
Memanfaatkan Cung Wei yang lengah, tentunya wanita bercadar tidak akan menyia-nyiakannya kesempatan yang ada.
Wuss..!!
Trank..!!
Namun dengan cepat Cung Wei bergerak mundur sambil menahan serangan wanita bercadar dengan pedang yang ada di tangan kanannya.
“Dasar ****** sialan, akan ku buat kau menderita,” teriak Cung Wei menggeram penuh amarah.
Wuss..!!
Tanpa memperdulikan tangan kirinya yang hilang dan luka yang ia terima, Cung Wei dengan cepat melesat ke arah wanita bercadar.
“Mati kau ****** sialan,” teriak Cung Wei.
Wanita bercadar langsung memutar tubuhnya ke arah kanan dengan cepat.
Wuss..!!
Setelah memutar tubuh untuk menghindari serangan Cung Wei, wanita bercadar kini menjulurkan pedangnya ke arah leher Cung Wei.
Trank..!!
“Heng,, serangan lemahmu itu tak akan berdampak kepadaku,” ejek Cung Wei menepis pedang wanita bercadar.
Wuss..!!
Di saat itu, diam-diam kaki Cung Wei terayun ke arah dada wanita bercadar.
Sementara wanita bercadar yang hanya fokus ingin melukai Cung Wei tidak sadar dengan serangan kejutan Cung Wei.
Bam..!!
Tubuh wanita bercadar pun langsung terhempas sejauh 4 meter.
Terlihat darah keluar dari mulut wanita bercadar tersebut.
Urgh..!!
Tap tap..!!
“Hehehe...!! Mari kita lihat apakah kau bisa menghindari ini,” kekeh Cung Wei menyeringai licik saat muncul di depan wanita bercadar.
Wuss..!!
Crash..!!
Woah..!!
Seketika seruan penonton langsung menggema saat Cung Wei menyobek gaun wanita bercadar tepat di bagian dadanya.
Kini yang terlihat hanya pakaian dalam wanita bercadar saja.
“Ka..Kau, akan ku bunuh kau laki-laki bejat,” teriak wanita tersebut menahan amarah, rasa malu kini bercampur aduk.
__ADS_1
Wuss..!!
Walau sadar saat ini ia tidak bisa menang melawan Cung Wei, terlihat jelas wanita bercadar tetap gigih melesat ke arah Cung Wei sambil menjulurkan pedangnya.
Wuss..!!
Jlep..!!
Argh..!!
Cung Wei yang tidak mampu menggerakkan tubuhnya saat awal pertarungan kini berteriak kesakitan saat pedang wanita bercadar menusuk dada kirinya.
Tak lama pandangan Cung Wei pun menjadi gelap.
Bruk..!!
Akibat kehabisan darah, Cung Wei pun terjatuh ke lantai.
Tap tap..!!
Sang wasit yang melihat itu, dengan segera mendatangi Cung Wei.
“Dia masih hidup, dia hanya kehabisan energi dan darah saja, tidak ada luka yang terlalu serius,” teriak sang wasit.
“Sialan, aku kalah,” teriak salah satu penonton langsung meraung.
“Benar, ini gara-gara bocah itu,” sambung salah satu pria tua melirik ke arah dimana Bai Da Xing duduk.
Tapi, saat ini ia hanya melihat kursi kosong dan tepat di bangku tersebut bertulis. “Dasar Dungu, akibat terlalu serakah, kalian semua menjadi Dungu, jadi terima saja nasib kalian yang jatuh miskin.”
Bukan hanya pemuda itu saja, seluruh penonton yang ikut bertaruh memasang Cung Wei kini meraung di penuhi amarah, hingga membuat arena menjadi gaduh.
“Cari, kita harus mencari kedua bocah itu, aku yakin jika mereka dari awal memang mempermainkan kita, bagaimana bisa mereka bertaruh satu sama lain dengan memasang taruhan yang berbeda jika mereka seorang teman. Itu tidak mungkin bukan, pastinya jika seorang teman, mereka memasang taruhan yang sama, bukan berbeda.”
“Jadi aku yakin ini hanya permainman mereka saja agar kita ikut terpancing tadi,” teriak seorang pria tua bertubuh gemuk.
“Benar, pastinya ini akal-akalan mereka agar kita terpancing, lalu salah satu mereka diam-diam memasang taruhan dalam jumlah besar kepada wanita itu,” sambung para penonton yang bertaruh.
“Bisa jadi jika wanita itu ikut bekerjasama juga, jadi kita harus mengintrogasinya.”
Teriakan demi teriakan tak henti-hentinya terdengar saling menyahut satu sama lain.
***
Tap tap..!!
