
“Biar kuperjelas nama dan kegunaan kedua item ini,” ucap Duan Du tanpa basa basi. “Nama item ini adalah yang pertama Sepatu Dewa,” ucap Duan Du dengan asal.
Sepatu Dewa ini sebenarnya hanyalah sepatu biasa yang umum di Bumi yang pernah ia kunjungi bersama kakaknya dan keluarganya dulu. Karena bentuknya yang unik, keponakannya Bai Han, Bai Chu Ye dan Bai Xia Xie yang pernah berkeliling Bumi membawa berbagai jenis barang asing. Namun sangat berguna bagi kultivator seperti mereka.
Kegunaan barang-barang yang berguna tentu untuk bertarung dan tidak berguna seperti sepatu ini tentunya untuk menipu para kultivator seperti sekarang ini.
Hanya dengan mengalirkan beberapa energi lalu menyegelnya agar bertahan lama tanpa di sadari para kultivator kini membuat Duan Du tertawa terbahak-bahak tanpa ragu.
“Hahahaha,, kalian terkejut bukan,” ejek Duan Du. “Kegunaan sepatu Dewa ini mampu membuat kita bergerak layaknya berteleportasi dalam waktu singkat, untuk jaraknya tergantung energi yang di alirkan oleh penggunanya.” Ucap Duan Du menjelaskan panjang lebar.
“Tentunya jika kalian tidak percaya, kalian boleh mencobanya, tapi dengan syarat kalian harus membayar setengah dulu, lalu setelah mencoba, sisanya baru kalian bayar,” sambung Duan Du langsung mempromosikan item Sepatu Dewa.
Wung..!!
Tak lama puluhan sepatu Dewa berbagai merek dan bentuk keluar. “Ayo bagi yang ingin mencoba silahkan, kita bisa atur untuk harganya.” Ucap Duan Du melihat ke arah para peserta lelang yang terlihat penasaran dan berminat.
“Aku,, aku ingin mencobanya.” Teriak salah satu ahli tersembunyi.
Tap tap..!!
Dengan cepat ahli tersebut muncul dengan wajah bersemangat.
“Aku berikan 200 juta Kristal Berlian, sisanya bisa kita atur,” ucap ahli tersebut.
Duan Du tentu mengangguk bersemangat, matanya menyala saat melihat isi cincin penyimpanan yang di berikan oleh ahli tersebut.
“Hehe,, silahkan di pilih tuan,” ucap Duan Du langsung memberikan ahli tersebut izin memilih.
Dengan segera ahli tersebut memilih yang paling mencolok. Jika itu di bumi, maka sepatu tersebut biasa di sebut sepatu roda.
Dret..!!
Setelah memasang lalu mengalirkan energinya.
Wung..!!
Dalam sekejap ahli tersebut berpindah-pindah dalam jarak seratus meter di area Dimensi Rumah Lelang.
Para peserta lelang tentu tidak dapat melihat pergerakannya, namun dapat merasakan sisa dari kecumunculannya.
__ADS_1
“Aku,, aku mau,”
“Aku juga mau,”
“Hei, sialan sepatu dewa ini milik ku, jangan berani-berani merebutnya.” Teriakan demi teriakan terdengar dari berbagai lantai.
Sementara sosok bertopeng kuning kini auranya perlahan naik.
Blush..!!
“Diam,” teriak sosok bertopeng kuning.
“Ini lelang ku, jadi jika kalian ingin membeli, silahkan di luar, sementara kau, jangan ulangi lagi caramu ini di tempatku, jika tidak, aku tak segan-segan menghancurkanmu,” ancam sosok bertopeng kuning mengarah ke Duan Du.
Duan Du hanya mengangguk patuh. Tapi dalam hati, ia tertawa karena kini lelang mulai kacau.
“Ehem,, maafkan aku atas tindakan ku ini Tuan, aku tak dapat menahan diri tadi, jiwa bisnisku melonjak saat melihat semua orang bahagia dan penasaran,” ucap Duan Du membungkukkan badan.
“Jadi untuk menebus kesalahan, aku akan memberikan anda item yang cukup berharga bagiku di ahir lelang nanti, dan aku yakin jika anda akan menyukainya, tentunya sebagai bonus, aku akan memberikan kedua item ini satu cuma-cuma,” ucap Duan Du dengan rasa bersalah.
Seolah terbawa suasana, sosok bertopeng kuning tanpa sadar mengangguk setuju.
