
“Harga awal adalah satu batu kristal tingkat tinggi dengan kelipatan harga tidak di batasi. Dan jika orang yang memenangkan item ini maka ia juga berhak membawa semua budak ini,” ucap sosok bertopeng kuning.
Woah..!!
Woah..!!
Suara gaduh seketika terdengar dari setiap peserta lelang, bahkan Duan Du, Bai Han dan Xi Juan cukup terkejut melihat adanya cincin dimensi.
Perlu di ketahui jika cincin dimensi untuk menyimpan makhluk hidup sangat sulit untuk di buat. Karena jika benda kecil seperti cincin jika di jadikan dimensi maka akan langsung hancur saat proses pembuatan. Terlebih material-material yang di gunakan juga benda-benda yang sangat rentan hancur jika terkena energi. Namun saat sudah jadi, maka itu akan sangat kuat, bahkan melebihi perisai.
“Hemm..!! Item pertama yang di lelang langsung menarik minat semua orang, dia sangat pintar dalam hal bisnis,” ucap Duan Du memuji.
“Hem hem..!! Tapi kita tidak butuh benda seperti itu paman, jadi lewatkan saja.” Ucap Bai Han mengangguk-angguk.
“Heeh,, walau begitu, kita juga harus ikut menawar,” kekeh Duan Du tersenyum nakal.
Sementara Xi Juan yang terus menerus melihat ke arah cincin dimensi kini mengerutkan keningnya saat melihat ke arah cincin dimensi yang di bawa oleh sosok bertopeng hitam yang satunya lagi.
“Guru, coba lihat cincin dimensi yang satunya,” ucap Xi Juan menunjuk ke arah jari sosok bertopeng hitam.
Pandangan Duan Du pun langsung melirik ke arah yang di tunjuk muridnya.
Awalnya Duan Du tidak terlalu jelas saat melihatnya. Tapi tak lama, wajahnya seketika sedikit memerah.
“Aku tak menyangka jika orang-orang menara ini sangat haus akan darah, terlebih mereka juga sangat cerdas, hanya dengan memancing semua orang hingga terlena, membuat mereka tidak sadar akan bahaya besar mendatangi mereka yang memenangkan item ini.” Ucap Duan Du terdengar serius.
“Memang apa itu paman? Kenapa kau berpikir ke sampai kesana?” Tanya Bai Han bingung.
“Cincin dimensi yang di tunjukkan hanyalah umpan, dan item yang akan nanti di menangkan oleh orang-orang ini pastinya akan di ganti dengan cincin yang terselip di jari orang itu.” Jawab Duan Du.
“Terus apa masalah?” Tanya Bai Han semakin bingung.
“Wajar kau tidak bisa melihatnya, cincin dimensi yang ada di jari orang itu telah di pasangkan segel energi yang siap meledak kapan saja. Sekarang apa Tuan muda Han paham maksud dari Guru bukan,” ucap Xi Juan yang langsung menjawab kebingungan Bai Han.
__ADS_1
Sebenarnya Xi Juan sedikit canggung bicara dengan Bai Han, karena merasa identitasnya telah terbongkar, ia harus memanggil Bai Han dengan sebutan Leluhur, Paman ataukah Tuan muda.
“Jadi begitu ya, kalau begitu, bukankah kita yang harus memenangkan item ini paman, ini juga untuk kebaikan orang-orang yang tidak bersalah,” ucap Bai Han mencengkram erat tangannya.
Duan Du tentu berpikir hal yang sama dengan Bai Han. Tapi kini ia tersenyum tipis saat melihat ke arah Ruangan VIP no 16 yang terlihat sangat serakah ingin memenangkan cincin dimensi tersebut.
“Aura orang itu sama dengan aura dari Bo Wuhan, itu artinya dia mungkin Patriak klan Bo atau Master Sekte Kapak,” ucap Duan Du tersenyum tipis.
Tak lama pandangan Duan Du dan yang lainnya kini mengarah ke panggung lelang. Terdengar juga suara para peserta lelang yang kini mengajukan penawaran.
...
Sementara di ruangan VIP no 35, terlihat lima sosok sepuh saling melirik saat menyadari hal yang sama dengan apa yang Xi Juan, Duan Du sadari.
