
Li Qian seketika tidak bisa bernafas saat di cekik oleh Heng Yu.
Urgh..!!
Bruk..!!
“Aku tahu kau punya teknik penghilang ingatan, lakukan lah jika kau tidak ingin aku melakukan hal gila. Dan satu hal lagi, jika kau bisa mengubah tampilanmu itu, mungkin akulah yang dari dulu mengejarmu. Karena jauh di dalam lubuk hatiku, aku menyukai sekaligus membencimu lantaran tampilanmu yang terlalu terbuka di lihat banyak laki-laki.”
Heng Yu langsung pergi menuju lorong kapal meninggalkan Li Qian.
Tubuh Li Qian kini bergetar hebat saat mendengar ucapan terahir Heng Yu.
“Ja..Jadi ia juga menyukaiku,” ucap Li Qian kini memegangi pipinya yang merah merona. Li Qian sama sekali tidak marah akan apa yang telah Heng Yu lakukan tadi.
Karena ia terlalu mencintai Heng Yu, Li Qian sudah menyerahkan hidupnya terhadap apapun yang akan di lakukan Heng Yu kepada dirinya, termasuk jika ia mati sekalipun.
“Pure Ice Body.”
“Menyebarlah,” gumam Li Qian langsung menggunakan teknik tubuh Es nya, karena saking murni dan dinginnya teknik milik Li Qian ini. Banyak butiran es masuk kedalam tubuh lalu mebyebar ke seluruh kepala semua orang yang terkena teknik ini.
Efek dari terkena teknik ini bisa memanipulasi ingatan, bahkan bisa membuat orang gila karena terkena teknik Pure Ice Body.
Wuss..!!
Saat terdengar hembusan angin, Li Qian langsung menarik kembali Tekniknya, bersamaan juga Li Qian langsung terjatuh.
Bruk..!!
“Hemm..!! Aku tak menduga wanita keras kepala seperti dirimu mau menurut juga,” ucap Heng Yu terdengar dingin.
Deg deg..!!
Detak jantung Li Qian langsung terdengar keras, bahkan Heng Yu dapat dengan jelas mendengarnya.
Bruk..!!
Heng Yu yang sadar langsung melepaskan Li Qian hingga terjatuh.
“Suami, kau tega sekali.” Ucap Li Qian kini mulai melayang karena ada energi yang menyelimuti tubuhnya.
“Kembalilah, jangan dekati aku untuk sementara, jika kau mendengar ucapanku kali ini. Maka saat kembali nanti, aku akan menuruti satu permintaanmu.” Ucap Heng Yu langsung mengembalikan Li Qian ke Kapal Surgawi tempat ia berada sebelumnya.
Deg deg..!!
Wajah serta detak jantung Li Qian kembali terdengar keras. “Apakah ini pertanda dan pengakuan?” Pikiran Li Qian langsung menjadi panas saat mendengar ucapan terahir Heng Yu.
Sementara Heng Yu hanya acuh. Pandangannya kini mengarah ke Xin Chen dan Ji San yang bingung.
Tap tap..!!
“Kalian, selesaikanlah dengan cepat, karena ini waktunya.” Ucap Hen Yu langsung berjalan masuk setelah memberitahu Xin Chen dan Ji San yang masih bingung dengan apa yang terjadi dengan mereka.
Dan setelah di sadarkan oleh ucapan Heng Yu, keduanya langsung memasang wajah menyeramkan.
__ADS_1
“Kalian semua, bersiap untuk menyerang Faksi yang terlemah lebih dulu untuk mengurangi jumlah musuh saat kita tiba di Dimensi Tanpa Nama.” Teriak Ji San dengan suara menggema.
Setelah teriakan Ji San selesai, di sanalah perang di mulai. Bahkan Faksi dari Chen Long, Sue Han, Mu Li Qin juga ikut menyerang. Namun ketiganya terlihat berusaha untuk menjauhi atau menghindari bentrok dengan beberapa Kapal Surgawi yang di yakini di isi oleh Para Jenius Monster.
Untuk kekuatan Jenius Sejati yang terkuat atau dalam 20 peringkat besar berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 2 Ahir.
Seperti Ji San, Xin Chen, yang berada pada urutan ke 7 dan 8 Jenius Sejati.
Untuk Sue Han dan Mu Qin Li, mereka berada pada urutan ke 2 dan 3 Jenius Sejati. Mereka pun berada pada tingkat Dewa Surgawi ⭐ 2 Ahir. Namun mereka jauh lebih kuat dari Ji San dan Xin Chen karena teknik mereka jauh lebih kuat.
