
Mu Feng Lu yang mendengar ucapan Bai Han yang sangat lancar dan pasti hanya bisa terdiam karena tidak dapat menemukan alasan dan ini kali pertama ia kalah dalam hal berbicara.
Saat Mu Feng Lu ingin mengatakan sesuatu lagi, terdengar suara langkah kaki yang membuat Mu Feng Lu menghentikan niatnya.
“Jika kau butuh bantuan, kau bisa menghubungiku menggunakan ini dan juga Token ini mempunyai banyak pungsi, selain bisa di gunakan untuk berkomunikasi, ini juga bisa di gunakan saat kau memasuki setiap Toko kami, kau juga pasti akan di berikan diskon 50%”
“Bahkan jika kau menginginkan informasi, datang ke toko kami dan perlihatkan token tersebut, aku yakin lambat laun kau pasti akan membutuhkan bantuan kami,” ucap Mu Feng Lu langsung bangkit.
Tap tap..!!
Pandangan Mu Feng Lu pun beralih ke putra dan putrinya yang kini mendekatinya.
“Ayo kita kembali, jika kita terlalu lama, aku khawatir ia nantinya akan kesal,” ajak Mu Feng Lu.
Mu Feng Luen dan Mu Feng Li pun mengangguk ringan setelah ia mendekati ayahnya.
“Hemm..!! Sampai ketemu di lain waktu Tuan Han,” ucap Mu Feng Li terdengar malu-malu saat menyapa Bai Han. Dan dengan cepat Mu Feng Li melesat kembali ke Kapal Dimensinya lantaran ia takut ayahnya nanti menggodanya.
“Ehem..!! Jika ada waktu luang, lain kali kita berlatih bersama saudara Han, kata paman mu, kau sangatlah kuat dan begitupun dengan ucapan ayahku beberapa waktu lalu saat ia melihatmu. Jadi, aku akan menantikan pertemuan kita selanjutnya,” ucap Mu Feng Luen langsung menjulurkan tangannya.
Bai Han pun ikut menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan Mu Feng Luen.
“Pasti, tapi aku orangnya tidak lah lembek, jadi jangan salahkan aku nanti jika membuatmu babak belur,” ucap Bai Han tersenyum kecil.
Blush..!!
Terlihat Bai Han dan Mu Feng Luen langsung saling menatap dengan intens, bukan saling mendendam, tapi karena merasa tertantang.
“Hoho,, aku juga akan menantikan pertarungan kalian di saat pertemuan selanjutnya,” sambung Mu Feng Lu tersenyum lebar.
“Hemm..!! Akan ku nantikan itu,” ucap Bai Han mengangguk tegas.
“Baiklah, jika begitu sampai ketemu di lain waktu,” ucap Mu Feng Lu langsung melesat ke Kapal Dimensi miliknya bersama Mu Feng Luen.
Wuss..!!
Wuss..!!
Dret..!!
Tepat setelah keduanya mendarat di kapal milik mereka, terlihat jelas kapal milik Klan Mu langsung melesat dengan kecepatan cahaya.
Bai Han yang terlihat masih mendongakkan kepalanya kini tersenyum tipis.
“Mu Feng Luen, dia sangatlah kuat. Bahkan tanganku sampai bergetar saat berjabat tangan tadi,” ucap Bai Han kini melihat telapak tangannya yang memerah.
“Dan juga Patriak Klan Mu, Mu Feng Lu, walau ia terlihat selalu ceria di depan banyak orang, aslinya ia sangatlah mengerikan, jauh lebih mengerikan dari paman Wuhan saat bertarung,” sambung Bai Han sedikit bergidik saat ia mengingat tatapan mata Mu Feng Lu tadi.
Tap tap..!!
__ADS_1
Bersamaan dengan perginya Kapal Dimensi Klan Mu, terlihat Yu Fan dan yang lainnya kembali.
“Tuan muda, kami sudah membeli bekal yang cukup saat ini, di perkirakan ini bisa bertahan 10 tahun,” ucap Yu Fan terdengar lesu.
“Hem..!! Apakah kau tidak mendapatkan informasi apapun?” Tanya Bai Han saat melihat wajah lesu Yu Fan.
“Benar, aku tak mengira jika sangat sulit mencari informasi di sini,” ucap Yu Fan mengangguk di sertai merasa bersalah.
Bruk..!!
“Tenang saja, aku sudah mempunyai banyak informasi di masa depan nanti, ayo kita lanjutkan perjalanan,” ucap Bai Han langsung menyemangati Yu Fan.
Yu Fan, Long Yuan dan Lang Zai pun sedikit heran, karena setahunya mereka datang bersama dan pastinya akan selalu bersama. Jadi mereka berpikir dari mana keyakinan Bai Han untuk mendapatkan semua informasi.
