
Tubuh Bai Han dengan cepat bergerak di satu tempat lingkaran kecil layaknya sebuah ular.
Crash..!!
Crash..!!
Argh..!!
Puluhan pedang energi seketika menyambar kulit luar punggung, kaki, tangan, dan lengan kanan Bai Han.
Walau sakit, Bai Han tetap bertahan dan fokus, jika fokusnya terbagi dengan kesakitan yang ia rasakan saat ini, ia sadar jika bisa saja langsung mati.
“Kiri bawah,” gumam Bai Han langsung menekuk punggungnya, bersamaan dengan memutar tubuhnya untuk menghindari beberapa pedang energi.
Wung..!!
Tak lama setelah itu, mata Bai Han seketika bersinar terang, gerakan tubuh Bai Han terlihat tenang dan semakin cepat dari waktu ke waktu.
...
Keempat leluhur yang melihat itu semakin kagum dengan pencapaian Bai Han yang begitu cepat.
“Ini baru beberapa jam, namun ia sudah mampu menghindari setengah, bahkan lebih dari setengah pedang energi, mungkin dalam beberapa bulan lagi, ia bisa menyelesaikan latihan ini.” Ucap Ling Shen.
“Menurutku juga begitu,” sambung Bai Yu langsung melangkah.
Tap tap..!!
Tak lama tangan Bai Yu bergerak cepat.
Blush..!!
Formasi latihan tubuh dan fokus langsung terhenti.
Bruk..!!
Bai Han pun langsung tertajuh saat melihat pedang-pedang energi berhenti muncul.
Huh huh huh..!!
“Bagus nak, untuk hari ini kita sudahi saja, istirahatlah dengan cukup, karena besok, kita akan meningkatkan porsi latihanmu,” ucap Bai Yu kini mengalirkan energinya untuk menyembuhkan semua luka-luka Bai Han.
Hem..!!
Bai Han hanya mengangguk ringan sambil membaringkan badannya di lantai.
Tak lama ia pun menutup matanya.
Bai Yu yang melihat Bai Han telah tertidur lelap dengan cepat langsung tersenyum hangat, di satu sisi ia sebenarnya cukup prihatin. Tapi ia tidak mempunyai pilihan. Jika ia tidak melatih Bai Han, maka ia pasti akan langsung mati jika orang-orang Menara memburunya.
Sementara dirinya dan yang lain sadar tidak mampu melindungi Bai Han jika mereka datang. Jadi satu-satunya cara adalah melatihnya dan membangkitkan tubuh tanpa batas milik Bai Han.
“Ayo tinggalkan dia sendiri Bai Hu,” ucap Ling Yin berjalan keluar.
Bai Yu pun bangkit mengikuti Ling Yin dan yang lainnya.
Tap tap..!!
__ADS_1
Cklek..!!
Tepat setelah Bai Yu menutup pintu, Bai Han kembali membuka matanya.
Hem..!!
“Aku merasakan jika tubuhku semakin kuat saat ini,” gumam Bai Han tersenyum senang. ”Bukan hanya tubuh saja, melainkan aku merasakan jika aku akan menerobos.” Sambung Bai Han langsung memejamkan matanya.
Tepat setelah Bai Han memejamkan matanya, ia pun mencerna energi yang entah dari mana kini telah memenuhi dantiannya.
Wung..!!
Bai Han pun langsung mencernanya hingga tubuh Bai Han sedikit berdengung di sertai mengeluarkan cahaya biru.
Bam bam..!!
“Masih belum,” gumam Bai Han tersadar jika energi yang ia cerna belum mencapai setengahnya.
Bam bam..!!
“Lagi,” gumam Bai Han tidak ingin menyerah dan terus menekan dirinya agar terus menerobos.
Bam bam..!!
Duar..!!
Ledakan energi langsung mengguncang tempat Bai Han berlatih, tak lama Bai Han membuka matanya.
“I..Ini, Dewa Surgawi ⭐ 2 Menengah,” gumam Bai Han tersenyum bahagia.
***
Sementara di luar.
Para leluhur yang tengah bicara dengan Naga Berlian Asura atau Chen Long, langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah energi yang mereka rasakan menyebar.
“Akhirnya anak itu menerobos juga,” ucap Bai Zhan.
“Hem,, aku suka semangat anak itu yang tidak mau menyerah,” ucap Ling Shen mengangguk setuju.
“Kesampingkan anak itu terlebih dahulu, karena saat ini aku akan langsung saja ke intinya,” ucap Chen Long menatap ke arah keempat leluhur satu persatu.