Sementara Chen Long, ia berada pada urutan pertama Jenius Sejati. Namun sebelum berangkat, ia telah resmi masuk jajaran Jenius Monster walau yang terlemah pada urutan ke 20. Chen Long juga baru-baru ini menerobos ke tingkat Dewa Surgawi ⭐ 2 Puncak.
Untuk kekuatan terlemah Jenius Monster adalah Chen Long sendiri yaitu Dewa Surgawi ⭐ 2 Puncak dan yang terkuat pada tingkat Dewa Surgawi ⭐ 3 Ahir.
Lalu Jenius Monster Sejati tentu saja berada di atas Dewa Surgawi ⭐ 4 Awal, jarak kekuatan Jenius Monster dan Jenius Monster Sejati sangatlah jauh.
***
Dret dret..!!
“Sialan, jika begini aku yakin Dimensi Alam Sihir ini akan hancur setengahnya.” Teriak Tu Long dan Duan Du bersamaan.
Terlihat mereka berdua bersama Bai An, dan para saudara mereka sedang membuat perisai untuk menutupi energi yang terus menerus ingin menghancurkan yang ada di sekelilingnya.
Energi tersebut berasal dari sosok yang tak lain Gu Sheng.
Gu Sheng saat ini sedang melayang di langit dan menyerap 5 Inti Dimensi. Dari 5 inti dimensi, kini tersisa 2 lagi.
Namun Gu Sheng yang fokus tentu tidak menyadari jika penyerapannya dan membuang kotoran dari sisa energi yang ia serap menyebabkan bencana untuk keluarga barunya.
Semua anggota keluarga Bai An yang masih lemah hanya bisa menggertakkan gigi mereka karena ingin berjuang bersama.
“Cepatlah. Jika kita semua mati di sini. Maka tidak ada yang meneruskan perjuangan kami nanti.” Teriak Duan Du ikut memasang wajah serius.
“Sial...!! Aku tidak mau, semuanya jangan dengarkan mereka, ayo kita juga ikut berjuang dan mati bersama,” teriak Cen Tian dan Long Yuan serempak. Keduanya pun maju lalu mengalirkan energi mereka ke tubuh Bai An yang menjadi tumpuan Perisai.
Yang lain pun ikut maju lalu mengalirkan energi mereka ke Tu Long, Duan Du, Bai Han, Bai Chu Ye dan Bai Xia Xie, karena mereka juga tumpuan dari perisai.
Bai An seketika mengeluarkan senyum hangat saat semua keluarganya kini tidak ada yang mau di anggap lemah. Mereka terlihat berusaha untuk terlihat kuat dan ikut berjuang.
Lalu pandangan Bai An mengarah ke dalam perisai. “Gu Sheng, jangan sia-siakan pengorbanan keluargamu. Kau juga harus bertahan dan berjuang menyerap Inti Dimensi yang di berikan oleh kedua pengacau itu,” gumam Bai An sambil melirik Tu Long dan Duan Du.
Di dalam perisai.
Wajah Gu Sheng terlihat berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya seakan mau meledak setiap detiknya. Namun Gu Sheng terus menerus berusaha sekuat tenaganya.
Karena tekad Gu Sheng ingin melindungi keluarga barunya, ada energi tipis yang berada di dalam tubuh Gu Sheng terus menerus menyembuhkan setiap luka yang Gu Sheng terima.
Krak..!!
Inti Dimensi keempat seketika hancur bersamaan dengan kotoran energi kembali meledak dari tubuh Gu Sheng.
Dret..!!
__ADS_1
Duar duar duar..!!
Urgh..!!
Hoek hoek..!!
Bai An dan keluarganya yang menjadi tumpuan perisai langsung memuntahkan banyak darah.
Berbagai Teriakan terdengar dari keluarga Bai An yang ikut membantu mengalirkan energi.
”Gege.”
“Tuan muda.”
“Saudara Tu Long.”
“Xie'er.”
“Ayah.”
“Jangan kendurkan diri kalian, tetap fokus alirkan energi kalian, jika kalian lengah lagi. Maka itulah ahir hidup kita,” ucap Bai An dengan suara menggema.

Ilustrasi Bai An
***

Ilustrasi Bai An saat serius atau marah.
***

Ilustrasi Duan Du saat polos dan licik.
***

Ilustrasi Duan Du saat Serius.
***

Ilustrasi Tu Long
***

__ADS_1
Ilustrasi Tu Long dalam mode berserk.