“Apa kita lebih baik mendapatkan item itu untuk menyelamatkan banyak nyawa?” Tanya wanita sepuh klan Ling.
“Aku rasa itu perlu, kita dulu pernah gagal menyelamatkan banyak nyawa, jadi inilah kesempatannya,” ucap pria sepuh klan Bai mengangguk setuju.
“Eeh,, apakah anda yakin senior?” Terdengar keempat sesepuh tersebut melirik ke arah pria berumur 40 tahunan dengan wajah terkejut.
“Tentu saja,” jawab pria berumur 40 tahunan tersenyum tipis.
Pria berumur 40 tahunan tersebut biasa di juluki The Dragon of Time, ia juga punya banyak julukan, beberapa julukannya yang sampai saat ini di ingatan banyak orang adalah Naga Berlian Langit dan Dewa Seribu wajah, ia dengan sesuka hati mengubah wajahnya, bahkan postur tubuhnya pun bisa ia ubah.
Tatapan mata pria 40 tahun sedikit melirik ke arah Duan Du. “Ayo kita lihat apa yang akan kau rencanakan Guru dari Xi bersaudara,” gumamnya dalam hati di sertao seutas senyum.
...
Panggung Lelang.
Terdengar beberapa suara kini menawar dengan nada saling mengejek.
“Sangat miskin, lebih baik kau pulang saja untuk menabung lebih banyak lagi, aku menawar 10 juta batu kristal tingkat tinggi.” Teriak salah satu pemuda arogan sambil mengejek salah satu musuhnya yang tadi menawar.
__ADS_1
“Apa kau bilang, klan sampah seperti dirimulah yang harus pulang menjual beberapa wilayahmu lagi untuk bisa bersaing denganku.” Teriak seorang pria berumur 60 tahunan. “Aku menawar 11 juta batu kristal tingkat tinggi,” sambung pria tua tersebut.
20 juta batu kristal tingkat tinggi.
50 juta.
Semua peserta lelang lantai satu kini dengan semangat menawar.
Sementara untuk lantai dua dan tiga, mereka masih menutup mulut.
Walau begitu, beberapa dari mereka saling menatap ke arah ruangan sebelah mereka dengan mencoba menekan agar tidak ikut menawar nanti. Tak sedikit dari mereka mengarahkan aura membunuh tanpa rasa takut akan peringatan dari sosok bertopeng kuning.
Namun tak lama keheningan seketika kembali terjadi setelah sosok pemuda menawar.
“Karena aku terlalu kaya dan tidak tahu mau menghambur-hamburkan kekayaanku kemana? Mungkin aku ingin sedikit menawar kali ini dengan 0000'¹/² persen kekayaanku. 100 juta batu kristal berlian tingkat menengah.” Ucap Duan Du dengan suara terdengar arogan.
“Sialan anak itu lagi,” umpat beberapa peserta lelang lantai pertama.
“Heh jika ia memang kaya, maka aku harus merampoknya nanti saat kembali,” ucap salah satu orang berwajah sangar. Bukan hanya ia juga yang berpikir seperti itu, banyak dari mereka yang barada di lantai pertama kini menjadi serakah.
....
“Eeh,, apa kau tidak ingin mengumumkannya Tuan pembawa acara, dari tadi tidak ada yang menawar lebih tinggi dariku selama beberapa detik ini,” ucap Duan Du menyadarkan lamunan orang-orang.
Saat akan sosok bertopeng kuning ingin berbicara, sebuah teriakan terdengar keras.
“Sekte Kapak Dewa menawar 101 juta kristal berlian tingkat nenengah, semoga kalian semua berbaik hati dengan bisa memberi Master ini kemudahan.” Teriak Master Sekte Kapak Dewa menahan amarah dan di arahkan ke ruangan Duan Du lantaran menawar sangat tinggi.
“Ah ternyata Master Sekte Kapak Dewa ya, jika begitu aku akan mengalah demi memberikan anda wajah Master,” ucap Duan Du tersenyum kecil.
Tak lama beberapa orang seketika menutup mulut menahan tawa karena sadar jika Duan Du tadi hanya main-main saja saat menawar.
“Dasar bocah sialan, aku pasti akan meremukkan tulang-tulangmu lalu mencincangnya setelah lelang ini berahir,” teriak Master Sekte Kapak Dewa dalam hati.
__ADS_1