Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Perbincangan Singkat Bai An


__ADS_3

Bahkan saking penuhnya, banyak para pelanggan membuat dan mengeluarkan meja sendiri di luar.


...


Tidak akan ada yang menyadari jika seorang Master Sekte yang paling di segani dan di cari ternyata berbaur dengan para kultivator dari berbagai kalangan.


Mungkin jika mereka menyadari dia adalah Master Ju, wajah mereka akan langsung membeku jadi balok es lantaran kini mereka memerintahkannya untuk di bawakan makanan dan minuman.


Tap tap...!!


Saat Juan berjalan menuju ke pelanggan yang dari datang, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya saat telinganya kini berdenyut-denyut.


Tatapan mata Juan langsung mengarah ke kejauhan, tepatnya luar Kota Daun Pelangi.


Kota Daun Pelangi adalah Kota Menengah yang hampir menyamai Kota Besar. Kota Daun Pelangi juga bisa di katakan kota transit karena tepat berada di tengah-tengah 4 Kota Besar dan satu Kota Super.


“Hemm..!! Yu-Yu beritahu paman Hu untuk mencaritahu apa tujuan kedatangan mereka ke kota ini. Jika mereka ingin singgah maka biarkan. Tapi jika menetap maka langsung bunuh.”


“Mereka adalah farasit, jika di biarkan tinggal di sini maka akan berbahaya bagi para penduduk.” Ucap Juan melalui telepati.


Heng Yu yang baru selesai membawa pesanan pelanggannya langsung menghilang tanpa di sadari.


Wuss..!!


Tak lama Heng Yu muncul di depan seorang pria yang terlihat berusia 50 tahunan sedang memotong kayu untuk di jadikan bahan bangunan.


“Penetua Hu, ada kerjaan yang akan membuatmu bosanmu sedikit menghilang,” ucap Heng Yu dari balik tudungnya di sertai senyum kecil.


Pria yang memiliki tinggi 150 cm dan perut buncit langsung menghentikan aktifitasnya dengan senyum cerah.


“Hahaha anak-anak, mari kita mencari kayu di hutan,” teriak Penetua Hu tertawa bahagia.


Wuss wuss..!!


Tak lama dua pria berperawakan tinggi terlihat berusia 40 tahun langsung muncul dengan wajah bersemangat.

__ADS_1


“Haha ketua, pohon mana yang akan kita tebang? Kapak ku sudah tidak sabar ingin memotong-motong pohon tersebut.” Tanya salah satu murid Penetua Hu yang hanya bertelanjang dada.


Kedua pria tersebut adalah murid dari Penetua Hu dan tingkat kuktivasinya setara dengan Heng Yu. Dewa Surgawi ⭐ 3 Ahir.


Tidak ada yang mengetahui tingkat kultivasi Heng Yu yang sebenarnya. Mereka hanya menduga jika Heng Yu memiliki tingkat kultivasi setidak paling rendah Dewa Surgawi ⭐ 3 Puncak dan paling tinggi Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal. Karena saat Heng Yu bertarung, mereka seolah melihat kekuatannya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal.


...


Kembali ke Penetua Hu.


Setelah membawa peralatan yang biasa di gunakan untuk menebang pohon, Penetua Hu dan kedua muridnya langsung berangkat di sertai wajah berseri-seri.


Heng Yu yang melihat pasangan Guru dan Murid hanya menggelengkan kepala saja.


“Huuf,, seandainya Kakak mau membangun tempat untuk anggota Sekte, mungkin sudah ratusan ribu yang telah bergabung.” Gumam Heng Yu.


“Aku sampai saat ini tidak tahu mengapa Kakak tidak ingin membangun tempat dan hanya menyuruh anggota sekte yang hanya berjumlah tidak sampai 100 menyebar ke berbagai tempat yang mereka sukai.” Sambung Heng Yu menggelengkan kepalanya.


Sementara untuk tidak menerima anggota untuk sekte mereka, mungkin Heng Yu sudah tahu penyebabnya, jadi ia memakluminya.


Karena tidak mau terlalu memikirkan apa yang Kakaknya ambil, Heng Yu langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


Wuss..!!


“Ayah, apa kau yakin untuk tidak mengajak semua anggota keluarga kita saat ini?”


