Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Jerit Teriakan Huang Shen Mulai Terdengar


__ADS_3

Huang Dan juga telah melihat semua yang ada di tempat ini, namun tidak ada kejadian aneh.


“Bawa dia ke Restaurant cabang terdekat, tetua inti ke 9, aku akan melihat kondisi di sini dulu, karena aku tidak dapat merasakan dimana pengawal anak ini, terlebih aku mendapat informasi jika Tetua inti 6 datang bersama tetua besar yang menjadi bawahannya.”


Tanpa menunggu jawaban dari tetua inti ke 9, ia bersama 6 lainnya saling melirik, seketika mereka menyebar.


Wuss wuss..!!


Tetua Agung atau biasa di panggil Huang Xan kini mendarat tepat di bangunan tempat tubuh Huang Shen terbentur.


Huang Xan kesini karena mencium bau Huang Shen pernah kesini.


“Aneh,, apa mungkin anak itu kesini untuk melihat tembok lalu pergi?” Gumam Huang Xan.


Cukup lama Huang Xan apa yang aneh, namun ia masih tidak dapat menemukan keanehan.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Huang Xan kini sampai di tempat ia mendarat saat pertama kali datang. Ia melihat keenam tetua inti berdiri menunggu dirinya.


“Apa kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan?” Tanya Huang Xan.


Lima tetua inti Paviliun Phoenix Perak menggelengkan kepala, sementara satu dari mereka mengangguk.


“Aku mencium bau aura Nona Jia Li Ling di sana, menurutku dia lah yang telah membuat Tuan muda pingsan,” ucap Huang Dan sambil menunjuk ke arah gerbang masuk utara.


“Tapi aku heran, tidak mungkin Tuan muda di hajar sampai pingsan, walau kekuatan Tuan muda sedikit lebih lemah dari Nona Jia Li Ling, karena semua tahu jika Tuan muda mempunyai tubuh yang kuat dan sebuah pedang artefak Setengah Dewa,” sambung Huang Dan kini memegang dagunya.


Huang Xan membenarkan ucapan Huang Dan, karena Huang Dan yang terpintar di Paviliun, apa yang di rencanakan olehnya hampir semuanya terbukti.


“Jika begitu, kita lebih baik menunggu Tuan muda sadar saja lalu bertanya apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Huang Zi.


Huang Xan mengangguk.


“Apa yang di ucapkan Tetua Inti ke 7 benar juga, terlebih aku penasaran kemana Tetua inti ke 6, karena aku sama sekali tidak dapat merasakan auranya, jadi kita tunggu saja Shen'er sadar,” ucap Huang Xan.


Mereka semua bergegas ke restaurant cabang terdekat milik Paviliun Phoenix Perak.


Wuuss..!!


***

__ADS_1


Di sebuah Restaurant, saat ini Bai An dan yang lainnya mengobrol santai sambil makan.


Sementara hanya satu orang saja yang diam, ia tak lain Jia Li Ling.


Jia Li Ling juga memakai jubah pemberian Bai An agar orang-orang di sini tidak mengenalinya.


“Hmm,, aku tahu kau mencarinya, bersabarlah, mungkin ia akan datang beberapa bulan lagi,” ucap Bai dengan nada santai.


Jia Li Ling langsung tersenyum masam saat mendengar ucapan Bai An, padahal ia mengira jika Duan Du sedang bersembunyi atau paling tidak di suatu tempat yang masih dalam kawasan Dunia Jun Long.


Tapi mendengar ucapan Bai An yang mengatakan beberapa bulan lagi akan datang, artinya ia tidak ada di dunia ini.


“Terimakasih Tuan Bai, jika begitu aku pamit dulu, aku takut jika terlalu lama di sini, mereka akan curiga,” ucap Jia Li Ling berdiri, nada suara Jia Li Ling mungkin seolah biasa.


Tapi Bai An dan istrinya tahu jika Jia Li Ling saat ini sedang tertekan.


“Duduklah, aku tidak tahu apa masalahmu, tapi yakinlah jangan terlalu membawanya kedalam hatimu, buatlah jika masalahmu itu adalah pendorong agar kau bisa jauh lebih kuat atau sebuah penyemangat,” ucap Mu Xia'er ikut berdiri sambil memegang pundak Jia Li Ling.


