
Sosok Elf yang luar biasa cantik muncul. “Hem..!! Jika aku mengikuti mereka maka aku pasti bertemu dengan orang itu.” Gumam Ratu Elf Diane.
Ratu Elf Diane pun langsung terbang ke atas lalu melesat dengan santai.
***
Sementara beberapa kelompok kecil kini bergarak menuju Kota Linsen.
Wuss..!!
Wuss..!!
“Apa kita kesana hanya menonton saja Tuan muda?” Tanya Jiu Long melirik ke arah Bai Han.
Saat ini Bai Han, Jiu Long, Pixiu dan Bai Yu Long, mereka berempat langsung bergerak setelah mengetahui jika para leluhur Ras Manusia menuju Kota Linsen.
“Tentu saja kita akan ikut campur, dan juga aku ingin membuat mereka menyesal karena telah melukai keluargaku,” ucap Bai Han dengan kilatan mata membunuh.
“Jangan terlalu gegabah Han'er, saat ini kita seperti masuk ke kandang Harimau, mereka semua sangat kuat, bahkan satu dari leluhur pun belum tentu kita bisa menang melawan mereka.” Ucap Pixiu langsung memperingati.
“Siapa bilang kita bertarung bentrok dengan mereka, aku sadar kita tidak akan bisa menang, terlebih kedua Ras sangat membenci kita.” Ucap Bai Han tersenyum misterius.
Wajah Pixiu, Jiu Long dan Bai Yu Long langsung memasang wajah penasaran. “Lalu apa rencanamu jika kita tidak langsung bentrok dengan mereka?” Tanya Pixiu.
Sret..!!
Arah Bai Han langsung berkelok menuju puncak gunung yang paling dekat dengan Kota Linsen.
“Ikuti saja aku, kalian pasti akan tahu setelah kita sampai,” ucap Bai Han terus bergerak, malah ia semakin mempercepat lajunya.
Ketiganya hanya bisa saling memandang satu sama lain.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Di sini,” ucap Bai Han mendarat di puncak gunung tertinggi. Pandangan Bai Han langsung mengarah ke Kota Linsen.
“Tempat ini sangat cocok untuk melakukan serangan,” gumam Bai Han.
Bai Han langsung melirik ketiga keluarganya yang baru saja mendaratkan kaki mereka.
__ADS_1
“Paman Pixiu, aku ingin minta tolong kau ke utara, lihat keadaan apakah tempat ini benar-benar aman.” Ucap Bai Han langsung tanpa basa basi.
Walau bingung, Pixiu tentu langsung bergerak mengikuti ucapan Bai Han, ia yakin akan tahu jawabannya nanti, jadi ia tidak bertanya lebih jauh.
Setelah itu Bai Han langsung menyuruh Jiu Long ke barat untuk melakukan hal yang sama, dan terahir Bai Han menyuruh Bai Yu Long menuju Kota Linsen untuk mencari berita terbaru tentang kapan Para Leluhur Ras Manusia sampai, ia juga menyuruh Bai Yu Long untuk melihat pergerakan Para Leluhur Ras Elf yang masih bersembunyi.
Bai Han kini terlihat sendiri, ia dengan santai mengeluarkan benda asing.
Bam..!!
Benda asing tersebut sangatlah besar hingga saat menyentuh tanah terdengar bunyi ledakan kecil.
“Dulu aku Xie'er dan Ye'er telah memodifikasi benda ini agar ledakannya jauh lebih besar.” Gumam Bai Han.
Benda asing tersebut tak lain sebuah Nuklir yang memiliki daya hancur seratus kali lipat lebih besar dari Rudal yang di gunakan oleh Jiu Long dan Pixiu beberapa waktu lalu.
Di antara semua keluarga Bai Han, tidak ada yang mengetahui sifat Bai Han yang sebenarnya sangat pendendam. Apalagi jika itu adalah masalah keluarganya. Ia akan menghalalkan segala cara untuk membalas perbuatan apa yang orang itu lakukan kepada keluarganya.
Mungkin hanya ibu, ayah, dan saudara kandung Bai Han saja yang tahu sifat pendedam Bai Han, tapi mereka hanya diam saja dan tidak menegurnya.
Wuss wuss..!!
“Woah,, apa ini? Ini terlihat sangat indah,” ucap Jiu Long yang kembali setelah mengecek area yang di perintahkan Bai Han.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Sama halnya Pixiu, ia kini juga terlihat bersemangat saat melihat Nuklir di depannya ini.