Wajah keempat leluhur pun langsung berubah menjadi serius.
“Baiklah, aku merasakan bahaya akan datang tidak lama lagi, hanya tinggal menunggu waktu mereka akan melakukan pergerakan lagi seperti di masa lalu. Jadi aku berpikir sudah saatnya kalian melakukan yang dulu sempat tertunda.” Ucap Chen Long.
“Tapi jika kalian merasa ragu, maka-”
“Tentu saja kami akan menerima semua resikonya,” ucap Bai Zhan dengan nada serius.
“Benar, bagaimana mungkin kami akan kalah dengan keturunan kami sendiri,” sambung Bai Yu.
“Hem..!! Aku tidak ingin kalah dari Han'er, mau di taruh di mana wajahku nantinya jika menyerah begitu saja,” ucap Ling Shen mengangguk-angguk sambil mengelus jenggotnya.
“Aku tidak ingin hanya Han'er saja yang ikut berjuang dan merasakan rasa sakit, aku pun ingin merasakannya juga.” Ucap Ling Yin dengan nada santai.
Keempatnya bicara serempak yang langsung membuat Chen Long tersenyum tipis.
__ADS_1
“Jika begitu, kapan kalian berangkat? Untuk anak itu, biarkan aku saja yang akan mengurusnya dan aku yakin saat kalian kembali, ia akan jauh lebih kuat lagi dari kalian,” tanya Chen Long sambil dengan nada percaya diri ia meyakini Bai Han akan jauh lebih kuat dari keempat leluhur.
Wajah keempat leluhur seketika menjadi serius.
“Jika seperti itu, aku ingin melihat apakah ia mampu melawan kami kelak saat kami kembali,” ucap Ling Shen tersenyum tipis, pandangannya dan yang lainnya lalu mengarah ke ruangan tempat Bai Han berada.
“Apa kita perlu kesana untuk mengucapkan salam perpisahan?” Tanya Ling Yin.
“Aku rasa tidak perlu, karena kita bukan pergi untuk selamanya,” balas Bai Yu.
“Baiklah jika itu mau kalian, pergilah,” ucap Chen Long langsung membuat lubang bewarna merah.
Blush..!!
Bersamaan dengan itu Hawa panas seketika keluar saat lubang tersebut tercipta.
Keempat leluhur saling melirik satu sama lain, tak lama kemudian, mereka pun langsung melesat pergi.
Wuss wuss..!!
***
Keesokan harinya.
Hoam..!
Dengan senyum cerah Bai Han membuka mata lalu menggerakkan otot-ototnya.
“Waktunya latiha-”
“Eeh,, kemana Kakek Bai, Nenek Bai, Kakek Ling dan Nenek Ling?” Tanya Bai Han terkejut saat melihat hanya Chen Long yang duduk seorang diri tidak jauh dari tempatnya bangun tidur.
“Ooh mereka telah pergi berlatih juga, saat melihat kegigihanmu, mereka juga terlihat tidak mau kalah darimu. Mereka takut jika kau lebih kuat dari mereka nanti, maka mereka akan merasa terbebani jika pertarungan kita tiba.” Jawab Chen Long dengan santai.
“Oh ya,, mulai sekarang panggil saja aku paman, atau jika kau ingin tahu namaku, maka panggil Naga Berlian Langit, itu saja sudah cukup.” Sambung Chen Long.
Hemm..!!
Bai Han mengangguk ringan.
“Lalu apakah paman yang akan melatihku?” Tanya Bai Han memiringkan kepalanya.
“Benar, tapi caraku melatihmu akan sedikit kuno dan berbeda, apa kau sanggup menerimanya?” Ucap Chen Long menatap mata Bai Han.
“Tentu saja, aku akan menerima semua jenis pelatihan apapun,” jawab Bai Han dengan wajah serius dan sedikit bersemangat.
“Apapun yang aku perintahkan?” Tanya Chen Long sekali lagi.
Hem hem..!!
“Aku suka kegigihanmu, jadi berdirilah di tempatmu sampai aku bilang cukup.” Ucap Chen Long tersenyum kecil saat melihat Bai Han tidak sabaran.
“Eeh,, apa aku tidak salah dengar? Apa hanya berdiri saja?” Tanya Bai Han sedikit memicingkan matanya.
“Benar hanya berdiri saja.” tanpa melihat reaksi Bai Han, Chen Long pun langsung memejamkan matanya.
Hal tersebut membuat Bai Han cemberut, walau begitu, ia tetap melaksanakan perintah Chen Long yang menyuruhnya berdiri.
__ADS_1