“Terimakasih Tuan,” ucap Duan Du tersenyum tipis dari balik Tudungnya.
“Baiklah, untuk yang ingin membeli sepatu dewa, bisa kita lanjutkan di luar kota nantinya setelah lelang berahir, lalu untuk item kedua. Nama item ini adalah Jarum Pembelah Langit,” ucap Duan Du tersenyum tipis.
“Item ini sangat cocok untuk membunuh dari jarak yang sangat jauh, misalnya seperti ini,” ucap Duan Du langsung mengambil satu lalu melemparnya dengan jarinya ke arah langit buatan.
Wuss..!!
Dret..!!
Duar..!!
Langit Dimensi buatan milik Rumah Lelang seketika mengalami keretakan. Duan Du yang mencobanya sedikit terkejut. Tapi tak lama ia langsung mencoba tenang.
Sementara para peserta lelang kembali gaduh lantaran betapa dahsyatnya Jarum Pembelah Langit tersebut. Para Master Sekte Besar yakin jika terkena jarum tersebut, mereka akan langsung terluka sedang. Kini semua peserta lelang saling memandang.
Ada yang berpikir untuk membelinya, ada juga yang berpikir untuk merebut paksa. Walau begitu, mereka sadar jika merebut paksa, pasti banyak korban jiwa di pihak mereka, terlebih semua item yang Duan Du keluarkan pasti di pakai untuk menyerang mereka nantinya. Belum lagi item yang belum mereka lihat.
__ADS_1
Duan Du tentu tahu jalan pikiran mereka semua. “Hoho,, berusahalah untuk mengatur rencana, karena tak lama lagi kami akan pergi,” ejek Duan Du setelah mendapat pesan telepati dari kakaknya.
...
Sementara di ruangan VIP 30, saat ini sosok berjubah biru hanya menggelengkan kepalanya.
“Huuf,, paman sangat pandai menipu, jika mereka tahu jika di bumi ini di pakai sebagai tusuk gigi, aku tak bisa membayangkan semarah apa mereka yang berusaha memperebutkannya,” gumam sosok berjubah biru datar.
Duan Du tentu mengubah warna dari tusuk gigi tersebut, yang awalnya bewarna kuning telur, kini bewarna hitam. Tidak ada yang menyadari jika bahannya dari sebatang kayu.
“Kalian bersiaplah, aku merasakan ayah melakukan pergerakan aneh, mungkin sudah saatnya aku memberitahu jika ini diriku agar kita tahu apa yang ayah rencanakan.” Ucap sosok berjubah biru yang tak lain Bai Chu Ye.
Sosok berjubah putih sedikit pendek yang tak lain Rubah Kematian langsung mengangguk bersama Wuan De yang ada di sebelahnya.
Hanya sosok berjubah merah atau Bai Xue Ren yang diam.
***
Panggung Lelang.
“Baiklah, karena kedua item ini Tuan pemilik lelang sekaligus pembawa acara sudah memilikinya, maka aku akan mengeluarkan item yang akan membuat diriku yakin jika aku pasti akan mendapatkan budak tidak terlalu berharga ini,” ucap Duan Du menyeringai tipis.
Wung..!!
Saat Duan Du mengeluarkan iten kecil bundar dan sedikit lonjong yang tak lain Bom Granat jika di Bumi. Sebuah teriakan terdengar.
“Bocah sialan, aku akan mencabik-cabik mulutmu itu,” teriak Tu Long penuh amarah, namun sebenarnya ia tidak marah, karena telah mendapat pesan dari Wuan De yang telah memberitahunya jika ia harus mengamuk.
Dan Bai Chu Ye yang telah menghubungi ayahnya telah mendapat pesan jika harus memberitahu Tu Long jika ia harus mengamuk.
...
Dret..!!
Tu Long yang pulih total serta setelah menelan pil darah, kekuatannya sedikit meningkat. Walau saat ini pil tersebut masih dalam proses, tapi jika di padukan dengan cara bertarung, prosesnya akan semakin cepat di cerna.
“Sialan, apa-apaan ini, apakah Rumah lelang ingin menipu, bagaimana bisa seorang budak bisa memiliki energi sebesar ini,” teriak Duan Du dengan nada panik dan mundur.
“Benar, bagaimana bisa seorang budak masih memiliki energi, ini pasti penipuan,” sambung Rubah Kematian ikut memanas-manasi.
__ADS_1