satu tahun lagi mereka akan tiba. Tapi kenapa mereka jauh lebih cepat dari prediksi kakak?”


“Ya ya, tapi saat kau terpojok, kau malah berpikir bagaimana cara mengalahkan lawan. Apa itu tidak di sebut berpikir juga,” dengus Duan Du tak mau kalah.


“Hei hei,, itu adalah hal yang berbeda, bagaimana kau bisa menyamakan namanya antara hidup dan mati dengan pikiran yang tidak jelas seperti tadi. Kau memikirkan kenapa mereka datang sangat cepat itu bukan urusanku.” Tak mau kalah suara Tu Long kini mengeras, urat-urat di kepalanya sampai terlihat.


“Jika aku tidak berpikir jernih maka aku pasti akan mati di saat terpojok, apa kau mau pamanmu yang kuat ini mati sia-sia. Aku rasa kau pasti akan menangis sejadi-jadinya saat aku mati.” Sambung Tu Long dengan nada ejekan.


“Mati saja kau sana, siapa yang peduli dengan otak dongol seperti dirimu.” Wajah Duan Du terlihat jijik saat melihat Tu Long.


Hal itu membuat keduanya langsung saling menerjang satu sama lain.


Bam..!!


Bom bom bom bom..!!


Seketika Dimensi tempat mereka bentrok langsung hancur, bahkan dunia-dunia kecil yang tidak jauh dari tempat mereka bentrok ikut menjadi debu akibat dahsyatnya bentrokan mereka.

__ADS_1


“Bocah nakal, aku tak menduga kau semakin kuat ternyata, hal itulah yang membuatmu semakin berani memprovokasi paman mu ini.” Seringai lebar muncul di wajah Tu Long.


“Hehehe..!! Biar paman beri kau pelajaran lagi, dan paman tidak sabar melihat wajah babak belur serta suaramu yang selalu memohon seperti dulu.” Ejek Tu Long.


Wajah Duan Du seketika menjadi kusut. “Dasar otak dongol, awas saja jika aku lebih kuat darimu di masa depan, maka jangan salahkan aku yang lebih muda ini suka menindas orang tua dongol seperti dirimu.” Dengan cepat Duan Du mengayunkan tangannya.


Sebuah bola hitam muncul di depan Bai An. Tak lama bola hitam tersebut melesat ke arah Tu Long.


Tak sampai disana, bola hitam energi seketika berubah menjadi pusaran yang menyedot apa yang ia lewati.


Tu Long yang melihat itu langsung menggerakkan otot-otot dan jari-jari tangannya.


Krak krak..!!


“Hehe serangan lemah seperti ini kau arahkan kepadaku, huh kau ternyata jauh lebih lemah dari yang Paman duga,” ejek Tu Long langsung mengayunkan lengan kanannya.


Blush..!!


Sebuah bola api muncul lalu melesat ke arah pusaran hitam energi milik Duan Du.


Bola api yang melesat tak lama berubah menjadi sosok Naga api.


Goar..!!


Naga Api Energi langsung membuka mulutnya.


Duar duar duar..!!


Saat kedua elemen energi bentrok. Ledakan kembali terdengar jauh lebih besar.


Asap kini menutupi area tempat Tu Long dan Duan Du melayang.


Saat Tu Long menyeringai, wajahnya langsung berubah menjadi sangat jelek saat ia mendengar sebuah pesan suara menggema di sekelilingnya.


“Hahaha,, dasar otak dongol, karena saking semangatnya ingin bertarung kau malah tidak sadar jika keponakanmu yang baik ini telah pergi karena tidak ingin menyakitimu lebih jauh.”

__ADS_1


__ADS_2