
Sebelum Bai Chu Ye menyelesaikan ucapannya. Rubah Kematian mengangguk patuh.
“Hem hem..!! Aku tidak akan kabur Tuan, Dengan garis darahku yang terhubung dan selalu di tekan sedemikian rupa,, Tuan pasti akan gampang membunuhku dimanapun aku berada,” ucap Rubah Kematian.
“Baiklah, aku akan menyusulmu dalam 20 atau 30 menit,” ucap Bai Chu Ye.
Mendengar itu, dengan cepat Rubah Kematian menghilang dari hadapan Bai Chu Ye.
Sementara Bai Chu Ye kembali melesat dengan kecepatan penuhnya.
Wuss wuss..!!
***
Dret..!!
5 menit kemudian, Rubah Kematian muncul dari celah kecil. Rubah Kematian sadar jika menggunakan ruang hampa layaknya berteleportasi menghabiskan banyak energi, tapi ia tidak punya pilihan di karenakan pirasatnya yang selalu khawatir akan keadaan di kota.
Dan benar saja, kekhawatirannya kini benar-benar terjadi.
Mata Rubah Kematian melotot saat melihat kota yang ia jaga kini seperempatnya hancur. “Sialan, siapa yang berani menghancurkan kota yang ku jaga saat aku pergi?” Teriak Rubah Kematian, auranya sedikit keluar, ia terlihat menahan diri, jika auranya keluar semua, ia tahu kota kematian akan hancur oleh dirinya sendiri.
Tak lama, tatapan Rubah Kematian mengarah ke Manusia Raksasa yang mengamuk melawan tiga orang.
Melihat Ras Manusia Raksasa yang menghancurkan semua yang ia lalui, wajah Rubah Kematian berkedut-kedut.
“Bangsat kau tubuh gumpal, aku akan menggiling tubuhmu lalu ku jadikan makanan penutupku,” raung Rubah Kematian langsung menghilang dari tempatnya.
...
Di arah barat kota kematian, Luo Sha yang telah meningkatkan kekuatannya berkat bentuan Bai An dan bimbingan Gu Sheng kini mengamuk sejadi-jadinya. Tentu ia juga mendapat izin menggunakan seluruh kekuatannya dari Bai An.
“Hahaha,, ayo terus larilah kalian tikus-tikus kecilku,” teriak Luo Sha yang merasa di atas angin.
Wung..!!
Duar..!!
Tinju Luo Sha langsung menghancurkan bangunan tempat Dan Ye bersembunyi.
Terlihat lengan kanan Dan Ye telah hilang, ia kini sangat menyedihkan.
Bukan hanya Dan Ye, Huan Gu pun telah kehilangan kedua lengan dan kakinya. Huan Gu kini terbaring lemah di sertai seluruh tubuhnya terlihat banyak sayatan pedang besar.
Dret..!!
Luo Sha yang terus menerus tersenyum akibat bisa melawan ketiganya kini merasa bosan bermain-main dan ingin mengahiri Dan Ye dan Iblis bertanduk kembar yang selalu bersembunyi dengan rapi.
“Hah,, karena kalian lemah, maka aku akan langsung membunuh-” Sebelum Luo Sha menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
Sebuah aura di sertai guncangan Luo Sha rasakan, ini terasa sangat menyakitkan bagi Luo Sha dan yang lainnya.
Urgh..!!
“Apa Tuan marah karena aku terlalu lama?” Gumam Luo Sha berpikir ini aura dari Bai An, karena tekanan yang ia rasakan ini hampir setara dengan Tuan-nya, walau aura ini sedikit jauh lebih kuat.
Namun tubuh Luo Sha membeku saat melihat anak kecil memiliki ekor rubah tepat berada di hadapannya.
Mata anak kecil tersebut memerah saking marahnya. “Kau tunggu di sini tubuh gumpal, kau jadi yang terahir mengalami kematian tragis,” ucap Rubah Kematian.
Dret..!!
Rubah Kematian langsung menghilang.
Dret..!!
Duar..!!
Kabut darah langsung muncul lalu meledakkan tubuh Dan Ye dan Iblis bertanduk kembar secara bersamaan.
Rubah Kematian langsung tersenyum dingin, sambil melirik ke arah Huan Gu. “Sekarang giliranmu,” ucap Rubah Kematian menghilang dari tempatnya.
Dret..!!
Bom..!!
Hanya dengan menginjakkan kakinya, kepala Huan Gu hancur menjadi daging cincang, terlihat tubuh Rubah Kematian di penuhi oleh darah.