Pasalnya mereka telah berkeliling ke banyak kota menggunakan Portal tadi, tapi mereka bertiga sama sekali tidak bisa mendapat 1 pun informasi. Jadi wajar mereka berpikir seperti itu terhadap Bai Han.
Dret..!!
Wuss..!!
Dengan cepat Kapal Dimensi milik Bai Han melanjutkan perjalanan menuju Benua Langit.
***
“Bagaimana ayah? Apakah sesuai keinginan ayah?” Tanya Mu Feng Luen melirik ayahnya.
“Hehe,, dia sangat luar biasa di usianya yang masih muda, baru kali ini ayah kalah bicara dan dua kali ia membuat ayah tidak bisa berkata-kata.” Ucap Mu Feng Lu tersenyum lebar.
Tap tap..!!
“Satu lagi, walau ayah merasa kau jauh lebih kuat dari pemuda itu, berhati-hatilah saat kau bertemu dan bertarung nanti, ayah merasakan pertumbuhannya tidak memiliki batas, hal yang sama seperti adikmu,” ucap Mu Feng Lu memperingati putranya sambil tersenyum lebar.
Mendengar itu, Mu Feng Luen dan Mu Feng Li terkejut.
Tapi tak lama Mu Feng Luen ikut tersenyum lebar karena kini ia memiliki alasan untuk bertambah kuat lagi.
“Jika begitu aku akan berlatih lebih kuat lagi dari latihan rutinitasku,” gumam Mu Feng Luen langsung mencengkram erat tangannya.
Tap tap..!!
Setelah bergumam, ia pun melangkah pergi ke kamarnya.
Sementara Mu Feng Li yang kini hanya seorang diri terlihat menundukkan kepalanya.
“Baru kali ini aku mendengar ayah memuji seseorang sebanyak ini, dan juga jika ia bisa mengalahkan kakak maka-” Mu Feng Li berhenti bergumam, terlihat wajahnya memerah.
Tap tap..!!
Tak lama Mu Feng Li pun berlari sambil melirik ke arah kiri dan kanan.
__ADS_1
***
Duar duar..!!
Bom..!!
Terlihat dua tubuh sosok topeng putih seketika meledak saat Pemimpin Menara Gelap mengayunkan telapak tangannya.
“Dasar bajingan bodoh, tidak mungkin jika mereka berlima tidak datang ke tempat ini, karena tempat ini adalah satu-satunya akses menuju Alam Celestial yang lain,” teriak Pemimpin Menara meraung penuh amarah.
“Cepat cari mereka, mereka pasti sudah masuk dengan cara menyamar, dan juga perbanyak penjagaan di perbatasan Benua Langit, karena di sanalah satu-satunya tempat teraman bagi mereka,” sambung Pemimpin Menara kini menatap tajam semua anggota Menara Gelap.
Sementara semua anggota Menara Gelap hanya bisa berkeringat dingin, karena mereka tahu jika mereka gagal, maka mereka pastinya akan langsung di hancurkan oleh pemimpin Menara.
Ini bukan pertama kalinya pemimpin Menara marah, dan setiap ia marah, maka semua yang berkaitan dengan yang menjalankan tugas pasti akan di bunuh dengan kejam.
“Apa yang kalian tunggu, cepat bergerak,” teriak Pemimpin Menara kini langsung mengeluarkan aura membunuhnya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Dengan cepat semua anggota Menara Gelap melesat keluar dari aula tempat mereka biasa berkumpul.
...
Jauh di sebuah kota yang cukup ramai, terlihat sosok Iblis yang pernah memeriksa Kapal Dimensi Bai Han kini sedang duduk menikmati hasil sogokan dari Yu Fan.
Glek glek..!!
“Sangat nikmat, ini baru namanya hidup,” ucap sosok Iblis tersebut meneguk araknya.
Tap tap..!!
Braaakk..!!
“Komandan, gawat,” teriak salah satu pria paruh baya kini mendobrak pintu tempat Iblis tersebut menikmati araknya.
Buurr..!!
“Sialan, berani sekali kau mengacaukan hasil jerih payahku,” teriak Iblis tersebut melirik ke arah manusia yang mendatanginya.
“Gawat Komandan, ketua telah mati di bunuh oleh Pemimpin Menara karena tidak bisa menjalankan tugas di perbatasan, dan saat ini kita semua di kumpulkan oleh ketua dari Faksi Perak,” ucap pria paruh baya tersebut.
Mata Iblis tersebut seketika melotot saat mendengar itu, dengan segera ia mengenakan topeng hitam miliknya lalu melesat pergi.
“Apa yang kau tunggu ayo berkumpul,” teriak Iblis tersebut.
Dan saat ia pergi, ia lupa membawa alat Mata Iblis yang biasa ia gunakan untuk mendengar dan melihat.
__ADS_1
Wuss..!!
Wuss..!!