Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Ledakan Dahsyat dan Pergerakan Lima Jenius Monster


__ADS_3

Seketika kedua serangan langsung melesat dengan kecepatan luar biasa.


Wung..!!


Jder..!!


Jder..!!


bilah Kilatan cahaya bewarna emas gelap dari kelima tombak Gou Han meninggalkan bekas saat melesat.


Sementara Bola yang mirip petir terus menerus meninggalkan sambaran setiap ruang yang ia lewati.


Dret..!


Bommm...!!


Duarrr..!!


Ledakan dahsyat seketika mengguncang area lebih dari ratusan ribu kilo meter.


Saking dahsyatnya ledakan tersebut, semua Kapal Surgawi mundur hingga mencapai jutaan kilo meter.


Di kelompok Bai An, mereka menggunakan sebuah formasi gabungan untuk melindungi Dimensi mereka, walau begitu retakan demi retakan terus bermunculan saking mengerikannya bentrokan kedua serangan tersebut.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Walau aku tidak pernah melihat seorang yang memiliki tingkatan seperti itu bartarung. Serangan tadi aku seolah merasa itu adalah serangan penuh dari tingkat Dewa Surgawi ⭐ 2 Puncak.” Bertepatan dengan sebuah suara terdengar.


Bai An dan Duan Du langsung muncul tidak jauh dari Dimensi Tanpa nama, kini terlihat Bai An sedang membawa Gou Han yang telah pingsan di sertai tubuhnya hampir 80% hancur.


Duan Du yang berada di sebelahnya membawa Tu Long yang ikut pingsan akibat terlalu dekat dengan tempat bentrokan, tak lupa juga ia membawa Ye Tan yang menjadi musuh Tu Long.


“Hemm..!! Kita apakah orang ini kak?” Tanya Duan Du melirik Ye Tan.


“Hemm..!! Tunggu Gou Han dan Tu Long sadar, biarkan mereka menyerap energi orang ini dengan memakan setiap anggota tubuhnya, karena dengan itu mereka bisa pulih dengan cepat.” Jawab Bai An melirik ke arah Chen Long.


Chen Long kini ingin sekali mengamuk, namun ia mencoba mengendalikan diri saat melihat kondisi adiknya.


“Jika saja aku terlambat, aku yakin bocah sialan ini akan mati, jika ia mati, maka akulah yang mendapat imbasnya saat kembali.” Gumam Chen Long menatap ke arah Bai An.

__ADS_1


“Aku merasakan samar-samar aura Pedang Asura di orang itu, tapi kenapa aku tidak melihat pedang tersebut di tangan maupun di dalam cincin penyimpanannya saat aku mencoba mendeteksinya?” Gumam Chen Long.


“Hemm..!! Apakah ia kenal dengan orang yang menjadi pemilik pedang Asura?” Sambung Chen Long kini menyeringai dan langsung berniat menangkap Bai An nanti lalu memaksanya untuk mengatakan semua yang ia tahu tentang pedang asura.


...


“Dia akan bergerak, bersamaan dengan wanita dan 3 orang lainnya,” ucap Bai An langsung memasang wajah dingin.


Duan Du yang mendengar itu langsung memasang wajah serius. “Apakah sudah waktunya?” Tanya Duan Du.


“Tunggu mereka menggerakkan kelompok mereka, setelah itu beritahu yang lain untuk bersiap, sementara mereka berlima, biarkan aku menahannya sambil menunggu Gu Sheng selesai.” Ucap Bai An langsung mengambil Tu Long dan Ye Tan dari Duan Du.


Mereka pun melesat ke arah formasi.


Wuss wuss..!!


***


Di puluhan kapal Surgawi, kelima Jenius Monster kini melakukan gerakan saat merasakan aura samar-samar Pedang Asura di tubuh Bai An.


Li Qian kini muncul di depan Sue Han. “Han'er pimpin anggota faksi yang kau bentuk untuk menyerang. Jangan terlalu lama di sini, aku mendapat pesan dari Penetua pertama untuk kita kembali secepatnya jika tidak menemukan keberadaan orang yang memegang pedang Asura, karena mungkin saja orang itu telah pergi dari sini.” Ucap Li Qian dengan nada santai dan tidak merasa bersalah saat membohongi adiknya.


...


“Terutama kalian yang menjadi anggota sekte Terkuat, apa kalian tidak malu kini mereka menertawakan kita,” sambung Chen Long.