...
“Hem..!! Apa dia ketua penjaga kota ini?” Tanya Bai An melirik ke arah kedua penjaga berjubah merah.
Namun keduanya langsung mendengus sambil memalingkan wajah mereka.
Melihat kelakuan keduanya yang semakin menjadi, Gu Sheng seketika geram dan ingin membunuhnya. Namun Bai An mengangkat tangannya.
“Wajar ia kesal, kota yang mereka jaga kini telah kita hancurkan. Jadi biarkan saja,” ucap Bai An.
Tap tap..!!
Setelah itu Bai An bangkit dari tempat duduknya. “Hemm..!! Aku merasa ia sangat kuat dan-” gumam Bai An melirik ke arah Asura Blood yang tiba-tiba muncul.
Kini Asura Blood menyeringai tipis. “Dia lawan yang cocok untukmu saat ini bocah, jika kau mampu menahannya selama setengah hari tanpa menggunakan pedang asura, aku yakin kau juga akan mampu melawan Master Sekte Besar di peringkat 100 atau Sekte Besar peringkat terendah,” ucap Asura Blood.
Mendengar itu, Bai An mengerutkan keningnya. “Aku merasa ia sedikit lebih kuat dariku, apa kau meremehkan kekuatanku lantaran ia sedikit lebih kuat?” Tanya Bai An melalui pikirannya.
“Hahaha,, jangan menjadi naif bocah, lantaran kau kini mampu menandingi Dewa Surgawi ⭐ 6. Kau pikir bisa menang melawan Rubah itu.” Ejek Asura Blood.
“Biar ku beritahu kau, Rubah di depanmu ini mungkin salah satu jenius langka, terlebih ia berasal dari Ras Rubah Darah Kuno, mampu menahannya selama setengah hari saja sudah menjadi pencapaian besar bagimu,” sambung Asura Blood dengan nada mengejek.
__ADS_1
Bai An seketika tersadar. “Hais, aku lupa jika saat ini aku baru menerobos Dewa Surgawi ⭐ 5 Awal, dan ia berada di Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir.” Gumam Bai An menghela nafas.
Perbedaan ini saja sudah sangat besar, dan kini ia membenarnya ucapan Asura Blood jika ia terlalu naif lantaran mengira dirinya kini kuat.
Saat Bai An melihat Luo Sha akan di bunuh, Bai An langsung merobek ruang di depannya menggunakan hukum Ruang.
Crash..!!
Tangan Bai An langsung masuk.
Dret..!!
Tak lama sebuah celah muncul tepat di depan Luo Sha.
Sret..!!
Dengan cepat Bai An menarik Luo Sha masuk ke dalam celah.
Wung..!!
Rubah kematian yang melihat mangsanya hilang, amarah Rubah Kematian semakin menjadi.
“Kurang ajar, siapa kau? Cepat keluar,” teriak Rubah Kematian saat tersadar jika orang yang menyelamatkan Luo Sha pasti otak dari kehancuran kota yang ia jaga. Ia juga kini sadar jika kedua bawahannya tidak bisa ia rasakan, yang artinya orang ini mungkin telah membunuhnya.
Dret..!!
Bai An seketika muncul di depan Rubah Kematian.
“Hemm..!! Nak, kenapa kau memiliki temperamen seperti Manusia Raksasa tadi?” Tanya Bai An tersenyum tipis.
“Mati.” Teriak Rubah Kematian langsung mengayunkan tinjunya ke arah Bai An.
Wuss..!!
Bam..!!
Dret..!!
Tinju Rubah Kematian dan Bai An langsung bertemu.
Bai An langsung mundur 10 langkah, sementara Rubah Kematian mundur dua langkah.
Mata Rubah Kematian menyipit lantaran merasakan tangannya kebas, di sertai melihat kekuatan fisik Bai An yang hampir setara dengan dirinya yang memiliki tingkat kultivasi Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir.
“Orang ini tidak sesederhana yang terlihat, apa dia Jenius Monster Sejati yang selalu bersembunyi?” Gumam Rubah Kematian langsung mengubah wajahnya serius.
Sementara Bai An yang melihat tangannya bergetar kini mengubah wajah menjadi sangat serius karena sadar jika anak kecil di depannya tidak seserderhana yang terlihat.
Bai An juga sadar jika anak kecil ini menang dari segala aspek.
__ADS_1
“Hem..!! Ini sedikit sulit, tapi ini juga akan menjadi semakin menarik,” gumam Bai An tersenyum tipis.