Pandangan Bai An langsung mengarah ke Bai Han. “Sebenarnya aku sangat ingin, tapi aku takut tidak bisa melindungi mereka nanti saat di Dimensi Alam Dewa, kau tahu sendiri jika kekuatan kita saat ini terbilang lemah di mata orang-orang Dimensi Alam Dewa. Terlebih kita tidak tahu musuh seperti apa yang akan menunggu kita.” Ucap Bai An menghela nafas.


“Jika hanya mengandalkan Gu Sheng, itu sangat tidak mungkin, ia juga masih terbilang lemah jika salah satu Penetua dari Sekte Besar muncul. Kau tahu juga bukan saat Gu Sheng bercerita beberapa waktu lalu.” Sambung Bai An sambil melirik putranya yang terlihat sedih.


Sampai saat ini Bai An, Bai Han dan semua laki-laki belum menemui para wanita dan anak-anak yang berada di bumi.


Alasannya tentu saja mereka pasti akan keras kepala ingin ikut jika mereka kembali. Dan Bai An tidak ingin hal merepotkan seperti itu, ia juga tidak ingin mengecewakan lagi keluarganya yang telah ia kurung dengan meninggalkannya secara diam-diam jika kembali.


Wuss..!!

__ADS_1


Tap tap..!!


Tak lama Gu Sheng muncul dengan wajah bahagia.


“Ooh akhirnya kau telah menerobos, itu cukup bagus,” ucap Bai An saat merasakan kekuatan Gu Sheng meningkat.


“Hem,, terimakasih Tuan muda, saat ini aku telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal karena bantuan Tuan muda dan yang lainnya,” ucap Gu Sheng membungkukkan sedikit badannya.


Bai An terlihat tidak menanggapi. “Hemm,, lalu berapa lagi Ye'er dan kedua pembuat masalah itu akan selesai melakukan kultivasi tertutup?” Tanya Bai An mengalihkan pembicaraan.


“Ah,, Tuan muda Du Duan dan Tuan muda Tu Long mungkin tidak lama lagi akan selesai melakukan kultivasi tertutup. Sementara untuk Tuan muda Chu Ye, aku tidak tahu, karena ia saat ini masih dengan lahap menghisap satu persatu Inti Dimensi yang telah di berikan oleh Tuan muda Duan Du.” Jawab Gu Sheng.


Bai An terdiam sesaat, Bai An saat ini telah mengalami peningkatan juga, bukan hanya ia, mungkin semua anggota keluarganya.


Namun yang pertama selesai melakukan kultivasi tertutup adalah dirinya dan putranya Bai Han.


“Apa aku akan melakukan kultivasi tertutup lagi?” Gumam Bai An kini berpikir-pikir.


“Hem,, jika aku meningkatkan kekuatanku lagi, aku yakin waktu yang aku butuhkan jauh lebih lama dari beberapa waktu lalu karena saat ini aku baru saja menerobos ke Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak.” Pandangan Bai An mengarah ke utara, saat ini ia merasakan dua energi yang cukup besar mengarah ke tempatnya berdiri.


Wuss wuss..!!


“Hahaha,, akhirnya aku telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak,” teriak Tu Long tertawa bahagia. Tapi tak lama wajahnya langsung muram.


“Walau begitu, aku yakin masih tidak mampu melawan orang sialan itu, kekuatannya sangatlah mengerikan,” sambung Tu Long mengingat Feng Ruan yang mengalahkan secara telak tanpa perlawanan.


Duan Du yang mendengar ucapan Tu Long, langsung mencengkram erat tangannya. “Kak, apa kau yakin kita akan langsung pergi sekarang? Mengapa kita tidak meningkatkan diri kita lagi hingga ke tahap yang cukup kuat agar bisa bersaing dengan mereka yang berasal dari Dimensi Alam Dewa?”


Mendengar pertanyaan Duan Du. Bai An menggelengkan kepalanya.


“Tempat ini menahan peningkatan kita, jika kita meningkatkan kekuatan di sini, maka waktu yang akan di lalui jauh lebih lama dari Dimensi Alam Dewa. Gu Sheng lah yang memberitahuku.” Jawab Bai An melirik ke arah Gu Sheng.


Gu Sheng yang paham langsung menembakkan sedikit energinya ke kening Tu Long dan Duan Du.


Wuss..!!

__ADS_1


Wuss..!!


Tak lama Duan Du dan Tu Long langsung menerima penjelasan yang langsung membuat Duan Du dan Tu Long paham.


__ADS_2