“Apa ini Rudal persi terbaru?” Tanya Pixiu melirik ke arah Bai Han.
“Bukan, ini namanya Nuklir, barang paling berharga yang kami curi dahulu, Nuklir ini ratusan kali lebih dahsyat dari apa yang paman gunakan sewaktu menghancurkan wilayah para Bangsawan.” Jawab Bai An sedikit menyunggingkan senyum tipis.
“Eeh,, jika begitu.” Pandangan Jiu Long dan Pixiu langsung bertemu, mereka kini tersenyum lebar.
“Jika begitu aku yakin Kota Linsen akan menjadi abu, dan para leluhur itu-”
“Untuk rangking SSS+ mungkin tidak akan mati, karena Nuklir ini hanya mampu melukai atau membunuh Rangking SSS. Jadi setelah kita mengacaukan pertarungan mereka, kita akan langsung melarikan diri ke 4 titik berbeda.” Ucap Bai Han memotong ucapan Pixiu yang tahu apa isi pikirannya.
“Begitu ya, aku kira bisa melukai mereka juga, jika begitu mereka pasti akan langsung menghancurkan Nuklir ini jika melihatnya melesat ke arah Kota Linsen,” ucap Pixiu sedikit menghela nafas.
__ADS_1
Bai Han seketika tersenyum tipis.
“Kau tenang saja, jika Nuklir ini sudah bergerak, dan di saat itu salah satu leluhur menyerangnya, maka Nuklir akan tetap meledak. Itulah yang membuatku mencari tempat terdekat.”
“Jangkauan ledakan Nuklir ini sangat besar, bahkan jika kita meledakkan Nuklir ini di sini, aku yakin Kota Linsen tetap ikut hancur.” Ucap Bai An menjelaskan.
Saat Pixiu ingin bertanya lagi, Bai Han mengangkat tangannya. “Sudah jangan banyak tanya paman, kau pasti akan mendapatkan jawaban yang kau inginkan dengan sendirinya nanti.” Ucap Bai Han.
“Untuk saat ini bantu aku untuk membuat lapisan di area Nuklir ini, aku takut nanti salah satu Leluhur dari kedua Ras menyadari Nuklir ini, maka rencana kita akan gagal.” Sambung Bai Han.
Pixiu dan Jiu Long langsung mengangguk, mereka bertiga pun langsung melesat ke tiga titik di area Nuklir.
Blush..!!
Setelah mengalirkan Mana, Bai Han langsung membuat sebuah ilusi pengacau pikiran.
“Selesai, kini tinggal menunggu saudara Bai Yu Long mengirim informasi.” Gumam Bai Han dalam hati.
***
Tap tap..!!
“Satu hari lagi kita akan sampai Kota Linsen, percepat pergerakan,” teriak Leluhur berjubah hitam berlambang Naga.
Panglima Perang Ras Manusia langsung mengangguk.
“Apa kalian dengar perintah Leluhur, ayo bergerak lebih cepat, jangan seperti siput,” teriak Panglima Perang Ras Manusia langsung memberitahu para Jendral, Komandan serta prajurit elit.
Mereka pun langsung mempercepat langkah mereka dengan wajah bersemangat.
Satu hari telah berlalu.
Bai Yu Long yang mendengar suara gemuruh langkah kaki para prajurit dari Ras Manusia. Ia pun langsung bangkit.
“Satu atau dua jam lagi mereka akan sampai kota ini,” gumam Bai Yu Long langsung mengirim info melalui telepati kepada Bai Han.
Bai Yu Long tidak langsung pergi, karena saat ini ia masih mengintai pergerakan para Leluhur Elf.
“Para Leluhur Elf ini sangat pintar, mereka yang ada di kota ini kebanyakan bukan penduduk asli kota ini. Mereka semua prajurit yang sedang menyamar. Tapi di satu sisi mereka bodoh,” gumam Bai Yu Long.
Bagaimana tidak bodoh, seharusnya semua orang yang ada di kota ini berpura-pura panik dan ketakutan saat mengetahui ada musuh yang ingin menyerang Kota Linsen.
__ADS_1
Tapi sebaliknya, mereka semua saat ini terlihat tenang tanpa ada ketakutan atau khawatir. Bahkan beberapa dari mereka berteriak mendagangkan sayuran dan dagingnya.