Chen Long langsung tersenyum tipis saat melihat wajah para junior dan anggota faksinya.


“Aku tak akan melepaskan mereka begitu saja, bahkan aku akan menyiksa seluruh orang-orang yang mereka kenal.” Teriak salah satu Jenius Sejati sambil mengeluarkan aura membunuh.


“Benar, bila perlu jangan sisakan semua penghuni Dimensi ini, akan ku bantai habis mereka semua,” teriak Jenius Sejati yang menjadi sahabat Ye Tan.


***


“Kalian semua, bunuh semua orang yang kalian lihat, tidak perlu mereka dari Dimensi yang sama atau sekte besar ternama sekalipun. Buktikan jika manusia iblis akan kembali berkuasa seperti di masa lalu,” terlihat sosok manusia bertanduk satu di dahinya, tubuhnya bewarna hitam pekat, dari tubuhnya keluar aura kematian yang tak pernah terlihat pudar.


“Siap laksanakan Tuan muda, Sekte Manusia Iblis akan kembali mengguncang seluruh wilayah Dimensi Alam Dewa dan berjaya kembali.” Teriak semua anggota faksi.


Mereka semua mengenakan tudung, tapi kini mereka memperlihatkan wajah mereka.


Sementara sosok Tuan muda mereka adalah salah satu Jenius Monster kini melesat keluar dari Kapal Surgawi.

__ADS_1


Bukan hanya dia saja, Li Qian, Chen Long dan dua orang dari Ras berbeda kini terlihat melayang tanda siap mengerahkan semua anggota mereka dengan berbagai macam alasan agar tujuan asli mereka tidak di ketahui.


Dret dret...!!


Sementara puluhan kapal lainnya yang hanya di pimpin oleh Jenius Sejati hanya bisa merinding. Walau mereka tidak tahu tujuan dari kelima Jenius Monster, mereka terlihat tetap ikut menyerang ke Dimensi Tanpa nama.


Namun hanya satu kapal yang belum melakukan pergerakan.


Xin Chen dan Ji San kini terlihat gelisah karena senior mereka belum menunjukkan diri.


“Bagaimana ini Ji San, kenapa Senior Yu belum memberikan perintah?” Tanya Xin Chen.


Ji San mengerutkan keningnya hingga urat-uratnya keluar. “Sial, jika kau bertanya kepadaku, lalu kepada siapa aku bertanya? Apakah aku senior mu,” teriak Ji San dengan nada kesal.


Wajah Xin Chen langsung gelap saat di bentak oleh Ji San.


Saat ia ingin membalas teriakan Ji San, sebuah aura langsung menekan mereka.


“Sudah puluhan kali aku peringatkan, jangan ganggu istirahatku.” Ucap Heng Yu dengan nada dingin.


“Jika kalian tidak sabar, maka bergeraklah sendiri, tapi jangan salahkan aku jika kalian semua mati.”


Glek..!!


Glek..!!


Xin Chen dan Ji San langsung menelan ludah mereka. Kini keduanya saling pandang dengan tatapan bermusuhan seolah saling menyalahkan jika ini salah salah satu dari mereka.


“Bagaimana ini?” Tanya Ji San.


Xin Chen langsung menggelengkan kepala tidak tahu harus ikut bergerak atau tidak. Tapi ia merasa jika seniornya pasti memiliki maksud tertentu sehingga masih diam hingga saat ini.


“Kita lebih baik diam lebih dulu, aku yakin senior memiliki rencana yang jauh lebih bagus dari mereka semua,” ucap Xin Chen.


Ji San pun hanya mengangguk setuju walau kata hatinya sangat ingin ikut menyerang.


***


“Hehe mari kita panen mereka semua, walau kondisiku belum pulih 100%. Tapi untuk meledakkan setiap tubuh mereka semua aku masihlah kuat,” kekeh Gou Han kini melirik Pixiu yang baru saja memberitahunya untuk bersiap-siap mengaktifkan formasi.


“Haha.. Inilah yang aku tunggu-tunggu, kemarilah kalian semua kultivator serakah,” ucap Bai Han tertawa bahagia saat mendapat pesan telepati dari pamannya Duan Du.

__ADS_1


Semua keluarga Bai An yang mendapat pesan telepati langsung bersiap dengan wajah bahagia.


__ADS_2