Jia Li Ling menggeleng. “Jika aku terlalu lama di sini, maka-”


“Jangan takut, aku ada di sini, jika ayahmu atau semua orang datang memaksamu untuk pulang, aku bisa menyelesaikannya tanpa ada yang mati.” Ucap Bai An langsung memotong ucapan Jia Li Ling.


“Setidaknya aku tidak bisa melihatmu terlalu tertekan seperti ini, aku juga sebenarnya tidak ingin ikut campur, karena yang akan ikut campur hanya Du'er saja, karena aku tahu kau menyukainya,” sambung Bai An.


Sementara Mu Xia'er dan Chu Jia kini mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang Bai An bicarakan. Mereka juga tidak bertanya karena akan tahu jawaban suatu saat nanti.


Mereka kini bicara dengan santai, hingga Bai An dan yang lainnya menatap ke arah pintu masuk Restaurant.


Tap tap..!!


Saat ini Huang Xan dan keenam tetua inti masuk, mereka langsung menuju ke atas.


Saat masih berada di tangga, tatapan Huang Dan mengarah ke arah Mu Xia'er, Chu Jia dengan senyum licik.


Setelah itu ia mengeryitkan alisnya saat melihat Jiu Long.


“Hmm,, jika kedua wanita ini bersama Jiu Long, artinya ia juga dari sekte yang sama,” gumam Tetua Huang Dan.


“Tunggu dulu, dengan sifat Tuan muda, aku yakin mereka pasti bertemu,” Huang Dan kini menghubungkan Huang Shen yang pingsan dengan Jiu Long dan dua wanita yang ia lihat.


Huang Dan juga memikirkan rencana yang akan ia lebih-lebihkan nanti agar bisa mendapatkan kedua wanita tersebut dan bisa membunuh Jiu Long tanpa sekte tempat Jiu Long bernaung bisa melindunginya atau menuntut balas.


Tap tap..!!

__ADS_1


Argghh..!!


Suara teriakan menggema langsung membuyarkan lamunan Huang Dan.


Kini Huang Xan, Huang Dan beserta tetua lainnya saling melihat sebelum bergerak cepat ke atas.


Wuss..!!


Brak..!!


“Apa yang terjadi dengan keponakanku?” Teriak Huang Xan saat masuk sambil menghancurkan pintu.


Tetua inti ke 9 langsung melihat ke arah Huang Xan.


“Aku tidak tahu Tetua Agung, tadi aku dan Tuan muda sempat bicara banyak lalu tertawa bersama, dan tiba-tiba ia begini,” jawab Huang Wen dengan tubuh berkeringat dingin.


Huang Shen saat ini berguling-guling kesakitan, tubuhnya juga kejang-kejang saat merasakan jiwanya kini seperti di sayat-sayat.


Tak berapa lama Huang Shen pingsan, ia juga tidak teriak-teriak seperti tadi.


Setelah menaruh Huang Shen di ranjang, kini Huang Xan melihat ke arah Tetua inti ke 9.


“Kau berhutang penjelasan padaku? Katakan dengan jujur apa yang telah kalian bicarakan, dan apa ucapan terahir Shen'er?” Tanya Huang Xan dengan nada datar.


Dengan cepat tetua inti ke 9 memberitahu apa saja yang mereka bicarakan.


Mendengar itu, Huang Xan mengerutkan keningnya, setelah itu ia langsung berjalan lalu melihat apakah ada orang yang menanamkan segel di tubuh keponakannya.


Tapi ia melihat tidak ada sesuatu yang mencurigakan di tubuh keponakannya.


Melihat Huang Xan bingung, Huang Dan langsung maju dengan senyum tipis.


“Ini mungkin ada kaitannya dengan anak yang menjadi musuh bebuyutan Tuan muda, Tetua Agung,” ucap Huang Dan.


“Maksudmu?” Tanya Huang Xan membalikkan badannya sambil mengerutkan keningnya.


“Lebih baik kau langsung saja lihat ke bawah, mereka ada di sana,” jawab Huang Dan.


Huang Xan langsung mengedarkan kesadarannya.


Blush..!!


“Hmm,, bukankah itu Jiu Long dari Sekte Pedang Sejati,” gumam Huang Xan kini melihat ke arah Huang Dan dengan pandangan bingung.

__ADS_1


“Apa kau tidak sadar mengapa anak itu ada di sini jika tidak membalas dendam,” ucap Huang Dan tersenyum penuh makna.


__ADS_2