“Haha,, dasar para idiot serakah, itu akibatnya jika kalian terlalu serakah,” ucap Bai Da Xing kini tertawa terbahak-bahak.
“Heng,, bukannya yang paling serakah itu kau Monyet sialan,” dengus Lan Yuheng terlihat masih kesal dengan Bai Da Xing.
“Hehe,, ayolah kak, tadi aku sudah memberikanmu 3 juta koin emas sebagai tutup mulut, jadi berhentilah menyalahkan adikmu yang baik dan imut ini,” kekeh Bai Da Xing sambil menaikkan alisnya secara bergantian.
Huh,,
Lan Yuheng pun langsung mengalihkan pandangannya. Karena memang benar ia menerima suap tutup mulut dari adiknya.
__ADS_1
Tap tap..!!
Langkah Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun terhenti tepat di depan penginapan tempat mereka tinggal.
“Keluarlag, aku tahu kau mengikuti kami?” Ucap Lan Yuheng kini melirik ke arah salah satu tembok bangunan.
Tap..!!
Tak lama, wanita bercadar pun keluar lalu mendekati Bai Da Xing dan Lan Yuheng. “Terimakasih karena telah membantu ku tadi Tuan muda,” ucap wanita bercadar menundukkan badannya dengan tulus.
“Tidak perlu berterimakasih, itu karena aku benci laki-laki seperti orang yang hadapi tadi, jadi aku sedikit membantumu saja, jadi pergilah,” ucap Lan Yuheng melambaikan tangannya.
Tapi wanita bercadar langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak, karena Tuan telah menyelamatkan saya dua kali, izinkan saya mengikuti Tuan.” Ucap wanita bercadar.
Mendengar itu, Lan Yuheng dan Bai Da Xing hanya menggaruk kepala mereka yang tidak gatal, karena tidak tahu harus bagaimana cara menghadapi wanita yang keras kepala.
Jika mereka menyakiti wanita di depan mereka, pastinya nasib mereka akan tragis oleh Bai Han dan nenek mereka.
”Urgh,, aku harus menjawab apa ya,” gumam Lan Yuheng dalam hati.
“Tidak perlu, dengan kekuatan lemahmu itu, kau akan menjadi beban kami nantinya,” ucap Bai Da Xing secara terang-terangan.
“I..Itu. Ba..Baiklah, saya ucapkan sekali lagi, terimakasih karena telah menyelamatkan saya,” ucap wanita bercadar kembali membungkukkan kepalanya.
Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun langsung mengangguk santai, mereka pun kini melangkah masuk.
Tap tap..!!
Setelah menaiki tangga, langkah kedua pemuda tersebut kembali terhenti.
“Kenapa kau mengikuti kami lagi?” Tanya Lan Yuheng melirik ke arah wanita bercadar yang ikut masuk.
“Eeh,, bukannya ini penginapan umum ya, jadi saya kesini untuk menginap Tuan,” ucap wanita bercadar dengan kepala tertunduk, ia sama sekali tidak berani menatap wajah Lan Yuheng dan Bai Da Xing.
“Eeh,, begitu ya, kalau begitu silahkan,” ucap Lan Yuheng sambil menggaruk kepalanya.
“Ayo,” ajak Lan Yuheng menatap adiknya.
Bai Da Xing pun mengangguk santai, tapi tatapannya terlihat mengarah ke wanita bercadar dengan pandangan curiga.
Tap tap..!!
Melihat kedua penolongnya telah pergi, wanita bercadar yang bernama Sha Sin'er pun menghela nafas.
Sha Sin'er adalah seorang wanita tanpa marga, ia berasal dari desa yang telah hancur oleh kejadian yang tidak ingin ia ingat.
Setelah desanya hancur dan hanya beberapa dari mereka yang selamat, Sha Sin'er yang berusia 10 tahun waktu itu pun pergi ke berbagai tempat dengan tujuan mencari kerja agar bisa hidup bertahan hidup.
Tapi apa yang ia harapkan jauh berbeda dari bayangannya.
Banyak kejadian mengerikan maupun mengenaskan Sin'er rasakan hingga saat ini di usianya sudah mencapai 200 tahunan yang tergolong masih muda menurut para kultivator.
Dan pada saat ia ingin di lecehkan oleh Cung Wei, lalu bertarung di arena, hatinya seketika menjadi nyaman pada saat itu.
Itu karena pertama kalinya dalam seumur hidupnya ada seseorang yang mau membantunya.
__ADS_1
Sha Sin'er pun langsung bertekad untuk mengikuti orang yang telah menolongnya, dengan harapan bisa hidup tenang dan di lindungi layaknya seorang keluarga.